Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#162. Pembalasan Xie Annchi. II


__ADS_3

Angin malam berhembus pelan bersamaan dengan Xie Annchi memulai serangannya.. Lin Xu dengan sigap menangkis serangan yang datang sangat cepat tersebut..kecepatan kedua pendekar tersebut terlihat berimbang setelah terjadi tukar menukar serangan.. kilatan - kilatan cahaya pedang yang beradu disertai dengan bunga api seolah dengan arena pertarungan yang dikelilingi oleh api unnggun seolah menyajikam tontonan menarik malam itu bagi prajurit - prajurit kekaisaran Ming serta pendekar dari pihak aliansi aliran hitam.


Ribuan pasang mata menyaksikan pertarungan dua orang pendekar tingkat tinggi yang saling beradu kecepatan dalam menyerang dan bertahan.. namun, bagi para tetua dari pihak aliansi.. bukan pertarungan antara Lin Xu dan Xie Annchi yang menjadi fokus mereka, tapi pemuda yang menjadi pengawa pertarunganlah yang menjadi fokus perhatian mereka.


Bagi mereka, Lin Xu adalah seorang pendekar hebat bahkan kemampuan yang dimilikinya setara dengan kemampuan yang dimiliki oleh Zhao Li sebelum Zhao Li mempelajari kitab Iblis Pencabut Nyawa. Lin Xu harusnya bisa mundur seperti halnya pendekar - pendekar yang lain jika bukan karena pemuda itu yang menghalanginya, belum lagi.. Sun Zuo dan Yang Sun yang dikabarkan juga terbunuh ditangan pemuda yang menjadi pemgawas pertarungan itu.


"Ketua.. siapa pemuda itu..?! " tanya salah seorang tetua pada Zhao Li yang tidak melepaskan pandangannya pada Chen Khu yang terlihat sangat tenang mengawasi pertarungan Xie Annchi dan Lin Xu dari dekat.


"Iya ketua.. kenapa kita tidak membantu ketua Lin..? " ujar salah seorang tetua lainnya.


"Aku juga berpikiran yang sama dengan kalian.. tapi aku tidak mau bertindak gegabah, karena pemuda itu mampu membunuh Yang Sun dan Sun Zuo dalam waktu singkat..sedangkan kalian sendiri tau bagaimana kemampuan ketua Yang dan ketua Sun.. belum lagi wanita itu.. dia bahkan mampu bertahan dari kombinasi serangan dari ketiganya.. bukankah kita harus berhati - hati dalam bertindak..? " ucap Zhao Li sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya.


"Apakah dia utusan dari kekaisaran Han ketua..?! " tanya salah seorang tetua lagi.


"Mungkin saja.. tapi dari pakaian yang dikenakannya.. aku ingat betul jika itu pakaian khas orang dari benua selatan.. " balas Zhao Li dengan mengelus janggut putihnya.


"Benua Selatan..?! tapi kan disana.. " Hwan Chi hendak menimpali namun Zhao Li langsung memotong pembicaraannya.


"Aku tau.. itulah kenapa aku bersikap hati - hati pada pemuda itu, karena sepanjang pengetahuanku disana bisa dikatakan tidak ada pendekar yang pernah mencapai tingkat tujuh.. "

__ADS_1


"Kalian liat sendiri.. dia bahkan tidak menjauh sedikitpun ketika ketua Lin dan wanita itu bertarung sangat dekat dengannya.. " ucap Zhao Li saat pertarungan antara Xie Annchi dan Lin Xu hanya berjarak lima langkah dari hadapan Chen Khu.


Seluruh tetua yang berada di samping Zhao Li terdiam melihat apa yang baru saja dikatakan oleh ketua aliansi tersebut, pandangan mereka kembali tertuju pada pertarungan yang sedang berlangsung namun pikiran mereka menduga - duga siapa pemuda misterius yang mampu membuat nyali Lin Xu menjadi ciut hingga tidak mengikuti instruksi untuk mundur.


Sementara itu..


Pertarungan antara Xie Annchi dan Lin Xu sudah berlangsung lebih dari seratus jurus dan mulai terlihat jika Xie Annchi mulai mendominasi jalannya pertarungan..beberapa kali serangannya mampu membuat celah pada pertahanan Lin Xu dan hasilnya Lin Xu sudah mendapatkan beberapa luka.


Konsentrasi Lin Xu yang terpecah karena Chen Khu yang tidak bergeming dari posisinya sedikitpun dengan pedang yang tetap terhunus membuatnya sedikit was - was bila saja sewaktu - waktu pemuda itu tiba - tiba menyerangnya.


