Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#200. Salah Perhitungan


__ADS_3

Chen Khu beserta Kobayasi dan anak buahnya melompat turun dari pohon yang sebelumnya menjadi tempat mereka mengawasi perkemahan sekte pembunuh iblis.


Saat semuanya telah berkumpul di lantai hutan.. mereka membentuk lingkaran dan mulai menyusun rencana.


Nobita akan tetap di tempat sambil menunggu Lin Dan dan pasukannya sampai di posisi yang sudah ditentukan. Hal ini tentu saja bertentangan dengan keinginannya yang ingin ikut serta dalam pertarungan.. tapi Kobayasi sebagai atasannya tidak mengijinkan, sebab kondisi fisik Nobita belum pulih total akibat efek racun yang belum bersih sepenuhnya dari aliran darahnya.


Nobita akan memberi tanda dengan kembang api.. untuk memecah perhatian musuh jika pasukan Lin Dan sudah sampai, baru setelah itu Nobita akan ikut bergabung bersama pasukan Lin Dan.


Kobayasi dan rekannya yang lain.. akan mengendap dari arah belakang, sedangkan Chen Khu akan memancing perhatian musuh dari arah depan dengan menggunakan kembang api.


Begitu perhatian para pendekar itu tertuju pada Chen Khu... para ronin akan menyerang dari belakang dengan menggunakan pedang..lalu setelah strategi mereka terbaca oleh lawan.. maka para ronin akan bergerak mundur kedalam hutan dan berpencar untuk bertahan menggunakan senjata rahasia yang sebelumnya digunakan oleh para pendekar yang menjadi lawan mereka.


Puluhan senjata rahasia itu berhasil dikumpulkan oleh Chen Khu dan disimpan dalam giok semesta setelah pertarungan sebelumnya lalu kembali dikeluarkan oleh Chen Khu.


Setelah dirasa rencana sudah cukup matang.. pisau - pisau lempar itu kemudian dibagikan secara merata pada setiap ronin, kecuali Nobita.


"Nobita...!? ingat.. setelah menyalakan kembang api.. segera tinggalkan tempat ini.. " ucap Kobayasi tegas..


"Siap Kolonel..! " balas Nobita.


"Yamato.. Kabuto.. Nagato.. Otomi.. setelah Nobita memberi tanda.. pergilah ke empat arah yang berbeda dan nyalakan kembang api.. "


"Tapi ingat..!! jangan bertahan di tempat kalian..segara kembali dan berkumpul bersama pasukan Kolonel Lin..!! " Kobayasi kembali mengingatkan.


"Siap Kolonel..!! " jawab mereka serempak.


***


Malam terus beranjak.. dari kejauhan tampak pendekar - pendekar sekte pembunuh iblis telah siap untuk bergerak.


Kobayasi memberi tanda anak pada anak buahnya untuk bergerak seperti yang mereka rencanakan. Dengan ilmu meringankan tubuh yang mereka miliki para ronin bergerak memutar untuk mencapai sisi belakang bukit.. sedangkan Chen Khu bergerak menuruni jurang beberapa menit setelah Kobayasi dan anak buahnya bergerak.


Chen Khu langsung bergerak menuju bagian depan bukit yang mana terlihat ada beberapa obor menyala.


Setelah merasa jarak sudah cukup dekat.. Chen Khu turun ke lantai hutan..dan setelah menunggu cukup lama...


"DUUUUUAAAARR..!! "

__ADS_1


Sebuah kembang api berwarna hijau menyala di udara. Chen Khu memperkirakan para ronin sudah sampai di sisi belakang bukit langsung menyulut kembang api yang dibawanya.


Ledakan serta cahaya kembang api mengagetkan para pendekar yang sudah bersiap untuk bergerak. Pendekar - pendekar yang berada di atas bukit di hadapan Chen Khu segera bereaksi.


Pendekar - pendekar itu membentuk beberapa kelompok untuk mencari tau siapa orang yang telah menyalakan kembang api.. tapi sebelum mereka melompat turun..seseorang dengan pedang terhunus samar - samar terlihat dan semakin lama semakin jelas dan terus berjalan menuju bukit yang mereka tempati.


Puluhan orang pendekar berjejal disisi tebing untuk melihat sosok yang datang tapi belum sempat mereka bereaksi.. sebuah teriakan dari arah belakang kembali mengejutkan mereka.


Teriakan yang mengiringi langkah sebelas orang berlari sambil mengayunkan pedang membabat satu persatu rekan mereka dari arah belakang.


Pendekar - pendekar yang berada paling dekat dengan kelompok penyerang dan tidak siap dengan serangan yang datangnya tiba - tiba tidak bisa berbuat banyak.


Belasan orang meregang nyawa seketika.. banyak pendekar yang berada di atas bukit tersebut memang memiliki kemampuan yang masih berada dibawah kemampuan para ronin itu.


Saat perhatian mereka terpecah dengan datangnya serangan dari belakang.. tiba - tiba saja Chen Khu juga sudah berada diatas tebing.


Tanpa basa basi.. Chen Khu mulai mengayunkan pedangnya dan mulai menyerang pendekar - pendekar yang berada dalam jangkauannya.


dalam kurun waktu kurang dari satu menit Chen Khu telah membunuh belasan orang yang berada dalam jangkauannya.


