Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#73. Firasat Buruk


__ADS_3

Saat matahari mulai menampakkan dirinya di ufuk timur.. Kaisar Shun Zhi tidak membuang waktu dan langsung menuju perbatasan untuk menyaksikan langsung pembangunan benteng pertahanan yang sudah hampir rampung.


Dengan ditemani oleh walikota, jendral Chou dan para pengawal lainnya dan diiringi oleg ribuan prajuritnya, Kaisar Shun Zhi bergerak menuju perbatasan.


Kedatangan Kaisar Shun Zhi tentu saja mengangkat moral pasukannya, belum lagi.. kedatangan Kaisar juga menambah tiga ribu orang prajurit dan menempatkan Jendral Chou sebagai pemimpin mereka di perbatasan.


Saat berpidato dihadapan seratus lima puluh ribu lebih prajuritnya.. Kaisar Shun Zhi juga memerintahkan pada walikota Tainan serta untuk mengevakuasi penduduk yang ada di dekat perbatasan menuju ibukota, jika kekaisaran Qing menyerang, dalam pidatonya itu, Kaisar Shun Zhi juga mengatakan.. akan menambah seratus ribu orang prajurit lagi untuk membantu mereka di perbatasan.


Pidato Kaisar Shun Zhi disambut sorak sorai dan teriakan penuh semangat oleh seluruh pasukannya sambil mengacungkan berbagai jenis senjata yang mereka miliki.


meskipun masih berusia sangat muda.. tapi kemampuan Shun Zhi berpidato memang sangat luar biasa. Kemampuannya menyusun kata - kata dan merangkainya membuat menjadi kalimat terbukti mampu membakar semangat seluruh pasukannya.


"Kita tidak akan memulai.. tapi jika mereka memulai.. maka kita tidak akan mundur walau sejengkal.. karena ini adalah tanah kita" ujar Kaisar Shun Zhi berapi - api mengakhiri pidatonya yang disambut teriakan penuh semangat oleh pasukannya.


Setelah bertemu pasukannya.. Kaisar Shun Zhi kemudian berjalan - jalan melihat perkembangan pembangunan benteng yang dijadikan sebagai pertahanan awal,dengan harapan.. jika benteng tersebut mampu mematahkan serangan kekaisaran Qing sejak awal, sehingga penduduk yang berada disekitar perbatasan tidak perlu dievakuasi.


Saat berjalan menyusuri benteng.. Kaisar Shun Zhi beberapa kali memuji Ken yang terlihat mampu menyiapkan pertahanan dengan baik.


Tempat yang akan digunakan oleh pasukan pemanah dibuat secara Khusus dengan perisai yang dipasang hampir menyerupai atap, untuk melindungi mereka dari panah lawan.. serta ratusan pelontar jarak jauh yang berjajar rapi di balik benteng.. Pintu masuk benteng juga terbuat dari kayu tebal yang juga dilapisi baja - baja tebal pada bagian luarnya, membuatnya terlihat sangat kita jika berhadapan dengan pendobrak pintu milik musuh.


Kaisar Shun Zhi mengakui jika benteng yang dibangun oleh Ken dalam waktu singkat terlihat lebih kuat dengan benteng yang melindungi ibukota yang dibangun oleh pendahulunya.


Sambil berkeliling benteng.. Kaisar Shun Zhi juga tidak henti - hentinya menyapa prajurit yang ditemuinya.. prajurit - prajurit itu tidak menyangka jika mereka akan berada sangat dekat dengan kaisar pada hari itu. Dan setelah menyusuri benteng secara keseluruhan Kaisar Shun Zhi memutuskan kembali ke kediaman walikota, dan diiringi oleh sisa pasukannya, sedangkan Jendral Chou diperintahkan untuk tinggal di perbatasan bersama dengan prajurit - prajurit yang tinggal berjaga disepanjang benteng.


