Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#118. Babak Baru Pertarungan


__ADS_3

Prajurit Nalagarh yang dipimpin langsung oleh Mathanadeva bergerak cepat menuju perbatasan kota menunggu musuh yang akan menyerang mereka.


Seluruh prajurit termasuk walikota menunggu dengan perasaan was - was.. musuh yang datang kali ini tentu saja bukan lawan yang biasa sebab Mathanadeva sendiri yang datang untuk meminta bantuan.


Kemampuan Mathanadeva sebelum berlatih dari kitab Dewa Naga Khayangan sudah termasuk tinggi jika dibandingkan dengan kemampuan pendekar - pendekar yang ada di kerajaan Gurjara, dan meskipun pendekar serta prajurit Nalagarh belum mengetahui kemampuan baru yang dimiliki raja mereka itu, kedatangan Mathanadeva seorang diri untuk meminta sudah merupakan hal yang mengejutkan dan bisa menjadi gambaran lawan seperti apa yang akan mereka hadapi.


"CABUT PEDANG KALIAN.. !!" Perintah Mathanadeva saat melihat burung - burung beterbangan dari dalam hutan menandakan ada pergerakan besar dalam hutan yang membuat burung - burung tersebut ketukatan dan tidak lama kemudian apa yang muncul dari dalam hutan membuat bulu kuduk prajurit Nalagarh bergidik.. bagaimana tidak ratusan orang pendekar dengan kemampuan lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan mereka sudah berbaris dihadapan mereka.


Rajesh.. yang memimpin lima ratus orang tersebut mengangkat pedangnya memerintahkan pasukannya untuk berhenti. Meskipun dalam hatinya menyimpan keterkejutan karena tidak menduga jika pergerakan mereka telah diketahui tapi melihat perbedaan jumlah tidak membuat nyalinya ciut apalagi setelah merasakan tingkat kemampuan yang dimiliki oleh lawan yang ada dihadapannya rasa optimis akan memenangkan pertempuran timbul dalam hatinya.


"SERAAAAANG...!! " teriak Rajesh seraya mengarahkan pedangnya kedapan dan ratusan pendekar dibelakangnya maju menyerang bagai orang - orang kesetanan.


"MAJUUUUU...!! " teriak Mathanadeva sambil memcabut pedang yang tersarung dipinggangnya.


Mathanadeva melompat dari kuda menyambut serangan yang datang.. hal ini membuat prajurit Nalagarh mau tidak mau harus mengikutinya meskipun ketakutan menghatui jiwa mereka terlebih melihat lawan yang akan mereka hadapi keseliruhannya adalah pendekar.


Dengan kemampuan ilmu meringankan tubuhnya, Mathanadeva adalah orang yang mencapai lawan - lawannya dan pertempuranpun dimulai..

__ADS_1


Meskipun kemampuan Mathanadeva sudah berkembang pesat tapi menghadapi lawan dalam jumlah besar bukanlah perkara mudah apalagi kemampuan lawan - lawannya kali ini hampir sama dengan kemampuannya sebelumnya.


***


Gerakan pedang Chen Khu terlalu cepat untuk bisa ditangkis atau dihindari oleh tiga ekor siluman yang menyerangnya serta pergerakan tubuhnya yang lincah membuat tiga ekor siluman tersebut mendapatkan luka sayat yang cukup lebar pada tubuh mereka.


Chen Khu tidak memfokuskan serangannya pada siluman - siluman tersebut dan memilih untuk menghabisi Vikhram dan seorang anak buahnya yang tersisa..dan setelah meninggalkan luka lebar menganga pada tiga siluman, Chen Khu langsung menyerang ke arah Vikhram yang tidak menduga jika Chen Khu akan memilihnya sebagai target.


Anak buah Vikram yang sempat melihat Chen Khu menyerang Vikhram yang sedang berada dalam posisi kurang siap mencoba mengehentikannya dengan melemparkan beberapa pisau beracun ke arah Chen Khu, akan tetapi lemparan pisau itu tergolong lambat untuk pendekar setingkat Chen Khu dan hanya dengan sebuah ayunan pedang Chen Khu membalikan arah pisau beracun tersebut kembali ke pemiliknya dengan kecepatan yang luar biasa dan tidak dapat dilihat oleh mata pendekar tingkat menengah dan sebelum anak buah Vikhram itu menyadari pisaunya berbalik arah.. pisau yang sebelumnya dilemparkannya sudah menancap di lehernya bahkan hampir menembus leher pria itu.. tubuhnya pun terbanting ke tanah dalam posisi telungkup dengan darah segar mengucur deras sertu tubuhnya berubah membiru akibat dari racun yang ada pada pisau tersebut.


