Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#86. Perbatasan. XI


__ADS_3

Pertarungan antara Chen Khu dan dua pendekar tingkat tinggi yang merupakan pengawal pribadi Kaisar Yong Zheng berlanjut.. Setelah mengkonsumsi banyak sumber daya dan memulihkan tenaganya selama sehari penuh saat gencatan senjata Chen Khu merasa lebih percaya diri untuk menghadapi keduanya..Chen Khu yang telah memulihkan kondisinya sampai seratus persen itu bahkan mampu memberikan serangan - serangan yang mampu mendesak kedua pendekar itu keluar dari arena pertempuran.. Chen Khu sengaja menggiring keduanya menjauh agar lebih leluasa dalam menggunakan teknik - teknik yang dimilikinya.


Pertarungan itu berjalan sengit.. meskipun kedua pengawal Kaisar Yong Zheng sempat terdesak tapi perbedaan jumlah mulai menampakkan keunggulannya.. pertarungan dua lawan satu dengan perbedaan kemampuan yang hampir seimbang.. membuat pertarungan berjalan cepat.. Kedua pendekar perlahan - lahan berhasil mendesak Chen Khu yang masih berupaya menghemat tenaganya sebab saat bertempur melawan prajurit tadi dia sempat merasakan ada sebuah kekuatan yang lebih besar sedang bertarung dengan maha guru Wing Chun.


Semakin lama pertarungan mereka semakin tidak berimbang.. kedua pendekar yang mengerahkan seluruh kemampuannya mulai mendapat celah.. dan sebuah serangan tapak mendarat telak di dada Chen Khu.


Chen Khu terlempar beberapa meter ke belakang.. darah segar keluar dari sudut bibirnya.. dengan posisi bertumpu pada sebelah lututnya Chen Khu mengusap darah yang keluar dengan ujung jubahnya.


"Aku akan kalah jika terus seperti ini " gumam Chen Khu dalam hati.


Chen Khu menarik nafas dalam - dalam lalu melepaskannya secara perlahan.. bersamaan dengan itu dia membuka aura seluruh kemampuannya..


"Siiiaaal...ternyata dia belum mengerahkan seluruh kemampuannya.. " ujar salah seorang pendekar itu menelan ludah setelah merasakan besarnya kekuatan yang dimiliki oleh Chen Khu.


"Waspadalah..!! kali ini dia akan serius..!! jawab rekannya..


Belum sempat salah seorang pendekar itu menjawab apa yang dikatakan oleh rekannya.. Chen Khu sudah bergerak secepat kilat dan dalam satu tarikan nafas dia sudah berada di depan keduanya..


Gerakannya yang bertambah cepat.. ditambah lagi bobot serangan yang semakin besar.. beberapa kali kedua pendekar tersebut merasa tanggannya bergetar ketika pedang mereka menangkis serangan yang datang begitu cepat..


Kedua Pendekar itu melompat ke belakang mencoba untuk mengambil nafas.. tapi hal itu justru menjadi kesempatan yang tidak disia - siakan oleh Chen Khu..


"PEDANG HALILINTAR TINGKAT DUA.. !!"


Sebuah gelombang energi besar berbentuk seperti pedang yang muncul dari atas menghantam ke arah kedua pendekar itu.. tapi.. secepat kilat juga kedua menghindari serangan itu..


Belum berhenti sampai di situ.. Chen Khu yakin kedua pendekar itu akan berhasil menghindari serangannya dan rupanya dia sudah menyiapkan serangan susulan..


"LANGKAH PETIR TINGKAT TIGA.. "

__ADS_1


Kecepatan jurus langkah petir yang digunakan Chen Khu ada beberapa tingkatan.. jika Chen Khu biasanya hanya menggunakan langkah petir untuk sekedar menambah kecepatannya.. tapi kali ini dia menaikkan kecepatannya tiga kali lipat.


