
Matahari hampir mencapai titik tertingginya saat pendekar berkemampuan sedang dan rendah lebih memilih melarikan diri setelah melihat Chen Khu berhasil mencabut nyawa Wan Kao Lue dan dua pendekar tingkat tinggi lain dalam waktu singkat.
Runtuhnya moral bertarung setelah tewasnya empat orang pendekar tingkat tinggi sebelumnya serta tenaga dalam yang sudah habis terkuras membuat Chen Khu tidak lagi mendapat kesulitan dalam menghadapi ketiganya.
Wan Kao Lue yang seperti sudah memasrahkan hidupnya..mengambil inisiatif serangan lebih dulu yang dibantu oleh kedua rekannya.
Secara bersamaan ketiganya melemparkan senjata rahasia yang diarahkan pada Chen Khu yang masih dalam posisi melayang di udara.. dan bersamaan dengan terlepasnya pisau dari tangan.. mereka melesat ke arah Chen Khu.. sambil mengarahkan pedangnya.
Wan Kao Lue dan kedua rekannya sengaja menjadikan pisau sebagai pengecoh dan mencoba menebak apakah Chen Khu akan menangkis atau ke arah mana Chen Khu akan menghindar.
Pola seperti itu akan efektif jika lawan yang dihadapi merupakan lawan yang seimbang.. namun jika lawan yang mereka hadapi memiliki kemampuan diatas mereka.. maka pola seperti itu adalah sebuah pertaruhan.
Jika tebakan mereka benar..maka mereka bisa memenangkan pertarungan secara dramatis atau paling tidak dapat memberikan luka serius pada lawan yang mereka hadapi.. namun.. jika sebaliknya... maka mereka akan dengan mudah dilumpuhkan hanya dengan satu serangan.
Pertaruhan pendekar sekte pulau tengkorak berakhir tragis.. Saat pisau - pisau mereka tinggal berjarak satu jengkal dari tubuh Chen Khu... Chen Khu tiba - tiba menghilang dan muncul tepat dibelakang mereka bertiga.
Apa yang menjadi resiko terbesar pola serangan yang mereka lakukan benar - benar terjadi.. dengan posisi tubuh yang masih melayang dibudara.. pedang Chen Khu tiba - tiba kembali diselimuti kobaran api dan hanya dengan sekali tebasan.. tubuh ketiga pendekar sekte pulau tengkorak yang tersisa hancur menjadi abu.
Chen Khu menghela nafas panjang setelah memutar tubuhnya di udara dan mendarat dengan kedua kakinya di tanah.. dan kobaran api yang menyelimuti pedang naga langit menghilang sebelum Chen Khu menyimpan kembali pedangnya dalam giok semesta.
Kobayasi dan rekan - rekannya yang lebih dulu menyelesaikan pertarungan memberi hormat pada Chen Khu atas keberhasilannya.. di dalam hati mereka masing - masing tersirat kekaguman akan kemampuan pemuda yang ada dihadapan mereka.
"Dimana Nobita..?! " ucap Chen Khu kemudian.
"Salah seorang anak buahku sudah membawa pergi setelah dia terkena racun yang dioleskan pada pisau - pisau lempar itu.. " jawab Kobayasi.
"Gawat.. kita harus segera mencarinya.. karena jangan - jangan racun yang mereka gunakan.......... " Chen Khu tidak menyelesaikan ucapannya saat dua orang tiba - tiba muncul dari arah belakang.
Otomi memapah tubuh Nobita yang sudah terlihat membiru hampir disekujur tubuhnya dengan pedang yang masih terhunus dan masih ada sisa darah yang menetes.
"Aku meminta Otomi membantuku berdiri dan membunuh musuh sebanyak mungkin.. agar kematianku bisa berguna.. " ujar Nobita sambil tersenyum lemah.
Chen Khu yang pernah mempelajari kitab pengobatan dan kitab tentang racun segera menyambar tubuh Nobita dan mendudukkannya dibawah sebuah pohon rindang yang agak jauh dari arena pertarungan.
Dengan sigap Chen Khu segera menempelkan kedua telapak tangannya pada punggung Nobita dan mengalirkan energinya untuk membuat Nobita tetap sadarkan diri.
