
Derap langkah kaki kuda menderu di jalan yang menuju ibukota, debu jalan beterbangan tapi seolah tidak diperdulikan oleh penduduk yang mengelu - elukan nama sang raja yang melintas.
Sang raja yang duduk dalam kereta melambaikan tangan kepada rakyatnya yang begitu mencintainya, senyumnya yang khas selalu menghiasi wajahnya saat menyapa rakyatnya.
Chen Khu yang menemai sang raja dalam kereta kuda, duduk bersila dengan mata terpejam, Chen Khu masih mencoba memikirkan apa sebab siluman - siluman tadi tiba - tiba saja berbalik arah, dan malah meninggalkan pertempuran, sebuah hal yang sangat aneh dan cukup mengganggu pikiran Chen Khu.
Sang raja.. Mathanadeva juga mempunyai banyak pertanyaan dalam benaknya, hanya saja kali ini dia berusaha menahan diri untuk melontarkan pertanyaan - pertanyaan tersebut pada Chen Khu sebab, meskipun dalam posisi layaknya orang yang sedang bermeditasi, Chen Khu terlihat tidak tenang, seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.. dan pada akhirnya.. kedua orang tersebut hanya saling diam selama perjalanan, hingga matahari akan memasuki peraduannya, pertanda perjalan mereka tidak akan lama lagi akan sampai di ibukota.
***
Seorang pria bertopeng merah terlihat bergerak sangat cepat melompat dari satu dahan pohon ke dahan pohon lainnya hingga pria tersebut melompat turun ke tanah saat jarak antara diri dengan gerbang sekte Aghori tinggal beberapa puluh meter saja.
Pengawal - pengawal dengan pakaian serba hitam dan mengenakan topeng berwarna putih yang sedang berjaga di gerbang memberi hormat padanya..
"Ketua..!! " ujar mereka sambil memberi hormat. Beberapa diantara mereka saling berbisik, sebab mereka mengetahui jika saat terakhir meninggalkan sekte Aghori pria bertopeng merah tersebut membawa ratusan orang bertopeng putih serta tiga orang pendekar tingkat tinggi dari sekte mereka yang mengenakan topeng berwarna biru...tapi tidak seorangpun dari mereka yang berani untuk menanyakan kenapa pria tersebut pulang seorang diri..hingga pria yang mengenakan topeng merah lainnya terlihat mendatangnya dengan tergesa - gesa.
"Ketua Tachi..!!! ketua tertinggi menunggu anda di ruang pertemuan..! " ucap pria tersebut.. dan tanpa menjawab..Tachi dan pria tersebut menuju ke ruang pertemuan yang dimaksud.
Setelah beberapa menit berjalan.. sampailah keduanya peda sebuah bangunan yang sangat besar, dan alangkah terkejutnya Tachi saat melangkahkan kaki memasuki ruangan, karena rupanya sudah menunggu tiga orang yang juga mengenakan topeng berwarna merah, dan seorang pria paruh baya yang mengenakan pakaian serba putih duduk di kursi yang posisinya lebih tinggi dari kursi - kursi lain, akan tetapi di samping kanan dan kirinya juga ada siluman ulat putih dan siluman serigala merah.
"Hmmm... masih punya nyali kamu kembali ke sini..! ucap siluman ular putih dengan nada datar tapi gelagatnya memperlihatkan jika siluman ular putih itu ingin menelan pria bertopeng merah itu bulat - bulat... sedangkan serigala merah juga menggeram seperti marah pada pria itu.
__ADS_1
"Raja ular.. Bhadiya.. tahan diri kalian.. sebelum kita menghukum atas apa yang sudah diperbuatnya.. sebaiknya kita mendengarkan penjelasannya terlebih dulu.. "
"Tapi tuan Tamil... " ucapan siluman ular putih terhenti saat Tamil Nadu yang merupakan pimpinan tertinggi sekte Aghori mengangkat tangannya.
"Tachi.. aku tidak perlu lagi bertanya padamu.. aku hanya menunggu penjelasanmu " ujar Tamil Nadu terlihat tenang.
"Ke..ketua tertinggi..!! saya mohon ampun ketua..! " ucap Tachi dengan gugup lalu bersujud.
"Aku.. butuh penjelasnmu..!! ujar Tamil Nadu dengan nada mulai meninggi membuat tubuh Tachi gemetar.
Suasana diruang pertemuan menjadi hening.. empat orang bertopeng merah lainnya juga tampak ketakutan mendengar nada bicara Tamil Nadu mulai meninggi.. sedangkan Tachi masih terus bersujud tanpa berkata apa - apa.
"BRUUK.. "
Tubuh Tachi membentur dinding lalu jatuh kembali ke lantai, dan Tachi bersujud kembali sambil menahan sakit.. darah segar terlihat menetas dari ujung bibirnya.
