
"Aku sudah sampai dimana..? " gumam Chen Khu dalam hati..sambil melihat ke sekiling karena setelah terbang lebih dari dua jam... sejauh mata memandang hanya hamparan hutan yang sangat luas yang tersaji dihadapannya.
"Atau.. jangan - jangan kakek itu sengaja menunjukkan arah yang salah.. !!" umpatnya dalam hati..
Chen Khu kembali teringat tabiat Maruka yang bisa berubah sewaktu - waktu dan kali ini.. saat Chen Khu kehilangan arah, pikirannya kembali pada kakek itu yang mungkin menjahilinya.
Chen Khu menurunkan ketinggiannya, dan memutuskan untuk beristirahan pada dahan pohon yang tinggi untuk kembali menentukan arah yang ditujunya.. Chen Khu kemudian tersenyum sendiri...mengingat kembali saat Maruka yang asal tunjuk saja ketika dirinya menanyakan arah yang harus diambilnya untuk secepat mungkin sampai di kekaisaran Ming.. Chen Khu bahkan menggeleng - gelengkan kepalanya menyadari kebodohannya yang percaya begitu saja pada arah yang ditunjukkan oleh Maruka tersebut sambil memperhatikan gelang berwarna hijau yang dikenakannnya.
Chen Khu masih mengingat dengan jelas saat telah menyelesaikan latihan yang diberikan oleh Maruka dan berhasil menyatukan Chi serta tenaga dalam miliknya menjadi Qi.. hari - hari yang mereka lewati penuh dengan canda tawa yang diselingi latih tanding oleh keduanya.
Hal ini tentu saja seperti membuka kembali pikiran Maruka yang selama ini terkungkung dalam kesendirian.. bahkan beberapa kali Chen Khu mengutarakan maksdunya untuk pergi, Maruka terkesan seperti menghalang - halangi niat Chen Khu.
***
"Tuan guru.. sudah hampir sebulan setelah aku mendapatkan Qi.. dan sepertinya aku harus secepatnya kembali ke Ming.. " ucap Chen Khu pada suatu pagi.
"Kalau kamu pergi.. berarti aku akan sendirian lagi disini..?! " jawab Maruka dengan tatapan kosong.. otaknya yang semula sudah berfungsi normal seperti orang biasa kini kembali menunjukkan kepribadian ganda yang dimilikinya.
"Tapi Tuan Guru.. apalah artinya kita memiliki kekuatan dan kemampuan jika kita harus mengurung diri ditempat ini..?? bukankah sebaiknya jika kemampuan yang kita miliki bisa digunakan untuk membantu sesama..? " pertanyaan Chen Khu membuat Maruka terdiam.. dalam hati dia membenarkan ucapan muridnya itu.
"Jika tuan guru takut merasa kesepian lagi.. aku akan menunjukkan tempat dimana tuan guru bisa diterima dan tuan guru bisa menggunakan kemampuan tuan guru untuk menjaga keselamatan orang banyak.. " ucap Chen Khu melanjutkan. Raut wajah Maruka kembali berubah.. kali ini dia kelihatan bersemangat mendengar ucapan Chen Khu.
"Tuan Guru pergilah ke negri Gurjara.. dan sampaikam salamku pada Mathanadeva.. dan katakan padanya jika aku yang meminta tuan guru untuk menemuinya.. " ujar Chen Khu kembali sambil memberikan sebuah lencana kebesaran kerajaan Gurjara yang merupakan pemberian dari Mathanadeva.
"Oh.. iya.. dan satu hal lagi..!!" Chen Khu mendekatkan bibirx pada telinga Maruka.
"dalam waktu dekat ini.. tuan putri akan mengadakan kompetisi beladiri.. siapa yang jadi pemenangnya akan dijadikan suami olehnya.. dan jika Tuan guru berpenampilan seperti ini, Tuan guru sepertinya bisa ikut kompetisi tersebut.. "
"Dasar murid bodoh..!! aku bahkan lebih tua dari tiga turunan neneknya..!! " umpat Maruka yang disertai dorongan telapak tangan yang membuat Chen Khu terlempar beberapa meter hanya saja bukannya merasa kesakitan, Chen Khu malah tertawa terbahak - bahak melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Maruka tersebut.
__ADS_1
"Aku akan ke Gurjara mengikuti saranmu.. bukan untuk ikut-ikutan kompetisi bodoh seperti itu..!! " ucap Maruka yang masih terlihat kesal.
"apa pendirian tuan guru tidak akan berubah setelah melihat tuan putri...?? " ucap Chen Khu dengan senyum mengejek.
"Heh.. murid bodoh.. aku akan membunuhmu jika masih memperlihatkan senyum seperti itu..!! " balas Maruka tapi menoleh ke arah lain dan memperhatikam lencana yang diberikan oleh Chen Khu.
"Hahaha... Maafkankan aku tuan guru.. " ujar Chen Khu sambil berjalan mendekati Maruka yang terlihat merajuk.
"Ini sebagai tanda bahwa kamu pernah menjadi muridku.. "..Maruka terlihat mengeluarkan sebuah gelang berwarna hijau yang terbuat dari giok dari dalam jubahnya.
