Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#194. Janji Magura


__ADS_3

Pertarungan Chao Sin melawan Chen Khu membuat debu beterbangan disekitar arena pertarungan.. beberapa bangunan yang dekat dengan lokasi pertarungan juga sudah rata dengan tanah.


Kobayasi dan kelima rekannya yang semula menonton pertarungan dari atas bangunan kini berpindah tempat ke atas sebuah pohon besar karena bangunan yang tadi mereka pijaki yanv juga merupakan bangunan milik sekte tulang besi telah rata dengan tanah.


Chen Khu dengan kobaran api di pedangnya masih terus menyarang Chao Sin dengan bertubi - tubi.. pakaian yanv dikenakan Chao Sin juga sudah compang camping karena telah hangus di beberapa bagian.. tapi kemampuannya bertahan dari jurus nafas naga membuat Chen Khu sedikit kagum padanya.


"Andai saja kita ada dipihak yang sama.. kita tentu tidak perlu saling bunuh seperti ini.. " ujar Chen Khu setelah melompat beberapa langkah ke belakang untuk mengatur ulang kuda - kudanya.


"Yaa.. andai kita dipihak yang sama..kita pasti akan dengan mudah menguasai kekaisaran ini bersama para ketua.. " jawab Chao Sin lantang meski dengan nafas terengah - engah.


Serangan - serangan Chen Khu memang belum memberinya luka luar sedikitpun.. tapi tenaga dalamnya sudah banyak terkuras.


"Ooh.. jadi kalian ingin menguasai kekaisaran ini..?! lakukan itu.. tapi dalam mimpimu saja..!! "balas Chen Khu lalu mengalirkan lebih banyak qi pada pedangnya dan membuat kobaran api semakin besar.


Lagi - lagi Chao Sin menelan ludah melihat kobaran api yang semakin membesar.


"Sebenarnya sejauh mana kemampuan pemuda itu...?! dia bahkan masih menyimpan kekuatan sebesar ini setelah bertarung sejak tadi.. " gumam Chao Sin dalam hati.. dan dari raut wajahnya tergambar kepasrahan untuk menerima nasibnya.. tapi menyerah adalah kata yang sudah dihapus olehnya sejak lama dari kamusnya.


Chen Khu kembali menyerang.. serangannya kali ini jauh lebih bervariasi.. dan yang paling menyulitkan Chao Sin adalah kecepatan Chen Khu yang juga meningkat beberapa kali lipat.


Gaya bertarung Chen Khu yang memadukan tebasan dan tusukan yang dipadukan secara cepat membuat Chao Sin harus terus melangkah mundur sambil menangkis serangan yang datang.


Chen Khu yang baru saja melompat mundur setelah benturan keras dua pusaka yang mereka gunakan tiba - tiba menghilang dari pandangan Chao sin.. tapi naluri Chao Sin yang sudah lama hidup dalam dunia persilatan dan sudah melewati ratusan bahkan ribuan pertarungan bisa meraba arah serangan Chen Khu.


Dengan gerakan refleks Chao Sin mengayunkan gadanya ke sebelah kanannya dan berhasil menangkis serangan Chen Khu yang tiba - tiba saja muncul sambil mengayunkan pedangnya ke arah leher Chao Sin.

__ADS_1


Chao Sin berhasil selamat dari tebasan mematikan Chen Khu tapi akibat benturan kedua pusaka mereka.. tubuh Chao Sin terpental beberapa meter dan sebagian tubunya sempat terkena kobaran api dari pedang Chen Khu.


Hampir separuh tubuhnya hangus terbakar karena terlambat menghindari kobaran api dari pedang Chen Khu.. tapi baru saja tubuhnya berhenti terseret.. serangan lain dari Chen Khu sudah menyusul.


"Mungkin inilah akhir hidupku.. " gumam Chao Sin dalam hati saat melihat posisi Chen Khu yang sudah berada beberapa meter darinya dan sudah mengangkat pedangnya sambil melompat ke udara.


Chao Sin yang sudah pasrah dengan nasib yang akan menimpanya kemudian memejamkan kedua matanya sambil tersenyum..


Tapi tiba - tiba saja..


Sebuah pisau yang dilemparkan darj jarak yang cukup jauh memaksa Chen Khu membatalkan niatnya dan terpaksa memutar tubuhnya di udara menghindari pisau yang meluncur deras ke arahnya. Chen Khu juga memutar pedangnya untuk menangkis pisau tersebut sebelum mendarat agak jauh dari Chao Sin.


