
Pertempuran siang itu terus berlanjut dibawah rindangnya daun pepohonan, akan tetapi pertempuran itu juga mengakibatkan tumbangnya beberapa pohon besar akibat imbas dari serangan - serangan yang mengandung tenaga dalam akan tetapi tidak menemui sasarannya.
Jumlah anggota gerombolan yang menhadang Mathanadewa dan pasukannya terus berkurang dengan cepat, meskipun dari pihak Mathanadeva juga terdapat korban jiwa sudah mencapai belasan orang.
Pertempuran dengan jumlah yang tidak seimbang memang cukup menyulitkan pasukan Mathanadeva, hanya saja berkat kemampuan Chen Khu, Mathanadeva, Aahana serta Khan.. jumlah pasukan berangsur - angsur sama dan bahkan kini jumlah pasukan Mathanadeva lebih unggul.
"Bhadiya.. laksanakan tugasmu " ucap pria bertopeng merah sambil menepuk punggung serigala merah setelah merapal mantra.
"AAAUUUUUUUWWWWW....!!!"
Serigala merah mengeluarkan lolongan panjang.. lolongan itu bukan lolongan bisa, sebab.. pertempuran terhenti sejenak karena pasukan kedua kubu yang sedang bertempur sama - sama menutup kedua telinga mereka..Chen Khu mengalirkan cukup banyak untuk melindungi telinganya, sebab lolongan serigala berusia ribuan tahun itu sangat memekakkan telinga.
Dan beberapa saat setelahnya terdengar suara gemuruh disertai dengan suara gemuruh pohon - pohon tumbang..riuhnya suara gemuruh membuat pertempuran terhenti.. masing - masing dari kedua kubu mundur menjauh dari arah datangnya suara gemuruh yang seolah akan menerpa mereka..Chen Khu tanpa sadar melompat dan melayang di udara untuk melihat apa yang terjadi dan tentu saja, tindakannya itu membuat terkejut semua orang yang melihatnya, sebab baru kali ini mereka melihat ada orang yang bisa terbang.
Dari ketinggian. Chen Khu bisa melihat kedatangan Ratusan siluman dari berbagai jenis dan berbagai ukuran serta berbagai tingkatan.
"Hmm.. untung saja.. " gumam Chen Khu dalam hati sebab siluman - siluman yang datang hanya terdapat satu raja siluman yaitu siluman ular putih.
Chen Khu kemudian membalikkan badan lalu terbang menuju ke arah Mathanadeva yang masih terpana melihat kemampuannya.
"Yang mulia.. arahkan seluruh pasukan anda untuk menjauhi tempat ini.. ada ratusan siluman yang bergerak kesini dengan cepat dan diantara mereka terdapat satu raja siluman." ujar Chen Khu setelah menginjakkan kakinya di tanah.
__ADS_1
Mathanadeva mengangguk lalu memerintahkan seluruh pasukannya untuk mundur, sedangkan Chen Khu tetap berdiri ditempat dengan posisi siaga.
"PEDANG HALILINTAR TINGKAT TIGA.. "
Chen Khu menggunakan jurus tersebut untuk menghabisi sisa gerombolan penghadang yang tersisa tinggal beberapa puluh orang lagi. Ratusan bahkan ribuan pedang yang jatuh dari atas dengan kecepatan tinggi sangat sulit untuk dihindari oleh orang - orang bertopeng putih tersebut yang jika di benua daratan tengah, kemampuan mereka hanya setara dengan pendekar level tiga dan empat, dan bahkan salah seorang pria bertopeng biru yang terlambat untuk menghindari serangan jurus tersebut ikut tewas menjadi korban dengan pedang menembus kepalanya ke bawah, sedangkan salah seorang lainnya yang mampu menghindar meskipun agak terlambat mendapatkan luka serius pada punggungnya.
Pria bertopeng merah sontak kaget melihat kejadian yang baru saja menimpa seluruh anggotanya.. praktis tinggal dua orang pria bertopeng biru yang tersisa itupun salah satu diantaranya sudah terluka parah.
"Bhadiya... lanjutkan tugasmu.. !!aku ada urusan sedikit " ujar pria itu lalu setelah menepuk punggung serigala berwarna merah itu dia pun melesat cepat dan menghilang dalam rimbunnya pepohonan.
Chen Khu yang melihat kondisi kedua lawannya yang tersisa tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk segera menghabisi keduanya.. dan dengan sekali tarikan nafas Chen Khu sudah berada pada jarak kurang dari dua meter.. tanpa menunggu lama Chen Khu mengayunkan pedangnya untuk menghabisi pria bertopeng biru yang terluka parah sebab rekannya sudah melompat jauh kebelakang saat Chen Khu sampai dihadapan mereka..
