
Mereka bertiga mulai berjalan menuju kearah lembah yang terlihat indah. Walaupun tak begitu terlihat menyeramkan, tapi namanya yang tersemat menyimpan sesuatu yang mengerikan. Sebenarnya Laksminingrum tidak tahu menahu tentang tempat yang dilewatinya. Ia hanya berjalan sesuai arahan dari Batara yang agung.
Semuanya, bahkan bertemu dengan mereka berdua baginya adalah takdir yang harus ia jalani. Lagipula mungkin sudah saatnya untuk tahu mengenai dunia yang sangat luas lagi menyimpan banyak sekali misteri. Mungkin begitulah yang ia tangkap dari perintah gurunya. Sebenarnya ia tak ingin tahu menahu juga soal dirinya . Lagipula setelah mengetahui siapa dirinya entah apa yang akan dilakukannya nanti.
Lagipula jika dia ditemukan di sungai, itu mungkin dia bukanlah anak yang diinginkan. Mungkin saja hasil hubungan gelap atau bisa jadi memang orangtuanya tidak ingin punya anak lagi. Dari cerita yang pernah dituturkan oleh gurunya, ia menyimpulkan begitu. Sebenarnya itu adalah kesimpulan yang buruk, bahkan jika gurunya tahu , dia pasti akan sangat marah sekali.
Saat sedang asyik berjalan, tiba-tiba muncul ular yang besar dihadapan mereka. Sesuatu yang benar-benar tak terduga. Dengan segera pertarungan tak terelakkan diantara mereka karena ular itu benar-benar menghalangi perjalanan.
__ADS_1
Saat kalah, ular itu tiba-tiba saja berubah menjadi wanita yang sangat cantik. Dengan mengaduh ia berusaha untuk bangkit lagi. Erlangga nampak mengenal wanita itu. Dialah salah satu dari dua wanita yang meminta pertolongannya untuk mengantar pulang ke rumah karena tersesat tempo hari.
"Kenapa kau bisa sampai sini?" Tanya Erlangga terkejut.
"Aku menunggumu disini. Aku pastikan kali ini kau mati. Aku tahu itu agak mustahil, tapi ini semua agar
kamu tidak bisa menjadi milik siapapun," jawab wanita itu. Padahal salah satu penyebabnya ia gagal mendekati Erlangga waktu itu adalah karena kesalahannya sendiri. Dia dengan sembrono telah membuat segalanya menjadi kacau dengan sikapnya yang terlihat kekanakan..
__ADS_1
Kali ini ia datang bersama beberapa ular yang bertukar wujud sebagai manusia. Dari mukanya terlihat mereka bukan ular sembarangan. Nampaknya mereka adalah ksatria pilih tanding di dalam kelompoknya.
"Semuanya serang dia!" setelah memberi komando, pertarungan kembali terjadi diantara mereka. Melihat musuh yang terlihat lumayan banyak , Dewi Ratih dan juga Laksminingrum ikut maju.
Saat keduanya saling menyerang, tiba-tiba hujan panah tiba. Dengan membabi buta ia menyerang . Perhatian masing-masing pada panah yang turun itu. Namun dalam sekejap hujan itu segera reda. Tak ada lagi panah yang tertuju pada mereka, pertarungan yang tadi kini kembali lagi.
Tak ada yang menang atau kalah setelah berjalan agak lama. Karena ingin ingin melewati lembah sebelum malam, Laksminingrum yang melihat Senja mulai muncul segera membuka sarung pedangnya itu, tak lama kemudian pasukan yang dibawa oleh Wisadewi itu tersungkur tak berdaya. Melihat hal itu, ia ketakutan, tapi ia tak ingin lari. Tekadnya untuk membunuh Erlangga sudah bulat. Ia tak ingin seorang yang disukainya sejak pertama mengintipnya dari balik semak itu menjadi milik orang lain. Namun disisi lain ia sadar bahwa dirinya bukan manusia, memilikinya adalah hal salah baginya.
__ADS_1
Saat ia bersiap menyerang, entah darimana sang Pangeran ular langsung datang menyembarnya dan membawanya pergi. Setelah sampai di istana, ia mendapat hukuman yang lebih parah dari Wisasari setelah semua pembelaannya di tolak mentah-mentah oleh pangeran ular.
Mereka bertiga akhirnya melanjutkan perjalanan mereka setelah musuhnya menghilang secara tiba-tiba. Saat senja mulai menghilang mereka tiba di tepian lembah. Malam yang penuh kegelapan akhirnya tiba, mereka yang terlihat lelah memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu. Esok mereka akan melanjutkan perjalanan yang panjang lagi.