
Upaya sekte aliran hitam untuk membuat berbagai kekacauan di berbagai daerah rupanya tidak berjalan mulus seperti yang direncanakan oleh Jendral Tian Li..
Ketua - ketua sekte aliran putih yang tergabung dalam aliansi aliran putih langsung membentuk kelompok - kelompok kecil tanpa menunggu perintah dari Kaisar Shun Zhu...yang terdiri dari pendekar - pendekar tingkat tinggi yang merupakan tetua - tetua sekte masing - masing.
Hal ini mengingat.. sebagian besar murid - murid mereka sudah berada diperbatasan sehingga untuk menghadapi sekte - sekte aliran hitam harus menurunkan pendekar - pendekar yang sudah memasuki usia senja.
Kemampuan pendekar - pendekar ini tentu saja bukanlah lawan yang seimbang bagi kelompok - kelompok pengacau yang rata - rata hanya mengerahkan pendekar tingkat menengah ke bawah..
"Aku merasakan ada aura kekuatan yang dimiliki ayah di sana " ujar Xie Annchi pada Chen Khu yang sedang terbang menuju kepulan asap lain yang mulai terlihat.
"Sepertinya mereka sudah lebih dulu sampai di sana " ujar Chen Khu lalu menambah kecepatan terbangnya karena merasakan sebuah aura kekuatan lain yang cukup besar sedang berhadapan dengan gurunya.
Sekte Kuda Terbang yang mendapatkan informasi tentang kekacauan yang dilakukan oleh sekte aliran hitam memang langsung memerintahkan Xie Jiang dan Jian Ying untuk memimpin enam orang murid sekte kuda terbang untuk mencoba mengatasi kekacauan yang terjadi di dekat wilayah mereka.
Hanya saja.. kali ini.. pihak sekte kuda terbang mendapatkan lawan yang mengerahkan pendekar dalam jumlah besar..serta dua orang pendekar yang memiliki kemampuan setara dengan kedua tetua dari sekte Kuda Terbang itu.
Kalah jumlah membuat pihak sekte Kuda Terbang terpaksa harus terus menerus melakukan pertarungan jarak jauh dengan menggunakan kunai andalan mereka. Tapi kunai - kunai itu tidak membawa perubahan berarti, sebab lawan yang mereka hadapi kali ini adalah lawan yang tampak sangat berpengalaman menghadapi pertarungan jarak jauh seperti ini.
Meskipun demikian... serangan terus menerus yang dilakukan oleh pihak lawan akhirnya bisa mendesak kedelapan anggota sekte Kuda Terbang tersebut. Mereka sudah menghunuskan pedang masing - masing bersiap untuk melakukan pertarungan jarak dekat.
"Sepertinya kami datang terlambat " ujar Chen Khu dan langsung menghilangkan manipulasi kekuatannya dan dua orang pendekar tingkat tinggi yang sudah berhasil mendesak Xie Jiang dan Jian Ying melompat mundur ke belakang.
"Hmm.. sepertinya kami telah melewatkan sesuatu..guru istirahatlah disini biar kami yang mengurus mereka " ujar Chen Khu pada Xie Jiang yang mengalami beberapa luka sayatan pada tubuhnya.. Xie Annchi membantu rekan - rekan seperguruan yang mengalami luka lebih serius dengan mengerahkan tenaga dalamnya untuk menghentikan pendarahan.
"Wakil ketua Jiang.. sepertinya putrimu mengalami perkembangan yang sangat pesat " ujar Jian Ying sedangkan Xie Jiang tetap terdiam dan lebih fokus untuk memulihkan lukanya, meskipun dalam hatinya dia merasa kagum akan kemampuan yang sekarang dimiliki oleh putrinya.
Dua orang pendekar tingkat tinggi yang menjadi lawan sekte Kuda Terbang memilih menunggu dan tidak berani untuk memulai serangan lebih dulu. Merasakan aura kekuatan yang dimiliki oleh sepasang remaja yang baru saja datang membuat mereka ragu untuk melanjutkan pertarungan.
"Kalian menungguku untuk melanjutkan pertarungan yah..? "ujar Xie Annchi sambil berjalan pelan mendekati Chen Khu.
"Annchi... ambil ini.. " Xie Jiang melemparkan pedang miliknya dan ditangkap oleh Xie Annchi yang dengan secepat kilat langsung melancarkan serangan pada lawan - lawannya yang sudah diliputi keraguan.
