
Langit senja mulai gelap pertanda malam akan segera datang.. tapi suasana pertempuran belum menunjukkan tanda - tanda akan berakhir.
Kehadiran Chen Khu dan Long Feng terbukti memberi banyak perubahan.
Long Feng bersama anak buahnya dengan formasi andalan mereka terus menerus memberikan tekanan pada pihak aliansi aliran hitam. Meskipun dengan jumlah yang sedikit, namun Long Feng sangat pandai dalam memilih lawan yang akan mereka hadapi.. tentu saja Long Feng hanya memilih bertarung dengan pendekar - pendekar kelas menengah dan memilih menggunakan formasi bertahan saat berhadapan dengan pendekar tingkat tinggi sebelum kemudian memilih untuk menjauh secara perlahan.
Di tempat lain.. Chen Khu juga sudah membunuh ratusan pendekar dari pihak aliansi yang saat ini sedang berhadapan dengan Lin Xu.
Kedua pendekar itu saling menjaga jarak.. Lin Xu yang merasa mendapat angin segar karena Chen Khu tidak langsung menyerang seperti sebelumnya memutar otak.. Lin Xu ingin meninggalkan medan pertempuran itu secepatnya atau nyawanya juga akan melayang seperti kedua rekannya sebelumnya.
"Bagaimana..?! apakah akan kuhabiskan sendiri atau ku sisakan satu orang untukmu..? " Chen Khu berbicara pada Xie Annchi yang ada di belakangnya tanpa menoleh sedikitpun.
Xie Annchi yang sedang berusaha memulihkan tenaganya terperanjat ketika mendengar suara yang sangat akrab di telinganya itu.
"Kakak.. benarkah itu kamu..?? " tanya Xie Annchi penuh harap.
"Apakah aku harus kembali memperkenalkan diri..? " balas Chen Khu sambil menoleh sedikit ke belakang dan menunjukkan senyum khasnya.
Xie Annchi merasa dadanya bergemuruh saat mengenali pemilik senyum tersebut dan berusaha berdiri untuk mendekati Chen Khu namun Chen Khu segera menghentikannya.
"Kita masih berperang bukan saatnya untuk menunjukkan raut wajah seperti itu.. "ucap Chen Khu lalu memberikan sebuah pil..lalu memerintahkan Xie Annchi untuk segera menyerap khasiat dari pil tersebut.
Pil obat atau pil sumber daya pendekar yang ada dalam gelang semesta pemberian Maruka memang sangat banyak dan sangat beragam.
Setelah membunuh empat orang pendekar sekte Kalajengking Merah dan mengorek informasi dari salah seorang yang dibiarkannya hidup.. Chen Khu segera memeriksa isi gelang semesta pemberian Maruka dengan harapan dia bisa menemukan sesuatu yang bisa membantu prajurit serta pendekar dari kekaisaran Ming, dan hasilnya setelah lebih dari dua jam memeriksa satu persatu isi dari gelang semesta, Chen Khu menemukan ribuan botol pil yang merupakan pil penyembuh dan ramuan sumber daya pendekar yang semuanya tersimpan dengan baik.
__ADS_1
Lin Xu belum berani bergerak sedikitpun.. meskipun Chen Khu mengalihkan pandangannya pada Xie Annchi.. Lin Xu hanya berharap ada salah seorang dari pihak aliansi yang akan mengalihkan perhatian Chen Khu agar dirinya bisa melarikan diri.. sebab Lin Xu yakin.. meski Chen Khu tidak melihat langsung padanya namun kewaspadaan pemuda itu tidak menurun.. dan bergerak sedikit saja mungkin bisa menjadi akhir dari riwayatnya.
Butuh waktu satu menit bagi Xie Annchi untuk bisa menyerap seluruh khasiat dari pil yang diberikan oleh Chen Khu dan hasilnya Xie Annchi merasakan tenaga dalamnya pulih lebih dari empat puluh persen.
" Bagaimana..?! masih harus ku urus sendiri..? " ujar Chen Khu menyeringai.
"Tidak perlu kakak.. aku bisa mengurusnya sendiri.. " jawab Xie Annchi mantap.
