Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#198. Bantuan Dari Nishada


__ADS_3

"Yang Mulia..!! " ucap Jendral Desmar sambil berlutut memberi hormat diikuti oleh Long Feng.


"Selamat datang jendral..!! "


"Tapiiii.. siapa dia..? dan kenapa dia bisa masuk kedalam istanaku tanpa melepas senjatanya..? "


"Dan kamu tau akan aturan itu kan..?! " balas Yaseka dengan nada pelan.


"Maafkan saya yang mulia..! "


"Saya bersedia dihukum untuk itu.. "


"Tapi pria ini adalah utusan Chen Khu dan dia sepertinya sedang terburu - buru..! " jawab jendral Desmar sambil menyerahkan lencana yang pernah diberikan Yaseka pada Chen Khu dulu.


Yaseka terdiam setelah menerima lencana yang diberikan pada Chen Khu setelah berhasil membantunya merebut tahta miliknya.


"Kamuu..? " ujarnya sambil memandang Long Feng.


"Long Feng yang mulia.. "


"Dan tuan Chen memintaku menyerahkan gulungan ini langsung kepada anda.. " jawab Long Feng lalu menyerahkan gulungan yang dibawanya.


Raut wajah Yaseka berubah setelah membaca isi gulungan yang dibawa oleh Long Feng.. lalu kemudian menghela nafas panjang setelah terdiam cukup lama.


"Ashimoto..!! " ucap Yaseka.


Seorang shinobi tiba - tiba berlutut dihadapan Yaseka. Long Feng terkejut.. sebab sejak memasuki ruangan.. dia tidak merasakan kehadiran orang lain selain mereka bertiga.. dan saat mendongak ke atas.. Long Feng kembali dikejutkan dengan beberapa orang shinobi lain yang bergelantungan bagaikan cicak di langit - langit dan menyamarkan keberadaan mereka dengan pakaian yang warnanya sama persis dengan warna langit - langit ruangan itu.


"Teruskan gulungan ini pada Mathanadeva.. dan paling lambat tiga hari.. gulungan ini harus sudah ada di tangannya.. " ucap Yaseka kembali lalu menyerahkan gulungan yang tadi dibawa oleh Long Feng.


Shinobi yang bernama Ashimoto menerima gulungan tersebut dan setelah memberi hormat.. tubuhnya melesat bagai bayangan dan keluar melalui jendela.


" Jendral...!! " ucap Yaseka kembali setelah kepergian Ashimoto.


"Berapa lama menyiapkan lima ratus ribu prajurit..?


Raut wajah jendral Desmar berubah mendengar pertanyaan Yaseka.. karena dari pertayaan tersebut dia bisa menebak akan ada pertempuran besar menanti mereka.


"Paling Cepat dua minggu yang mulia.. karena dengan jumlah sebanyak itu.. kita juga........." Jendral Desmar tidak menyelesaikan ucapannya karena Yaseka memberi tanda untuk berhenti dengan mengangkat tanganya.

__ADS_1


"Aku mau.. hari ini.. tiga ratus ribu prajurit berangkat hari juga ke perbatasan dengan perbekalan seadanya.. dan sisanya dua ratus ribu prajurit akan menyusul dengan membawa perbekalan.


"Baik yang mulia...!! "


"Berapa jumlah pendekar bayaran yang kita miliki saat ini..? ujar Yaseka kembali.


"Seratus lima puluh ribu orang yang mulia.. " jawab jendral Desmar.


"Kirim mereka hari ini juga bersama para prajurit... aku memang tidak mengenal kaisar Han.. tapi aku tidak mau mengecewakan saudaraku..!! " ucap Yaseka tegas.


"Siap yang mulia..!!


"Tuan Long.. anda bisa beristirahat disini beberapa hari sebelum kembali ke kekaisaran Han.. " ujar Yaseka kembali.


"Maaf yang mulia.. aku tidak mungkin membiarkan tuan Chen Berjuang sendiri.. " jawab Long Feng dengan lantang.


"Baiklah kalau memang seperti itu keinginanmu.. "


"Jendral...laksanakan perintahku sekarang..!! ujar Yaseka lalu memberi tanda pada jendral Desmar untuk meninggalkan ruangan.


"Kami mohon diri yang mulia.. " balas Desmar dan Long Feng bersamaan.


Penguman yang dikeluarkan jendral Desmar sontak membuat ratusan ribu prajuritnya terkejut..


Jendral Desmar yang menemui prajuritnya setelah menemui para pendekar yang dikirim lebih dulu ke perbatasan untuk memastikan jalur yang akan mereka lalui tidak akan ada hambatan..langsung menunjuk tiga divisi prajurit yang masing - masing divisi terdiri dari seratus ribu orang prajurit untuk segera berangkat menyusul para pendekar yang sudah lebih dulu meninggalkan Nishada bersama Long Feng.