Jika Chen Khu berhadapan dengan pendekar level enam.. maka mereka hanya akan melihat kilatan cahaya yang bergerak bagaikan petir yang menyambar...dan jika Chen Khu berhadapan dengan pendekar level tujuh tahap akhir maka mereka masih bisa melihat kelebatan bayangan Chen Khu meskipun tergolong susah untuk diikuti arah pergerakannya.


Serangan Pedang Halilintar yang dilakukan Chen Khu sebelumnya membuat kedua pendekar tadi melompat saling menjauh satu sama lain.. radius serangan yang menimbulkan efek kerusakan seluas hampir tiga puluh meter membuat keduanya berpisah cukup jauh..


Dan baru saja salah satu dari mereka hendak mencoba untuk menormalkan kembali nafasnya yang memburu akibat menghindari serangan jurus pedang halilintar.. Chen Khu sudah berada kurang dari dua langkah didepannya..


Salah seorang pendekar yang belum siap itu harus menerima kenyataan pahit.. posisinya yang belum terlalu seimbang dan nyaris tanpa kuda - kuda ditambah nafas yang tersengal - sengal akibat menghindari gelombang energi yang sangat besar dan datang dengan begitu cepat.. dan sekarang dia harus kembali menghadapi serangan pedang yang begitu cepat dan susah ditebak arah serangannya..


Setelah beberapa kali mampu menghidari serangan yang dilancarakan Chen Khu meskipun beberapa bagian pada pakaiannya sobek akibat dekatnya jarak diantara mereka berdua.. akhirnya.. sebuah gerak tipu dari Chen Khu yang terlihat hendak menebas bagian kaki dan pendekar tersebut melompat ke udara mencoba untuk menghindar.. tapi rupanya Chen Khu sudah lebih dulu berada diatas dan memberikan tebasan vertikal..


Tubuh salah seorang pendekar pengawal itu terbelah menjadi dua bagian.. sabetan pedang dari atas ke bawah menghentikan perlawanannya.. seorang rekannya yang lain tidak sempat untuk membantunya.. tubuhnya sudah terbelah menjadi dua bagian ketika rekannya sampai, tapi Chen Khu juga tidak memberinya kesempatan walau sejenak meratapi kematian rekannya itu..


Chen Khu langsung menyerangnya dengan gencar..pendekar itu terlihat lebih berhati - hati dengan lebih menjaga jarak dengan Chen Khu dan meskipun terus mendapatkan tekanan dari Chen Khu.. tapi Chen Khu belum mendapatkan celah untuk menghentikan perlawanannya..


Sebuah teriakan dari suara yang sangat akrab dengan telinga Chen Khu terdengar.. suara terikan itu memecah konsentrasinya..Chen Khu menoleh pada sumber suara dan rupanya Xie Annchi sedang menghadapi salah seorang dari tiga pengawal pribadi Kaisar Yong Zheng dan baru saja mendapatkan luka di lengan kirinya.


Pendekar yang menjadi lawan Chen Khu tidak menyia - nyiakan kelengahan lawannya.. dan sebuah tapak mendarat telak di dada Chen Khu setelah sebelumnya serangan pedangnya juga sempat mengenai bahu Chen Khu..


Chen Khu terlempar beberapa meter.. tapi kali ini pendekar tersebut tidak ingin memberikan kesempatan bagi Chen Khu untuk bangkit.. Chen Khu yang terseret di tanah sepertinya tidak akan bisa menghindari serangan mematikan tersebut.. tusukan mengarah ke jantung Chen Khu yang datang begitu cepat dan menyisakan jarak beberapa puluh centimeter lagi.


Chen Khu merasa.. nyawanya sudah akan melayang.. disaat terakhirnya... dia melihat ke arah Xie Annchi yang sudah mendapatkan bantuan dari beberapa pendekar lain dari pihak aliansi...tapi sebuah golok besar melayang dengan kecepatan tinggi mengarah pada tubuh pendekar yang tinggil beberapa centimeter lagi akan menancapkan pedangnya pada jantung Chen Khu..