Lalu.. setelah itu.. Chen Khu menyobek celana Nobita pada bagian paha.. dan menghisap racun pada lukanya setelah melepaskan totokan yang sebelumnya dilakukan oleh Nobita sendiri.
Chen Khu berulangkali memuntahkan darah berwarna hitam ke tanah sebelum akhirnya menotok kembali pada beberapa bagian di sekitar luka dan kembali menempelkan kedua telapak tangannya pada punggung Nobita.
Chen Khu terlihat sesekali melakukan totokan pada titik - titik tertentu dan setelah menghela nafas panjang untuk mengalirkan lebih banyak energi.. Nobita memuntahkan banyak darah yang juga berwarna hitam.
__ADS_1
Tubuh Nobita lemas seketika.. kulitnya yang semula sudah membiru hampir di seluruh bagian tubuhnya kini mulai terlihat pucat.. Nagato yang duduk paling dekat dengan Nobita langsung menyandarkannya pada bahunya sambil menatap wajah rekannya itu dengan penuh kecemasan.
"Mari kita lihat.. apa lagi yang dimiliki oleh Tuan Guru.." gumam Chen Khu lalu menggoyangkan giok semesta miliknya.
Sebuah pil sebesar ibu jari Chen Khu tiba - tiba keluar dari ruang hampa dan lagi - lagi membuat Kobayasi dan rekan - rekannya terkejut.
"Apakah itu yang dinamakan sihir.??! " bisik Yamato pada Magura.. tapi Magura tidak menjawab dan hanya menempelkan jari telunjuk di bibirnya.
Bukan kali pertama bagi Kobayasi dan lima orang ronin lain melihat apa yanv dilakukan oleh Chen Khu.. tapi bagi Yamato dan para ronin lain yang baru bergabung..hal itu tentu masih menjadi pertanyaan besar.
Chen Khu memegang tengkuk Nobita untuk menengadahkan wajahnya.. dan setelah memasukkan pil ke dalan mulut Nobita yang masih lemas Chen Khu duduk bersandar pada batang pohon.. sambil menunggu reaksi dari pil tersebut.
Hampir satu menit.. semua yang sedang menunggu perubahan pada Nobita sambil duduk menikmati angin sepoi - sepoi yang berhembus setelah pertarungan yang panjang..dibuat terkejut saat Nobita tiba - tiba batuk dan mengeluarkan bercak - bercak darah berwarna hitam.. baru setelah itu raut wajah Nobita perlahan kembali seperti semula.
***
Dua hari setelah berpisah dari Chen Khu dan para Ronin.. Lin Dan berhasil mengumpulkan seluruh prajuritnya dan mengarahkan mereka pada titik yang telah disepakati bersama Chen Khu untuk menunggu pasukan bantuan dari ibukota..baru setelah itu menuju titik lain yang berdekatan dengan lokasi perkemahan sekte pembunuh iblis.
Tapi jumlah prajurit yang datang sangat jauh dari harapannya.. dari tiga ratus ribu prajurit yang dimintanya.. jendral Guan hanya menyanggupi mengirimkan delapan puluh ribu orang prajurit saja.. sebab.. dari laporan mata - mata.. bahwa ditengarai akan ada pergerakan dari musuh dalam waktu dekat menuju ibukota.
Oleh Karena itu.. Jendral Guan harus memprioritaskan pertahanan ibukota.. sambari menunggu pasukan bantuan dari kekaisaran Ming.
"Hanya delapan puluh ribu..?! " gumam Lin Dan sambil menutup gulungan yang dibawa oleh utusan jendral Guan.."
Lin Dan menghela nafasnya yang terasa berat sambil memijit keningnya yang terasa sakit lalu memandang delapan puluh ribu prajurit berkuda yang datang bersama utusan jendral Guan dengan tatapan kosong.
"Haaah.. semoga saja tuan Chen dan para ronin itu memiliki jalan keluar.. " ucapnya dalam hati seraya berdiri dan memerintahkan seluruh pasukannya untuk melanjutkan perjalanan dan menuju lokasi berikutnya yang telah disepakati bersama Chen Khu.
***
Sehari sebelum Chen Khu, Lin Dan dan para ronin menuju ke desa Wuling.. dibagian lain di benua selatan..tepat di depan pintu gerbang ibukota kerajaan Nishada seorang pria berkuda dengan golok besar tersandang di punggungnya.. harus menghentikan laju kudanya karena penjagaan yang sangat ketat menunggu kepulangan jendral Desmar.. dan mewajibkan pemeriksaan bagi setiap orang yang akan memasuki ibukota..
