
Maruka sedang duduk di atas batu tepat di mulut goa saat dua orang anak berusia sepuluh tahun dengan pedang tersarung di pinggang berlari kecil ke arahnya.
"Kami menepati janji guru.. " ucap kedua anak itu serempak sambil memberi hormat saat sampai dihadapan Maruka.
Maruka tidak menjawab atau membalas hormat kedua anak itu, tapi malah berjalan mendekati keduanya lalu memegang tangan kedua anak itu.
"Hmm.. tidak terlalu buruk..! " gumam Maruka membuat kedua anak saling berpandangan kerena tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Maruka.
"Sekarang ikuti aku..!! " maruka mengajak kedua anak itu menuju ke sebuah sungai kecil berair dangkal.
Maruka kemudian memerintahkan Xiao Yan dan Guan Yu berlari menyusuri sungai yang airnya setinggi lutut mereka dengan melawan arus.
Hari demi hari Maruka melatih kekuatan fisik kedua anak tersebut dan selalu kembali saat menjelang malam.. selama hampir dua tahun.. menu latihan yang diberikan Maruka tergolong membosankan.. namun Maruka selalu bisa menghilangkan kebosanan kedua anak itu dengan memperlihatkan kemampuannya yang membuat kedua anak itu berdecak kagum.
Kaisar Xiao Feng dan jendral Guan Dong manaruh curiga pada putra mereka masing - masing yang setiap hari selalu pergi berburu tanpa ditemani seorang pengawalpun.
Insiden hilangnya putra mahkota dan putra Guan Dong tempo hari yang kemudian tiba - tiba saja sudah ada kembali di dalam kamar masing - masing sebenarnya menimbulkan pertanyaan besar pada orang tua mereka namun Xiao Yan dan Guan Yu yang tetap kukuh menyembunyikan apa yang telah mereka alami membuat kaisar memerintahkan seorang pendekar untuk mengawasi keduanya dari jauh.. namun pendekar itu selalu kehilangan jejak saat mengikuti kedua anak tersebut.. karena kabut tebal selalu saja tiba - tiba muncul saat Xiao Yan dan Guan Yu memasuki hutan.
Setahun lebih melewati penempaan fisik yang berat dengan lokasi latihan yang selalu berubah - ubah sesuai kehendak Maruka..perbedaan pada tubuh Xiao Yan dan Guan Yu makin terlihat...tubuh kedua anak itu terlihat semakin kekar dan jauh melebihi anak - anak seusianya..
Kaisar Xiao Feng dan Jendral Guan Dong yang penasaran karena melihat pertumbuhan anak - anaknya yang lebih cepat dibandingkan anak seusianya seperti kehabisan akal untuk mencari tau apa yang telah dilakukan oleh anak - anak mereka. Kaisar Xiao Feng bahkan memerintahkan jendral Guan Dong untuk mencari tau sendiri dengan apa yang dilakukan oleh kedua anak itu.. namun apa yang dialami oleh pendekar sebelumnya juga dialami oleh Jendral Guan Dong.
Hingga Akhirnya.. setelah hampir setahun berusaha menyelidiki dan tidak membuahkan hasil.. kaisar Xiao Feng memutuskan untuk membiarkan kedua anak itu,karena saat sore hari kedua anak itu selalu kembali tepat waktu.
Hari terus berganti.. tidak terasa.. hampir sepuluh tahun Xiao Yan dan Guan Yu berlatih dibawah bimbingan Maruka dan sudah berhasil mencapai puncak pendekar level enam.. perkembangan keduanya menjadi sangat cepat berkat ramuan - ramuan sumber daya pendekar yang diberikan oleh Maruka dari dalam gelang semesta miliknya.
Hingga pada suatu hari saat matahari mulai berwarna kuning keemasan pertanda akan segera kembali keperaduannya.. Maruka memanggil kedua muridnya yang baru saja selesai berlatih sambil memegang sebuah kitab.
