Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#163. Penantian Xie Annchi.


__ADS_3

Malam terus beranjak naik...tapi kedua kubu yang bertempur sore tadi tidak ada yang menurunkan kewaspadaannya.. mayat - mayat yang bergelimpangan juga masih dibiarkan begitu saja.. tentu saja..serangan panah menjadi alasan masing - masing dari mereka untuk tetap menjaga jarak aman dari jangkauan anak panah yang bisa saja terjadi sewaktu - waktu jika mereka lengah dan berada dalam jangkauan pemanah.


Kaisar Shun Zhi menyambut kedatangan Chen Khu.. orang yang selama ini hanya dia dengar nama dan kehebatannya.. Jendral Chou yang sudah mulai sadarkan diri meminta bantuan pada beberapa prajurit untuk membantunya menemui Chen Khu yang sedang berada di tenda yang disiapkan khusus untuk kaisar, rupanya didalam tenda tersebut juga sudah ada pengawal pribadi kaisar yaitu Ryu, Quon, Liem serta dua orang utusan kekaisaran Han yang tersisa.


Dengan tubuh yang masih lemah, Jendral Chou berterim kasih pada Chen Khu yang telah mengangkat kembali moral pasukannya yang sebelumnya sempat terdesak dan jika saja Chen Khu tidak sampai tepat waktu.. mungkin saja nasib kaisar Shun Zhi akan berbeda malam ini.


Penyambutan sedarhana dari kaisar Shun Zhi kemudian diakhiri setelah Chen Khu meminta izin untuk menemui rekan - rekannya dari sekte kuda terbang.


Saat Chen Khu melangkahkan kakinya keluar dari tenda, gegap gempita sorak sorai menyambutnya.. kehadiran Chen Khu memang membawa angin segar bagi prajurit serta pendekar dari kekaisaran Ming.. Chen Khu disambut bak seorang pahlawan, membuatnya terpaksa mempercepat langkahnya karena tidak terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu.


Kahadiran Chen Khu pada utusan sekte kuda terbang rupanya sudah sangat dinantikan.. saat Chen Khu mendekat..pendekar - pendekar senior sekte kuda terbang berlarian untuk memeluknya.. sosok Chen Khu yang telah membuat sekte mereka dari sekte menengah menjadi salah satu sekte besar yang diperhitungkan dalam dunia persilatan.


Sepeninggal Chen Khu.. sekte kuda terbang memang berkembang pesat.. selain sumber daya pendekar yang disediakan oleh kaisar.. sekte Kuda Terbang juga mengadopsi ilmu pedang yang dilatih oleh Xie Annchi.. dan bagi murid - murid senior.. mereka sudah mengetahui jika ilmu pedang serta kemampuan Xie Annchi adalah berkat bantuan dari Chen Khu.


Euforia penyambutan Chen Khu malam itu sejenak menjadi obat kesedihan karena dari seratus orang pendekar yang di utus oleh sekte kuda terbang, hampir separuhnya gugur dalam pertempuran.


Xie Annchi tidak ikut bergembira bersama pendekar - pendekar lainnya dan memilih menahan diri untuk melepaskan kerinduannya pada Chen Khu yang diyakininya masih hidup sejak dikabarkan meninggal saat menghilang dalam ledakan besar.


Xie Annchi lebih memilih duduk menyendiri sambil bermeditasi untuk memulihkan kekuatannya meskipun dalam hatinya dorongan untuk segera menemui Chen Khu sangat besar.


Hati Xie Annchi memang sedang berbunga - bunga karena keyakinan yang dipertahankan selama ini ternyata benar namun Xie Annchi juga tidak ingin terlihat murahan di hadapan Chen Khu dengan ikut - ikutan menyambuynya bagai seorang pahlawan.


"Kamu disini rupanya.. "


Suara Chen Khu sontak membuyarkan konsentrasi Xie Annchi tapi Xie Annchi berusaha menjaga sikapnya agar terlihat biasa saja oleh Chen Khu.


"Kakak..!! aku pikir kakak masih nyaman dengan sambutan yang kakak terima.. " jawab Xie Annchi dingin.. membuat Chen Khu merasa aneh.


"Hahaha.. kamu iri ya..?? " ujar Chen Khu berusaha mencairkan suasana.

__ADS_1


"Ayah pasti akan sangat senang jika mendengar kamu sudah kembali.. " ucap Xie Annchi datar..tanpa menjawab candaan Chen Khu.


"Hummm.. jadi hanya guru yang senang kalau aku masih hidup.. baiklah.. aku akan pergi menemui guru sekarang juga.. "balas Chen Khu lalu membalikkan badan berniat meninggalkan Xie Annchi yang masih bersikap aneh.


"Kakak..!! " teriak Xie Annchi saat Chen Khu baru dua kali melangkah meninggalkannya.


Chen Khu hanya menghentikan langkahnya namun tetap memunggungi Xie Annchi tanpa menoleh sedikit pun.


" Kenapa..?? tadi katanya hanya guru yang senang kalau aku kembali.. jadi aku akan pergi menemui guru.. " ucap Chen Khu dengan senyum yang disembunyikan.


Mendengar jawaban Chen Khu..Xie Annchi langsung berdiri dan berlari memeluk Chen Khu dengan sangat erat dari belakang..


"Apa kakak pikir hampir dua tahun ini aku tidak merindukan kakak.. " ucap Xie Annchi yang tidak bisa menahan air matanya keluar.


"Tadi katanya hanya guru yang senang.. " balas Chen Khu menggoda.


"Baiklah kalau kakak tidak merindukanku.. aku yang akan pergi.. " ucap Xie Annchi ketus dan mendorong Chen Khu sekuat tenaga hingga membuat Chen Khu hampir terjungkal.


