Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#72. Kunjungan Kaisar Shun Zhi


__ADS_3

Sebuah rombongan kereta kuda yang dikawal oleh kurang lebih lima ribu orang prajurit berkuda dan puluhan orang pendekar tingkat tinggi terlihat berjalan beriringan. Dari bendera yanh dibawa oleh seseorang mengendarai kuda dan berada pada barisan paling depan.. orang - orang dengan mudah dapat menebak kalau iring - iringan itu adalah iring - iringan Kaisar Ming, Shun Zhi.


Bendera berlambangkan naga dengan warna keemasan adalah lambang kekaisaran Ming. Dan disamping sebuah kereta yang paling mewah seorang pria berbadan tegap dengan tongkat pedang yang tersandang di punggungnya terlihat mengiringi kereta tersebut.


"Jendral.. berapa lama lagi kita akan sampai ke kota Tainan..? "tanya Kaisar Shun Zhi dengan mengeluarkan kepalanya melalui jendela kereta.


"kalau tidak ada yang menghambat perjalanan kita, mungkin sebelum senja kita sudah akan sampai yang mulia " jawab Jendral Chou.


Kaisar Shun Zhi menutup jendela kereta setelah mendengar jawaban dari Jendral Chou, sedangkan Jendral Chou tetap mengiringi kereta itu, meskipun rombongan itu berjalan dengan cepat.


***


Seminggu setelah mendapatkan informasi jika prajurit - prajurit dari Kekaisaran Ming berkumpul di kota Tainan.. Kaisar Shun Zhi juga memutuskan untuk tinggal sementara di kota tersebut dan meninggalkan istananya.


Kaisar Shun Zhi ingin memastikan jika seluruh prajurit yang berada di perbatasan sudah siap jika sewaktu - waktu dihadapkan pada pertempuran, disamping itu.. Kaisar juga ingin memberikan dukungan moral pada seluruh pasukannya.


***


Hari beranjak senja.. ketika rombongan itu mulai memasuki kota, dan disambut langsung oleh Ken.. walikota Tainan, lalu mereka bersama - sama menuju kediaman walikota.


"Yang mulia pasti sangat lelah setelah menempuh perjalanan jauh.. kami sudah menyiapkan tempat untuk yang mulia istirahat " ujar Ken saat Kaisar sudah menuruni kereta.


"Terima kasih atas sambutannya walikota.. tapi aku ke sini bukan untuk beristirahat.. aku ingin memastikan kalau pasukan kita sudah siap jika Kaisar Yong Zheng sewaktu - waktu menyerang kita.


"Yang mulia.. kami disini sudah siap jika mereka menyerang kapan saja.. terlebih lagi.. benteng pertahanan kita sudah masuk dalam tahap penyelesaian.. dan dalam dua hari ini benteng itu akan rampung " ujar Ken.

__ADS_1


"Hmm.. berapa jumlah prajurit kita yang berada di perbatasan..? " tanya Kaisar Shun Zhi lagi.


"Setelah prajurit - prajurit dari kota - kota yang berada dekat dengan Tainan semua berkumpul.. maka kurang lebih akan ada tiga ratus ribu orang prajurit yang mulia.. hanya saja.. saat ini baru seratus lima puluh ribu prajurit yang berada di garis depan " jawab Ken.


"Aku ke sini membawa lima ribu orang prajurit.. dan saat aku kembali ke ibukota.. tiga ribu orang akan tetap di sini untuk membantu dan semua kendali pasukan akan saya alihkan ke Jendral Chou untuk memimpin langsung " ujar Kaisar Shun Zhi sambil menoleh pada Jendral Chou yang berada di dekatnya.


"Jendral.. siapkan kuda..kita akan ke perbatasan sekarang " ujar Kaisar Shun Zhi selanjutnya.


"Tapi Yang mulia.. hari sudah senja.. kita bisa sampai di perbatasan saat hari sudah gelap, dan itu akan sangat berbahaya untuk yang mulia" jawab Jendral Chou.


"Benar yang mulia.. meskipun gerombolan - gerombolan perampok di wilayah Tainan sudah di habisi oleh pendekar - pendekar dari aliansi, tapi berkuda saat malam hari tetap saja berbahaya untuk keselamatan yang mulia " ujar Ken menambahkan.


"Hmm.. baiklah.. malam ini kita beristirahat di sini saja.. tapi besok pagi - pagi sekali kita sudah harus ke perbatasan " ujar Kaisar Zhun Zhi lalu meminta Ken untuk mengantarnya menuju ruang yang disiapkan untuknya.