'Hari ini.. tepat sepuluh tahun yang lalu sejak pertemuan kita.. dan sekarang aku akan meminta satu hal lagi kepada kalian.. " ujar Maruka sambil memainkan kitab di tangannya.
"Aku tidak bisa terus membimbing kalian..karena kalian harus mencari cara sendiri untuk bisa menjadi lebih kuat.. "
"Kitab ini.. akan memaksa kalian untuk bisa menjadi kuat secepatnya.. karna kelak.. jika kemampuan kalian tidak berkembang.. maka kalian akan terbunuh karena kitab ini.. " ukar Maruka lalu menyerahkan kitab tersebut pada Xiao Yan.
"Kitab Dewa Naga Khayangan..?! " Xiao Yan membaca sampul kitab yang sudah lusuh termakan usia itu.
__ADS_1
"Kelak kitab itu akan dicari oleh banyak pendekar.. kalian harus menjadi lebih kuat agar bisa melindunginya.. " teriak Maruka yang sudah melayang di udara lalu kemudian melesat pergi entah kemana.
"Guru Marukaaaaaa....!! " teriak Xiao Yan dan Guan Yu bersamaan.
"Dasar kakek aneh.. kita bahkan belum mengucapkan terima kasih padanya..!! " ungkap Xiao Yan kesal.
"Dia juga bahkan tidak mengatakan kemana tujuannya pangeran..!! " ucap Guan Yu kehilangan semangat.
"Sudahlah.. hari sudah hampir gelap.. kita harus segera kembali.. " ucap Xiao Yan beberapa saat kemudian dengan suara bergetar.
"Baik pangeran..!! " jawab Guan Yu sambil menyeka air mata yang menetes daru sudut matanya..
***
"Tunggu dulu jendral...!! tadi anda mengatakan Kitab Dewa Naga Khayangan..??! " Chen Khu tiba - tiba memotong cerita Guan Yu.. dan seketika ikut membuyarkan lamunannya dari tentang masa lalu.
"Kenapa saudara Chen..? apa kamu pernah mendengar tentang kitab itu..? " kaisar Xiao Yan menimpali.
"Apa boleh aku melihat kitab itu..?! " pinta Chen Khu
Jendral Guan Yu kemudian beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke sebuah ruang rahasia yang berada di balik ruang pertemuan itu. Guan Yu memutar sebuah patung sembilan puluh derajat lalu rak buku besar yang ada dihadapannya terpisah menjadi dua bagian.. tak lama setelah masuk kedalam Guan Yu keluar dengan memegang sebuah kitab dan menyerahkannya pada Chen Khu.
Mata Chen Khu melotot saat kaisar Xiao Yan menyerahkan kitab itu padanya..
"Apa mungkin kitab Dewa Naga Khayangan ada dua di dunia..?? " gumam Chen Khu saat menerima kitab tersebut.
"Ada dua..?? maksud saudara Chen..?? " kaisar Xiao Yan terkejut mendengar ucapan Chen Khu.
"Aku masih ragu.. apa boleh aku melihat isinya..? " tanya Chen Khu, dan kaisar Shun Zhi mengangguk mempersilahkan.
"Sama... sama persis.. " ucap Chen Khu merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya setelah membuka kitab itu lembar demi lembar...dan membuat Xiao Yan dan Guan Yu saling berpandangan merasa bingung dengan yang dikatakan oleh Chen Khu.
" Hanya saja....... " ucapan Chen Khu terhenti saat sampai pada bagian akhir kitab Dewa Naga Khayangan.
"Ada apa sebenarnya saudara Chen..?? Guan Yu kebingungan melihat perubahan raut wajah Chen Khu.
__ADS_1
"Guruku sebelumnya.. Lee Han pernah memberiku kitab dewa naga khayangan.. yang sama persis dengan kitab ini.. hanya saja.. sepuluh halaman terakhir yang ada di kitab ini.. tidak ada pada kitab dewa naga khayangan yang diberikan oleh guruku.. " jawab Chen Khu seraya menutup kitab tersebut lalu mengembalikannya pada kaisar Xiao Yan.