"Tachi... kamu tau kan kalau aku sedang bermeditasi..?? dan tinggal beberapa hari lagi meditasiku akan selesai jika saja raja ular dan Bhadiya tidak mengacaukannya.. dan sekarang aku ingin mendengarkan penjelasan darimu atas laporan mereka atau raja ular akan menelanmu bulat - bulat..!! " ujar Tamil Nadu yang sudah berdiri dari tempat duduknya.
Tachi berusaha memberanikan diri mengangkat kepalanya.. dan dengan suara gemetaran dia mulai menceritakan yang terjadi saat dirinya bersama empat orang anak buahnya dan ratusan siluman harimau putih menyerang kota Chennai hingga penyerangan mereka dikalahkan oleh seorang pemuda yang belum pernah dilihatnya sebelumnya dan dari perawakannya sepertinya pemuda itu bukan dari benua daratan selatan... dan saat Tachi mengatakan jika pemuda itu bisa melayang di udara layaknya orang terbang.. semua mata di ruangan itu memandangnya seolah tidak percaya, akan tetapi perkataan Tachi dibenarkan oleh Bhadiya yang juga sempat melihat pemuda yang dimaksud oleh Tanchi tersebut saat melayang di udara.
Tamil Nadu tampak manggut - manggut sambil berjalan berputar - putar.
__ADS_1
"Lalu.. kenapa kamu meninggalkan seluruh anak buahmu sehingga mereka semua terbunuh, sedangkan sebelum kamu baru saja memanggil raja ular dan pasukannya..? "
Dada Tachi kembali berdegup kencang medapatkan pertanyaan itu lalu dia kembali menundukkan kepalanya hingga merapat ke lantai ruang pertemuan tersebut.
"Kkk.. ketua.. aku merasa jika kami butuh lebih banyak bantuan, dan kupikir raja ular dan pasukannya bisa menahan pemuda yang bersama Mathanadeva itu untuk sementara waktu sampai aku kembali membawa bala bantuan.. "
" Kenapa kamu sendiri yang memanggil bala bantuan..?? bukannya menyuruh salah seorang anak buahmu.?? atau.. bahkan Bhadiya bisa bergerak lebih cepat darimu..!! Tatapan Tamil Nadu tajam ke arah Tachi sebab merasakan ada kebohongan dari penjelasan yang diberikan oleh Tachi.
Jantung Tachi serasa berhenti berdetak mendapat pertanyaan seperti itu.. dia kehabisan akal untuk menjawab pertanyaan tersebut.. keringat dingin mulai membasahi tubuhnya bahkan butiran keringatnya sampai jatuh ke lantai.
"Tachi... lebih dari dua puluh tahun kamu ikut denganku.. dan aku tidak menyangka.. jika selama itu aku memelihara seorang pengecut sepertimu..!! " ujar Tamil Nadu lalu kembali menggerakkan telapak tangannya dan sebuah angin kencang kembali menghantam tubuh Tachi yang sedang bersujud padanya hingga tubunya kembali terhempas dan membentur dinding.. kali ini hempasan angin lebih kuat dari sebelumnya hingga dinding yang terbuat dari kayu setebal lima centimeter retak akibat benturan yang cukup keras.
Sesegara mungkin Tachi kembali bersujud meskipun darah segar baru saja dimuntahkannya.
"Kk.. ketua.. Ampun ketua.. beri saya satu kesempatan lagi untuk memperbaikinya..! " ucap Tachi terdengar berat sebab darah tarus keluar dari mulutnya.
Tamil Nadu terdiam.. lalu kembali duduk di kursinya sambil memijit kepala.. meskipun sangat kecewa akan sikap Tachi yang meninggalkan anak buahnya di medan pertempuran dan kabur sebagai pengecut, akan tetapi kesetiaan Tachi yang ikut jatuh bangun bersamanya saat membangun kembali sekte Aghori membuat Tamil Nadu memikirkan kembali ucapan Tachi.
"Hmm.. baiklah.. meskipun aku sulit untuk mempercayaimu kembali.. tapi aku memberimu kesempatan terakhir untuk mencari tau siapa pemuda yang bersama Mathanadeva tersebut.. dan ingat.. !! tanggalkan semua atribut yang kamu kenakan.. lagi pula.. tidak ada seorangpun yanga akan mengenali wajah dibalik topengmu selain kami di sini.. dan aku memberimu waktu dua minggu untuk menyelidikinya..! " Ujar Tamil Nadu lalu berdiri dan kembali ke ruang pribadinya, tapi sebelum itu dia kembali menggerakkan tangannya lalu siluman ular putih dan serigala merah menghilang dari ruangan tersebut dan menjadi asap putih.
Empat orang pria bertopeng merah lainnya yang sejak tadi hanya terdiam membisu langsung mengahambur mendekati Tachi dan membantunya untuk bangkit.. lalu dua orang diantara mereka memapahnya meninggalkan ruang pertemuan..dan bergerak sangat cepat menuju bangunan lain yang merupakan banguna Khusus yang ditempati oleh anggita sekte Aghori yang mengenakan topeng berwarna merah sebelum ada anggota sekte Aghori yang mengetahui kejadian tersebut.
__ADS_1