
Pada zaman dahulu, 12 Pedang yang di anggap sebagai pedang terkuat tercipta di alam semesta dari tangan dingin seorang pendekar dengan menggunakan roh terkuat . Tujuannya agar kejahatan dan ketidakadilan yang merajalela dapat ditumpas dari muka bumi. Dengan harapan yang besar itulah ia mendidik dan menurunkan semua ilmunya kepada 12 murid yang kelak menjadi pengguna dari pedang yang ia ciptakan itu.
Setiap pedang itu memiliki keistimewaan tersendiri. Walaupun begitu, ia tak menyangkal kalau kekuatan yang dimiliki tidaklah sama. Pada awalnya, semua pengguna pedang tidak memasalahkan hal itu. Namun setelah beberapa generasi, terjadilah perpecahan diantara mereka.
Para pengguna pedang yang merasa kekuatan pedangnya lebih lemah bersekutu menyingkirkan dan menguasai pedang yang lain. Peperangan yang terjadi diantara mereka terus berlanjut dan menjadi semakin besar.
Pendekar yang tidak punya hak untuk menggunakan pedang juga ikut berperang guna mendapatkan kekuatan yang besar. Konon katanya, siapa yang bisa memiliki ke 12 pedang itu bisa mendapatkan kekuatan setara para dewa di kahyangan.
Perang makin meluas saat para pembesar kerajaan juga ikut memperebutkan pedang itu. Untuk menghindari semakin meluasnya pertarungan, sebagian dari mereka memutuskan untuk menyegel pedang di suatu tempat yang tidak ketahui oleh orang lain. Keberadaan mereka juga seperti menghilang di telan bumi.
__ADS_1
Setelah para pendekar yang mulai berperang kalah pedang mereka juga ikut disegel. Hanya 4 ksatria saja yang mewariskan pedang mereka kepada generasi selanjutnya. 3 diantaranya adalah pedang yang suatu saat akan menjadi pedang terkuat yang dikenal sebagai pedang raja naga.
Dari sekian pedang yang tersegel, salah pedang berhasil melepaskan diri dan memilih penggunanya sendiri. Ia di kenal dengan nama pedang watugeni. Ia memilih digunakan oleh orang yang memiliki sifat culas dan pengecut. Dahulu, penggunanya adalah orang yang menyulut perang besar dalam perebutan pedang terbesar zaman itu.
Walaupun sekarang masih terjadi, namun tidak sebesar dahulu. Ditambah lagi kekuatan para penggunanya yang semakin mumpuni, membuat pedang itu nyaris mustahil untuk direbut oleh pendekar lain. Tetapi tetap saja harus waspada karena orang yang ingin merebut pedang sebagian besar adalah para penggila kekuatan.
Ia bahkan memiliki salah satu pedang itu, namanya adalah
Pedang Naga Laut, salah satu dari 4 pedang diwariskan dari masa ke masa , ia juga salah satu pedang terkuat , kekuatannya hampir setara dengan pedang naga langit. Hanya saja dari kemarin ia menahan diri untuk tidak menggunakan kekuatannya itu. Diantara keistimewaannya adalah ia bisa mendatangkan badai dan menyemburkan air dengan kecepatan tinggi hingga bisa memotong benda apa saja yang ia mau. Pedangnya juga yang paling ringan sehingga penggunanya memiliki kecepatan setara kilat.
__ADS_1
Sebenarnya ambisinya adalah untuk membunuh raja dan juga menguasai kerajaan seperti yang diinginkan oleh ibunya. Pangeran yang ia lawan itu kekuatannya jauh dibawahnya, sementara wanita yang menggunakan pedang naga langit terlihat masih pemula dimatanya walaupun gerakannya sudah cukup bagus.
Dirinya kini sudah selangkah lebih dekat menuju keinginan ibunya. Setelah itu semua terwujud, ia ingin hidup dengan damai. Sudah cukup lama ia berkelana, ia merasa waktunya untuk berhenti melakukan perjalanan sudah tiba.
Dihadapannya kini, dengan pedang yang berada ditangannya Arya Bayu berusaha menyerangnya. Ia bertekad untuk menghancurkan pedang watugeni. Selain karena orang itu ingin menguasai istana, ia mendengar ramalan bahwa perang antara pengguna pedang akan terjadi lagi. Dengan menghancurkan satu pedang yang berbahaya setidaknya ia bisa mencegah hal itu.
Walaupun sebenarnya pedang watugeni adalah yang terlemah, namun tidak bisa diremehkan juga ternyata. Ia bisa menciptakan hawa panas dan juga lava. Ia adalah perwujudan dari dasar bumi yang panas dan dipenuhi oleh cairan yang bahkan bisa menghancurkan sesuatu dalam sekejap.
Arya Bayu merasa orang itu berada di atas angin dengan kekuatan pedang yang sangat menyebalkan. Dan lagi, ia juga merasa bahwa orang itu bukan sembarang orang. Buktinya dia bisa menguasai pedang yang terkenal semaunya sendiri itu tanpa kesulitan walaupun nampaknya dia belum lama menggunakannya.
__ADS_1