
Liem Soek Han.. pengawal pribadi kaisar Shun Zhi yang sudah cukup lama mengabdikan dirinya pada kekaisaran Ming bahkan sejak menjadi prajurit biasa saat ayah Shun Zhi masih menjabat sebagai kaisar Ming. Telah banyak medan pertempuran yang dilewatinya, telah banyak juga saat - saat kritis dilaluinya, namun baru kali ini.. dia merasakan keharuan saat dirinya sedang berada dalam kondisi kritis bahkan dengan tingkat kepasrahan yang tinggi.
Kehadiran Chen Khu.. sosok yang sempat menjadi idolanya sebelum dikabarkan menghilang saat pertempuran melawan kekaisaran Qing kini kembali membangkitkan semangat bertarungnya.
Chen Khu yang baru tiba saat moral prajurit Ming sudah mulai menurun, dengan cepat membuat perubahan. Pendekar - pendekar yang ada dalam jangkauannya belum ada yang mampu bertahan lebih dari satu serangan.. belum lagi.. dengan Qi yang dimilikinya saat ini kecepataannya sangat sulit untuk dilihat dengan mata pendekar level tujuh ke bawah.
Chen Khu yang sudah turun dari atas kereta terlihat bergerak lincah diantara lawan - lawannya...permainan pedang yang lincah dan halus serta ketajaman pedang naga langit membuat pendekar - pendekar aliran hitam baru menyadari jika tubuh mereka terluka saat Chen Khu telah berada beberapa langkah meninggalkan mereka.
"Senior Liem.. anda baik - baik saja..? " tanya Chen Khu ketika berhasil menghentikan sebuah serangan dari belakang yang hampir mengenai punggung pengawal pribadi kaisar itu.
"Chen Khu.. benarkah..?! " Liem bertanya seolah masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ceritanya panjang senior.. " ucap Chen Khu sambil memberikan sebotol pil pada Liem.
" ini untuk mempercepat penyembuhan luka luar.. tolonh bagikan pada teman - teman yang lain.. " ucap Chen Khu lalu meninggalkan Liem yang langsung menelan pil pemberian Chen Khu tersebut.
Matahari semakin condong ke barat dan sebentar lagi akan memasuki peraduannya.. cahaya matahari yang kemerahan seolah menggambarkan pertempuran berdarah yang sedang berlangsung.
Hamparan padanh savana luas yang semula berwarna hijau telah berubah menjadi merah oleh darah pendekar dan prajurit - prajurit yang tewas.
__ADS_1
Xie Annchi yang berkemampuan tinggi dan semula mampu mengimbangi tiga orang lawannya sudah terlihat kewalahan.. beberapa kali dia meninggalkan celah yang mampu dimanfaatkan oleh lawan - lawannya.
Beberapa bagian pakainannya sobek dan terkena noda darahnya sendiri, sedangkan ketiga lawannya juga sudah mendapatkan beberapa luka, namun kombinasi serangan ketiganya terus mendesak Xie Annchi yang sudah kehabisan tenaga.
Saat Xie Annchi merendahkan sedikit tubuhnya untuk menghindari tebasan yang mengarah pada lehernya.. sebuah tendangan mendarat telak diperutnya dan membuatnya terlempar ke belakang dan baru berhenti saat tubuhnya menghantam sebatang pohon.
Darah segar keluar dari mulutnya akibat kerasnya benturan yang dialaminya.. dan saat Xie Annchi sedang berusaha untuk berdiri, Lin Xu sudah memberikan serangan susulan dengan mengarahkan pedangnya ke arah jantung.
Xie Annchi yang sudah semakin lemah, terlambat untuk bereaksi.. dan hanya bisa memejamkan matanya saat pedang Lin Xu tinggal beberapa jengkal lagi akan menembus jantungnya.. Xie Annchi perlahan membuka matanya karena setelah cukup lama memejamkan mata.. apa yang ditakutkan olehnya tidak terjadi.
Xie Annchi sangat terkejut ketika melihat seorang pemuda dengan sangat lincah menghadapi ketiga pendekar yang menjadi lawannya sebelumnya.. bahkan dengan sangat cepat, pemuda itu sudah mempu mendesak lawan - lawannya hanya dalam beberapa tarikan nafas.
