
Debu - debu beterbangan terangkat bersama bebatuan kecil, membuat suasana pelaratan istana tampak mencekam.
Ribuan orang yang menonton pertarungan mengambil jarak yang lebih jauh, baik dari pendukung Narendra maupun Yaseka sepertinua tidak ingin melewatkan untuk menyaksikan pertarungan tersebut meskipun tanah sudah banyak yang berlubang serta keretakan tanah ada dimana - mana.
Chen Khu terlihat menjaga jarak dan memperhatikan apa yang sedang terjadi.. pengalaman bertarung dengan Wong Fei.. membuatnya lebih berhati - hati meskipun lawannya sudah terlihat lemah.
"Senior...!! apa yang sedang dilakukannya..?!" bisik Chen Khu dalam pikirannya mencoba berkomunikasi dengan Hua Tuo.
"Aku juga tidak tau.. tapi sebaiknya berhati - hatilah.. sejak tadi aku melihatnya sdh hampir kehabisan tenaga dalam, tapi kali ini auranya benar - benar sangat besar.. mungkin saja ini jurus bunuh diri.. karena dengan kondisi tubub yang sudah lemah dan menarik aura sebesar itu.. tubuhnya pasti akan ikut hancur.. " Hou Tuo memperingatkan.
"Oh.. seperti itu rupanya.. " gumam Chen Khu dalam hati.
Chen Khu kemudian juga menancapkan pedangnya di tanah.. lalu memejamkan matanya sambil menahan nafas.. sesaat kemudian.. aura kemerahan terlihat meluap dari tubuhnya.. Chen Khu kemudian menggerakkan telapak tangannya kemudian berusaha menarik energi alam yang ada disekitarnya.
Chen Khu memang sudah melatih jurus ini setelah bertemu Lee Han terakhir kali.. memanfaatkan energi alam untuk meningkatkan tenaga dalam serta chi yang dimilkinya. meskipun belum mencobanya dengan serius.. karena Chen Khu khawatir jika jurus itu akan memberi dampak buruk bagi sekitarnya.. tapi kali ini.. situasinya berbeda.. Melihat apa yang Batosai lakukan.. yang juga seperti menarik energi alam.. maka Chen Khu harus bersiap dengan hal yang sama.
Kepala Batosai yang mendongak ke atas perlahan turun, matanya menjadi merah serta aura hitam pekat menyelimuti tubuhnya, Batosai kemudian mencabut pedangnya yang tertancap ditanah lalu mengalirinya dengan tenaga dalam yang sangat besar.
Pedang Katana yang digunakan oleh Batosai seolah berubah wujud.. pedang yang semula terdapat banyak keretakan serta kerusakan pada mata pedangnya kini terlihat mulus kembali.. bahkan bilah pedangnya terlihat lebih lebar dengan ujung sedikit melengkung ke atas.
"IBLIS PEDANG TINGKAT AKHIR..!! GELOMBANG PENGHANCUR SUKMA..!! "
Batosai menggunakan jurus terlarang dalam kitab iblis pedang.. jurus gelombang penghancur sukma adalah jurus terakhir dalam kitab tersebut. jurus itu juga boleh dikatakan sebagai jurus pamungkas yang mana, meskipun penggunanya mampu memenangkan pertarungan tapi tidak akan berakhir baik bagi sipengguna jurus.
Jurus gelombang penghancur sukma menggunakan aura yang diserap pada korban yang terbunuh oleh pemilik jurus tersebut. Aura hitam pekat yang keluar dari tubuh Batosai saat menggunakan jurus pamungkas itu memang berasal dari orang - orang yang dibunuhnya selama ini setelah dia berhasil menguasai kitab iblis pedang.
__ADS_1
Batosai maju menyerang Chen Khu yang juga tampak sudah bersiap dengan mengalirkan dua perubahan energi sekaligus pada pedangnya.. perubahan energi air dan angin sehingga membuat pedangnya seperti dialiri listrik bertegangan tinggi.. tampak kilatan - kilatan listrik pada pedang Chen Khu.. sedangkan rambut Chen Khu sendiri bediri setelah menyerap energi alam yang ada disekitarnya.
Saat pedang Chen Khu dan Batosai beradu.. terjadi ledakan - ledakan besar disekitar mereka..pertemuan dua kekuatan besar yang hampir berimbang itu membuat beberapa bangunan disekitar pelataran rata dengan tanah..
Saat pedang Batosai hampir mencapai leher Chen Khu dan menyisakan jarak kurang dari satu jengkal.. Chen Khu merubah arah gerakannya menyusur tanah lalu segera berdiri dibelakang Batosai..
Sebuah sabetan pedang Chen Khu hampir saja membelah tubuh Batosai menjadi dua bagian andai saja Batosai terlambat menyilangkan pedangnya ke belakang.. namun.. sebatan pedang berkekuatan penuh itu membuat Batosai terlempar hingga terseret di tanah lebih beberapa puluh meter.. dan belum sempat Batosai, Chen Khu sudah berada di belakangnya dan memberikan serangan lanjutan..
Meskipun berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, namun nyatanya.. Batosai masih mampu menghindari serangan Chen Khu sehingga tidak berakibat fatal pada dirinya.
Sabetan pedang Chen Khu memang berhasil mengenai punggung Batosai namun tidak sampai membuatnya terpotong menjadi dua.. Batosai yang mampu menjatuhkan badannya disaat terakhir hanya mengalami luka sobek yang tidak terlalu parah meskipun sebagian kulitnya terlempar ke tanah.
