Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#98. Murid Dari Benua Selatan. II


__ADS_3

Perjalanan Rombongan Mathanadeva sudah melewati batas wilayah Chennai.. kali ini mereka mulai memasuki daerah pedesaan. Sepanjang jalan kesunyian yang ada.. hanya derap kaki kuda mereka yang memebuat beberapa warga desa terbangun untuk melihat rombongan yang melintas sambil meneriakkan nama Mathanadeva.


"Sepuluh tahun saya berada di kuil gung Hang Chu, tapi tidak sekalipun Mahaguru kami membahas tentang mustika siluman, dan bahkan untuk makan saja, kami dilarang mengkonsumsi daging, kami hanya makan sayur - sayuran.. " jawab Mathanadeva.


Kali ini giliran mata Chen Khu yang terbelak mendengar penuturan dari Mathanadeva.. sebab baru kali ini dia mendengar orang - orang dilarang untuk makan daging.


Chen Khu lalu mengeluarkan bungkusan yang berisi ratusan mustika siluman yang baru saja diambilnya dari kota Chennai tadi, lalu mengambil salah satu dari mustika - mustika itu.


"Yang mulia...prajurit - prajurit anda sudah sangat kelelahan.. sebaiknya isirahatkanlah mereka dulu.. " ujar Chen Khu sambil memainkan sebuah mustika yang ada di tangannya.


Mathanadeva memahami maksud perkataan Chen Khu lalu Mathanadeva melongok keluar jendela dan memanggil Khan yang terus berkuda disamping keretanya.


"Istirahatkan dulu semua pasukan..!! " ujar Mathanadeva singkat.


"Baik yang mulia...!! "


"BERHENTII..!! " Perintah Khan sambil mengangkat tangannya tepat di sebuah pelataran yang agak luas saat mereka baru saja meninggalkan sebuah desa.


"Yang mulia memerintahkan kita untuk beristirahat.. perjalan akan kita lanjutkan besok pagi.. " Khan berseru keras pada seluruh pasukan.


Anggota pasukan menyambut gembira seruan Khan yang atas perintah Maharaja mereka, mereka sendiri memang sudah sangat kelelahan, perjalanan yang panjang ditambah lagi dengan pertempuran membuat kekuatan fisik mereka mulai terkuras.

__ADS_1


Para pasukan itu berlompatan turun dari kuda, dan hanya membuat sebuah tenda untuk sang raja, sedangkan mereka tidak lagi mendirikan tenda - tenda, sebab hanya tinggal empat jam lagi matahari sudah akan menampakkan dirinya.


Prajurit dan pendekar yang ikut bersama Mathanadeva mencari tempat istirahat masing - masing, banyak diantara mereka yang hanya rebahan di tanah beralaskan dedaunan dan ada juga yang bersandar pada batang pohon..semua itu mereka lakukan untuk sekedar bisa mengistirahatkan tubuh mereka.


"Yang mulia.. biarkan pasukan anda beristirahat sejenak.. kita butuh tempat agak jauh dari mereka agar aku menunjukan cara memanfaatkan mustika ini.. " ujar Chen Khu saat keduanya akan menuruni kereta.


"Baiklah..!!tapi apakah kita tidak akan memancing perhatian mereka..? " tanya Mathanadeva.


"Tentu saja tidak yang mulia.. " jawab Chen Khu lalu merangkul Mathanadeva saat sebelah kakinya baru manjejak tanah dan mereka melesat tinggi ke udara yang bahkan kusir kereta tidak menyadari kepergian keduanya.


Chen Khu membawa Mathanadeva beberapa ratus meter dari tempat istirahat pasukannya tapi kecepatan terbang Chen Khu membuat Mathanadeva mengalami sesak nafas.


"Sepertinya disini sudah cukup jauh " ujar Chen Khu lalu menurunkan ketinggiannya dan menjejakkan kedua kakinya di tanah.


"Bb... Bagaimana bisa..?? " ujar Mathanadeva tergagap.


"Yang mulia hanya perlu memperbanyak tingkat tenaga dalam dan mengaturnya dengan baik, sebab terbang menggunakan tenaga dalam yang cukup banyak. " ujar Chen Khu lalu meminta Mathanadeva untuk duduk bersila.


"Silahkan yang mulia duduk bersila dan letakkan mustika ini di telapak tangan yang mulia.. " ujar Chen Khu lalu memberikan mustika yang dipegangnya sejak tadi pada Mathanadeva.,lalu Chen Khu mengeluarkan kitab Dewa Naga Khayangan dari dalam jubahnya lalu dia membuka halaman yang menerangkan tentang cara menyerap energi yang ada dalam mustika siluman agar energi yang ada di dalamnya bisa terserap sempurna serta tidak menimbulkan efek samping bagi orang yang menyerap energi tersebut.


