Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
58 . Menjadi Manusia Serigala (5)


__ADS_3

"Apa tidak apa kita meninggalkan manusia yang seperti serigala itu?" Sambil memakan ikan yang baru matang di panggang, Aji Dharma bertanya demikian. Ia nampaknya merasa bersalah juga.


"Mau bagaimana lagi? Lagipula kan dia yang tidak mau mendekat. Aku sebenarnya merasa bersalah juga. Lagipula kalau dia mendekat juga aku tidak bisa menolongnya."


"Iya juga sih. Orang itu seperti terkena sihir kalau ku lihat. Tapi entahlah aku juga kurang yakin . Setelah ini aku mau mencarinya lagi. Kamu mau ikut? "


"Tentu saja."


Setelah selesai makan, mereka kemudian mencari keberadaan manusia serigala itu dengan berjalan di udara agar lebih cepat. Segera setelah melihat manusia serigala itu mereka turun. Manusia serigala itu sebenarnya melakukan perlawanan, namun seperti tidak berarti. Dengan mudah ia bisa diikat di sebuah pohon dengan menggunakan akar tanaman yang sangat kuat.

__ADS_1


Dia terlihat sangat berusaha untuk melepaskan diri. Dia tak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi lagi .


"Tenang saja. Kami bukan orang yang jahat. Kamu ini siluman atau manusia? Jika kamu manusia kamu bisa menjawabnya mengangguk," kata Laksminingrum.


Manusia serigala itu mengangguk. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh kedua orang itu. Yang bisa ia lakukan hanya menuruti apa yang mereka katakan.


"Karena kamu sepertinya tidak bisa berbicara, bisa kamu tuliskan apa yang terjadi kepadamu dengan menulis di pohon besar itu menggunakan kuku mu? Kulihat kuku tanganmu itu cukup untuk membuat kulit pohon tergores. Itupun kalau kamu mau ditolong," kata Laksminingrum lagi.


"Aku mengerti sekarang. Kalau begitu, lebih baik kamu tunjukkan dimana wanita itu mengubah mu. Tenang saja , kamu tidak perlu takut pada kami. Kami ini bukan orang jahat," Laksminingrum berusaha menyakinkan manusia serigala itu.

__ADS_1


"Aku bisa menjamin kalau kami bukan orang jahat. Kami akan berusaha membantumu sebisa mungkin," Aji Dharma menambahkan.


Karena sepertinya tidak ada pilihan lain yang lebih baik, manusia serigala itu memberikan kode kepada mereka untuk mengikutinya. Walaupun sebenarnya ia tak yakin dengan mereka, tapi dia juga tak ingin berwujud seperti itu lebih lama lagi.


Aji Dharma dan juga Laksminingrum segera mengikuti dari belakang. Walaupun tahu nantinya bakal menghadapi seorang wanita yang nampaknya akan sangat merepotkan, mereka sangat optimis akan adanya keberuntungan yang akan memihak kepada mereka seperti yang sebelum-sebelumnya terjadi.


Selama ini, selalu saja ada seseorang yang akan membantu mereka disaat sudah tak bisa apa-apa. Keberuntungan yang diberikan Dewata Agung itu seperti tiada habis-habisnya.


Lagipula saat melihat ke peta, jalan yang dilalui juga merupakan rute menuju ke gunung Luhur, walaupun gunung itu letaknya masih jauh dari sana. Setidaknya mereka sudah sedikit lebih dekat dengan tujuan mereka.

__ADS_1


Sambil berjalan, mereka memikirkan siasat yang paling jitu untuk melawan wanita itu. Dengan ilmu yang mereka kuasai masing-masing sepertinya mereka mulai menemukan cara yang sepertinya cukup sederhana namun dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.


Walaupun sebenarnya terdengar agak licik tapi itu merupakan cara yang jitu untuk menghadapi lawan yang cukup sulit untuk dilawan satu lawan satu.


__ADS_2