
Hujan masih turun dengan deras.. lantai restoran dipenuhi oleh mayat - mayat yang bergelimpangan.. dan seluruhnya dalam kondisi yang mengerikan.
"Maaf telah melibatkan tuan - tuan dalam pertarungan kami.. " ucap Lin Dan seraya memberi hormat pada kedua ronin di hadapannya..
"Tidak masalah tuan.. mereka sendiri yang memaksa kami untuk melakukannya.. " jawab salah satu dari mereka.
"Maaf tuan - tuan.. kalau boleh saya tau.. kalian siapa..? dari mana..? dan apa tujuan tuan - tuan berada di kekaisaran Han..?! " balas Lin Dan
"Pertanyaan anda cukup banyak tuan.. bolehkah kami menjawabnya sambil duduk..? " jawab ronin yang sama sambil melihat ke arah meja yang tadi digunakan Chen Khu dan Lin Dan.
"Ooh.. maafkan ketidak sopanan saya tuan.. silahkan duduk aku akan membereskan gadis ini dulu.. balas Lin Dan lalu mengambil seutas tali dan mengikat Yin Hua dan pria paruh baya tadi yang terus terbatuk sambil mengeluarkan darah saling membelakangi dan mendudukkan mereka di lantai.
"Eeh.. maaf tuan.. tapi arak itu telah dicampur racun kalajengking neraka..! " sergah Chen Khu saat salah seorang ronin berniat mengambil kendi arak yang masih utuh diatas meja.. mendengar peringatan dari Chen Khu.. ronin tersebut langsung mengurungkan niatnya..
"Aah.. malam ini sangat dingin.. akan lebih nikmat jika kita ditemani arak.. " guman salah satu ronin tersebut.
"Nona.. apa masih ada arak lain di restoran ini..? tanya Lin Dan pada Yin Hua yang masih tertunduk dengan air mata yang terus mengalir.
"Ma.. masih tuan.. di belakang ada ruangan lain di sebelah dapur..itu adalah gudang penyimpanan arak..! " jawab Yin Hua terbata - bata.
"Tunggu sebentar tuan.. aku akan mengambil arak.. " ujar Lin Dan kemudian.
"Oh.. maaf tuan.. sebelumnya perkenalkan.. saya Lin Dan.. dan ini tuan Chen.. " Lin Dan melanjutkan seraya memberi hormat.. begitu pula dengan Chen Khu.
"Saya Kobayasi..dan ini Kapten Magura.." balas ronin yang sejak tadi berbicara dengan Lin Dan.
Lin Dan menganggukkan kepala.. lalj berlalu ke belakang.. menuju ruangan yang disebutkan oleh Yin Hua.. dan tidak lama kemudian Lin dan kembali sambil membawa dua guci arak.
***
Setelah menenggak beberapa cangkir arak.. Kobayasi kemudian bercerita tentang keberadaan mereka di kekaisaran Han.
Mereka berdua berasal dari kekaisaran Asuka yang ada di benua timur. Kobayashi sendiri adalah salah seorang perwira tinggi dalam pasukan elit kekaisaran tersebut.
Mereka berdua mendapat perintah langsung dari kaisar Asuka yang bernama Tachibana untuk menangkap buronan kelas kakap yang melarikan diri saat upaya mereka untuk membunuh kaisar berhasil digagalkan.
__ADS_1
Kaisar Tachibana menyebar ratusan ronin ke seluruh penjuru benua untuk menemukan Hyunbin.. salah seorang yang pernah melakukan upaya untuk membunuhnya namun gagal.. hanya saja dalam upaya pembunuhan itu... satu - satu putra mahkota.. Kazima.. terbunuh.. hal itulah yang membuat Tachibana marah besar dan mewajibkan ronin yang diperintahkannya untuk menangkap Hyunbin hidup atau mati.
"Sudah tiga tahun kami berkeliling di benua tengah.. lalu kemudian kami mendapat informasi jika Hyunbin bergabung dengan salah satu sekte bernama sekte pembunuh iblis yang berada di kekaisaran Han.
"Sekte pembunuh iblis..? " gumam Chen Khu dan Lin Dan bersamaan.
"Benar tuan.. dan saat ini kami sedang mencari keberadaan sekte itu.. " jawab Kobayasi.
"Sepertinya kita mempunyai tujuan yang sama tuan.. " ujar Lin Dan bersemangat.
"Maksud anda..?" balas Kobayasi
"Ee.. begini tuan.." ujar Chen Khu menimpali
"saat ini.. kekaisaran Han juga sedang menghadapi ancaman dari sebuah organisai yang bernama sekte pembunuh iblis.. "
"Dari informasi yang berhasil kami kumpulkan.. ada pergerakan pendekar secara besar - besaran yang dilakukan secara bertahap.. dan itu sudah berlangsung selama hampir satu bulan ini.. "
"Beliau ini adalah kolonel Lin.. yang juga salah satu pimpinan pasukan elit kekaisaran Han.. "
"Sepertinya kita harus mengorek informasi dari mereka.. " ucap Magura.. dan keempat orang itu menoleh bersamaan pada kedua orang yang sedang terikat itu.