"Jendral.. bagaimana keadaan di ibukota..? " tanya Ken pada Jendral Chou setelah meninggalkan Kaisar untuk beristirahat.


Ken kemudian mengajak Jendral tersebut serta mantan rekan - rekannya saat menjadi pengawal pribadi kaisar menuju sebuah ruangan yang sudah tersedia berbagai makanan dan arak.


"Oh iya... beberapa bulan lalu.. Chen Khu dan seorang gadis mampir ke sini " ujar Ken sambil menenggak arak dari cangkirnya.


"Ooh.. pemuda itu..?? ada tujuan apa dia ke sini..?? " ujar Liem setengah terkejut.


"Dia hanya mampir ke sini karena ada beberapa hal yang ingin diketahuinya dan akan menuju ke Hutan Kematian yang berada sebelah barat kota ini dan kuharap dia baik - baik saja saat ini " jawab Ken.


"Hutan Kematian..? " ujar beberapa pengawal pribadi kaisar hampir bersamaan.

__ADS_1


"Yaa.. Hutan Kematian.. hutan yang dipenuhi oleh berbagai jenis siluman dan belum seorangpun yang berhasil kembali setelah memasuki hutan itu " jawab Ken.


"Saat Chen Khu di sini dia menanyakan tentang kitab kuno yang kabarnya sangat diincar oleh sekte - sekte aliran hitam ataupun putih.. dan memang.. saat ini banyak pendekar dari berbagai daerah memenuhi kota ini.. hanya saja mereka belum ada yang berani menuju ke sekte Bambu Kuning yang kabarnya menyimpan kitab tersebut, karena sekte itu berada disebelah Hutan Kematian.. sudah banyak pendekar yang tewas saat mencoba melewati hutan itu " ujar Ken melanjutkan.


"Hmm.. Sekte Bambu Kuning..? " Jendral Chou bergumam pelan.


"Betul Jendral.. hanya saja kebenaran kabar ini masih diragukan karena kabar ini hanya berasal dari cerita turun temurun yang muncul kembali setelah munculnya Hutan Kematian itu "..jawab Ken.


Semua yang ada di situ mengerutkan kening mendengar cerita dari Ken.. lalu berbagai pertanyaan muncul dari mereka dan dijawab oleh Ken dengan jawaban yang tidak pasti.


"Aku belum pernah menyaksikan langsung kekuatan yang dimiliki oleh pemuda yang bernama Chen Khu itu.. tapi berdasarkan cerita dari kalian.. aku yakin pemuda itu akan baik - baik saja " ujar Jendral Chou setelah mendengar semua cerita tentang Hutan Kematian.


Pembahasan mereka malam itu hanya seputar Hutan Kematian beberapa dari mereka penasaran tentang kebenaran cerita yang disampaikan oleh Ken.. tapi waktu yang mereka miliki sangat terbatas untuk menyelidiki kebenaran cerita tersebut.


-------


Mohon maaf jika sampai hari ini hanya bisa up satu Chapter perhari.. disamping kesibukan yang masih sangat banyak.. ada faktor lain yang membatasi saya untuk menulis lebih dari satu Chapter perharinya..


Saat ini.. Pihak Perusahaan Listrik Negara sedang melakukan perbaikan jaringan pada wilayah kami sampai tanggal 14 April.. dan hal itu menyebabkan pemadaman listrik secara bergiliran.


Dan seperti sudah saya sampaikan pada Chapter sebelumnya.. jika di negeri kami ini kalau listrik padam.. maka jaringan seluler juga ikut - ikutan. Apalagi pemadaman berlangsung seharian, menyebakan lowbatnya handphone yang saya miliki..


Dengan banyaknya kendala yang otor hadapi.. mohon kiranya kawan - kawan atau rekan - rekan pembaca untuk memaklumi.


Dan mohon perhatian dari rekan - rekan sekalian untuk tetap mengindahkan himbauan dari pemerintah untuk tetap stay at home.. hanya saja himbauan itu tidak berlaku untuk saya sendiri.. karena jika saya stay at home..maka ayam - ayam saya di kebun will death. Bukan karena Corona.. tapi karena kelaparan.

__ADS_1


Akhir kata... semoga kita semua dihindarkan dari virus yang bernama Covid 19..dan senantiasa kita diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa..!!


__ADS_2