***


"Annchi.. kita sudah berlatih disini hampir satu tahun.. dan peningkatan kemampuanmu juga sangat signifikan.. " ujar Chen Khu pada Xie Annchi saat telah menyelesaikan meditasinya.


"iya kakak.. kemampuanku saat ini, mungkin sudah jauh melampaui kemampuan ayahku.. tapi sampai saat ini aku belum tau sejauh mana perkembangan kakak " jawab Xie Annchi.


"Hmmm... saat ini aku baru bisa meningkatkan Chi yang kumiliki sebanyak sepuluh tingkat.. hanya saja tenaga dalam yang kumiliki saat ini belum cukup untuk melatih ilmu dari Pedang Naga Langit ".


"Ternyata tidak mudah untuk bisa berlatih dengan pedang itu.. meskipun kemampuan kakak saat ini sudah mencapai puncak level tujuh " ujar Xie Annchi menanggapi perkataan Chen Khu.


" iyaa.. aku harus mencari kurang lebih tiga atau empat lagi mustika raja atau ratu siluman untuk mempercepat peningkatan tenaga dalamku.. karena jika hanya mengandalkan sumber daya yang ada dari lembah harapan.. sudah tidak memberi perubahan yang signifikan padaku..hanya saja... " Chen Khu menghentikan penjelasannya sejenak sambil menghela nafas panjang.


"Hanya saja kenapa kak..?? " tanya Xie Annchi melihat perubahan ekspresi pada wajah Chen Khu.


"Hanya saja.. aku merasakan sebuah firasat buruk.. aku takut akan terjadi apa - apa..mungkin pada guru atau pada kekaisaran Ming " ujar Chen Khu sambil menghembuskan nafas yang terasa berat.

__ADS_1


"Maksud kakak.. apakah kekaisaran Qing akan memulai peperangan..? "


"Aku rasa juga begitu Annchi.. hanya saja kakak belum terlalu yakin.. hanya saja.. sebaiknya kita hentikan dulu sementara latihan kita.. dan kembali untuk mencari tau situasi yang terjadi sekarang.. " jawab Chen Khu sambil menatap wajah adik seperguruannya itu.


Xie Annchi bisa merasakan keseriusan ucapan Chen Khu dari tatapan matanya.. dan diapun mengangguk menyetujui ucapan kakak seperguruannya itu.. lagipula.. sudah hampir setahun dia berpisah dengan ayahnya.. pertama kalinya dia meninggalkan ayahnya dalam waktu sangat lama.. dia juga sudah sangat merindukan sosok ayahnya itu.


"Baiklah kalau begitu.. sebelum kita kembali ke sekte.. ada baiknya kita mampir dulu menemui Ken untuk mencari informasi tentang situasi yang terjadi saat ini " ujar Chen Khu sambil berdiri.


"Baiklah kak.. aku juga sudah sangat merindukan ayah.. "ujar Xie Annchi penuh semangat.. lalu dia menghentakkan kaki melesat ke udara dan diikuti oleh kakak seperguruannya..


***


Di Kekaisaran Qing.......


"Yang mulia.. orang - orang kita sudah memasuki wilayah kekaisaran Ming seperti yang kita rencanakan.. dari informasi yang mereka kirimkan.. sebagian dari mereka bahkan sudah ada yang berhasil membujuk sekte aliran hitam untuk membuat kekacauan di wilayah kekaisaran Ming " ujar Jendral Tian Li pada Kaisar Yong Zheng.


"Hmmm.. segera perintahkan mereka yang sudah berhasil membujuk sekte aliran hitam untuk mulai menjalankan aksinya..dan perintahkan yang lain untuk bergerak lebih cepat menemui para ketua sekte yang lain " ujar Kaisar Yong Zheng sambil mengelus - elus janggutnya.


"Seluruh pasukan kita juga sudah berkumpul seperti yang direncanakan.. kita tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan penyerangan " Kaisan Yong Zheng melanjutkan.