Tiba - tiba saja.. siulan panjang terdengar.. rupanya Zhao Li memerintahkan seluruh anggotanya untuk menudur kembali ke bukit karena hari sudah mulai gelap dan jarak pandang juga terbatas.
Mendegar siulan panjang itu.. Lin Xu segera melompat mundur dan berniat untuk menjauh namun tanpa disadarinya Chen Khu sudah berada lebih dulu di belakannya dan melayangkan sebuah pukulan yang mengenai punggungnya.
"Berniat pergi setelah kamu melukai putri guruku...?? tidak semudah itu..!! " ujar Chen Khu.
"Sejak kapan dia ada disitu..?! gumam Lin Xu dalam hati sebab tadi dia masih bisa melihat dengan jelas kalau Chen Khu sedang berbicara pada Xie Annchi.
Pendekar - pendekar dari pihak aliansi mulai menarik diri dan kembali ke perbukitan sedangkan prajurit - prajurit kekaisaran Ming mulai mengimpulkan rekan - rekan mereka yang terluka.
Ryu yang bertugas sebagai pimpinan rombongan menarik pasukannya sedikit mundur kebelakang untuk mengantisipasi jika ada serangan panah pada malam hari. sedangkan Long Feng membawa Jendral Chou yang masih tidak sadarkan diri bergabung bersama sisa pasukan kekaisaran Ming.
Padang savana yang semula ramai oleh suara pertarungan berubah sepi dan tinggal menyisakan tiga orang yang masih terlihat akan saling membunuh.
"Tuan.. siapa pemuda yang bersama kakak Annchi itu.. " tanya Fan Bingbing pada Liem yanh baru saja memberinya sebuah pil penyembuh luka.
"Semoga saja mataku masih jernih dan tidak salah mengenali orang.. "
__ADS_1
" Dia.. Chen Khu.. " ucap Liem sambil berbisik pada Fan Bingbing.
Fan Bingbing terkejut dan hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Liem barusan tapi Fan Bingbing tidak menemukan alasan bagi Liem untuk membohonginya.
Fan Bingbing berlari ke arah Chen Khu dan Xie Annchi yang sedang berhadapan dengan Lin Xu.. namun langkahnya terhenti saat melihat jendral Chou dipapah oleh anggota sekte Singa Gurun dalam kondisi tidak sadarkan diri.
"Ayaaah..! "
"Jendraal..!!"
Teriak Xie Annchi dan Liem bersamaan membuat prajurit - prajurit yang ada di dekat mereka menoleh dan langsung berlari membantu anggota sekte Singa Gurun untuk membopong tubuh besar Jendral Chou.
"Beri kami ruang.. " teriak Long Feng.
Long Feng lalu memerintahkan anak buahnya untuk mendudukkan Jendral Chou, kemudian dengan menempelkan kedua telapak tangannya.. Long Feng mengalirkan tenaga dalam untuk membantu Jendral Chou.
Sementara itu.. ditengah padang savana angin berhembus pelan.. membelai rerumputan yang sudah berwarna merah.. terlihat dua orang saling berhadapan dengan pedang terhunus.. sedang satu orang lainnya mengambil jarak sedikit menjauh seperti akan menjadi pengawas pertarungan.
Hari sudah mulai gelap dan memaksa Chen Khu menyalakan api di beberapa titik yang dibuat melingkar untuk memberikan penerangan pada kedua pendekar yang akan bertarung.
"Istri kelima..??! apa kamu masih ingat dengan ucapanmu..? " Xie Annchi memecah keheningan malam itu.
"Kamu beruntung nona.. jika bukan karena pemuda itu... " balas Lin Xu sambil melihat ke arah Chen Khu. Lin Xu juga melihat ke arah bukit berharap Zhao Li datang untuk membantunya.. namun harapan itu sepertinya hanyalah sebuah harapan kosong karena Zhao Li hanya ikut menyaksikan dari kejauhan dan memperhatikan pemuda yang mampu membunuh Sun Zuo dan Yang Sun dalam waktu yang relatif singkat.
"Jangan pernah mengalihkan pandangan dari lawanmu saat sedang bertarung..!! " teriak Xie Annchi yang sudah maju menyerang.
__ADS_1