Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#203. Yang Ditunggu


__ADS_3

Kepulan debu yang disertai tekanan aura besar memenuhi arena pertarungan Chen Khu dan Tio Fu..


Pendekar - pendekar yang semula berniat menyerang Chen Khu terpaksa membatalkan niat mereka setelah merasakan tekanan aura membunuh dari Tio Fu.. melihat pendekar - pendekar itu mundur.. Chen Khu tersenyum..rencananya mengulur waktu dengan melawan Tio Fu ternyata berjalan lancar.. dan sepertinya Tio Fu memang merupakan salah seorang pendekar yang cukup disegani oleh pendekar - pendekar sekte pembunuh iblis.. bahkan pendekar tingkat tinggi sekalipun.


Chen Khu tidak bisa membayangkan.. jika Tio Fu mengesampingkan egonya dan ikut menyerang bersama pendekar - pendekar tingkat tinggi lainnya.. mungkin saja saat ini dia sudah tidak bernyawa lagi atau paling tidak dia sudah mendapatkan luka serius.


Tio Fu kali ini mengambil inisiatif untuk menyerang lebih dulu sambil melayang di udara.. Chen Khu yang masih menghemat energinya tidak meladeni Tio Fu dalam pertarungan udara.. dan hal ini kembali memaksa Tio Fu untuk bertarung jarak dekat di tanah.


Pertukaran serangan kembali terjadi.. namun kali ini berlangsung sangat cepat.. beberapa kali pertemuan tapak kedua pendekar menghasilkan benturan energi dan menimbulkan ledakan - ledakan besar.


"CAKAR GARUDA MAUT TINGKA ENAM..!! "


"GELOMBANG PENGHANCUR KARANG..!! "


Chen Khu yang baru saja melompat mundur untuk mengatur kuda - kuda kembali merengsak maju.. energi lebih besar diarahkan pada ujung - ujung jari tangannya.. hingga setiap kukunya terlihat mengeluarkan cahaya berwarna biru.


"TAPAK PEREGANG SUKMA..!! "


Tio Fu tidak mau kalah..juga menggunakan salah satu jurus andalannya.. jari - jemari Tio Fu juga ikut mengeluarkan aura hitam pekat.


Kedua pendekar itu kembali bertukar serangan.. telapak tangan Tio Fu hampir saja mengenai dada Chen Khu.. jika saja Chen Khu tidak menarik dadanya sedikit ke belakang..


Chen Khu kemudian bergerak sedikit ke kanan lalu mengayunkan tendangan ke arah ******** Tio Fu namun serangannya terbaca dan berhasil ditangkis oleh Tio Fu yang juga kembali mengincar tenggorokan Chen Khu..


Chen Khu memutar tubuhnya ke kiri untuk menghindar.. lalu menghentakkan kaki kanannya di tanah untuk melompat dan memutar tubuhnya di udara.


Tendangannya berhasil mendarat di dada Tio Fu tapi Tio Fu hanya mundur dua langkah dan tidak merasakan apapun karena dia masih sempat mengerahkan tenaga dalamnya untuk menahan efek tendangan Chen Khu.


Tio Fu mengibaskan tangannya seperti membersihkan debu yang menempel di pakaiannya lalu kembali bergerak menyerang.


"TINJU BESI TINGKAT TIGA..! "

__ADS_1


" PEMECAH KARANG..!! "


Tio Fu bergerak maju sambil mengepalkan tangannya.. bobot serangannya kali ini meningkat.. Chen Khu bahkan merasa tangannya bergetar saat pukulan mereka saling beradu satu sama lain..


Chen Khu juga merasa seperti dipukul menggunakan tongkat besi saat berusaha menangkis pukulan dari Tio Fu yang datang terus menerus.


Chen Khu mengibas - kibaskan tangannya sambil meringis kesakitan setelah melompat mundur untuk memgambil nafas.. dia bisa merasakan jika telapak tangan dan lengannya memar setelah puluhan kali beradu menangkis pukulan Tio Fu.


"Itulah mengapa aku dijuluki tinju besi dari selatan... " ujar Tio Fu seraya tertawa setelah melihat Chen Khu meringis kesakitan setelah mereka bertukar serangan.


"Ooh.. begitu yaa... baiklah.. kalau begitu.. besi akan dilawan dengan besi.. " balas Chen Khu lalu kembali mengeluarkan pedang naga langit dari giok semesta.


