
Serangan - serangan Wong Fei semakin cepat dan semakin berbahaya seiring tenaga dalamnya yang terus bertambah.. dan terus menurunnya kemampuan yang dimiliki oleh Chen Khu...tapi sejauh ini Chen Khu masih belum memberi celah pada Wong Fei untuk melukainya.. meskipun mulai terdesak.. Chen Khu masih terus memberikan perlawanan yang merepotkan Wong Fei..
"Jika seperti ini terus.. aku pasti kalah.. apa boleh buat..!! " gumam Chen Khu dalam hati.. Chen Khu yang terus menerus mendapatkan serangan dan dipaksa berada dalam posisi bertahan akhirnya berani mengambil resiko untuk menggunakan seluruh kemampuan yang ada.. Chen Khu tidak lagi berusaha untuk menyisakan kekuatannya atau nyawanya yang akan melayang.
"LANGKAH PETIR TINGKAT TIGA "
Chen Khu berusaha mengimbangi kecepatan serangan Wong Fei dengan meningkatkan kecepatannya sendiri... meskipun tenaga dalamnya tinggal empat puluh persen dan jika digunakan untuk mengeluarkan jurus - jurus rahasia seperti ini akan lebih cepat menguras tenaga.. tapi Chen Khu sudah tidak memperdulikannya lagi.. baginya saat ini adalah.. bagaimana memisahkan tongkat giok dengan tubuh Wong Fei...
Pertarungan mereka menjadi semakin cepat dengan terus berada di udara.. kecepatan jurus langkah petie tingkat tiga memang membuat kecepatan Chen Khu menjadi sedikit diatas Wong Fei... serangan Chen Khu yang sudah menggunakan seluruh kemampuannya berbalik menekan Wong Fei..
"PEDANG PEMBELAH BADAI..!! "
Chen Khu mengeluarkan kembali salah satu jurus andalannya ketika tercipta jarak yang cukup jauh diantara keduanya saat Wong Fei melompat mundur jauh kebelakang untuk sedikit mengambil nafas.. posisi tersebut tentu saja tidak disia - siakan oleh Chen Khu dan langsung memberikan serangan.. tapi Chen Khu yang sudah menduga serangannya akan berhasil dihindari oleh Wong Fei telah menyiapkan serangan susulan..
"PEDANG PEMBELAH BADAI TINGKAT TIGA..!! "
Chen Khu memberikan serangan susulan saat posisi Wong Fei sedang melayang menghindari serangan pertama.. Wong Fei yang sedang dalam posisi yang kurang menguntungkan itu langsung merubah arahnya untuk mengelak.. tapi tentu saja.. Chen Khu sudah menyiapkan serangan selanjutnya...
" PEDANG HALILINTAR TINGKAT TIGA..!! "
"LANGKAH PETIR TINGKAT LIMA..!! "
Setelah memberikan serangan beruntun untuk ketiga kalinya dengan menggunakan jurus pedang halilintar.. Chen Khu sudah bisa menebak arah yang selanjutnya akan diambil oleh Wong Fei untuk menghindar.. olehnya itu.. Chen Khu sudah menuju arah yang dimaksud menggunakan jurus langkah petir tingkat tinggi.. dan benar saja..
Wong Fei yang masih dalam posisi menghindar tidak menyadari kehadiran Chen Khu yang ternyata sudah menunggu kedatangannya.. saat posisi Wong Fei masih berputar memghindari gelombang energi yang datang.. Chen Khu sudah mengayunkan pedangnya tepat mengarah pada tubuh Wong Fei..
Wong Fei tidak yang sedang tidak siap menerima serangan itu berusaha menangkis datangnya sabetan pedang yang bisa memotong tubuhnya menjadi dua bagian.. namun naas.. meskipun tongkat gioknya dapat menahan pedang Chen Khu agar tidak memotong tubuhnya.. tapak Chen Khu mendarat telak di dadanya.. bersamaan dengan saat kedua pusaka itu saling berbenturan..
