Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#185. Pertarungan Di Bukit


__ADS_3

Suhu udara semakin dingin ketika hujan telah berhenti.. kobaran api terlihat membumbung ke udara membakar penginapan yang sebelumnya menjadi arena pertempuran.


Kejadian tersebut sontak membuat kaget seluruh penduduk desa.. apalagi api yang tiba - tiba membesar membuat tak ada seorang pun yang berani mendekati api yang menyala tersebut.


Banyak diantara mereka saling berkerumun dan membicarakan perihal api yang tiba - tiba saja membakar penginapan tersebut padahal hujan baru saja reda..


kerumunan orang - orang itu, kemudian dikejutkan bunyi ledakan dan dari kejauhan tampak kembang api berwarna hijau di udara.


"Itu tanda dari Magura.. " ucap Kobayasi pada Chen Khu dan Lin Dan.. ketiganya pun bergerak cepat menuju sumber kembang api tersebut melaui atap - atap bangunan tanpa menimbulkan suara sedikitpun.


"Kolonel Lin.. aku baru ingat... kemana kuda kita..?! " ucap Chen Khu tiba - tiba saat ketiganya baru melompat dari atap bangunan terakhir.


"Aku sudah menitipkannya pada kepala desa, dan memintanya.. agar utusan yang nanti membawa surat pada jendral Guan, juga membawa kuda kita kembali. " jawab Lin Dan sambil menggaruk kepala.


***


Dari sebuah bukit yang hanya ditumbuhi rerumputan dan beberapa pohon rindang di puncaknya..dari sanalah kembang api berwarna hijau berasal.


Seusai melepaskan kembang api ke udara.. Magura bersembunyi di dahan pohon untuk mengawasi siapa saja yang datang..


Beberapa menit kemudian beberapa kelebat bayangan datang dari tiga arah yang berberbeda.


Dua orang pertama yang sampai langsung melemparkan pendangannya ke segala arah, namun tak lama kemudian dua orang lainnya menyusul dan berdiri disamping mereka.


"Kapten Magura..!! " ujar keempatnya bersamaan sambil memberi hormat saat mengenali Magura yang baru melompat turun dari dahan pohon setelah memastikan keempatnya adalah rekan mereka.


Belum sempat Magura membalas salam keempat orang tersebut.. bayangan tiga orang juga tiba - tiba berada didekat mereka.


Keempat rekan Magura langsung mencabut pedang dan mengambil sikao waspada, karena dalam misi yang mereka emban kali ini.. mereka dibagi dalam tim yang sangat banyak, tapi dalam satu tim hanya terdiri dari dua orang.. dan tiga orang yang baru saja sampai tentu saja membuat mereka curiga.

__ADS_1


"Kolonel.. Kobayasi..!! " sambut Magura mengenali.. mendengar ucapan Magura, keempat orang tadi langsung menyarungkan pedangnya kembali lalu memberi hormat pada Kobayasi.


"Hatori, Himura, Nagato, Nobita..!! perkenalkan.. ini Chen Khu dan ini Kolonel Lin Dan.. mereka berdua dari kekisaran Han.. " ucap Kobayasi lalu memberi tanda pada rekan - rekannya untuk meninggalkan titik pertemuan mereka dan berjalan menuju tempat yang lebih gelap.


Hujan sudah reda..angin malam berhembus cukup dingin malam itu.. namun cahaya bulan yang baru muncul setelah awan hitam tersingkap cukup untuk menerangi puncak bukit itu.


Kobayasi sengaja mengajak mereka ke tempat yang lebih gelap dan tersembunyi, untuk berjaga - jaga sebab kembang api yang dinyalakan oleh Magura tentu akan menarik perhatian pihak lain.


Dan benar saja.. saat Kobayasi sedang menjelaskan rencana yang sudah disepakatinya bersama Chen Khu dan Lin Dan beberapa bayangan berkelebat menuju tempat Magura tadi menyalakan kembang api.


Dua puluh orang kemudian berkumpul di tempat yang agak lapang dengan diterangi cahaya bulan.


"Apa kalian yakin kembang api itu berasal dari sini..? " ucap salah seorang pendekar yang tampak seperti pimpinan mereka.


"Benar tetua..kami sedang berteduh di sebuah pondok pada saat hujan, tapi ketika akan melanjutkan perjalanan ke bukit Hansi.. kami semua melihat kembang api yang berasal dari puncak bukit ini.. " jawab salah seorang dari pendekar itu.


"Apa prajurit Han sudah mengetahui letak perkemahan kita tetua.? " tanya salah seorang pendekar lain.