Tio Fu berdecak pelan saat melihat sebuah pedang tiba - tiba saja muncul dari ruang hampa dan langsung berada dalam genggaman Chen Khu.


"Belum pernah ada pedang yang mampu menembus kulit tinju besi.. " ucap Tio Fu.


"Oo.. begitu yaa... kalau begitu kita coba dengan pedang ini.. " balas Chen Khu lalu maju menyerang.


Baru dua langkah Chen Khu maju menyerang Tio Fu.. ..


Sebuah kembang api berwarna hijau meletus di udara..dan mengejutkan semua pendekar yang sedang bertarung dan menyaksika pertarungan.


"Kembang api berwarna hijau lagi.."


"Hati - hati.. itu hanya pengalih perhatian..


Ratusan pendekar yang sudah siap bergerak menuju sumber kembang api menghentikan niat mereka setelah mendapat peringatan dari Tio Fu..


Chen Khu menggaruk kepalanya.. jika saja sebagian besar pendekar - pendekar itu menuju ke lokasi asal kembang api.. maka peluangnya untuk meloloskan diri dari kepungan pendekar musuh semakin besar.. namun.. peringatan dari Tio Fu membuat harapannya sirna.


"Siaall... dia memang pembawa masalah.. " umpat Chen Khu dalam hati.

__ADS_1


Chen Khu langsung bergerak menyerang saat pendekar - pendekar itu tidak beranjak dari tempat mereka masing - masing.. Chen Khu ingin melampiaskan kekesalannya pada Tio Fu yang membatalkan niat para pendekar itu.


"DUUUUUUAAAR...!!! "


"DUUUUUAAAR...!! "


"DUUUUUUAAR..! "


Sepuluh kembang api berwarna hijau lain tiba - tiba kembali menghiasi langit malam itu dari berbagai arah..


Rupanya.. Kobayasi dan anak buahnya yang lebih dulu melarikan diri langsung menyebar ke segala arah dan langsung menyalakan kembang api susulan begitu tanda dari Nobita terlihat.


"Kita dikepuuung...!! " teriak beberapa pendekar..dan sebagian dari mereka terlihat panik.. mereka berusaha melihat ke sekililing sambil meningkatkan kewaspadaan..


Chen Khu tidak menyia - nyiakan kesempatan..


Dengan cepat dia melesat ke arah Tio Fu yang masih terlihat kebingungan melihat reaksi pendekar - pendekar sekte pembunuh iblis itu..dengan mengalirkan lebih banyak qi pada pedangnya.


Dentingan suara pedang yang beradu dengan tangan Tio Fu ibarat dua logam yang saling beradu.


Jurus tunju besi milik Tio Fu membuat lengannya memang sekeras besi.. namun pedang yang dihadapinya bukanlah pedang sembarangan.


Setelah bertukan beberapa serangan.. Tio Fu melompat mundur jauh ke belakang lalu mengusap lengannya yang terasa perih.


"Sial..!! pedang itu mampu melukaiku..!! " umpat Tio Fu dalam hati.


"Bagaimana..?! sepertinya besi yang kumiliki masih lebih baik dari besi milikmu..!! " ujar Chen Khu lalu kembali bergerak menyerang.


Tio Fu yang mulai menyadari kehebatan pedang yang digunakan oleh Chen Khu terlihat menjaga jarak dan sebisa mungkin menghindari tebasan pedang Chen Khu dan tidak lagi menggunakan lengannya untuk menangkis serangan.


Tio Fu mulai menyadari kesalahannya.. pendekar - pendekar yang semula hanya menyaksikan pertarungannya kini telah bergerak menuju ke berbagai arah yang menjadi sumber kembang api.. dan tidak ada lagi pendekar yang bisa dimintai bantuan..

__ADS_1


Kepanikan yang terjadi membuat pendekar - pendekar sekte pembunuh iblis langsung menyebar dan membentuk kelompok sendiri - sendiri tanpa menunggu komando..namun yang mereka tidak menemukan apa yang mereka cari.


Dugaan adanya pasukan yang mengepung mereka dibalik letusan kembang api ternyata salah.. dan mereka baru menyadari jika itu hanya itu hanyalah tipuan saat mereka kembali dan mendapati mayat Tio Fu.. si tinju besi yang tersohor di kekaisaran Han.. telah terpisah dengan kepalanya.. sekujur tubuhnya juga dipenuhi luka dan membuat mayatnya cukup sulit untuk dikenali lagi.


__ADS_2