"TRAAAAANG...!! "
"Terima kasih Bhadiya.. " ucap pria bertopeng biru yang sudah terluka parah.. serigala merah itu seperti tidak merespon tapi malah menggigit kerah baju pria itu kemudian melemparkannya pada rekannya yang sudah berdiri menjauh. Pria itu dengan sigap menangkap rekannya yang terluka lalu keduanya menghilang dibalik rimbunnya pepohonan.
"Bhadiya... kemana Tachi..?? dia telah memanggil kami ke sini tapi dia tidak menampakkan batang hidungnya.. " siluman ular putih bertanya pada serigala merah sambil menjulur - julurkan lidahnya seperti sedang mencari apa yang dimaksudkannya, sedangkan serigala merah langsung membungkuk memberi hormat padanya.
"Raja ular.. tuan Tachi punya sedikit urusan katanya.." jawab serigala merah masih tetap membungkuk.
"Dasar pengecut.. bisa - bisanya dia mengorbankan anak buahnya lalu kabur begitu saja.. " ujar siluman ular putih dengan nada marah.. serigala merah makin menunduk sampai hidungnya hampir merapat dengan tanah mendengar kemarahan siluman ular putih itu.
__ADS_1
Melihat ratusan siluman didepannya Chen Khu tidak ingin bertindak gegabah.. meskipun melihat dua ekor siluman seperti sedang berdiskusi.. tapi siluman - siluman lainnya terus menatap tajam ke arahnya dengan air liur yang terus menetes.
"Hmmm.. rupanya pengecut itu ingin memanfaatkan kita.. mungkin dia pikir kita sebodoh anak buahnya.. " siluman ular putih berkata kembali.
"Lalu siapa pemuda itu.. ??" tanya siluman ular putih sambil menatap tajam pada Chen Khu yang masih berdiri dengan posisi siaga.
"Pemuda itu yang membunuh Agra tuan raja ular " jawab serigala merah..
"Hmm.. begitu yaaa...??! " ujar siluman ular putih yang kini memperhatikan Chen Khu dengan pandangan menyelidik.
"Anak muda.. kita akan membuat perhitungan dilain waktu.. aku akan mengurus pengkhianat itu dulu "dengan lidah yang terus dijulurkan.. ujar Siluman ular putih pada Chen Khu dalam bahasa yang tidak dimengerti olehnya.. meskipun demikian.. Chen Khu tidak terkejut jika raja siluman bisa berkomunikasi dengan bahasa manusia, tapi karena Chen Khu tidak mengerti apa yang diucapkan oleh siluman ular putih itu, maka Chen Khu meningkatkan kewaspadaanya.
Chen Khu baru merasakan ada yang aneh ketika siluman ular tersebut membalikkan badan lalu setelah mengeluarkan erangan keras, siluman ular putih tersebut berjalan kembali dan diikuti oleh siluman yang ikut bersamanya termasuk Bhadiya silaman serigala merah..gemuruh langkah mereka kembali terdengar lalu dengan cepat menghilang.
Mathanadeva dan pasukannya yang menyaksikan peristiwa tersebut juga dibuat keheranan.. meskipun mereka bisa melihat jika siluman ular putih seperti berbicara pada Chen Khu tapi karena jarak yang sangat jauh mereka tidak bisa mendengar apa yang diucapkan oleh siluman ular putih tersebut.. dan setelah gerombolan siluman itu tidak terlihat lagi merekapun mendekat pada Chen Khu yang baru saja selesai membersihkan pedangnya.
"Chen Khu..apa yang terjadi dengan siluman - siluman itu..? tanya Mathanadeva.
"Saya juga tidak tau yang mulia..siluman ular putih tadi mengatakan sesuatu pada.. tapi aku tidak paham apa maksudnya.. setelah itu dia seperti memanggil semua siluman lain untuk pergi.. "
"Hmm.. paling tidak saat ini kita terhindar dari ancaman mereka.. " ujar Mathanadeva.
__ADS_1
"Makamkan rekan kalian yang tewas dengan layak.. lalu kita lanjutkan perjalanan.. kita usahakan sebelum gelap kita sudah sampai di ibukota.. " perintah Mathanadeva pada pasukannya.
Setelah memakamkan belasan prajurit yang terbunuh.. rombongan Mathanadeva kembali melanjutkan perjalanan ke ibukota.