Beruntung.. rekan - rekan mereka yang masih berada di lokasi perkemahan bisa menyaksikan hal tersebut dan segera bergerak ke arah bukit itu bersamaan.


Ribuan orang pendekar..dengan ilmu meringankan tubuh bergerak cepat menuju arena pertarungan.. Chen Khu dan para ronin yang bisa melihat hal itu.. berusaha sebisa mungkin membunuh lebih banyak lawan dengan seluruh kemampuan yang mereka miliki.


Serangan kejutan yang dilakukan oleh Chen Khu dan para ronin sudah hampir menghabiskan pendekar yang sebelumnya berjaga di atas bukit saat puluhan pendekar tingkat tinggi sampai di bukit tersebut lebih dulu.


Para ronin yang semula bertarung sendiri - sendiri agar lebih cepat membunuh lawannya.. langsung membentuk formasi saat puluhan pendekar tersebut sampai.


Chen Khu yang bisa merasakan kemampuan pendekar - pendekar itu mengambil inisiatif untuk menyerang mereka lebih dulu guna memberi kesempatan para ronin untuk mundur.


Namun.. semua berjalan tidak sesuai dengan rencana mereka. pendekar - pendekar itu tiba terlalu cepat dari perkiraan mereka dengan jumlah yang terus bertambah.


Kobayasi yang memimpin anak buahnya terus bergerak mundur.. beruntung jalur yang mereka lalui tergolong landai sehingga membuat ruang gerak mereka tidak terbatas.


Chen Khu beberapa kali menggunakan jurus sisik naga yang digabungkan dengan perubahan elemen api dan menciptakan pisau - pisau api untuk menghambat pergerakan pendekar - pendekar tersebut.. namun jurus tersebut hanya berpengaruh pada pendekar yang berkemampuan rendah dan tidak siap saat pisau - pisau api meluncur deras ke arah mereka.


Pergerakan mereka yang bergerombol juga menyusahkan sebagian pendekar - pendekar berkemampuan menengah untuk menghindari serangan pisau - pisau api tersebut.. bahkan beberapa diantara mereka saling bertabrakan di udara saat berusaha menghindar.

__ADS_1


Chen Khu sendiri akhirnya terpaksa ikut bergabung dengan formasi yang dibuat oleh para ronin dan menggantikan Kobayasi yang sebelumnya bertindak sebagai ujung tombak.


Meskipun masih sedikit kaku dan lambat dalam pertukaran posisi.. tapi Chen Khu yang sudah beberapa kali melihat formasi tersebut dan dibantu dengan nalurinya perlahan mulai bisa menyesuaikan diri.


Formasi yang dibuat oleh Chen Khu dan para ronin itu yang semula fokus untuk bertahan..kembali menjadi mematikan saat melakukan serangan - serangan balik.. bahkan pendekar - pendekar yang menjadi lawan mereka mulai berhati - hati dalam menyerang.


"Aarrghh..!! "


jerit kesakitan tiba - tiba terdengar saat sebuah anak panah yang meluncur dalam kegelapan gagal diantisipasi oleh Himura dan berhasil mengenai dadanya sebelah kanan.. meski demikian Himura tetap berusaha bertahan dengan anak panah masih menancap di dadanya.


----@@@-----


SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BAGI UMAT MUSLIN YANG MENJALANKANNYA.


Sedikit tambahan untuk kawan - kawan yang minta creazy up atau komplain kalau jumlah chapter yang update tidak lebih dari satu chapter.


Begini yaa...


penulis dan pembaca punya satu kesamaan yaitu kesempatan.


saya sebagai penulis.. akan bisa menulis jika ada kesempatan.. sedangkan kawan - kawan pembaca juga baru bisa membaca jika ada kesempatan.. hanya saja.. durasi waktu antara menulis dan membaca itu tidak sama..kan tidak mungkin kita membaca kalau sedang berkendara.. hehe..kecuali mungkin anda sedang menerbangkan pesawat dan sedang dalam mode auto pilot.


untuk membaca.. paling lama akan menghabiskan waktu dua menit.. sedangkan untuk menulis butuh waktu tiga sampai empat jam untuk satu chapter.. dengan catatan.. sang penguasa bumi sedang bermurah hati.


tapi jika penguasa bumi sedang tidak bisa terkendali.. untuk satu chapter saya butuh waktu kadang sampai seharian bahkan kadang juga lanjut sampai malam menunggu penguasa bumi tidur..


jadi novel ini akan up jika saya sempat menulis.. dan tidak up jika saya tidak sempat.


Selain itu.. menulis novel hanya merupakan pengisi waktu luang karena pekerjaan utama saya adalah berkebun.. dan saat ini sudah memasuki musim tanam.. jadi kesibukan di kebun juga ikut bertambah.


Jadi..


dengan semua alasan yang sudah saya ungkapkan diatas.. saya sebagai author PPNL memohon maaf yang sebesar - besarnya karena belum bisa memenuhi hasrat membaca kalian.


Yang terakhir..jangan lupa LIKE, KOMENT, disetiap chapternya jika menurut anda cerita ini menarik. ingat.. jangan di subscribe.. karena disini tidak ada tombol subscribe.


sekian dan terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2