__ADS_1
Dengan cepat Xie Annchi membunuhi satu persatu lawan - lawannya yang terdiri dari pendekar level menengah.. sedangkan dua orang pendekar tingkat tinggi belum berani bereaksi bahkan untuk mencoba menghentikan Xie Annchi yang sudah membunuh dua puluh orang lawannya hanya dalam beberapa tarikan nafas.
"Tidak usah memperhatikannya.. aku yang akan menjadi lawan kalian " ujar Chen Khu lalu mengeluarkan pedangnya dari dalam jubahnya.
Chen Khu yang tidak menutupi sedikitpun kemampuan yang dimilikinya juga membuat Pedang Halilintar memancarkan aura yang cukup untuk membuat kedua orang yang berada dihadapan Chen Khu menelan ludah.
"Bagaimana..?? apakah kalian akan menunggu seluruh anggota kalian habis baru akan memulai..?? " ujar Chen Khu..
"Anak muda.. kamu terlalu meremehkan kami " ujar salah seorang dari keduanya sambil menghunuskan pedang bersiap untuk menyerang.
"Kalau begitu buktikan kemampuan kalian.. " jawab Chen Khu lalu maju menyerang lebih dulu dengan cepat dan membuat kedua lawannya harus mengambil langkah mundur untuk bertahan. Tapi Chen Khu tidak ingin berlama - lama dan terus melancarkan serangan dengan gencar dan memaksa kedua lawannya berada pada posisi bertahan.
"LANGKAH PETIR..!! "
Chen Khu tidak ingin memberi kesempatan pada kedua lawannya dan menambah kecepatannya menggunakan jurus langkah petir yang kecepatannya susah untuk diikuti oleh mata.
Kedua lawan Chen Khu tampak kebingungan saat Chen Khu menghilang dari pandangan mereka, lalu tiba - tiba muncul dengan memberikan tebasan pedang yang mengarah pada titik - titik vital mereka..
Ditempat lain.. Xie Annchi tidak mendapatkan perlawanan berarti dari lawan - lawannya dan hanya menggunakan beberapa puluh jurus.. Xie Annchi sudah mengurangi jumlah lawannya menjadi kurang dari separuh.
Xie Jiang seperti tidak berkedip menyaksikan kemampuan yang dimiliki putrinya.. bahkan saat diusia yang sama dia baru mencapai tingkat pendekar level tiga. Kecepatam serta efektifitas serangan yang dilakukan oleh putrinya tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Jian Ying dan murid - murid sekte kuda terbang yang menyaksikan juga merasakan kekaguman yang sama.. pertarungan yang berlangsung hampir sepuluh menit tinggal menyisakan beberapa orang anggota sekte karena sebagian memilih untuk melarikan diri setelah melihat dua orang pendekar tingkat tinggi yang bersama mereka juga tidak bisa berbuat banyak, bahkan tinggal menunggu waktu bagi keduanya untuk membuat celah yang berakibat fatal.
Chen Khu yang berhadapan dengan keduanya tidak memberikan sedikitpun kesempatan bahkan untuk menghentikan pendarahan yang mereka alami.
Mendapatkan serangan bertubi - tubi yang berlangsung secara terus menerus akhirnya membuat salah seorang dari mereka membuat celah dan langsung dimanfaatkan oleh Chen Khu untuk menghujamkan pedang tepat ke arah jantungnya.
Dara segar keluar dari mulutnya.. tapi Chen Khu tidak langsung mencabut pedang miliknya akan tetapi malah memutar pedang tersebut sehingga membuat lubang yang cukup besar pada area dada pendekar tersebut, lalu dengan sebuah gerakan Chen Khu menarik pedangnya ke arah samping.. mengakibatkan tubub pendekar itu hampir terbelah menjadi dua bagian dan hanya menyisakan kulit yang tersambung.
Kejadian itu membuat mata rekannya terbelak.. cara Chen Khu membunuh bahkan lebih sadis dari yang mereka lakukan.. bahkan pendekar - pendekar dari aliran hitam sangat jarang yang mampu berbuat sesadis itu.