"Sepertinya begitu.. hanya saja aku tidak merasakan keberadaan seorangpun di tempat ini.. atau jangan - jangan.. mereka sengaja menyalakan kembang api untuk memancing perhatian kita.. ?!"


"Lagi pula.. sesaat sebelum bergabung bersama kalian.. sempat tersiar kabar di perkemahan jika penginapan Gongciah di desa Shinla yang direbut oleh sekte Harimau terbang terbakar.. jadi ada kemungkinan pendekar - pendekar dari kekaisaran Han sudah berada di sekitar wilayah ini.. " jawab pria yang dipanggil tetua tadi.


"kalau begitu.. ini kesempatan emas untuk buat kita ketua.. "


"Jika sekte kita mampu menangkap orang yang sudah membakar penginapan itu.. maka sekte teratai merah akan ikut diperhitungkan oleh sekte - sekte lain.. dan ketua Riu.. pasti akan memberikan perhatian lebih untuj sekte kita.. " ujar salah seorang pendekar lain menambahkan.


"Hmm.. betul juga.. jika kita bisa mencuri perhatian ketua Riu.. bisa saja nanti dia akan memberikan kita kitab beladiri yang lebih tinggi dari yang sebelumnya.. " ucap pria yang dipanggil tetua sambil mengangguk - anggukan kepala.


"Baiklah kalau begitu.. cepat menyebar dan cari mereka.. mereka pasti belum jauh dari sini..!! " ujarnya melanjutkan.

__ADS_1


***


beberapa menit sebelumnya...


"Kolonel..!! ada yang datang..!! " Hatori yang berada paling dekat dengan Kobayasi berbisik.. tapi Kobayasi mengangkat telunjuknya dan menempelkan di bibirnya.


Sesuai dugaannya..kembang api tersebut akan menarik perhatian beberapa pendekar.. dengan isyarat tangan.. dia memerintahkan pada kelima anak buahnya untuk menyebar dan bersembunyi pada dahan pohon besar yang mengelilingi padang yang agak lapang tempat Magura menyalakan kembang api sebelumnya.


***


Dua puluh orang pendekar Teratai Merah terkejut saat sebuah siulan terdengar lalu delapan orang tiba - tiba saja muncul dari balik kegelapan dengan pedang yang masing - masing sudah terhunus..dengan sigap mereka juga mencabut pedang masing - masing dan memasang sikap siaga.


"Siapa kalian.. ada urusan apa kalian dengan kami..? "!ucap pendekar yang dipanggil tetua.. pendekar - pendekar yang bersamanya saling memunggungi dan bergerak mundur hingga membentuk sebuah lingkaran.


"Pertanyaan itu seharusnya kami yang mengajukan..!! " balas Lin Dan dan seperti sudah terencana.. kedelapan orang itu mengeluarkan aura membunuh yang besar secara bersamaan membuat kedua puluh orang pendekar yang menjadi lawan mereka menelan ludah.


Sesaat kemudian.. kedelapan orang itu kembali bergerak maju bersamaan dan mencari lawannya masing - masing..


"Siaal..!! mereka tidak bisa diajak bicara.. buat formasi bertahan sekarang..!! " umpat pria yang dipanggil tetua.


Meskipun unggul dalam jumlah.. namun setelah merasakan aura membunuh dari lawan yang dihadapinya.. pria itu lebih berinisiatif untuk bertahan, sebab dengan aura sebesar itu.. dia tidak yakin akan memenangkan pertarungan dengan kemampuan pendekar yang bersamanya.


Murid - murid sekte teratai merah bergerak seperti yang diperintahkan oleh tetuanya.. mereka saling melindungi satu sama lain.. hanya saja kecepatan serta kemampuan lawan yang mereka hadapi sangat jauh berbeda.


Dengan mudah.. keenam ronin bersama Chen Khu dan Lin Dan menghancurkan formasi yang mereka buat hingga akhirnya terpaksa mereka bertarung secara terpisah.


Kecepatan permainan pedang yang ditunjukkan oleh Kobayasi dan rekan - rekannya sesama ronin dengan mudah melukai bahkan membunuh pendekar - pendekar yang mayoritas hanya berada pada tingkatan tiga tersebut.


Lin Dan dengan pedang baru pemberian kaisar yang kini menjadi kebanggaannya seolah memberi kekuatan baru juga baginya.. Lin Dan yang kebetulan berhadapan dengan tetua sekte teratai merah tersebut juga tidak mengalami kesulitan berarti dan mampu melumpuhkan lawannya tersebut hanya dalam beberapa tarikan nafas.

__ADS_1


__ADS_2