"Maksudnya bagaimana sudara Chen.. aku masih belum mengerti.. ?! tanya kaisar Xiao Yan setelah membuka sepuluh halaman terakhir yang dimaksudkan oleh Chen Khu.
"Sepuluh halaman terakhir itu hanya berisi petunjuk tentang aura yang dimiliki oleh pendekar beserta tingkatannya.. hanya saja dalam kitab itu tidak dijelaskan secara detail bagaiman cara membangkitkan aura yang kita miliki lalu mengubahnya menjadi aura langit yang bisa digunakan untuk menekan lawan.. selain itu.. disitu juga ada petunjuk tentang cara membangkitkan Qi...dan itu semua tidak ada dalam kitab dewa naga khayangan yang pernah saya pelajari sebelumnya.. " Chen Khu mengakhiri penjelasannya kemudian duduk dan memijat keningnya yang terasa sakit.
Xiao Yan mengangguk seolah mengerti dengan penjelasan yang diberikan oleh Chen Khu.
"Mungkin saja ini kitab yang asli.. sedangkan kitab yang pernah kamu pelajari adalah salinannya.. hanya saja.. perkataan guru Maruka jika akan banyak pendekar yang mencari kitab ini...??! " kaisar Xiao Yam mencoba menerka - nerka.
"Apa yang mulai dan jendral Guan Yu pernah mendengar tentang lima kitab penguasa dunia yang kini menjadi buruan pendekar - pendekar dari berbagai aliran..?! " tanya Chen Khu.
"Belakangan ini memang tersiar kabar tentang lima kitab penguasa dunia, sebelum kemudian sekte Pembunuh Iblis mulai membuat kekacauan dimana - mana." jawab Guan Yu.
"Hmmm.. sepertinya aku menemukan benang merahnya.. " ujar Xiao Yan manggut - manggut.
"Maksud yang mulia..?! "tanya Guan Yu dan Chen Khu serempak.
"Sejak awal.. kitab ini sudah menjadi incaran banyak pendekar.. menyadari hal itu.. pemilik kitab ini sebelumnya akhirnya membuat salinan kitab dengan tidak menulis penjelasan penting pada sepuluh halaman terakhir.. lalu kitab salinan yang tidak lengkap itu dibawa oleh seseorang sedangkan kitab yang asli tetap ditangan pemiliknya.. "
"Tanpa sepuluh halaman terakhir yang berisi penjelasan penting tentang aura dan Qi.. tentu saja..pendekar yang mempelajari kitab salinan itu tidak akan sekuat pendekar yang mempelajari kitab yang asli.. " ungkap Xiao Yan menjelaskan.
" Hanya saja.. penjelasan tentang aura dan Qi dalam kitab ini hanya bersifat umum.. mungkin inilah maksud guru Maruka saat mengatakan kita harus mencari cara sendiri untuk menjadi lebih kuat.. " ucap Guan Yu.
"Hmm.. akhirnya aku bisa memahami maksud perkataan guru Maruka saat terakhir sebelum berpisah.. " gumam Xiao Yan.
Pembicaraan ketiga orang itu terlihat sangat serius hingga kokok ayam jantan menyadarkan ketiganya.
"ternyata sudah pagi..!! saudara Chen.. aku harap setelah pernikahan putriku.. kita mempunyai waktu yang lebih banyak untuk membicarakan guru Maruka dan lima kitab penguasa dunia.. " ujar kaisar Xiao Yan.
"Aku harap juga seperti itu yang mulia.. " jawab Chen Khu sambil memberi hormat.
"Jangan terlalu sungkan seperti itu saudara Chen.. kita ini sama - sama murid dari guru Maruka jadi seharusnya kita lebih akrab.. " kaisar Xiao Yu menurukan tangan Chen Khu.
"Aku mohon diri.. aku harus memastikan semua persiapan pernikahan besok.. " jendral Guan Yu memohon diri diikuti oleh Chen Khu yang juga memohon diri untuk kembali ke tempat kaisar Shun Zhi menginap.
__ADS_1