"CAKAR ELANG NAGA TINGKAT LIMA..!! "
__ADS_1
Chen Khu mengerahkan banyak tenaga dalam saat menggunakan jurus tapak itu.. jika serangan itu mengenai pendekar level tujuh menengah.. tentu saja tubuh pendekar itu akan terpisah menjadi potongan - potongan kecil.. hanya saja.. tubuh Wong Fei.. pendekar yang sudah mencapai tingkat pendekar level delapan tahap awal.. mampu menahan besarnya tenaga dalam yang dikeluarkan oleh Chen Khu..
Tubuh Wong Fei terhempas kebelakang dengan cepat bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya... Wong Fei sempat memuntahkan darah segar ketika telapak tangan Chen Khu menghantam dadanya.. tapi penderitaan Wong Fei ternyata belum berhenti sampai di situ..
"TAPAK DEWA API..!! "
Wing Chun yang sudah memulihkan sebagian luka dalam serta tenaga dalamnya sudah menunggu disisi yang lain... Wing Chun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk segera bisa mengalahkan Wong Fei..
Telapak tangan Wing Chun mendarat pada punggung Wong Fei yang sedang terhempas akibat hempasan tenaga dalam dari Chen Khu.. Wing Chun yang menggunakan hampir seluruh tenaga dalamnya saat memberikan serangan itu langsung mendarat kembali di tanah karena sudah kehabisan tenaga dalam untuk terbang..
Wong Fei yang mendapatkan serangan itu merasa jika semua tulangnya menjadi remuk.. mulutnya menyemburkan darah segar.. telinga serta pori - porinya pada kulitnya mengeluarkan darah.. tubuhnya kembali tehempas ke arah Chen Khu yang sedang berada dalam jurus langkah petirnya.. dan menyambut kedatangan Wong Fei yang terlempar kembali padanya akibat serangan Wing Chun..
"SRAAAK.. !!"
Sabetan pedang Chen Khu berhasil mengenai lengan kanan Wong Fei yang memegang tongkat giok.. dengan cepat Chen Khu menangkap lengan itu dan mengambil tongkat giok lalu melemparkan tongkat tersebut pada Wing Chun yang sedang terengah - engah sambil memegangi lututnya karena hampir kehabisan tenaga saat mengeluarkan jurus tapak dewa api...meskipun hampir kehabisan tenaga.. tapi Wing Chun masih bisa menangkap tongkat yang dilemparkan oleh Chen Khu dengan sempurna..
"Cukup sampai disini orang tua.. !!" teriak Chen Khu sambil mengayunkan pedangnya ke arah jantung Wong Fei yang sudah terbaring lemah.. tapi.. Wong Fei yang hampir kehilangan kesadarannya tidak mau menyerah.. dengan tenaga yang tersisa.. Wong Fei melakukan sebuah gerakan dari teknik rahasia yang berasal dari kitab kuno leluhur Kuil Dewa Api..
"ZHA HUI YIJI "
Sebuah lubang hitam keluar dari tubuh Wong Fei dan menyerap apa saja yang ada disekitatnya dalam radias lima puluh meter.. tidak terkecuali Chen Khu yang tidak dapat melepaskan diri dari sedotan lubang hitam tersebut.. tubuhnya ikut terbawa masuk kedalam lubang tersebut dan beberapa saat kemudian....
"BLAAARRR....!!! "
Tubuh Wong Fei dan lubang hitam itu meledak.. ledakannya mengahasilkan suara yang amat keras dan bahkan terdengar sampai ke dalam benteng..
Pasukan kekaisaran Ming yang semula larut dalam euforia kemenangan sejenak terdiam memdengar suara ledakan tersebut.. Xie Annci yang pertama kali menyadari.. langsung terbang menuju sumber ledakan.. dan mendapati maha guru Wing Chun sedang berlutut dan bertumpu pada sebuah tongkat giok dan terlihat meneteskan air mata..
