
Kehadiran pendekar dengan tingkat energi yang cukup besar membuat Chen Khu meningkatkan kewaspadaannya.. meskipun dengan kehadiran pendekar tersebut membuat ratusan orang yang semula mengepungnya melompat mundur dan sedikit menjauh.
Pendekar - pendekar itu mengetahui dengan sangat jelas siapa pendekar yang baru saja datang dan seperti kemampuannya, serta bagaimana efek pertarungan yang akan ditimbulkan olehnya.
Meskipun berada di pihak yang sama.. tapi pendekar - pendekar itu tidak ingin mengambil resiko terkena serangan nyasar akibat pertarungan besar yang akan segera terjadi.
"Kamu masih bisa tenang saat berhadapan denganku..?! "ujar pendekar itu lalu kembali bersiap menyerang..
"Memangnya kamu siapa..?! " Chen Khu mengangkat bahu dan mengeryitkan keningnya..datangnya pendekar tersebut setidaknya memberi sedikit waktu bagi Chen Khu untuk kembali mengatur nafas.
" Kamu tidak mengenalku..?? baiklah.. anggap saja tadi serangan perkenalan dari Tio Fu.. Tinju besi dari selatan.
"Hahaha.. baru kali ini aku mengetahui nama lawanku sebelum aku membunuhnya.. " balas Chen Khu sinis.
Dengan munculnya Tio Fu sebenarnya memberi kesempatan pada Chen Khu untuk mengulur waktu lebih lama..karena serangan frontal dari pendekar - pendekar lain boleh dibilang berhenti sejenak dan menyaksikan Tio Fu yang berjuluk tinju besi dari selatan yang namanya sudah sangat tersohor di dunia persilatan kekaisaran Han..dan Chen Khu menyadari hal itu.
Chen Khu mengambil inisiatif serangan lebih dulu... sambil berlari dia mengayunkan pedangnya mendekati Tio Fu yang merupakan pengguna ilmu tapak.. dan saat jarak mereka tinggal beberapa langkah.. pedang naga langit menghilang dari genggaman Chen Khu.
Chen Khu ingin meladeni Tio Fu bertarung dengan tangan kosong dan hal itu tentu saja akan semakin memperpanjang durasi pertarungan karena Chen Khu ingin mengulur waktu selama mungkin sambil menunggu sinyal dari Nobita.
Tio Fu menoleh ke kiri dan ke kanan mencari pedang yang semula digunakan oleh Chen Khu.. Tio Fu berpikir mungkin itu adalah salah satu teknik untuk mengelabuinya.. tapi ternyata itu malah menjadi celah yang dimanfaatkan secepat mungkin oleh Chen Khu.
Tio Fu terlambat menyadari jika Chen Khu juga sudah tidak lagi berada di hadapannya.. dan kini sudah berada diatas kepalanya bersiap memberikan sebuah pukulan keras.
__ADS_1
Tio Fu langsung bereaksi dengan menyilangkan kedua tangannyabdiatas kepala berusaha membendung serangan yang mengincar kepalanya.. dengan mengerahkan tenaga dalam yang cukup besar pada kedua tangannya.
"BLAAR..!! " Sebuah ledakan besar terjadi saat dua energi berbenturan.. tanah yang dipijak oleh Tio Fu retak.. sedangkan Chen Khu terlempar ke udara akibat efek benturan energi yang baru saja terjadi.
Dari pertukaran serangan pertama itu Tio Fu bisa merasakan besarnya energi yanv dimiliki oleh Chen Khu.. sedangkan Chen Khu bisa meraih kembali keseimbangannya di udara.
"Oh.. kamu bisa melayang di udara rupanya..?! baiklah.. hutan ini memang terlalu sempit untuk menjadi arena pertarungan kita.. " ujar Tio Fu lalu ikut melompat ke udara.
"Anggap saja tadi itu salam perkenalan dari Chen Khu.. pendekar dari sekte kuda terbang.. " balas Chen Khu yang sudah bersiap memberikan serangan lanjutan.
Tio Fu yang sekarang lebih siap menyambut datangnya serangan.. dan dalam waktu singkat.. pertukaran serangan dengan menggunakan tangan kosong terjadi di udara.
Chen Khu yang memang seorang pendekar pedang terlihat sedikit kewalahan menghadapi serangan - serangan Tio Fu yang sangat cepat dan dalam setiap serangannya mengandung tenaga dalam yang cukup tinggi.