"Ini apa tuan guru..?"
"Namanya.. Giok Semesta.. kegunaannya sama dengan kuokaa.. hanya saja.. gelang ini mampu menyimpan lebih banyak benda dibandingkan dengan kuokaa, lagi pula.. kamu harus membuat segel darah dengan gelang ini untuk bisa mengambil atau menyimpan benda didalamnya.. " ucap Maruka lalu menarik paksa tangan Chen Khu dan dengan ujung kukunya, Maruka membuat luka kecil pada ibu jari Chen Khu dan meneteskannya di gelang semesta.
Gelang berwarna hijau itu kemudian bereaksi ketika tetesan darah Chen Khu mengenainya, lalu tiba - tiba saja gelang tersebut sudah melingkar di pergelangan tangan Chen Khu.
"Tuan guru.. kalau seperti itu namanya bukan kenang - kenangan.. tapi bertukar cinderamata.. " ucap Chen Khu protes.
"Ah... sudahlah..!! lagi pula.. kuokaa juga sudah lusuh.. lebih tepat jika dia kembali bersamaku.." ucap Maruka tidak ingin berdebat lebih jauh.
Chen Khu kemudian mengeluarkan pedang naga langit dari dalam kantong ajaib serta beberapa barang miliknya, tapi saat Chen Khu mengeluarkan beberapa kantong uang untuk persediaannya selama perjalanan Maruka menghardiknya.
"Dasar murid serakah..!! dalam gelang itu banyak tersimpan emas dan perak.. tapi kamu masih mau menambah lagi..?! " bentak Maruka.
"Ma.. ma.. maaf tuan guru.. saya tidak tau.. tadinya saya pikir gelang ini masih kosong.. " balas Chen Khu tersenyum kecut.
"Gelang itu telah digunakan selama beberapa generasi, dan penggunanya semuanya adalah pendekar - pendekar terkuat.. bahkan salah satu penggunanya pernah menjadi kaisar.. " ucap Maruka masih dengan nada tinggi.
"Iya.. iya.. maaf tuan guru..ini aku kembalikan semuanya.." ucap Chen Khu dengan nada penyesalan.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu.. semoga kita bisa bertemu dilain waktu.. " Maruka menurunkan nada bicaranya lalu memeluk erat Chen Khu..
"Oh.. iya tuan guru.. aku harus menempuh arah mana jika ingin cepat kembali ke kekaisaran Ming..? " ucap Chen Khu yang masih dalam pelukan Maruka.
"Sana..!!! " jawab Maruka singkat sambil mengarahkan jari telunjuknya tanpa melihat ke arah yang ditunjuknya tersebut.
***
"Kita akan melanjutkan perjalanan atau hanya akan melamun disini seharian..??! " Suara Hua Tuo membuyarkan lamunan Chen Khu.
Chen Khu tersentak kemudian tersadar dari lamunannya, dan berpikir untuk kembali melanjutkan perjalanan, setelah kembali memastikan arah yang akan diambilnya.. namun perutnya yang keroncongan memaksanya untuk turun ke lantai hutan dan mencari sesuatu yang bisa dimakan, disamping itu matahari yang sudah agak condong ke barat, memaksanya harus bermalam ditempat itu, karena sangat beresiko jika terbang pada malam hari.. apalagi Chen Khu belum mengetahui arah yang akan dilaluinya itu.
***
"Bagaimana kesiapan perjalan kita besok Jendral..?! " Kaisar Shun Zhi menyambut kedatangan Jendral Chou yang baru saja memasuki ruang pertemuan.
Dalam ruang pertemuan itu juga terdapat lima orang pendekar utusan kaisar Han yang akan ikut mengawal keberangkatan Kaisar Shun Zhi esok pagi.
"Semua sudah dijalankan sesuai rencana yang mulia.. saya juga sudah menempatkan lima ratus orang prajurit di setiap titik yang dicurigai akan dijadikan lokasi untuk menghadang rombongan kita.. selain itu..pendekar - pendekar dari sekte - sekte aliran putih yang tergabung dalam aliansi juga sudah sampai di istana.. "
"meskipun jumlah mereka tidak terlalu banyak karena tiap - tiap sekte juga mengkhawatirkan keselamatan sekte mereka, tapi kita masih mendapatkan tambahan dua ribu lima ratus orang pendekar yang mulia.. " ucap Jendral Chou memberikan laporan.
" Bagaimana komandan Lin..? apakah tujuh ribu lima ratus orang itu sudah cukup..?! " tanya kaisar Shun Zhi pada Lin Dan yang merupakan salah seorang pendekar yang menjadi komandan pasukan elit pengawal kaisar Han.
"Aku rasa itu sudah cukup yang mulia.. " jawabnya sambil tersenyum setelah melihat keempat rekannya juga mengangguk setuju.. "
"Baiklah Jendral.. aku ingin seluruh prajurit sudah siap saat kita berangkat besok..!! "
"Siap yang mulia..!! " jawab Jendral Chou lalu kembali meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1