"Kolonel Lin.. pisahkan ikatan mereka " ujar Chen Khu kemudian.
"Nona Hua...!! apa kamu tau sekte pembunuh iblis..?! " tanya Chen Khu pelan.
Yin Hua membuka mulut hendak menjawab.. namun pria paruh baya yang tadi bersamanya memberi tanda untuk tidak berbicara.
"Ooh.. jadi kamu takut pada pria ini..? " ucap Magura seraya berdiri.
"Maaf kolonel.. biar kami lakukan dengan cara kami.. " ucap Magura sambil mencabut tanto yang terselip di pinggangnya..sebuah pedang kecil yang biasanya digunakan oleh samurai atau ronin untik bunuh diri jika gagal melaksanakan tugas dari majikan atau atasannya.
"Silahkan tuan.. kami juga akan ke dapur sebentar.. sebab pesanan kami belum datang sejak tadi.. " sahut Chen Khu lalu mengajak Lin Dan berjalan menuju dapur.
Jeritan kesakitan seorang pria terdengar dan suara Yin Hua yang dibarengi tangisan saat menjawab pertanyaan yang diberikan Magura. sedangkan Chen Khu dan Lin Dan mulai meracik bahan untuk memasak..
__ADS_1
"Tuan Chen..!apa yang dilakukan oleh kedua ronin itu..? " gumam Lin Dan pelan.
"Aku tidak tau.. yang pastinya.. dari buku yang pernah aku baca di perpustakaan sekte kuda terbang.. orang akan lebih memilih mati dipenggal daripada harus menjalani siksaan dari mereka.. " jawab Chen Khu.
"Aku sengaja membawamu kesini.. karena kami pasti tidak akan mampu melihat apa yang mereka perbuat.. " ujar Chen Khu melanjutkan.
"Apalagi mungkin itu akan dilakukan pada wanita yang kamu kagumi.. hahahaha.. " seloroh Chen Khu sambil tertawa.. dengan lirikan mata menggoda Lin Dan.
"Ah.. tuan Chen bisa saja.. "
"Aku memang tertipu dengan wajah polosnya.. " umpat Lin Dan kesal.
"Ooh.. cintaku gugur sebelum berkembang.. " goda Chen Khu dan tak henti - hentinya tertawa bahkan sampai matanya berair.
"Aku kagum dengan anda tuan..dalam kondisi seperti ini.. anda tetap bisa tenang seolah tidak terjadi apa - apa.." ucap Lin Dan sambil mendengus kesal.
"Kamu akan terbiasa jika hidup dalam dunia persilatan kolonel.. "
"Dunia militer dan dunia persilatan memang mempunyai kemiripan dan hanya memiliki sekat yang sangat tipis.. hanya saja terkadang.. dunia persilatan jauh lebih kejam dibandingkan dengan dunia kemiliteran.. "
"Jika dalam dunia militer.. seseorang bisa membunuh hanya berdasarkan perintah.. lain halnya dengan dunia persilatan.. mereka bisa membunuh sesuai keinginan atau kebutuhannya berdasarkan kebenaran yang diyakininya.. tak perduli mereka yang berasal dari aliran hitam atau aliran putih.."
"Kamu lihat apa yang dilakukan oleh Kobayasi tadi..? lawannya sudah menyerah.. tapi dia tetap saja membunuh mereka tanpa belas kasihan.. seperti itulah yang kerap terjadi dalam dunia persilatan.. " ucap Chen Khu datar seolah menyesali telah terjun dalam dunia persilatan.
"Tapi tuan.. bukankah semua orang berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua..? " tanya Lin Dan seolah tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Chen Khu.
"Bagi sebagian orang iya..!! Long Feng.. ketua sekte singa gurun pernah mendapatkan kesempatan itu dan dia memanfaatkannya dengan baik.. aku juga pernah memberi kesempatan yang sama pada orang lain.. namun mereka menyia - nyiakannya.." jawab Chen Khu.
"Kalau memang seperti itu.. lalu apa bedanya aliran putih dan aliran hitam tuan..? " tanya Lin Dan lagi.
"Itulah yang kadang membuat saya berpikir akhir - akhir ini.. setalah sekian lama berada dalam dunia persilatan saya mulai menyadari.. jika aliran putih dan hitam hampir tidak ada bedanya.. keduanya hanya menggunakan kebenaran yang mereka yakini untuk membenarkan apa yang mereka lakukan.. itulah sebabnya guru Maruka memutuskan untuk menarik diri dari dunia persilatan dan memilih hidup sebatang kara yang jauh dari hiruk pikuk dunia persilatan. " ucap Chen Khu.
"Guru Maruka..?? apakah dia yang mengajari tuan semua ilmu beladiri yang tuan miliki saat ini..? " tanya Lin Dan penasaran.
"Guru Maruka adalah guru jendral Guan dan Yang mulia.. sedangkan aku belum lama bertemu dengannya.. itupun secara tidak sengaja.. saat aku ingin kembali ke kekaisaran Ming dari benua selatan.. " jawab Chen Khu.. pikirannya kembali terbayang sosok Maruka dan tanpa sadar senyum tersungging di bibirnya.
__ADS_1