
Laksminingrum segera masuk ke dalam gua yang berada di depannya itu bersama dengan kedua siluman buaya yang membantunya mencari Aji Dharma. Walaupun terlihat gampang untuk mencari Aji Dharma di dalam gua, namun ternyata tidak semudah yang di bayangkan. Gua itu memiliki banyak cabang. Ia tak ubahnya seperti labirin.
Kesulitan lain yang dialami adalah keadaan di dalam gua yang semakin gelap. Semakin kedalam semakin sedikit cahaya yang bisa masuk.
"Benarkah Aji Dharma berada di sini?" Laksminingrum mulai meragukan kedua wanita siluman buaya itu.
"Ini adalah tempat tinggal dari wanita yang sudah menculik pria yang berjalan bersamamu. "
"Apa kalian mengenal wanita tua itu? Dan lalu kenapa kalian mau membantuku?"
"Aku mengenalnya. Ada yang takdir yang terikat antara kamu dan ratu kami yang membuat sang ratu mengutus kami untuk membantumu," jawab salah satu dari mereka.
"Takdir yang terikat? Maksudnya? Apa ratu punya hubungan denganku?" Laksminingrum sedikit terkejut saat mendengarnya.
__ADS_1
"Soal itu, kami tidak tahu. Aku pernah bertanya kepadanya tapi dia hanya berkata kalau semuanya akan terjawab seiring berjalannya waktu."
Laksminingrum tidak puas sama sekali dengan jawaban itu. Ia ingin mendapatkan jawaban yang lebih jelas. Ia bahkan sama sekali tidak mengerti dengan jawaban yang diberikan oleh mereka.
"Setelah ini apa aku boleh bertemu dengan ratu kalian?" Tanya Laksminingrum.
"Soal itu, lebih baik kita bicarakan nanti. Yang terpenting sekarang adalah menemukan pria itu dulu . Kalau kita terlambat, ia bisa menjadi tumbal ."
***
"Pelayan, apakah kami sekarang sudah berada di negeri Majasari?" terlihat oleh prajurit utusan raja serombongan orang yang sedang bertanya kepada seorang pelayan saat ia sedang makan di sebuah kedai yang berada tepat disebelah penginapan.
"Iya tuan."
__ADS_1
"Kalau begitu apa kamu tahu dimana letak kadipaten Mangkualam?" Tanya mereka lagi.
"Tuan-tuan sekarang sudah berada di kadipaten Mangkualam," kata sang pelayan. Prajurit yang mendengar hanya diam saja . Dia berusaha tidak terlihat sedang memperhatikan mereka. Melihat secara sekilas saja ia tahu tujuan mereka pasti tidak jauh-jauh dari membuat kekacauan.
Setelah mendengar mereka menanyakan letak istana kadipaten, prajurit itu jadi semakin yakin. Nampaknya mereka punya niat yang buruk. Tapi nampaknya mereka lebih terlihat seperti sekelompok orang yang akan bekerjasama dengan Adipati.
Adipati Mangkualam yang bernama Kencana Wulan itu sedang merencanakan sesuatu . Kata raja ia dicurigai bekerjasama dengan lintah darat. Sepertinya dia sedang membutuhkan dana yang besar sampai rela berbuat kotor. Tapi untuk apa semua itu?
***
Aji Dharma yang tidak bisa melarikan diri terus mengharapkan kedatangan Laksminingrum untuk menolongnya, walaupun menurutnya hal itu mustahil. Ia tidak meragukan teman seperjalanannya itu, tapi ia pesimis kalau Laksminingrum tahu tempat dimana ia sedang menantikan waktu untuk menjadi tumbal wanita tua yang haus akan kecantikan dan kekuatan .
Daripada hanya merenung sambil melakukan sesuatu yang tidak berguna, ia memutuskan untuk terus berdoa kepada Dewata agung agar keajaiban yang membuatnya lolos dari maut bisa datang kepadanya. Bagaimanapun, hanya itu satu-satunya jalan yang tersisa untuknya kini. Ia belum ingin mati sebelum mendapatkan kekuatan yang lebih besar dari Arya Bayu .
__ADS_1