"TRING..!! " Chao Sin membuka matanya saat mendengar suara dentingan pisau yang jatuh ke tanah..Chao Sin tersenyum mengenali pisau tersebut yang merupakan senjata rahasia sekte pulau tengkorak.. namun senyumnya kemudian menghilang saat Magura tiba - tiba sudah berada dihadapannya lalu mengayunkan pedangnya hingga membuay tubuh Chao Sin terpotong menjadi dua bagian.


"Aku sudah bilang.. kalau aku yang akan mengantarkanmu menemui pemilik kapak itu.." ucap Magura..seraya menyarungkan pedangnya.


Dentingan suara pisau yang jatuh mengagetkan Magura dan membuatnya memasang sikap siaga.


"Dasar gegabah..!! " umpat Kobayasi.


"Maafkan aku kolonel.. tapi aku punya janji dengan manusia satu ini.. " balas Magura sambil tersenyum penuh makna.


"Haaaah.. sudahlah.. sekarang bagaimana menghadapi mereka semua..?! " umpat Kobayasi kesal.


"Mereka seperti tidak ada habisnya kolonel.. " ujar Yamato menambahkan.

__ADS_1


"Aku harap pemuda itu mempunyai jalan keluar untuk kita semua dengan lawan sebanyak itu.. " balas Kobayasi sambil melihat pada Chen Khu.. lalu memerintahkan kepada rekan - rekannya untuk membuat formasi menunggu datangnya hampir seratus orang pendekar yang bergerak dengan cepat mendekat ke arah mereka.


Melihat puluhan pendekar yang bergerak ke arah mereka.. Chen Khu melompat ke udara.. dengan menggunakan jurus sisik naga yang digabungkan dengan jurus nafas naga..


Chen Khu mengayunkan pedangnya dan menghasilkan puluhan pisau api energi yang meluncur deras menuju kawanan pendekar - pendekar itu.


"Menyebar...!! " teriak Wan Kao Lue melihat ada ratusan pisau - pisau api yang mengarah pada mereka.


Puluhan orang yang berada di depan segera menghindar.. tapi ada beberapa pendekar lain yang terlambat menyadari maksud ucapan tetua mereka dan tubuh mereka tiba - tiba sudah hangus terbakar.


Jerit kesakitan menyambut kedatangan mereka di desa Wuling.. Chen Khu juga tidak diam sampai disitu..


Dengan cepat Chen Khu yang seperti sudah kerasukan iblis maju menyongsong kedatangan pendekar - pendekar itu.. dan tiba - tiba beberapa orang pendekar yang berada di barisan paling depan sudah terbaring dengan tubuh terpanggang.


Pendekar lain yang sempat menyaksikan itu dan merasa jika Chen Khu bukanlah lawan yang sepadan untuk mereka segera menjauh..sedangkan Wang Kao Lue dan beberapa orang pendekar tingkat tinggi lain dari sekte pulau tengkorak bergerak mengepung Chen Khu.


Pendekar dengan kemampuan rendah atau berkemampuan dibawah pendekar tingkat tinggi yang menghindari bertarung dengan Chen Khu.. bergerak mengepung Kobayasi dan rekan - rekannya..sekitar tujuh puluh orang lebih berhadapan dengan enam orang ronin yang sudah dalam formasi berbentuk segitiga dengan menempatkan Kobayasi sebagai ujung tombak.


Puluhan pisau kembali dilempar oleh para pendekar sekte pulau tengkorak ke arah para ronin..dentingan suara pisau yang jatuh dan yang beradu dengan pedang terdengar cukup lama namun masih belum mampu menembus formasi yang dibuat oleh para ronin itu.


Tapi.. tiba - tiba saja.. perhatian pendekar - pendekar pulau tengkorang teralihkan dengan tewasnya beberapa rekan mereka akibat serangan dari arah belakang.


Empat orang ronin lainnya terlihat seperti menari dengan dengan pedangnya membabat satu persatu pendekar sekte pulau tengkorak yang tidak menyadari kedatangan mereka.


"Maaf kolonel.. kami baru tau setelah Otomi........... "

__ADS_1


"Ceritanya nanti saja.. cepat bergabung dalam formasi..!! " perintah Kobayasi tanpa menunggu Kabuto menyelesaikan ucapannya.


__ADS_2