Banyaknya orang yang akan memasuki ibukota kerajaan Nishada membuat pria itu terpaksa harus memotong antrian.
"Aku harus segera bertemu yang mulia Yaseka..!! " ujar pria itu terlihat seperti sangat tergesa - gesa..sikapnya yang terburu - buru dan memotong antrian membuat puluhan pasang mata yang sedang mengantri memandangnya dengan rasa tidak senang.
"Ada kepentingan apa kamu mau bertemu yang mulia hah..?? "
"Kami saja prajurit Nishada tidak bisa bertemu dengannya sembarangan.. " bentak salah seorang prajurit.
"Jendral akan segera tiba...!! Kembali ke belakang..dan ikuti antrian seperti yang lain.. " bentak prajurit lain.
__ADS_1
"Maaf tuan.. tapi aku diperintahkan untuk menyerahkan sendiri gulungan ini pada yang mulia secepatnya.. " balas pria itu dan tetap memaksakan diri untuk masuk.
Orang - orang segera menyingkir dari jalan saat terdengar derap langkah kaki kuda dengan cepat akan memasuki ibukota.
prajurit - prajurit lain berusaha mensterilkan jalan agar rombongan berkuda yang akan tiba tidak mendapat halangan.
Pria itu seperti melihat peluang dan segera melompat ke atas kuda dan segera memacu kudanya meninggalkan prajurit - prajurit yang berjaga menuju pintu gerbang ibukota yang sudah terbuka lebar.. tapi puluhan orang prajurit segera menghadangnya serta pemanah yang ada di atas gerbang kembali memaksanya untuk menghentikan niatnya.
Rombongan jendral Desmar sendiri terpaksa berhenti melihat kejadian tersebut
"Ada apa ini..?! " teriak Mahotra yang mendampingi jendral Desmar saat puluhan prajurit sudah mengepung pria itu yang juga sudah menghunuskan golok besarnya.
"Aku harus segera bertemu yang mulia..dan menyerahkan gulungan ini.."jawab pria itu lantang sambil memperlihatkan gulungan yang dibawanya.
" Apa itu..?! balas Maholtra.
"Aku diperintahkan oleh tuan Chen Khu untuk segera menyerahkan gulungan ini pada yang mulia secara langsung.. " balas pria itu lagi.
"Chen Khu..??!"gumam Jendral Desmar yang berada dalam kereta segera turun dan menghampiri pria itu.
"Tadi kamu bilang siapa..? " ucap Jendral Desmar pelan.
"Aku diperintahkan oleh tuan Chen Khu untuk segera menyerahkan gulungan ini pada yang mulia secara langsung.." pria itu mengulangi ucapannya.
"Apa kamu punya bukti kalau surat itu benar - benar dari Chen Khu..?! "balas jendral Desmar.
"Hah.. bukti..?! " pria itu tersenyum sambil menggaruk kepalanya..dia kembali teringat ucapan Chen Khu saat mendapatkan tugas itu.
"Penjagaan di Nishada sangat ketat.. lencana ini akan membantumu masuk dengan mudah.. " ujar Chen Khu sambil menyerahkan sebuah lencana pada Long Feng.
Pria itu kemudian merogoh sakunya dan tidak lama setelah itu dia mengeluarkan sebuah lencana yang diberikan Chen Khu padanya.
Jendral Desmar terkejut dan langsung menyambar lencana tersebut..
"Cepat ikut aku..!! " ujar jendral Desmar lalu melompat ke atas kuda milik pria itu.
----@@@----
CHAPTER INI UNTUK PEMBACA SETIA PENDEKAR PEDANG NAGA LANGIT YANG MALAM INI TIDAK BISA KEMANA - MANA KARENA TIDAK ADA TUJUAN.
DAN BUAT KAWAN - KAWAN YANG SUDAH MEMBERIKAN TIP DAN TIDAK BISA SAYA SEBUTKAN NAMANYA DISINI SATU PERSATU.. SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH.. DAN SEMOGA YANG MAHA KUASA MENAMBAHKAN REJEKI KALIAN SEMUA.
__ADS_1
THANKS..!!