"Maha guru.. apa yang terjadi..?? " Tanya Xie Annchi dengan perasaan was - was setelah melihat ke sekililingnya dan tidak menemukan Chen Khu.
__ADS_1
"Kami sudah hampir mengalahkannya...tapi anak muda itu.. " suara Wing Chun tersedak.. dan tidak mampu melanjutkan kata - katanya..
"Anak muda...?? maksud maha guru.. Chen Khu..??" tanya Xie Annchi sambil mengahmbur mendekati maha guru Wing Chun dan berlutut dihadapannya dengan mata yang mulai berkaca - kaca..
" Dia masih sangat muda.. dan sangat berbakat.. hanya saja dia sedikit gegabah.. " jawab Wing Chun sambil tertunduk.. dan tidak lagi melanjutkan ucapannya..
Air mata mulai mengalir di pipi Xie Annchi.. meskipun Wing Chun tidak lagi melanjutkan kata - katanya.. tapi Xie Annchi sudah bisa menangkap maksud dari Wing Chun..
"KAKAAAAAAAKK...!! "
Xie Annchi berteriak sekeras - kerasnya.. dia tidak mampu menahan gejolak dalam batinnya.. beberapa pendekar yang menyusul Xie Annchi juga sudah sampai.. termasuk Xie Jiang ayahnya dan beberapa pendekar tingkat tinggi lainnya..
"Ayaaah.. Chen Khu.. ayah... "
Xie Annchi menangis.. dalam pelukan ayahnya yang matanya juga ikut berkaca - kaca.. sedangakan beberapa pendekar lain membantu Wing Chun untuk berdiri.
Jendral Chou dan Ken yang ikut menyusul Xie Annchi menanyakan perihal Chen Khu pada maha guru Wing Chun.. dan dengan terbata - bata Wing Chun menceritakan jika Chen Khu ikut tersedot masuk kedalam lubang hitam yang diciptakan oleh Wong Fei pada saat - saat terakhirnya.. dan ikut meledak bersama lubang itu.
Seluruh pendekar yang ikut menyusul Xie Annchi tertunduk sedih.. tidak terkecuali Jendral Chou yang sangat terpukul dengan kematian Chen Khu.. karena jika bukan karena Chen Khu datang tepat waktu.. mungkin saja pasukan bantuan yang datang hanya akan menjumpai puing - puing kota Tainan..
Mereka semua tertunduk dalam kesedihan.. Maha guru Wing Chun yang masih lemas akhirnya melepaskan pegangan Ken yang tadi membantunya berdiri.. dengan berjalan tertatih - tatih.. dan bertumpu pada tongkat gioknya.. dia berjalan ke arah terjadinya lubang hitam yang ikut menyedot Chen Khu untuk memberikan penghormatan terakhir..
"Aku.. Wing Chun.. ketua sekte Kuil Gunung Hang Chu.. memberikan penghormatan terakhir padamu. Chen Khu...." Ujar Wing Chun sambil memberi hormat..menghadap pada arah lubang yang ada pada tanah tempat terjadinya ledakan terakhir tersebut..
Tindakan Wing Chun itu kemudian diikuti oleh pendekar - pendekar lain termasuk Jendral Chou dan Ken yang ikut berdiri di belakang Wing Chun dan memberi penghormatan terakhir pada Chen Khu..
Berbeda dengan Xie Annchi dan ayahnya.. tubuh mereka berdua sangat lemah dan bahkan tidak mampu untuk berdiri.. Xie Annchi terus mengis dalam pelukan ayahnya sedangkan ayahnya tidak mampu berkata apa - apa dan ikut larut dalam kesedihan..
Pendekar - pendekar lain akhirnya membantu mereka berdua untuk berdiri lalu menaikkan keduanya ke atas kuda dan membawa mereka kembali kedalam benteng.
__ADS_1