Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#169. Kesan Pertama


__ADS_3

Senja yang tertutup awan sore itu menjadi awal pertemuan antara Xiao Yan bersama Guan Yu dengan Maruka.


"Memang dinding goa ini terbuat dari batu.. tapi batu - batu ini sudah sangat rapuh hingga menjadi mudah terbakar.. " ucap kakek tua itu tidak mau kalah, lalu menjentikkan jarinya pada dinding goa hingga membuat bebatuan pada dinding goa itu retak dan sebagian lagi berjatuhan.


Bagi Xiao Yan dan Guan Yu yang sudah mulai mempelajari dasar - dasar ilmu beladiri.. mereka sudah bisa mengetahui jika kakek tua dihadapan mereka menggunakan tenaga dalam untuk melakukan hal itu..


Meskipun apa yang dilakukan oleh kakek tua itu membuat mereka takjub, karena hanya jentikan jari mampu membuat dinding goa bergetar hingga menimbulkan keretakan.. hanya saja sikap tidak mau kalah yang diperlihatkan oleh kakek itu membuat keduanya saling berpandangan sambil menahan tawa.


"Baiklah kek.. kalau begitu akan kupadamkan apinya.. " ucap Guan mengalah.. lalu berusaha memadamkan api yang sudah dibuatnya dengan susah payah menggunakan kakinya.


"Hei.. hei...tunggu..!! kalau kamu memadamkan api itu.. bagaimana kita akan membakar daging - daging ini..?? " teriak kakek tua itu.


"Atau kalian suka makan daging mentah ya..? " kakek tua itu melanjtkan sambil mendekatkan wajahnya pada Xiao Yan dan Guan Yu.


Guan Yu menjadi serba salah.. tadi kakek tua yang mereka temui menyuruh untuk memadamkan api.. namun kali ini.. kakek tua itu kembali menyalahkannya karena memadamkan api.. Guan Yu hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu berusaha menyalakan kembali api yang baru saja dipadamkannya.


"Kakek aneh..!! " umpatnya dalam hati.


" Wah.. sepertinya aku bertemu dua pendekar cilik kali ini.. " gumam kakek tua itu sambil memperhatikan pedang kecil yang dibawa oleh Xiao Yan dan Guan Yu.


"Kami bukan pendekar kek.. meskipun kami ingin suatu saat bisa jadi pendekar hebat seperti ayahku.. " ujar Xiao Yan lalu menyarungkan pedang di pinggangnya.


"Sial.. masih belum bisa juga..!! ini semua gara - gara kakek menyuruhku memadamkannya tadi.. " ujar Guan Yu kesal lalu membuang kayu yang digunakannya sebagai pemantik dengan cara menggesek dua permukaan kayu.


Kakek tua itu terkejut melihat sikap Guan Yu.. lalu memeriksa kayu yang digunakan oleh Guan Yu untuk menyalakan api.


"Hmm.. pantas saja.. kayu ini sudah sedikit basah.. makanya akan sedikit sulit untuk menyalakan api.. " ucap kakek tua itu sambil memperhatikan ranting - ranting kayu satu persatu.


"Dan itu semua karna kakek menyuruhkan memadamkannya.. padahal tadi apinya sudah mulai menyala.. " ujar Guan Yu masih terlihat kesal..perdebatan keduanya bahkan terlihat jika dilakukan oleh dua orang seumuran.


"Hahaha.. begitu yaa..?! hmm.. baiklah.. kalau begitu aku minta maaf.." ucap kakek tua tua itu.. lalu melatakkan telapak tangannya diatas tumpukan kayu, dan perlahan terlihat api kecil keluar dari telapak tangannya dan perlahan mulai membakar ranting - ranting kayu.


Xiao Yan dan Guan Yu memandang dengan perasaan takjub melihat kemampuan yang ditunjukkan oleh kakek tua dihadapan mereka namun kakek tua itu seolah tidak menghiraukannya.


"Baiklah.. apinya sudah menyala.. dagingnya sudah bisa dibakar.. " ucap kakek tua itu yang tidak dijawab oleh kedua anak dihadapannya yang masih terdiam setelah melihat kemampuannya.

__ADS_1


Sebagai seorang putra mahkota dan anak seorang jendral.. Xiao Yan dan Guan Yu sudah sering melihat kemampuan pendekar - pendekar tingkat tinggi.. namun baru kali ini mereka menyaksikan seseorang bisa mengeluarkan api dari telapak tangannya.


"Hei.. ada apa dengan kalian berdua.??!. kenapa diam saja..??! cepat letakkan dagingnya diatas api.. atau kayinya akan habis percuma.. " teriakan kakek tua itu dan menyadarkan keduanya.


"Kakek.. bagaimana kakek melakukan itu..?? maukah kakek mengajariku..? " ungkap Guan Yu penuh harap.


"Mengajarimu..??! baiklah... sekarang ambil daging yang sudah dipotong - potong itu lalu letakkan di atas api..! " ucap kakek tua itu sambil memberi contoh.


"Bagaimana..?! mudah kan..?! " ucap kakek itu sambil tersenyum.


"Bukan itu kek.. kalau hanya membakar daging kami juga bisa.. " Xiao Yan yang dari tadi hanya diam juga mulai terlihat kesal.


"Lalu..?! " kakek tua itu terlihat acuh sambil meletakkan lebih banyak potongan daging di atas api.


"Api.. !!api.. !! dari telapak tangan " Guan Yu membalik telapak tangannya mencontohkan.


"Ooh.. itu...!! seperti ini caranya..!! " kakek itu kembali membuka telapak tangannya dan kali ini api yang keluar dari telapak tangannya lebih besar sampai menutupi telapak tangan sampai pergelangan tangannya.