"Baik yang mulia.."Ujar Jendral Tian Li sambil memberi hormar dan meninggalkan Kaisar Yong Zheng. Jendral Tian Li lalu menemui beberapa orang yang bisa menggunakan burung merpati sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dan memerintahkan mereka untuk segera menyampaikan pesan kaisar pada orang - orang kekaisaran Qing yang sudah berhasil menyusup dalam wilayah kekaisaran Ming.


***


Xie Annchi adalah orang pertama yang merupakan murid asli Sekte Kuda Terbang yang mampu melakukan hal itu dan tentu saja.. jika melihat kemampuan yang dimilikinya saat ini.. jangankan ayahnya.. bahkan ketua sekte Kuda Terbang pun sudah jauh dilampauinya.


Kecepatan terbang Xie Annchi juga bisa diimbangi oleh Chen Khu jika menggunakan empat puluh persen kekuatan yang dimilikinya, tentu saja jika Chen Khu tidak menambahkan sedikir energi Chi pada tenaga dalamnya. Hal inilah yang membuat Chen Khu kagum akan perkembangan adik seperguruannya itu.. hanya saja Xie Annchi saat ini belum mempunyai senjata pusaka yang cocok untuk digunakannya.


Pedang pemberian Chen Khu yang biasanya digunakan untuk berlatih atau bertarung selama ini sudah patah setelah mengalami keretakan yang parah akibat berlatih tanding dengan Chen Khu beberapa kali.


"Sepertinya Ken sedang tidak ada di rumah " ujar Chen Khu saat menjejakkan kakinya di halaman belakang rumah kediaman walikota dan tidak seorangpun pengawal yang mengetahui kedatangan mereka.


"Kita tunggu saja dia di dalam kak.. kehadiran kita pasti akan menjadi kejutan buatnya " ujar Xie Annchi, lalu keduanya masuk kedalam kediaman Ken dengan menggunakan ilmu meringkan tubuh sehingga tidak seorang pun yang mengetahui kehadiran mereka, bahkan pelayan yang berada di kediaman itu.


Dari kejauhan terdengar suara kereta kuda mendekat dan memasuki pekarangan kediaman walikota beberapa saat setelah Xie Annchi dan Ken berada di ruang khusus yang biasanya digunakan untuk pertemuan.


"Hmm.. itu pasti Ken.. tapi kenapa banyak sekali prajurit yang mengikutinya..? " ujar Chen Khu


"Kita tunggu saja kak.. dia pasti akan ke sini " ujar Xie Annchi tampak tidak sabar untuk melihat reaksi Ken saat melihat mereka berdua.

__ADS_1


Suara langkah kaki yang cukup banyak terdengar mulai memasuki kediaman, dan setelah seseoran membuka pintu ruang pertemuan.. seseorang berpakaian mewah dan memancarkan aura kebangsawanan cukup tinggi memasuki ruangan, membuat Chen Khu dan Xie Annchi langsung membungkuk memberi hormat.


"Kaisar..!! " ujar keduanya serentak.


"Chen Khu.. Xie Annchi.. sejak kapan kalian ada di sini..?? kenapa tidak ada pengawal yang memberitahukan kedatangan kalian.. " ujar Ken yang sangat terkejut melihat keduanya yang sudah berada dalam kediamannya..


"Siapa mereka Ken..? "tanya Kaisar Shun Zhi sambil menoleh ke arah Ken.


"Yang mulia.. mereka berdua adalah murid dari sekte Kuda Terbang yang merupakan salah satu anggota aliansi aliran putih.." jawab Ken terlihat sangat senang melihat keduanya berhasil kembali dari Hutan Kematian.. dan jika bukan karena Kaisar Shun Zhi bersamanya.. bisa saja Ken akan memeluk Chen Khu.