"Bagaimana kakak bisa selamat dari ledakan itu dan kembali dengan pakaian aneh ini..? " tanya Xie Annchi yang masih dalam pelukan kakak seperguruannya itu..


"Aku punya wakti seumur hidup untuk mendengarkan cerita kakak.. " balas Xie Annchi sambil melepaskan pelukan Chen Khu.


"Hahaha..kakak jadi tersanjung mendengarnya.. "


"Setelah semua ini berakhir.. kakak akan menceritakan semuanya padamu.. " ujar Chen Khu lalu duduk bersila di tanah untuk memulai meditasinya.


***


Sorak - sorai yang meneriakkan nama Chen Khu juga bahkan terdengar sampai di tempat aliansi aliran hitam.. Hwan Chi yang bertugas sebagai kepala pengumpul informasi bagi sekte Kalajengking Merah mengatakan jika Chen Khu adalah pemuda yang dibuatkan patungnya di kota Tainan sebagai penghargaan padanya yang telah membawa kemenangan pada kekaisaran Ming saat pasukan kekaisaran Ming awalnya sudah terdesak oleh pasukan kekaisaran Qing.

__ADS_1


Chen Khu yang tiba - tiba menghilang saat pertaruangan terakhir melawan pendekar bayaran kekaisaran Qing dikabarkan tewas dalam sebuah ledakan besar saat lubang hitam besar yang tiba - tiba saja muncul dilangit menghilang.


Dari kesaksian yang diberikan oleh Wing Chun, orang yang berada paling dekat dengan lokasi ledakan.. tubuh Chen Khu menghilang karena terhisap masuk kedalam lubang hitam sebelum akhirnya meledak.


Informasi yang diberikan oleh Hwan Chi itu membuat Zhao Li tersenyum sebab dari informasi terkahir yang mereka dapatkan, jika pemuda yang melawan pendekar bayaran dari kekaisaran Qing tersebut mempunyai kemampuan setara pendekar level tujuh tahap akhir dan itu artinya kemampuannya boleh dibilang setara atau berada di bawah kemampuan Zhao Li yang sudah memasuki pendekar level tujuh tahap puncak.


Untuk itu.. Zhao Li mengatakan pada seluruh tetua aliansi agar esok hari.. dia yang akan menjadi lawan pemuda bernama Chen Khu itu.


***


Pagi hari saat matahari baru menampakkan cahayanya.. kedua pasukan yang bertempur sehari sebelumnya terlihat sudah bersiap di posisi masing - masing. satu hal yang membuat pendekar - pendekar dari pihak aliansi keheranan adalah prajurit serta pendekar dari pihak kekaisaran Ming terlihat lebih bugar dan lebih bersemangat.


Chen Khu memang kembali memberikan pil pemulih stamina pada Ryu untuk dibagikan pada seluruh prajurit dan pendekar yang semuanya terlihat sangat kelelahan.. dan berkat pil tersebut pagi itu seluruh prajurit dan pendekar merasa tubuh mereka lebih bugar dan lebih siap untuk menghadapi pertempuran selanjutnya.


Chen Khu sendiri tidak habis pikir bagaimana Maruka bisa mengumpulkan ratusan ribu pil - pil tersebut, tapi dalam hati Chen Khu sangat berterima kasih pada Maruka yang telah memaksanya untuk memakai gelang semesta tersebut yang ternyata isinya diluar dugaannya.


Dengan aba - aba dari Ryu.. prajurit dan pendekar dari kekaisaran Ming mulai bergerak maju.. dari hasil pertemuan mereka semalam telah disepakati jika pasukan yang dipimpin oleh Ryu yang bersenjata tombak dan tameng akan bergerak lebih dulu untuk memancing pemanah dari pihak musuh agar memperlihatkan posisinya.. kemudian.. pendekar - pendekar yang memiliki keahlian bertarung jarak jauh akan menyerang pemanah - pemanah itu selagi Ryu dan pasukannya berada dalam formasi bertahan dari serangan anak panah.


Pendekar yang memiliki keahlian bertarung jarak jauh juga dibagi menjadi dua kelompok karena sebelumnya serangan dengan menggunakan panah berasal dari dua buah bukit yang bersebelahan..kelompok pertama dipimpim oleh Chen Khu sedangkan kelompok kedua dipimpin oleh Xie Annchi.


Ryu mengambil alih peran Jendral Chou yang masih sangat lemah akibat parahnya luka yang didapatkannya setelah kaisar Shun Zhi memerintahkan sang jendral untuk istirahat dan mempercayakan kepemimpin pasukan pada Ryu.


Saat pasukan yang dipimpin oleh Ryu masuk dalam jangakuan pemanah.. apa yang diperkirakan olehnya terjadi.. anak panah langsung menghujani mereka kembali.. namum kali ini prajurit Ming yang sangat siap langsung membuat formasi dengan menggunakan tameng sebagai atap.


------@@@----


Chapter ini rencana akan menjadi Chapter bonus malam jum ' at bagi yang belum mempunyai pasangan... 😬😬😬


Tapi karena ada PENGUASA BUMI yang suka merampas HP sesukanya.. akhirnya Chapter ini terlambat saya selesaikan.. namun saya tetap berharap jika Chapter ini bisa tetap rilis malam ini.

__ADS_1


Akhir kata...." TERIMA KASIH ATAS SEMUA DUKUNGANNNYA pada Pendekar Pedang Naga Langit.. hingga bisa sampai pada posisi sekarang ini.. dan mohon maaf jika saya tidak membalas komentar dari teman - teman.


TETAP JAGA KESEHATAN..!!


__ADS_2