Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#62. Gejolak Perasaan Xie Annchi


__ADS_3

Xie Annchi sudah lebih dulu sampai di penginapan saat Chen Khu memasuki penginapan tersebut.. Tanpa mengeluarkan sepatah katapun dia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


"Kakak... kakak... apa kakak baik - baik saja..? " ujar Xie Annchi sambil berlari kecil mendekati Chen Khu yang terus berjalan seolah tidak menghiraukan pertanyaan Xie Annchi yang terlihat khawatir karena melihat pakaian yang dikenakan Chen Khu dipenuhi lumuran darah serta banyak terdapat sobekan.


Xie Annchi terus mengikuti Chen Khu sampai ke depan pintu kamarnya, sambil terus berusaha untuk menanyakan keadaan Chen Khu.


"Aku butuh waktu untuk sendiri " ujar Chen Khu dingin lalu masuk kedalam kamar kemudian mengunci pintu kamarnya.


Setelah mengganti pakaiannya yang sobek dan dipenuhi darah,..Chen Khu lalu duduk bersila untuk memulihkan tenaga dalamnya yang cukup banyak terkuras.. sedangkan Xie Annchi dengan setia menunggu kakak seperguruannya di depan kamar.


"Nona.. sepertinya tuan pendekar sedang butuh waktu untuk memulihkan diri " ujar Gioro Kun yang juga mengkhawatirkan keadaan Chen Khu saat melihat keadaanya, dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Xie Annchi. Mereka berdua pun duduk didepan kamar Chen Khu untuk menunggunya keluar.


Tak ada satupun dari mereka yang melihat secara langsung pertarungan Chen Khu karena malam itu bulan tidak bercahaya terang.. tapi mereka semua bisa mendengar dan merasakan kalau pertarungan itu adalah sebuah pertarungan yang cukup dahsyat.


Setalah cukup lama menunggu, terdengar derao langkah dalam kamar yang menuju ke pintu..

__ADS_1


"Kakak... " Xie Annchi langsung memeluk Chen Khu saat Chen Khu baru membuka pintu kamarnya.. Kekhawatiran Xie Annchi tidak berlebihan jika melihat pakaian yang dikenakan oleh Chen Khu.. dan meskipun sudah mengganti pakaiannya, Xie Annchi khawatir jika Chen Khu hanya barusaha untuk menyembunyikan luka - lukanya.


"Kakak baik - baik saja kan..? " ujar Xie Annchi lalu mengamati seluruh tubuh Chen Khu setelah dia melepaskan pelukannya. Xie Annchi merasa takjub melihat Chen Khu yang sudah terlihat seperti semula dan wajahnya tidak menunjukkan kalau Chen Khu sedang menahan sakit.


"Heii.. kenapa kamu melihatku seperti itu Annchii..?? aku baik - baik saja.. meskipun tadi memang sempat terkena pedang mereka " ujar Chen Khu sambil melangkah untuk menghindari Xie Annchi yang terus memperhatikan tubuhnya.


Xie Annchi masih belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh Chen Khu.. sebab dia melihat sendiri sobekan yang terdapat pada pakaian kakak seperguruannya itu pastilah juga meninggalkan luka yang cukup serius..


"Hentikan Annchi... aku tidak rela jika kamu terus memperhatikan setiap lekuk tubuhku yang indah ini.. "ujar Chen Khu sambil tertawa meledek Xie Annchi yang wajahnya langsung memerah setelah mendengar perkataan Chen Khu barusan, sedangkan Gioro Kun hanya tersenyum melihat tingkah kedua remaja dihadapannya tapi tiba - tiba...


BUUUKK..!!


"Aku hanya memastikan kalau kakak baik - baik saja " ujar Xie Annchi sambil memperlihatkan senyum penuh kemenangan lalu pergi meninggalkan Chen Khu dan Gioro Kun yang sedang mematung karena terkejut akan sikap Xie Annchi yang tiba - tiba berubah seratus delapan puluh derajat itu.