"Silahkan berdiri.. " ujar Kaisar Shun Zhi pada Chen Khu dan Xie Annchi setelah mendengar jawaban dari Ken... lalu meminta keduanya untuk duduk di kursi yang ada di ruangan itu.


Ken kemudian menghujani Chen Khu dengan berbagai pertanyaan. Chen Khu menjawab satu persatu pertanyaan yang diajukan oleh Ken dan menceritakan tentang firasat buruk yang dirasakannya yang membuat mereka harus menghentikan latihan yang sedang mereka jalani..dan tiba - tiba saja.. salah seorang pengawal pribadi Kaisar memasuki ruang pertemuan dengan sangat terburu - buru.


"Kaisar.. " ujarnya sambil membungkuk memberi hormat.


"Ada apa Pai..sepertinya ada hal penting yang akan kamu sampaikan.. ? " tanya Kaisae Shun Zhi..


"Yang mulia.. baru saja saya mendapat kabar.. kalau beberapa sekte aliran hitam membuat kekacauan dengan merampok dan membunuh warga desa di berbagai tempat " ujar Pai dengan nafas memburu.


"Apaa...?? segera kirim surat ke aliansi untuk menghentikan kekacauan yang mereka buat.." perintah Kaisar Shun Zhi.


"Tapi maaf yang mulia.. sebagian besar pendekar dari aliansi sudah berada diperbatasan bersama pasukan kita " Ken langsung menyanggah perintah yang diberikan oleh Kaisar Shun Zhi.


" Kalau begitu.. perintahkan mereka untuk membentuk beberapa kelompok dan segera hentikan kekacauan yang dibuat oleh aliran hitam "..Kaisar Shun Zhu masih tidak merubah perintahnya.. meskipun harus mengurangi jumlah pendekar yang ada di perbatasan.


"Maaf yang mulia.. tapi.. jangan sampai ini adalah bagian dari rencana Kaisar Qing untuk memecah kekuatan pasukan yang saat ini berada diperbatasan, lalu setelah jumlah kita berkurang maka mereka akan melakukan penyerangan.. hamba memiliki firasat buruk dengan kejadian ini yang mulia.. karena jika berdasarkan laporan dari pengawal pribadi yang mulia.. kekacauan yang dibuat oleh aliran hitam sepertinya ada yang mengendalikan karena terjadi serentak di berbagai tempat.. " ujar Chen Khu menampili.


"Betul yang mulia.. bisa saja ini sebuah jebakan yang mereka buat " ujar Ken membenarkan ucapan Chen Khu..


"Lalu kita harus bagaimana..?? apakah kita akan membiarkan mereka terus berbuat seperti itu..? ujar Kaisar Shun Zhi dengan nada tinggi.


"Yang mulia.. percayakan pada kami berdua untuk mengurus mereka.. tetap siagakan pasukan di perbatasan karena bisa jadi Qing akan segera menyerang " ujar Chen Khu sambil melihat ke arah Xie Annchi yang mengangguk tanda setuju.


"Baiklah.. aku percayakan pada kalian.. tapi pihak aliansi yang masih mempunyai pendekar dan tidak ditempatkan diperbatasan saya akan perintahkan untuk membantu kalian, karena kejadian ini terjadi di beberapa tempat.. " ujar Kaisar Shun Zhi lalu berdiri.


"Pengawal.. siapkan kuda.. kita harus secepatnya kembali ke ibukota.. dan Ken.. sampaikan pada Jendral Chou untuk meningkatkan kewaspadaanya " ujar Kaisar Shun Zhi lalu berjalan cepat keluar dari ruang pertemuan itu.


Kaisar Shun Zhi menaiki kuda yang sudah disiapkan oleh pengawalnya lalu memacu kuda tersebut kembali ke ibukota bersama seluruh pengawal pribadinya dan dua ribu orang prajurit dengan meninggalkan kereta kuda yang ditumpanginya saat datang ke Tainan.

__ADS_1


__ADS_2