Ketiga tetua aliansi aliran hitam yang menjadi lawan Chen Khu juga tidak kalah terkejutnya.. untuk menghadapi seorang gadis seperti Xie Annchi saja, mereka harus mengerahkann seluruh kemampuan yang mereka miliki, belum lagi..pemuda yang menjadi lawan mereka saat ini jelas memiliki kemampuan sangat jauh diatas gadis yang sebelumnya menjadi lawan mereka.
Chen Khu menggerakkan badannya sedikit kesamping saat sabetan pedang Lin Xu mengarah pada kepalanya, namun disaat bersamaan, Sun Zuo ketua sekte Giok Naga mengarahkan serangan tapak yang tertuju pada dada Chen Khu yang terlihat tidak siap menyambut datangnya serangan tersebut, lalu disaat bersamaan Yang Sun juga ikut mengarahkan goloknya dari arah belakang.
Chen Khu yang terlambat bereaksi, masih terlihat tenang saat telapak tangan Sun Zuo hampir saja menyentuh dadanya.. dengan sigap, Chen Khu melipat pedangnya ke belakang untuk menangkis serangan Yang Sun dari arah belakang lalu mengerahkan Qi yang cukup besar pada telapak tangan kanannya untuk menyambut serangan Sun Zuo.
"BLLAAAAARRR....!!! "
__ADS_1
Ledakan dahsyat terjadi saat tapak keduanya bertemu..Chen Khu terdorong dua langkah ke belakang, sedangkan Sun Zou terlempar bahkan sampai terserat di tanah akibat pertemuan kedua tapak tersebut. Tubuh Sun Zuo juga bahkan sampai bergilung ditanah dan baru berhenti saat tubuhnya menghantam roda kereta kuda.
Sun Zuo muntah darah, telapak tangan sampai lengannya terlihat menghitam, tiga dari lima jarinya bahkan hancur akibat benturan energi keduanya, Fan Bingbing yang sebelumnya melompat untuk menghindari tubuh Sun Zuo yang terlempar ke arahnya tidak menyia - nyiakan kesempan di depan matanya itu. Sebuah tusukan pedang menembus tengkorak kepala Sun Zho..Fan Bingbing lalu memutar pedangnya yang tertancap, akibatnya seluruh isi kepala Sun Zuo terhambur keluar.
Lin Xu dan Yang Sun tidak menyangka jika kemampuan pemuda yang menjadi lawan mereka bisa melemparkan Sun Zuo sejauh itu terlihat mulai menjaga jarak..keduanya sangat yakin jika kemampuan mereka tidak akan cukup untuk mengimbangi kekuatan yang dimiliki oleh Chen Khu, tapi pemuda dihadapan mereka itu belum tentu mau melepaskan mereka begitu saja.
Dan benar saja.. saat Lin Xu dan Yanh Sun sedang mengatur nafas mereka yang memburu, Chen Khu sudah berada satu langkah didepan Yang Sun yang masih terlihat tidak siap menghadapi datangnya serangan yang begitu cepat..
Yang Sun berusaha mengangkat goloknya untuk menangkis sabetan pedang Chen Khu dan mengerahkan seluruh tenaga dalamnya pada golok pusaka miliknya itu.. dan lagi - lagi.. ledakan besar terjadi.. bahkan kali ini.. suaranya lebih dahsyat dari sebelumnya.
Golok pusaka Yang Sun yang sudah dialiri tenaga dalam besar patah menjadi dua bagian.. ujunh golok terlempar ke atas sedangkan gagangnya terlepas dari genggaman Yang Sun.
Chen Khu melompat ke atas menyongsong ujung golok yang patah dan dengan sekali memutar tubuhnya.. Chen Khu melepaskan tendangan pada ujung golok tersebut..
"Kembalilah pada pemilikmu..!! " teriak Chen Khu bersamaan dengan saat melepaskan tendangan pada ujung golok tersebut.
Tendangan Chen Khu membuat golok tersebut berbalik arah dan kembali pada Yang Sun yang masih berusaj mengembalikan kesadarannya.. ujung golok milik Yang Sun melesat dengan kecepatan cahaya dan langsung menembus tubuhnya sebelum kemudian tertancap di tanah.
Yang Sun baru menyadari jika tubuhnya tertembus goloknya sendiri ketika melihat pakaiannya berlumuran darah lalu sesaat kemudian tubuhnya ambruk ke tanah dan menancap kembali pada bilah golok yang sebelumnya sudah tertancap di tanah..
__ADS_1