Aura hitam yang menyelimuti tubuh Batosai dengan cepat menutup luka tersebut sehingga tidak terjadi pendarahan berarti...lalu dengan telapak tangan kirinya.. Batosai menghantam tanah yang membuatnya sedikit menjauh dari Chen Khu.
Batosai yang sudah mengahafal pola serangan Chen Khu terlihat cukup tenang menghadapi serangan yang datang, dan dengan memutar sedikit pedangnya..dan memutar tubuhnya Batosai berhasil menangkis serangan Chen Khu lalu melepaskan sebuah tendangan keras yang mengenai punggung Chen Khu dan membuat Chen Khu terhuyung dan hampir kehilangan keseimbangan.
Batosai melihat celah.. dan tanpa menunggu lama.. Batosai langsunh melesat ke arah Chen Khu yang tampak beluk siap jika mendapatkan serangan susulan, namun apa yang dilihat Batosai kemudian membuatnya terkejut.. Chen Khu yang masih terhuyung langsung mengehentakkan kakinya di tanah membuatnya melesat ke udara.
"Apa..??! " bagaimana dia melakukannya..?! "
Batosai memang seorang pendekar yang telah malang melintang dalam dunia persilatan.. namanya juga sangat terkenal di benua timur bahkan dia mendapatakan julukan iblis pencabut nyawa.. karena semua lawan yang pernah bertarung dengannya belum ada seorangpun yang dibiarkannya hidup. Berbagai macam ilmj beladiri, serta ilmu meringkankan tubuh telah ditemuinya namun baru kali ini dia melihat orang yang bisa melayang di udara seperti seekor burung.
"Siaaal..!! rupanya monster ini sejak tadi hanya mempermainkanku..!! " umpat Batosai dalam hati.
Chen Khu yang sedang berada di udara kemudian menukik turun dengan tubuh berputar.. Batosai mundur dua langkah untuk memasang kuda - kuda..
__ADS_1
Serangan awal Chen Khu berhasil ditahan oleh Bartosai dan kini pertarungan antara keduanya terlihat sangat menakjubkan.. Chen Khu tetap melayang di udara dengan kepala di bawah sambil terus memainkan pedangnya sedangkan Batosai yang berada di bawah terus menangkis serangan Chen Khu yang terus menerus mengincar kepalanya sambil terus melangkah mundur.
Saat kaki Batosai secara tidak sengaja berpijak pada lubang akibat pertarungan yang cukup dalam sehingga mengakibatkan tubuhnya hilang keseimbangan, saat itulah Chen Khu berhasil menebas lengan Batosai yang memegang pedang hingga terputus, kemudian Chen Khu menginjakkan kakinya di tanah lalu sebuah tendangan keras mendarat di dada Batosai hingga membuatnya terlempar, namun, Chen Khu tidak berhenti sampai di situ..
Chen Khu segera menyusul Batosai dan melepaskan tendangan beruntun pada bagian dada yang membuat Batosai terus terseret kebelakang, lalu sebuah tendangan belakang memutar berhasil mendarat di dagu Batosai yang membuatnya terlempar ke udara, dan dengan cepat Chen Khu melemparkan pedangnya seperti sebuah tombak dan berhasil menembus jantung Batosai..
Belum berhenti sampai di situ.. Chen Khu melompat ke udara hingga melewati tubuh Batosai yang sudah tertembus pedang, lalu dengan tumitnya.. Chen Khu melepaskan sebuah tendangan ke arah perut yang menghempaskan tubuh Batosai kembali ke tanah.
"BUUUUM...!! "
Sebuah ledakan besar terdengar saat tubuh Batosai menghantam tanah dengan sangat keras dan membuat sebuah lubang yang cukup dalam..kepulan debu menutupi lubang tersebut membuat orang - orang yang menonton menjadi penasaran dengan apa yang terjadi pada Batosai.. semua terjadi begitu cepat.
Saat kepulan debu mulai menipis.. samar - samar nampak tubuh Batosai dalam posisi terlentang dengan pedang masih tertancap di tubuhnya.. darah segar keluar dari mulutnya dan uara hitam pekat yang sudah menghilang.. Chen Khu kemudian turun lalu menginjakkan kakinya di tepi lubang tersebut, tapi masih dalam kewaspadaan tinggi.
"Hei...!! sebuah kehormatan bisa mati di tangan pendekar hebat sepertimu, tapi sebelum aku mati.. aku ingin tau siapa namamu..? ucap Batosai dengan terbata - bata. Batosai kesulitan berbicara karena darah terus keluar dari setiap lubang yang ada ditubuhnya.
"Chen Khu..!! " jawab Chen Khu sambil memberikan penghormatan terakhir pada Batosai dengan penghormatan ala benua daratan tengah.
"Chen........" nafas Batosai terhenti.. saat belum berhasil menyelesaikan ucapannya.
Chen Khu kemudian berjalan turun lalu menarik pedang yang menancap pada tubuh Batosai.
"Sebuah kehormatan bertarung dengan orang yang memiliki semangat bertarung sepertimu..! " ucap Chen Khu sambil menarik pedangnya lalu menyimpannya kembali.
Chen Khu yang naik perlahan disambut sorak - sorai prajurit - prajurit yang berpihak pada Yaseka sedangkan prajurit lain yang berpihak pada Narendra hanya bisa tertunduk lesu karena hukuman gantung telah menanti mereka, karena dianggap sebagai pengkhianat negara.
__ADS_1