Mathanadeva berulang kali membaca dua halaman yang menjabarakan cara menyerap energi dari mustika siluman dengan bantuan cahaya bulan yang memang bersinar terang malam itu, dan setelah merasa percaya diri.. Mathanadeva mulai meletakkan mustika siluman pada telapak tangan kanannya dan tangan kirinya menutup mustika tersebut.

__ADS_1


"Tenaga dalam yang mulia saat ini ada enam puluh tingkat dan coba rasakaan perbedaanya setelah menyerap energi dari mustika itu " ujar Chen Khu seolah memberi aba - aba agar Mathanadeva segera memulai, lalu memasukkan kembali kitab Dewa Naga Khayangan kedalam jubahnya.


Mathanadeva lalu memejamkan matanya.. pikirannya difokuskan pada mustika yang ada ditangannya, lalu sedikit tenaga dalam dikerahkannya untuk memancing keluar energi yang tersimpan dalam mustika tersebut.


Mustika itu kemudian mengeluarkan cahaya kebiru - biruan, yang meskipun tertutup oleh kedua tangannya tapi cahaya mustika itu seakan menembus kulit dari Mathanadeva. Mustika yang sedang bersinar itu kemudian memancarkan energinya keluar dan langsung diserap telapak tangan Mathanadeva lalu energ yang berasal dari mustika itu perlahan masuk kedalam tubuh Mathanadeva.. Sang Raja bisa merasakan aliran energi dari mustika itu mengalir melalui pembuluh - pembuluh darah miliknya lalu kemudian berkumpul pada satu tempat yaitu hati, cahaya mustika juga perlahan meredup seiring semakin banyaknya energi yang terserap dan kemudian mustika itu hancur berkeping - keping setelah semua energinya terserap, dan Mathanadeva kemudian membuka matanya.


"Bagaimana yang mulia..?" tanya Chen Khu setelah Mathanadeva membuka kedua matanya.


"Aku merasakan banyak energi yang mengalir masuk kedalam tubuhku.. dan...... wow...!! aku merasa jika tenaga dalamku bertambah tiga puluh tingkat Chen Khu..!! " ujar Mathanadewa kagirangan.


"Kalau begitu nanti yang mulia sudah bisa melukannya sendiri " ujar Chen Khu sambil tersenyum lalu menyerahkan bungkusan yang berisi ratusan mustika siluman.


"Kamu menyerahkan seluruh mustika ini padaku..?? apa kamu tidak membutuhkannya..?? " tanya Mathanadeva terkejut.


"Aku sudah tidak membutuhkannya lagi yang mulia.. mustika - mustika dari siluman ratusan tahun itu sudah tidak bereaksi lagi padaku.. dan tidak lagi bisa menambah tingkatan tenaga dalam yang kumiliki,hanya mustika raja atau ratu siluman yang masih bisa menambah tenaga dalamku, dan itupun hanya sampai beberapa puluh tingkat saja.. " ungkap Chen Khu.


"Dan yang mulia.. semakin tinggi tingkat tenaga dalam yang mulia, maka semakin sedikit jumlah tingkatan yang akan yang mulia peroleh satelah menyerap energi dari mustika itu, karena tenaga dalam yang mulia masih sangat rendah, maka mustika itu bisa memberikan sampai lima puluh tingkat dan akan berkurang satu tingkat saat yang mulia menyerap energi dari mustika yang lain.. " ujar Chen Khu melanjutkan.


"Aku paham Chen Khu.. dan sebaiknya kita kembali pada rombongan jangan sampai mereka panik karena tidak mendapati kita dalam tenda.. terutama Aahana.. hahaha.. " ujar Mathanadeva sambil tertawa.


"Aku sangat salut pada tuan putri.. meskipun menjadi putri anda, tapi dia tidak mendapatkan perlakuan khusus saat menjalankan tugas.." ujar Chen Khu.

__ADS_1


"Dia sendiri yang meminta hal itu.. baginya.. saat di menjalankan tugas.. dia sama saja dengan prajurit lain.. dan bahkan dia juga harus tunduk pada perintah panglima.." ujar Mathanadeva juga.


Chen Khu lalu merangkul kembali Mathanadeva lalu membawanya terbang kembali dan langsung masuk kedalam tenda tanpa seorangpun yang tau, sebab seluruh anggota rombongan sedang tertidur pulas.. dan malam itu hanya dua orang yang tidak tertidur yaitu Chen Khu dan Mathanadeva yang kembali melanjutkan cerita mereka sampai matahari mulai menampakkan dirinya di ufuk timur.


__ADS_2