Kedua pendekar yang sedang bertarung itu perlahan menurunkan ketinggian untuk menghemat penggunaan energi..hingga akhirnya kaki kedua pendekar itu kembali menginjak tanah.
Apa yang dikhawatirkan pendekar - pendekar sekte pembunuh iblis sebelumnya benar terjadi.. benturan - benturan energi dari kedua pendekar itu membuat pohon - pohon besar tumbang.. serta tanah yang menjadi lokasi pertarungan mereka retak bahkan terdapat lubang besar di beberapa titik.
"CAKAR ELANG.. "
Tio Fu beralih menggunakan jurusnya yang lain.. dengan membuka sedikit kedua telapak tangannya hingga membentuk cakar burung elang yang siap menerkam mangsanganya.
"CAKAR GARUDA MAUT..! " Chen Khu juga menggunakan jurus yang hampir sama dengan jurus yang digunakan oleh Tio Fu..
__ADS_1
Pertarungan jarak dekat kedua pendekar kembali berlangsung.. dan semakin sengit.. sesekali kengan kedua pendekar saling mengunci.. sedangkan sebelah tangan mereka yang lain saling menyerang..
Chen Khu mendorong tubuh Tio Fu kebelakang sebelum melepaskan sebuah tendangan memutar yang mampu ditangkis dengan mudah...Tio Fu berhasil mencengkram kaki Chen Khu dengan tangan kirinya lalu.. Tio Fu memutar tubuh Chen Khu sebelum melepaskan sebuah pukulan ke arah perut.
Chen Khu berusaha melepaskan diri dengan memutar tubuhnya.. namun pukulan Tio Fu datang terlalu cepat dan berhasil bersarang di perutnya.. beruntung Chen Khu berhasil melindungi dirinya dengan qi sesaat sebelum kepalan tangan Tio Fu mendarat di perutnya.
Tubuh Chen Khu terlempar beberapa meter dan menumbangkan sebatang pohon yang dilaluinya.. sedangkan Tio Fu seolah tidak ingin memberi kesempatan pada Chen Khu dan terus menyongsong Chen Khu yang masih dalam posisi terseret di tanah.
Beberapa pukulan dilepaskannya secara beruntun dan kembali membuat Chen Khu terus terseret lebih jauh.
Chen Khu berusaha meraih keseimbangannya dengan menancapkan jari - jarinya di tanah dalam posisi berlutut.
Tio Fu yang berada diatas angin terus mendesak Chen Khu.. namun kali ini.. Chen Khu yang mampu mendapat kembali keseimbangannya mampu menangkis pukulan - pukulan yang datang dan setelah berguling di tanah.. Chen Khu menghentakkan telapak tangannya dan sebuah tendangan berhasil bersarang di dagu Tio Fu.
Chen Khu yang berhasil menyarangkan tendangan dalam posisi membalikkan tubuh di udara langsung melayangkan sebuah tendangan memutar kembali dan berhasil mengenai perut Tio Fu hingga membuatnya terlempar.. belum selesai sampai di situ.. Chen Khu terus mengikuti Tio Fu dan sebuah tendangan pacul kembali bersarang di perut Tio Fu membuat tubuh pendekar itu mendarat keras di tanah.
Sebuah lubang besar di tanah kembali tercipta saat tubuh Tio Fu membentur tanah.. beruntung dia masih bisa melindungi tubuhnya dengan tenaga dalam disaat terakhir sebelum membentur tanah.. sedangkan Chen Khu tidak melanjutkan serangannya dan memilih melompat mundur ke belakang.
Ratusan pendekar yang menyaksiakan pertarungan tersebut, kembali bergerak menyerang Chen Khu.. mereka berupaya mencegah Chen Khu untuk memberikan serangan susulan pada Tio Fu yang kondisinya belum diketahui.
Chen Khu kembali mengeluarkan pedang pusaka miliknya menyambut serangan pendekar - pendekar tersebut.. tapi saat jarak mereka tinggal menyisakan beberapa meter lagi.. sebuah teriakan disertai kepulan debu menghentikan langkah pendekar - pendekar tersebut.
"Jangan ikut campur..!! dia milikku..!! " tubuh Tio Fu kembali melayang di udara dan kali ini.. sebuah aura besar menyelimuti tubuhnya.
__ADS_1