Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#184. Bantuan Ronin


__ADS_3

Hujan masih juga belum reda.. bau amis darah mulai menyeruak menusuk pernafasan, suara jeritan pria paruh baya yang bersama Yin Hua sudah tidak terdengar lagi hanya isak tangis Yin Hua yang terdengar masih sesegukan.


"Kalian sedang dalam masalah besar.. " ujar Kobayasi yang tiba - tiba muncul di dapur menemui Chen Khu dan Lin Dan yang sedang menyiapkan makan malam..Chen Khu dan Lin Dan saling berpandangan sebelum menoleh pada Kobayasi bersamaan.


Kobayasi kemudian melanjutkan..dengan menceritakan hasil interogasi yang dilakukan oleh kapten Magura..


" Pria itu bernama Wan Chu Liang..wakil ketua sekte Harimau terbang.. salah satu sekte yang ada dibawah naungan sekte pembunuh iblis.. " ucap Kobayasi membuka cerita.


"Beberapa tahun yang lalu sekte mereka ditaklukkan oleh sekte pembunuh iblis.. setelah beberapa petinggi sekte terbunuh.. sekte pembunuh iblis menawarkan perjanjian pada mereka. Sekte pembunuh iblis akan membiarkan yang lain tetap hidup serta membantu sekte mereka untuk menjadi sekte yang lebih besar dengan catatan.. sekte Harimau terbang harus menjadi bagian dari sekte pembunuh iblis.."


"Sekte Harimau terbang juga harus mau menerima Lan Wei sebagai ketua sekte mereka.. Lan Wei sendiri adalah salah satu anggota sekte Pembunuh iblis yang turut serta dalam penaklukan tersebut.. "


"Dia dan sepuluh orang anggotanya akan tetap tinggal di perguruan sekte Harimau terbang untuk memastikan tidak ada anggota sekte yang membelot atau membocorkan berita perihal penaklukan itu.. "


"Dan baru - baru ini.. dua orang tiba - tiba datang ke sekte mereka untuk menemui Lan Wei.. lalu setelah itu.. Lan Wei memerintahkan seluruh anggota sekte menuju ke sebuah perkemahan yang ada dibalik bukit Hansi.. " cerita Kobayasi tertahan sejenak karena Lin Dan mengeluarkan sebuah gulungan peta kecil dari balik jubahnya.


"Bukit Hansi.. disini.. " ujar Lin Dan sambil menunjuk sebuah lokasi yang sudah diberi lingkaran merah dengan wilayah yang lebih luas.


"Akhirnya kita menemukan mereka tuan Chen.. " ujar Lin Dan bersemangat.


"Silahkan dilanjutkan tuan.. " ucap Chen Khu setelah mengangguk pada Lin Dan.


"Menurut keterangan Wan Chu Lian.. perkemahan tersebut akan menampung dua ratus ribu orang pendekar yang disiapkan untuk menyerang istana kekaisaran Han dari arah selatan bersama dua perkemahan lain yang terletak pada lokasi yang berbeda.. hanya saja Wan Chu Lian tidak mengetahui dimana dua lokasi perkemahan yang lain.. "


" Pemimpin perkemahan mereka bernama Riu Ji.. lalu memerintahkan sebagian dari mereka untuk kembali ke desa ini untuk mengawasi prajurit pemerintah jika saja ada pengerahan pasukan dari pihak kekaisaran andai saja gelagat mereka tercium.. "


"Wan Chu Lian kemudian..menyandera pemilik penginapan ini yang merupakan orang tua dari gadis itu.. " ucapan Kobayasi kembali tertahan karena Lin Dan menyela.

__ADS_1


"Itu kan Tuan Chen.. aku sudah bilang jika gadis itu memang masih polos.. dia melakukan itu karena terpaksa.. "ujarnya senang.


"Iya.. iya... mungkin yang layu bisa kembali berkembang.. " balas Chen Khu sambil tertawa.. Kobayasi yang melihat keduanya hanya menggaruk keningnya yang tidak gatal.


"Silahkan dilanjutkan kembali tuan.. " ucap Chen Khu kemudian.


"Yin Wen beserta istri dan dua anaknya yang lain serta beberapa pemilik penginapan yang ada di desa - desa lain juga disekap di sebuah tempat yang ada di desa Wuling.. " ucapan Kobayasi kembali tertahan karena Lin Dan kembali menyela.


"Kita harus segera membebaskan mereka Tuan Chen.. " sergah Lin Dan tiba - tiba.