Xiao Yan dan Guan Yu harus bergeser dari tempat duduknya karena hawa yang ditimbulkan oleh api itu terasa panas bagu mereka yang berjarak satu langkah dari kakek itu.


"Iya pangeran.. lebih baik kita pulang saja.. " balas Guan Yu sambil berdiri.


"Makanlah dulu...!! lagi pula diluar masih hujan dan hari sudah gelap.. apalagi banyak hewan buas yang berkeliaran dimalam hari seperti ini.. " kakek tua mencoba menenangkan kedua anak itu sekaligus menakut - nakuti mereka.


"Malam..?! benarkah..?! " Xiao Yan tidak percaya dengan ucapan kakek tua itu dan melihat keluar dan hanya air hujan deras dan kegelapan yang dilihatnya.


"Pangeran.. bagaimana ini..?! " Guan Yu yang juga ikuy melihat keluar terlihat panik.. terbayang kemarahan ayahnya jendral Guan Seng karena telah membawa sang putra mahkota kedalam bahaya.


"Tenang saja.. para prajurit pasti sedang mencari kita saat ini... " jawab Xiao Yan menutupi kekhawatirannya berusaha menenangkan Guan Yu yang terlihat gusar.


"Makanlah dulu..!! kalian akan membutuhkan banyak energi untuk menghadapi hewan buas nanti.. " ucap kakek itu sambil berjongkok menyodorkan dua potong daging yang telah matang.


"Tadi kamu bilang pangeran..?! apakah kamu anak dari......?!


"Xiao Feng.. kaisar Han " kakek itu beluk menyelesaikan ucapannya saat Guan Yu memotong pembicaraannya.

__ADS_1


"ooh.. kaisar lemah itu ya..?? aku tidak habis pikir bagaimana orang lemah seperti dia bisa menjadi seorang kaisar..?! " ucap kakek itu sambil mengelus - elus janggut panjangnya.


"Cukup kakek tua..!! aku tidak terima jika anda menghina ayahku seperti itu.. ayahku adalah seorang pendekar hebat yang disegani diseluruh kekaisaran Han.. " Xiao Yan berdiri sambil berkata lantang dan menghunuskan pedangnya.


"Hahaha.. apa yang akan kamu lakukan dengan pedang kecilmu itu..?? ayahmu pendekar hebat..?? hah.. kemampuannya bahkan tidak sampai setengah dari kemampuan yang dimiliki oleh leluhurnya.. " kakek tua itu balas membentak Xiao Yan.


"Aku tidak tau kakek sehebat apa.. tapi aku tidak terima kalau kakek terus menghina ayahku..!! " Xiao Yan yang tidak mampu mengendalikan emosinya maju menyerang kakek itu dengan pedangnnya.. Guan Yu yang melihat itu juga langsung ikut membantunya.


"Hahaha.. bodoh..!! kamu mewarisi sifat ayahmu..!! " ucap kakek tua itu lalu mengambil ranting kayu bakar dan digunakannya untuk menangkis serangan Xiao Yan dan Guan Yu yang datang bersamaan.


Xiao Yan semakin terbakar amarah saat kakek tua itu menyebut ayahnya bodoh.. tapi permainan pedang tingkat dasar bersama Guan Yu disambut gelak tawa oleh kakek itu.


Dengan ranting kayu bakar.. kakek itu dengan mudah menangkis semua serangan yang dilakukan dengan sepenuh tenaga oleh kedua anak yang menjadi lawannya.. Xiao Yan dan Guan Yu semakin kesal karena kakek itu menangkis semua serangan mereka sambil menguap.


Ranting kayu bakar yang digunakan oleh kakek itu terlihat sangat kuat meskipun harus mengahadapu dua pedang sekaligus, dan yanv paling membuat kedua anak itu semakin sakit hati adalah kakek itu bahkan tidak beranjak dari tempat duduknya.


"Kakek terlalu meremehkan kami..! terimalah ini..!! " Xiao Yan dan Guan Yu kembali maju menyerang setelah mundur beberapa langkah untuk mengambil nafas.


"Haaah.. kalian membuatku bosan..!! " ucap kakek itu dan akhirnya berbalik menyerang.


Meskipun hanya menggunakan ranting dan tanpa menggunakan tenaga dalam namun bisa terlihat jika permainan pedang kakek itu sangat cepat dan efektif..


Ranting kayu yang digunakan oleh kakek itu dengan halus menyambut serangan yang datang lalu kemudian mengikuti gerakan pedang dari Xiao Yan yang mulai menyerang bergatuan dengan Guan Yu karena mulai kehabisan tenaga dan disaat terakhir.. kakek itu menurunkan ranting yang digunakannya ke arah gagang pedang,lalu bara api yang ada di ujung ranting mengenai pergelangan tangan Xiao Yan hingga terpaksa melepaskan pedangnya.


"Pangeran..!! " teriak Guan Yu berniat kembali menyerang namun dihentikan oleh Xiao Yan.


"Dia bukan lawan kita..!! lebih baik kita pergi saja..!! " ucap Xia Yan lalu mengambil kembalu pedangnya dan menyarungkannya kembali.


Kedua anak itu akhirnya memutuskan untuk meninggalkan goa itu namun baru dua langkah berjalan menuju mulut goa.. lolongan serigala membatalkan niat mereka.


"Hahaha.. penakut..!! " gumam kakek itu sambil tertawa.


Xiao Yan dan Guan Yu tidak menghiraukan ucapan kakek itu dan memilih tempat di dekat mulut goa untuk beristirahat.


-----@@@----

__ADS_1


Mudah - mudahan penguasa bumi bisa memberikan waktu agar saya bisa menulis lebih hari ini dan semoga saja bisa rilis malam ini, untuk menemani malam minggu kalian.


__ADS_2