"Kesalahan terbesar dalam sebuah pertarungan adalah ketika kamu kehilangan fokus pada lawanmu.. " ujar Chen Khu yang sudah bersiap menarik pedangnya dari leher Vikhram dan meskipun pedang itu hanya menempel pada bahu dan lehernya tapi Vikhram bisa merasakan perih saat mata pedang itu menempel di kulitnya.


"Pendekar.. kita tidak pernah mempunyai masalah sebelumnya.. mungkin ini hanya sebuah kesalahpahaman.. " ucap Rajeh dengan seluruh tubuh bergetar dan mengeluarkan keringat dingin.. sedangankan lehernya juga mulai mengeluarkan darah.


"Membunuh banyak orang dengan memanfaatkan siluman kamu bilang salah paham..?? "


"Tapi itu.... " Vikhram belum menyelesaikan ucapannya saat Chen Khu merasakan jika siluman rubah api sudah bergerak menyerangnya.

__ADS_1


Chen Khu membalikkan badan ke arah kiri, bersamaan dengan itu pedang naga langit ikut memisahkan kepala dan tubuh Vikhram..


Serangan empat ekor siluman secara betsamaan dengan mudah dapat dihindari oleh Chen Khu, sedangkan Chen Khu yang melakukan gerakan menghindar dengan melayangkan tubuhnya ke arah kanan juga berusaha memberikan serangan balasan dan hasilnya pedang yang memiliki panjang satu setengah meter itu masih mampu menjangkau salah satu siluman.


Meskipun hanya ujung pedang yang sempat mengenai tapi suntikan tenaga dalam yang di kerahkan Chen Khu saat pedang menyentuh tubuh salah satu siluman itu.. mampu memberikan luka yang sangat serius bahkan hampir memisahkan tubuh siluman itu menjadi dua bagian.. siluman tersebut terjerembab ke tanah dengan luka menganga dan tidak mampu lagi untuk berdiri.


Melihat kejadian itu.. siluman musang api yang memiliki kemampuan paling tinggi diantara dua siliman lainnya murka.. dia mengeluarkan suara keras sebelum maju menerkam Chen Khu yang tentu saja sudah menantikan hal itu.


Chen Khu diam dan tidak bergerak untuk memancing siluman itu menerkan tubuhnya dan saat tubuhnya tinggal berjarak beberapa sentimeter saja dari cakar musang api.. Chen Khu melangkahkan kakinya sedikit ke kiri sambil mengayunkan pedangnya ke arah perut siluman itu.


Siluman musang api yang menyerang bak kesetanan itu yang merasa kalau lawannya sudah masuk cengkramannya terkejut saat dia hanya mendapati ruang kosong dan saat kakinya menyentuh tanah.. tubuhnya langsung terpisah menjadi dua bagian..


Tidak berhenti sampai di situ.. Chen Khu kembali langsung melompat pada dua ekor siluman yang tersisa yang sebelumnya sudah terluka cukup serius, dan hanya dalam satu tarikan nafas saja sebuah gerakan pedang yang sangat cepat ke arah kanan dan kiri membuat keduanya meregang nyawa.


"Semoga saja aku tidak terlalu lama.. " gumam Chen Khu sambil melihat - mayat yang ada dihadapannya lalu membersihkan darah dari pedangnya pada pakaian yang menempel pada tubuh Vikhram yang sudah terpisah denhan kepalanya.


Setelah menghela nafas panjang.. Chen Khu menyimpan kembali pedang naga langit dalam jubahnya dan sejurus kemudian, Chen Khu menghentakkan kakinya di tanah dan melesat ke udara menembus rimbunnya dedaunan, setelah merasa cukup tinggi.. Chen Khu melihat ke sekelilingnya mencoba mencari arah yang diambil oleh Mathanadeva.. dan setelah memastikan arah yang akan diambilnya.. Chen Khu mencondongkan badannya kedepan dan langsung menuju ke kota Nalagarh.

__ADS_1


__ADS_2