
" Pedang itu.. dari mana kamu mendapatkannya..??" tanya Wong Fei setelah memperhatikan pedang dengan pola petir pada bilahnya.
Chen Khu sejenak mengamati pedangnya setelag mendengar pertanyaan Wong Fei yang seperti mengenal pedang yang ada ditangannya..
***
Dalam sebuah kitab yang tersimpan di perpustakaan Kuil Dewa Api yang menceritakan kehancuran negara Api yang dilakukan oleh seseorang yang bernama Lee Han.. Pria bernama Lee Han itu.. terus menerus membunuh orang - orang tanpa ada yang bisa menghentikannya.. dan akhirnya Lee Han sampai di Kuli Dewa Api dan berniat menghancurkan Kuil tersebut tapi upaya Lee Han tersebut terhenti karena kedatangan seorang pemuda lain yang tidak disebutkan namanya dalam kitab tersebut.
Pemuda itu mampu mengalahkan Lee Han.. dengan mudah akan tetapi pemuda itu tidak membunuh Lee Han.. tapi membawanya pergi ke suatu tempat.. yang bahkan penulis dari kitab tersebut tidak mengetahui kemana arah perginya pemuda yang menangkap Lee Han itu.
Amat jarang murid di Kuil Dewa Api yang membaca kitab tersebut sebab banyak yang menganggap jika cerita yang ada dalam kitab itu hanyalah sebuah dongeng.. tapi dikalangan pimpinan Kuil.. kitab itu dijadikan motivasi untuk lebih memperkuat diri agar nantinya mereka dapat mengahdapi orang - orang yang ingin menghancurkan Kuil Dewa Api yang kekuatannya setingkat dengan Lee Han.
***
"Seorang pria yang baik hati memberikannya padaku " jawab Chen Khu singkat sambil memutar - mutar pedangnya...sejenak pikirannya melayang pada sosok Lee Han.
"Apakah pria itu bernama Lee Han..? " tanya Wong Fei Kembali.. Wing Chun yang sedang bermeditasi membuka matanya mendengar nama Lee Han.. sebab Wing Chun sudah membaca semua kitab yang ada dalam perpustakaan milik Kuil Dewa Api dan ada sebuah kitab yang menceritakan tentang pemuda yang bernama Lee Han tersebut.. dan hari ini Wong Fei menanyakan nama itu kembali pada Chen Khu.. pemuda yang baru saja menyelamatkannya.
__ADS_1
"Bagaimana kamu tau namanya... ??..dia adalah guruku.. " ujar Chen Khu.. sambil maju menyerang dengan kecepatan tinggi dan tidak ingin berbasa basi lebih lama pada Wong Fei yang tersedak nafasnya ketika mendengar jawaban pemuda yang akan menjadi lawannya itu.
Wing Chun juga ikut terperanjat mendengar jawaban Chen Khu.. sebab selama ini dia juga hanya menganggap cerita dalam kitab tersebut hanyalah sebuah dongeng.. tapi hari ini dia mendengar langsung dari Chen Khu yang mengaku sebagai murid Lee Han.. Pemuda yang mampu meluluh lantakkan Negara Api.. negara terkuat dan sangat adi daya pada lebih dari dua ratus tahun silam dan mengakibatkan terbentuknya beberapa kaikasaran pada bekas - bekas daerah yang pernah dikuasai oleh negara api tersebut.
Wong Fei bisa merasakan jika kekuatan yang dimiliki oleh pemuda dihadapannya itu lebih tinggi dari kemampuan Wing Chun bahkan juga kemampuannya.. belum lagi jika apa yang dikatakan oleh pemuda itu bahwa dia adalah murid dari Lee Han benar adanya.. bisa saja ini adalah hari terakhir hidupnya..
Wong Fei yang sudah terkuras tenaga dalamnya masih memiliki sedikit harapan dengan bantuan tongkat giok yang digunakannnya serta Chen Khu juga yang sudah menggunakan banyak tenaga dalam saat bertarung lebih dari setengah hari. Wong Fei juga bisa merasakan jika kekuatan yang dimiliki Chen Khu saat ini hanya tinggal enam puluh persen.. sedangakan tenaga dalamnya sendiri yang tersisa tinggal lima puluh persen.. Wong Fei berharap tongkat gioknya akan cepat membantu memulihkan tenaga dalamnya saat bertarung dengan Chen Khu...