Dan yang makin membuat mereka kebingungan adalah.. perbekalan untuk mereka akan menyusul bersama dua ratus ribu orang prajurir beberapa hari kemudian.. dan mereka diperintahkan untuk membawa perbekalan secukupnya sampai pasukan tersebut datang.


Meskipun demikian.. tapi, prajurit - prajurit kerajaan Nishada yang memang sudah dipersiapkan untuk menghadapi hal - hal genting yang bisa terjadi kapan saja.. seperti tidak mengalami kesulitan.


Masing - masing dari mereka langsung mengemasi barang - barang yang akan mereka bawa dan hanya dalam kurun waktu satu jam.. tiga ratus ribu orang prajurit telah bersiap diatas kuda mereka masing - masing sambil menunggu istruksi selanjutnya.


Panas terik serasa membakar kepala..namun tiga ratus ribu orang prajurit Nishada tampak tidak bergeming menunggu instruksi selanjutnya dari jendral Desmar.


Sosok yang ditunggu - tunggu itu akhirnya tiba.. dengan mengenakan seragam militer kerajaan Nishada.. jendral Desmar terlihat naik keatas podium.


"PRAJURITKU SEKALIAN... "


"KITA MENDAPAT PERINTAH DARI YANG MULIA RAJA UNTUK BERANGKAT KE PERBATASAN NISHADA DAN HAN.. "

__ADS_1


"MAHOTRA YANG AKAN MEMIMPIN KALIAN KARENA AKU TIDAK BISA BERSAMA KALIAN KALI INI.. DAN SESAMPAINYA KALIAN DIPERBATASAN NANTI.. KALIAN SUDAH DITUNGGU OLEH PRAJURIT DARI KEKAISARAN HAN...DAN UNTUK SELANJUTNYA.. KALIAN AKAN BERADA DIBAWAH PERINTAH MEREKA.. "


"KITA BELUM TAU..PEPERANGAN SEPERTI APA YANG AKAN KITA HADAPI.. TAPI YANG PASTI.. APAPUN MISI YANG KITA JALANKAN.. KITA HARUS BISA MENUNJUKKAN PADA DUNIA.. JIKA NISHADA MEMILIKI PRAJURIT YANG PATUT DISEGANI.. "


Pelataran luas yang menampung prajurit - prajurit itu bergemuruh saat senjaya dan tameng saling beradu disertai teriakan - teriakan lantang dari prajurit - prajurit Nishada sesaat setelah jendral Desmar menghentikan sejenak pidatonya.


Keriuhan itu kemudian berhenti saat jendral Desmar mengangkat tangannya memberi tanda untuk melanjutkan kembali pidatonya.


"INI MUNGKIN AKAN MENJADI PERTEMPURAN BERAT BAGI KALIAN.. TAPI INGAT..!! KALIAN MEMBAWA NAMA KERAJAAN NISHADA DI DADA KALIAN.. "


"BUAT KAMI BANGGA..KARENA TELAH MEMILIKI PRAJURIT - PRAJURIT TANGGUH SEPERTI KALIAN..!! "


Suara gemuruh kembali terdengar.. namun tidak berlangsung lama karena Yaseka yang sudah mengenakan pakaian perang terlihat ikut naik ke atas podium.


"AKU SENDIRI YANG AKAN MEMIMPIN PASUKAN INI..!! " ujarnya lantang disambut suka cita oleh seluruh prajuritnya.


"Tapi yang mulia..?! " jendral Desmar.. seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


"Kami bertiga telah mengikat tali persaudaraan..dan prajurit Gurjara pasti akan dipimpin langsung oleh Mathanadeva."


"Mau ditaruh dimana mukaku jika Mathanadeva dan Chen Khu tidak melihatku di medan pertempuran..?! "bisik Yeseka.


Meskipun berat hati.. jendral Desmar mengangguk setuju mendengar alasan Yaseka.


"aku percayakan kerajaan ini padamu selama aku pergi.. " ucap Yaseka lalu tanpa sepatah kata lagi keluar dari mulutnya Yaseka menaiki kudanya dan disambut sorak - sorai oleh seluruh prajuritnya.


Genderang kemudian di tabuh mengiringi keberangkatan tiga ratus ribu orang prajurit kerajaan Nishada..yang merupakan kerajaan dengan wilayah kekuasaan berbatasan langsung dengan benua daratan tengah.


----@@@-----


PEMBERITAHUAN


PPNL kemungkinan akan libur tiga hari setelah ini.. berhubung menghadapi musim tanam dan pembukaan puasa yang jelas akan sangat menyita waktu..


tapi jika ada kesempatan untuk menulis.. saya usahakan untuk tetap up...untuk itu mohon dimaklumi.. 🙏


selanjutnya.. jadwal rilis PPNL akan dimajukan pukul 5.30 sore selama bulan ramadhan..


SEKIAN DAN TERIMA VOTE.

__ADS_1


__ADS_2