"Tunggu dulu.. kita tidak boleh gegabah.. mereka pasti sudah menyiapkan rencana lain jika rahasia mereka terbongkar.. "


"Saat ini sebaiknya kita mencari cara untuk secepatnya memberitau jendral Guan agar prajurit - prajurit yang sudah bergerak ke wilayah tugas masing - masing untuk menghindari jalur - jalur utama.. karena rupanya sekte pembunuh iblis juga sudah menyebar mata - mata mereka di seluruh penjuru wilayah kekaisaran ini." uucap Chen Khu sambil mengelus dagunya.


"Kalau begitu.. aku akan segera menemui kepala desa.. supaya dia memerintahkan salah satu prajurit desa untuk membawa kabar ini pada jendral Guan.. " ucap Lin Dan seraya berdiri.


"Tapi tuan.. "


"Makanlah dulu.. kedua rekan kita ini juga pasti sudah lapar.. baru setelah itu kita lakukan apa yang harus dilakukan" ujar Chen Khu.


Lin Dan juga langsung membatalkan niatnya karena perutnya langsung berbunyi saat Chen Khu mengucapkan kata makan.


***


Hujan mulai reda saat Chen Khu dan ketiga rekannya selesai bersantap malam, dan setelah menenggak beberapa cangkir arak.. Chen Khu meminta Lin Dan untuk menemui kepala desa.


"Tuan Kobayasi.. tuan Magura.. aku membutuhkan bantuan kalian untuk menghadapi anggota sekte pembunuh iblis yang ada dibalik bukit Hansi itu..! " ujar Chen Khu pelan..

__ADS_1


"Apa..?! kita bertiga..?! menghadapi ratusan ribu pendekar..?! "ucap Kobayasi dan Magura hampir bersamaan.


"Bukan begitu tuan... "


"Kita akan mengawasi perkemahan itu dan sambil menunggu pasukan bantuan dari ibukota kita lebih dulu membebaskan orang - orang yang ditawan oleh sekte pembunuh iblis.. "


"Dengan kemampuan yang tuan - tuan miliki..itu akan sangat membantu untuk menggagalkan rencana sekte pembunuh iblis.. " ujar Chen Khu sambil menggaruk kepalanya.


Kobayasi dan Magura saling berpandangan mendengar permintaan Chen Khu sebelum akhirnya keduanya menganggukkan kepala menyetujui.


"Kalau begitu.. Magura akan memanggil beberapa rekan kami yang lain.. yang saat ini berada di sekitar desa ini.. "


"Tapi saya tidak bisa menjanjikan jumlah yang banyak.. paling hanya beberapa orang saja tergantung siapa saja yang melihat sinyal yang akan dikirimkan oleh kapten Magura.. " balas Kobayasi.. lalu menoleh pada Magura..dan Magura mengerti apa yang dimaksudkan olehnya.. lalu dia berdiri dan meninggalkan restoran itu.


***


"Maaf agak lama tuan Chen.. aku harus menulis surat dulu pada jendral Guan serta memastikan lebih dulu.. kalau kepala desa tidak termasuk dalam anggota sekte pembunuh iblis.. " ujar Lin Dan dengan nafas masih terengah - engah.


"Tidak apa - apa kolenel.. "


"Bagaimana tuan kobayasi..?! " ucap Chen Khu kemudian.


"Kita tunggu sinyal dari Magura.. dari sumber sinyal itu akan menjadi lokasi pertemuan kita.. " jawab Kobayasi sambil sesekali melongok keluar jendela.


"Bagaimana dengan mereka berdua..? " tanya Lin Dan sambil melihat pada Yin Hua yang masih dalam kondisi terikat dan Wan Chu Lian yang kondisinya sudah sekarat.


"Kamu urus Yin Hua.. titipkan dia pada kepala desa.. dan sampaikan pada kepala desa untuk memastikan dia tidak keluar dari rumah..dan yang lainnya biar aku yang urus.. " balas Chen Khu.

__ADS_1


Setelah Lin Dan pergi meninggalkan restoran sambil membawa Yin Hua... Chen Khu mengajak Kobayasi untuk meninggalkan restoran itu.. dan saat sampai di depan pintu.. Chen Khu menggunakan jurus nafas naga untuk membakar semua mayat yang ada didalam restoran tersebut baru kemudian membakar seluruh bangunan penginapan itu bersama Wang Chu Lian yang sedang sekarat.


__ADS_2