Banyak pikiran yang terlintas dalam kepala Wong Fei sebelum sebuah ayunan pedang hendak membelah tubuhnya.. dan Wong Fei menahan serangan tersebut dengan tongkat giok miliknya..
"TRAAAAANG...!!! " kedua pusaka itu beradu menghasilkan suara yang memekakkan telinga..partarungan dua orang pendekar tingkat tinggi yang sama - sama sudah membuka dua puluh titik cakra itu dimulai.. meskipun Chen Khu belum mengetahui jika dirinya telah membuka titik cakra ke dua puluh itu.. hanya saja dia merasa jika tubuhnya menjadi lebih ringan dari sebelumnya.
"LANGKAH PETIR..!! "
Chen Khu meningkatkan kecepatan serangannya.. dengan bantuan jurus langkah petir.. kecepatan serangannya meningkat dua kali lipat.. tapi tetap saja.. Chen Khu belum mendapatkan celah pada pertahanan Wong Fei yang secara perlahan kekuatannya terus bertambah berkat bantuan tongkat giok ditangannya.
"Kamu harus memisahkan dirinya dengan tongkat itu.. "terdengar suara Wing Chun dari kajauhan.. rupanya pertarungan antara Chen Khu dan Wong Fei yang sudah terjadi beberapa puluh jurus itu sudah agak menjauh dari tempat Wing Chun memulihkan kondisinya.
__ADS_1
Chen Khu terdiam sejenak mendengar ucapan Wing Chun lalu kembali melancarkan serangan yang lebih gencar pada Wong Fei..
"Rupanya.. dia sengaja berada terus bertahan agar tongkat itu bisa memulihkan tenaganya.. " gumam Chen Khu dalam hati.. Chen Khu kemudian memutar otak berusaha menemukan cara agar tongkat giok yang digunakan oleh Wong Fei bisa terlepas dari tangannya.
"PEDANG HALILINTAR TINGKAT DUA..!! "
Chen Khu mencoba menggunakan jurus pedang halilintar untuk memberi serangan besar pada Wong Fei setelah melompat mundur beberapa meter kebelakang..
"GIOK PEMBASMI IBLIS..!! "
Bukannya menghindari datangnya serangan.. Wong Fei justru membalas serangan Chen Khu dengan melepaskan gelombang energi yang sangat besar...
"DUUUUAAARRR..!! "
Kedua gelombang energi bertemu di udara.. menghasilkan suara ledakan yang sangat keras dan bahkan hempasan angin yang ditimbulkan dari pertemuan kedua gelombang energi itu terasa sampai pada Wing Chun yang berjarak hampir tiga ratus meter dari keduanya.
Chen Khu sedikit menyesali dirinya sendiri yang terlalu banyak menggunakan tenaga dalam saat bertarung dengan tiga orang pendekar yang menjadi pengawal pribadi kaisar Yong Zheng sehingga saat bertarung dengan Wong Fei.. dia tidak bisa terlalu banyak menggunakan tenaga dalam atau dengan kata lain.. Chen Khu tidak bisa menggunakan kekuatan penuhnya.
__ADS_1
Setelah terjadi ledakan akibat benturan gelombang energi.. Chen Khu langsung maju menyerang dan menerobos kepulan asap bercampur debu yang dihasilkan dari tabrakan kedua gelombang energi tadi.. tapi kali ini.. Wong Fei juga tidak lagi menunggu datangnya serangan dari Chen Khu... dia juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Chen Khu.. Tongkat Giok ditangannya sudah memulihkan lebih dari enam puluh persen kekuatannya dan itu membuat Wong Fei lebih percaya diri untuk berbalik menyerang Chen Khu yang sudah kehilangan sepuluh persen kekuatannya sejak pertarungan mereka.