Keterkejutan pendekar aliran hitam itu tidak lantas membuat Chen Khu menunda serangannya.. dengan sekejap mata dia sudah berada sangat dekat dengan pendekar itu yang hanya bisa menyilangkan pedangnya berusaha melindungu tubuhnya dari tebasan Chen Khu dari arah depan.. tapi sayang sekali.. tebasan Chen Khu kali ini mengandung tenaga dalam sangat tinggi yang dialirkan pada pedangnya dan membuat pedang lawannya patah menjadi dua bagian..dan ternyata.. bukan hanya itu saja..tebasan yang diberikan oleh Chen Khu ternyata juga melukai tubuhnya.. dan butuh sepersekian detik bagi pendekar itu untuk menyadarinya...tapi belum berhenti sampai disitu.. Chen Khu memberikan serangan susulan yang tidak dapat dihindari oleh pendekar itu.. kepalanya menggelinding di tanah membuat anggota sekte Kuda terbang yang menyaksikan bergidik dan menelan ludah. Mereka tidak menyangka pemuda ramah yang sangat patuh pada gurunya ternyata memiliki cara membunuh yang sangat sadis.. Pemuda yang mereka kenal sebelumnya bahkan sampai tidak sadarkan diri saat melihat banyak mayat tergeletak saat sekte Kuda Terbang diserang ternyata telah berubah menjadi seorang pembunuh berdarah dingin.
__ADS_1
Jian Ying memang bukan pertama kalinya menyaksikan cara Chen Khu membunuh tapi tetap saja dia tidak bisa menahan kengerian menyaksikan Chen Khu berbuat hal yang sama.
Sisa anggota sekte aliran hitam yang berhadapan dengan Xie Annchi memilih untuk melepaskan senjata mereka dan berlutut menyerah.. tapi Chen Khu tidak ingin membiarkan mereka untuk tetap hidup.. dengan gerakan sangat cepat Chen Khu menuju ke arah Xie Annchi yang sudah menghentikan serangannya pada pendekar - pendekar itu..
"HENTIKAAN..!! "
Sebuah teriakan keras mengehentikan pergerakan Chen Khu yang sudah mengayunkan pedangnya ke arah leher salah seorang dari beberapa pendekar yang tersisa dan tinggal serambut saja pedang Halilintar akan memisahkan kepala dan tubuh pendekar yang hanya bisa pasrah dan menutup matanya.
"Cukup Chen Khu... mereka sudah menyerah " ujar Xie Jiang..
"Tapi guru.. mereka membunuh orang - orang tidak berdosa " jawab Chen Khu dengan pedang yang masih berada di leher lawannya..
"Itulah yang membedakan kita dengan mereka.. "ujar Xie Jiang sambil berjalan menuju ke arah Chen Khu dan dengan pelan menurunkan pedang yang semula berada di leher pendekar yang sudah tidak berdaya itu.
"Segera tinggalkan tempat ini.. sebelum aku berubah pikiran dan memerintahkan muridku untuk membunuh kalian semua " ujar Xie Jiang dan pendekar yang tersisa dari aliran hitam itu langsung meninggalkan tempat itu secepat yang mereka bisa.
"Ayaaah...!! " Xie Annchi langsung memeluk tubuh ayahnya yang sudah sangat dirindukannya itu. Xie Jiang menyambut pelukan hangat dari putri satu - satunya itu.. dan beberapa anggota sekte Kuda Terbang yang lain juga datang menghampiri mereka.
"Untung saja kalian sampai lebih cepat " ujar Jian Ying sambil memberi hormat pada keduanya..
"Tetua Ying.. maafkan keterlambatan kami" ujar Chen Khu merendah.
"Guru.. masih banyak daerah lain yang mendapat serangan dari sekte - sekte aliran hitam.. dan sepertinya kami harus segera melanjutkan perjalanan untuk mengehentikan kekacauan yang mereka buat.. " ujar Chen Khu pada Xie Jiang yang masih terus memeluk Xie Annchi.
"Jaga diri kalian baik - baik.. kami akan kembali ke sekte untuk memulihkan luka - luka kami.. " ujar Xie Jiang sambil melepaskan pelukan erat Xie Annchi.
"Kamu sudah melampaui kemampuan yang ayah miliki.. tapi jangan merasa cukup dengan pencapaianmu saat ini " ujar Xie Jiang sambil mencubit hidung putrinya itu.. meskipun Xie Annchi sudah berumur lebih dari enam belas tahun.. tapi bagi Xie Jiang.. Xie Annchi tetaplah putri kecilnya yang manja.
"Baiklah guru.. tetua Ying.. dan saudara seperguruan kami mohon pamit " ujar Chen Khu sambil memberi hormat pada semua anggota sekte Kuda terbang dan diikuti oleh Xie Annchi lalu keduanya segera melesat ke udara mencari daerah lain yang diserang oleh sekte - sekte aliran hitam.
Kekacauan yang dibuat oleh Sekte aliran hitam hanya berlangsung selama tiga hari karena pihak aliansi aliran putih dengan cepat mengatasinya bahkan tanpa menunggu perintah Kaisar yang bahkan Wing Chun sebagai ketua aliansi juga turun tangan langsung menghentikan kekacauan.
__ADS_1