Xie Annchi merasa sangat malu dan kesal ketika sikapnya yang terlalu mengkhawatirkan kakak seperguruannya itu malah dibalas dengan ledekan oleh Chen Khu dan untuk menutupi kekesalannya itu dia melepaskan sebuah pukulan yang tidak terlelu keras pada perut Chen Khu.

__ADS_1


"Tuan pendekar.. apa tuan baik - baik saja..?? " ujar Gioro Kun sambil merangkul Chen Khu yang baru saja terkena pukulan.


"Aku baik - baik saja tuan.. tapi sepertinya aku harus membereskan semua akibat dari pertarungan tadi " ujar Chen Khu lalu berjalan ke arah tangga dan diikuti oleh Gioro Kun.. sedangkan Xie Annci sudah lebih dulu masuk ke kamarnya berusaha menyembunyikan rasa malunya.


Chen Khu yang ditemani oleh Gioro Kun menemui pemilik penginapan dan mengganti semua kerugian yang dialaminya.. lalu Chen Khu juga menemui puluhan warga desa yang rumahnya telah rata dengan tanah.. dan dengan segera Chen Khu mengganti kerugian mereka dengan memberikan masing - masing lima koin emas pada pemilik rumah, jumlah yang terbilang sangat besar untuk mereka.


"Tuan pendekar.. bukankah lima koin emas itu terlalu banyak untuk masing - masing dari mereka. ?" tanya Gioro Kun setelah mereka meninggalkan kerumunan warga desa yang kehilangan tempat tinggal.


"Itu bahkan tidak cukup untuk membayar keterkejutan serta ketakutan mereka tadi " jawab Chen Khu sambil tersenyum tipis pada Gioro Kun.


Gioro Kun menggaruk kepalanya.. mencoba menerka - nerka uang yang harus dikeluarkannya untuk membayar jasa Chen Khu dan Xie Annchi yang telah menyelamatkan nyawa mereka.. karena untuk mengganti kerusakan yang ditimbulkan oleh pertarungannya sendiri.. Chen Khu tidak tanggung - tanggung memberikan uang sebanyak itu.. yang bahkan jika semua uang yang dimiliki oleh seluruh anggotanya dikumpulkan belum dapat menyamai jumlah uang yang baru saja dikeluarkan oleh Chen Khu.


Xie Annchi yang menyendiri dalam kamarnya masih bingung dengan perasaannya sendiri.. Hatinya begitu khawatir ketika melihat Chen Khu terluka, bahkan dia tidak bisa mengendalikan dirinya sampai memeluk Chen Khu karena saking khawatirnya..perasaan itu berkecamuk dalam dirinya.. Xie Annchi mulai was - was dengan perasaannya sendiri.. jangan - jangan dia mulai menyukai Chen Khu dalam hal yang tidak biasa.. meskipun dia sendiri tidak memungkiri kalau dia memang sangat mengagumi kepribadian Chen Khu.


Malam itu berlalu dengan meninggalkan sejumlah pertanyaan dalam diri Xie Annchi yang hampir tidak bisa memejamkan matanya karena terus memikirkannya..Kemarahan Chen Khu yang tidak terkendali sudah dua kali dia lihat langsung, dan keduanya terjadi karena ada pria lain yang akan berbuat sesuatu yang tidak sepantasnya padanya.. Xie Annchi sangat takut jika benih - benih cinta muncul dalam hatinya, sedangkan segala bentuk perhatian yang diberikan oleh Chen Khu sejak awal sampai saat ini hanya karena dia menganggap Xie Annchi sebagai adik dan putri gurunya yang sudah sepantasnya dia jaga dan perhatikan sebaik mungkin.

__ADS_1


------------


Jangan lupa Like setelah membaca.. serta luangkan waktu untuk menulis di kolom komentar jika ada sesuatu yang perlu di kritisi.


__ADS_2