Pendekar tersebut terpaksa harus membatalkan niatnya dan merubah arah gerakannya menghindari golok besar yang datang.. golok besar itu hanya menemui tempat kosong dan menancap di tanah.. Chen Khu merasakan keajaiban yang datang langsung bangkit dan mencari tau siapa dewa penolong yang baru saja menyelamatkan nyawanya pada detik - detik terakhir...


Chen Khu terkejut setelah mengetahui pemilik golok besar yang baru saja menyelamatkannya..


"Kamu...??!!" ujar Chen Khu sedikit tergagap.

__ADS_1


"Aku pernah berhutang nyawa pada tuan.. dan sekarang aku sudah melunasinya " jawab pemilik golok besar itu.


Chen Khu mengambil golok yang tertancap tidak jauh dari tempatnya berdiri..dan segera melemparkannya pada pemilik golok tersebut.


"Bagaimana kamu bisa berada di sini..??"tanya Chen Khu sambil tersenyum dan mengusap darah pada sudut bibirnya..


"Ceritanya panjang...tapi singkatnya..kami mendengar jika Kekaisaran Qing menyerang Kekaisaran Ming.. dan kami sekte Singa Gurun hendak membayar kesalah kami selama ini " jawab pendekar tersebut yang ternyata adalah ketua sekte Singa Gurun yang pernah diampuni oleh Chen Khu.


***


Long Feng... Ketua sekte Singa Gurun yang hampir menemui ajalnya ditangan Chen Khu saat berupaya membalaskan kekalahan dari anggota sektenya yang gagal merampok rombongan sirkus Ma Xi.. berupaya mengumpulkan sisa anak buahnya yang sempat melarikan diri ketika berhadapan dengan Chen Khu dan Xie Annchi.


Setelah menemukan tabib untuk mengobati seluruh luka - luka yang dialaminya.. dia dan beberapa anak buahnya kembali ke msrkas mereka. Jalan Hidup Long Feng dan sekte Singa Gurun kemudian berubah.. dia merekrut banyak pendekar dan mendirikan biro pengawalan untuk mengawal pedagang - pedagang yang melewati daerah mereka.


Sekte Singa Gurun perlahan - lahan mulai bangkit kembali selama setahun terakhir dan usaha mereka yang menyediakan jasa pengawalan bagi para pedagang mulai banyak menerima pesanan...tapi akibat semakin memanasnya suasanya di perbatasan antara Kakaisaran Qing dan Ming.. maka semakin sedikit pedagang yang hendak menyeberangi perbatasan kedua kekaisaran itu.


Long Feng sedang dalam misi pengawalan beberapa pedagang ketika mendengar berita bahwa pertempuran antara kedua kekaisaran itu pecah.. dan dengan tujuan menghapus dosa - dosa mereka dimasa lalu serta merubah pandangan orang tentang sekte Singa Gurun.. Long Feng mengajak beberapa puluh anak buahnya yang berhasil direkrutnya untuk ikut dalam pertempuran tersebut.


Long Feng berpikir.. jika nama sekte Singa Gurun berhasil dibersihkan dan pandangan masyarakat berubah pada mereka.. maka tentu saja akan semakin banyak pedagang.. atau orang - orang yang akan meminta jasa mereka untuk memberikan pengawalan.


***


"Aku perlu sedikit lagi bantuanmu.. " ujar Chen Khu yang sudah kembali bersiap untuk menyerang lawannya..


"Aku Long Feng siap melaksanakan perintah tuan " jawab ketua sekte Singa Gurun itu sambil memperkenalkan diri.


"Tolong bantu saudari seperguruanku " ujar Chen Khu sambil melihat ke arag Xie Annchi yang sedang bertarung bersama beberapa pendekar menghadapi salah seorang pengawal pribadu kaisar Yong Zheng.


"Baik tuan..!! " jawab Long Feng lalu melompat ke arah Xie Annchi dan kawan - kawan yang sedang bertarung.

__ADS_1


__ADS_2