
"Kamu mendengar suara serigala?" Saat sedang membakar ikan yang baru di di dapat Aji Dharma bertanya kepada Laksminingrum.
"Aku mendengarnya. Suaranya terdengar seperti lolongan kesedihan. Aku rasa Serigala itu sedang berduka. Mari kita lihat," jawab Laksminingrum. Mereka pun segera mencari sumber suara itu meninggalkan ikan yang hampir matang terpanggang.
Saat mendekat ke arah sumber suara itu, dari balik pepohonan mereka berdua melihat sesosok manusia yang terlihat seperti serigala sedang mengaum dengan suara yang sangat menyedihkan.
"Apa yang harus kita lakukan?" Dengan suara pelan Aji Dharma bertanya kepada Laksminingrum.
"Entahlah. Aku ragu untuk mendekatinya. Ada kemungkinan kita akan diserang olehnya."
"Bagaimana jika kita menggunakan pedangmu itu untuk berjaga-jaga? Kalau dia ternyata menyerang kita tinggal kamu tebas saja," Aji Dharma memberi ide.
Dengan tangan bersiap untuk mengeluarkan pedang dari sarungnya, Laksminingrum dan juga Aji Dharma segera mendekat kearah sosok manusia serigala itu. Saat sadar di dekati tanpa disangka manusia serigala itu malah menghindar dari sana.
__ADS_1
"Dia kabur. Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Laksminingrum.
"Kita kejar dia. Sepertinya dia tidak seburuk yang kita bayangkan tadi," jawab Aji Dharma.
Mereka segera mengejar manusia serigala itu, namun tak juga ketemu. Saat hendak menyerah, tiba-tiba saja manusia serigala itu terlihat agak jauh dari mereka, hanya saja saat dirinya tersadar sedang di perhatikan ia segera kabur dari sana.
"Jangan ikuti aku!" Disalah satu pohon tertulis kalimat itu. Nampaknya masih baru soalnya masih nampak getah segar yang mengalir disitu . Laksminingrum dan Aji Dharma terlihat sangat heran melihat tulisan itu.
"Menurutmu mengapa dia bisa menulis tulisan seperti ini? Apa jangan-jangan dia itu sebenarnya manusia seperti kita?" Tanya Aji Dharma.
"Mungkin. Tapi mengapa dia kabur saat melihat kita?"
"Entah. Tapi kalau misalnya dia berasal dari bangsa siluman, ia pasti tidak pernah berinteraksi dengan dunia manusia. Hanya saja jika dia termasuk manusia mungkin perubahan pada dirinya itu membuatnya jadi malu dan takut untuk dilihat."
__ADS_1
"Jadi, apakah kita akan mengejar serigala misterius itu?" Tanya Aji Dharma.
"Bagaimana kalau kita makan dulu? Aku lapar sekali sekarang."
***
Manusia serigala itu duduk di balik batu besar yang berada di dekatnya. Setelah merasa yakin tidak ada yang mengikutinya, ia menarik nafas panjang tanda lega. Tadinya ia sebenarnya ingin sekali mendekat ke arah dua orang yang sempat berusaha untuk mengejarnya, tapi ia urungkan karena ia sadar wujudnya yang sekarang mengerikan.
Ia sudah berjalan pergi meninggalkan gua tempat dimana ia diubah menjadi wujud yang mengerikan selama beberapa hari. Tidak ada niatan untuk kembali kesana. Apapun yang terjadi ia tidak ingin hidupnya berada di bawah kendali wanita itu.
Walaupun hanya dengan menuruti segala kemauannya maka ia wujudnya akan kembali lagi, tapi ia benar-benar tidak ingin kesana. Walaupun menjadi manusia kembali , tetap saja dirinya tak kan bisa menikah dengan wanita yang ia dambakan untuk menjadi istrinya.
Saat mengingat wanita itu, sekarang rasa manusia serigala itu jadi ingin tahu apa yang sedang dilakukan oleh orang itu. Dia harap ditempat yang jauh darinya sekarang wanita itu sedang memikirkan dirinya yang tak kunjung kembali. Ia juga berpikir apakah wanita itu akan tetap cinta walaupun sekarang wujudnya sudah berbeda jauh.
__ADS_1
Entah mengapa ada sedikit keraguan di dalam hatinya . Ia merasa wanita itu mungkin sekarang sudah bersama yang lain mengingat dirinya sudah menghilang . Apalagi sebelumnya orangtuanya sudah mendesak untuk menikah. Biar tidak jadi perawan tua, kalau kata mereka. Lagipula akhir-akhir ini anak juragan Empang yang tersohor juga seperti tertarik kepadanya. Apapun itu, ia berharap agar gadis itu bahagia. Ia takkan kecewa jika seandainya ketakutannya itu terbukti.