Dengan serangan cepat yang diberikan Xie Annchi Lin Xu terkadang harus memegang pedanh dengan kedua tangannya karena besarya bobot serangan yang datang sedangkan Lin Xu sendiri tidak sepenuhnya siap menyambut datangnya serangan yang bergelombang. Harapannya untuk mendapatkan bantuan dari para petinggi aliansi juga ikut menurunkan semangat bertarungnya karena Lin Xu merasa terbuang oleh rekan - rekannya.


Xie Annchi sengaja memancing Lin Xu dengan menyerang sisi kiri pertahannya dan terus mendesak Lin Xue Ke arah kanan mendekati api unggun, lalu sebuah sapuan memaksa Lin Xu melompat untuk menghindar.. sapuan Xie Ancchi membuat kayu bakar berhamburan, dengan pinggir pedangnya Xie Annchi mengarahkan kayu - kayu bakar tersebut pada Lin Xu.. dan Lin Xu yang disibukkan untuk menangkis kayu bakar dan bara api yang berhamburan tidak melihat pergerakan Xie Annchi yang memanfaatkan abu serta bara api sebagai pengalih perhatian.. lalu dengan bersalto.. Xie Annchi mengarahkan tumitnya pada dagu Lin Xu.


Tubuh Lin Xu terangkat ke atas sebelum melayang dan jatuh beberapa meter dari tempatnya sebelumnya.. tubuh Lin Xi mendarat kasar ditanah dan membuat pedang ditangannya terlepas dari genggamannya.


Xie Annchi yang sudah memperkirakan posisi jatuh Lin Xu sebelumnya langsung menyusul Lin Xu yang masih terseret di tanah...Xie Annchi mengarahkan pedangnya pada Lin Xu dan menyabetkannya beberapa kali. Xie Annchi sengaja tidak menyerang pada titik vital untuk membuat Lin Xu lebih dulu merasakan sakit yang luar biasa.


Empat tebasan Xie Annchi berhasil mengenai urat besar pada kedua tangan dan kedua kaki Lin Xu hingga membuat pria itu tidak mampu berdiri dan hanya terbaring pasrah di tanah.

__ADS_1


Jerit kesakitan Lin Xu kembali terdengar saat Xie Annchi membuat luka menyilang yang menganga pada dadanya..rasa sakit yang dirasakan Lin Xu semakin menjadi saat Xie Annchi memberikan totokan pada sekitar luka Lin Xu.. tapi bukan untuk menghentikan pendarahan tapi hanya untuk mengurangi jumlah darah yang keluar, akibatnya Lin Xu mendapatkan rasa sakit yang luar biasa.


Chen Khu bahkan sampai merinding melihat perlakuan Xie Annchi tersebut..seumur hidupnya baru kali ini dia manyaksikan ada orang yang tega melakukan hal seperti itu, apalagi orang yang melakukannya adalah seorang wanita.


Xie Annchi masih belum berhenti.. dia terus memisahkan bagian - bagian tubuh Lin Xu dan langsung menghentikan darah yang keluar membuat pria itu terus menjerit kesakitan.


"Cukup Annchi...!! " teriak Chen Khu merasa iba pada Lin Xu yang terus berteriak dan memohon agar dibunuh secepatnya.


"Tidak kakak.. dia pantas mendapatkannya.. " balas Xie Annchi geram.


Chen Khu akhirnya terpaksa berjalan memdekati Lin Xu yang tidak berdaya.. lalu menghujamkan pedangnya tepat ke arah jantung untuk menghentikan penderitaan pria tersebut.


Xie Annchi yang terlihat masih menahan amarah langsung terduduk lemas. Chen Khu melangkah mendekati Xie Annchi dan memeluknya erat berusaha untuk menenangkannya.


"Sudahlah adik.. istirahatlah.. besok masih akan ada pertarungan yang lebih besar.. ucap Chen Khu pelan lalu membantu adik seperguruannya untuk berdiri.


"Siapa pemuda itu..?! " ucap kaisar Shun Zhi yang ikut menyaksikan pertarungan malam itu.


"Chen Khu..!! pahlawan kita telah kembali yang mulia.. " ucap Liem yang berdiri disamping kaosar Shun Zhi dan mengejutkan orang - orang yang berada di sekitarnya.

__ADS_1


Ucapan Liem sontak saja membuat prajurit - prajurit dan pendekar kekaisaran Ming yang pernah ikut terlibat dalam pertempuran melawan kekaisaran Ming langsung meneriakkan nama Chen Khu bersamaan sambil mengacungkan senjata mereka saat Chen Khu sedang berjalan mendekati mereka sambil memapah Xie Annchi yang masih lemas.


__ADS_2