
Chen Khu yang kemampuannya sudah meningkat sangat pesat terbang dengan kecepatan tinggi hingga membuat Shiva kesulitan untuk bernafas. Chen Khu sebenarnya menyadari hal itu akan tetapi Shiva tidak memintanya untuk menurunkan kecepatan dan hanya memalingkan wajahnya ke arah belakang menghindari hempasan angin.
Chen Khu ingin secepatnya sampai karena tidak ingin banyak korban dari penduduk yang tidak berdosa, disamping itu semakin cepat dia menemukan siluman yang dikirim oleh sekte Aghori, maka semakin cepat juga dia akan menjalankan rencananya.
Asap hitam terlihat membumbung di udara saat keduanya sudah terbang cukup lama.. teriakan histeris serta suara pertarungan juga mulai terdengar dan membuat Chen Khu menambah kecepatannya dan membuat Shiva hampir kehilangan kesadarannya dan beberapa saat setelah berputar di udara Chen Khu akhirnya bisa melihat siluman yang membuat kekacauan sedang bertarung dengan sejumlah pendekar dan pendekar - pendekar yang memiliki kemampuan setara pendekar level empat dan lima itu mulai terdesak bahkan korban jiwa dari pihak mereka juga sudah banyak berjatuhan.
Tidak ingin membuang waktu, Chen Khu menambah lagi kecepatannya lalu mendarat tepat dihadapan siluman - siluman yang sudah menguasau jalannya pertarungan, dan langsung menyerang siluman tersebut, sementara Shiva membutuhkan waktu sejenak untuk menormalkan kembali nafasnya yang sempat terasa sesak ketika Chen Khu terus meningkatkan kecepatan terbangnya.
"Siapa mereka..? "
"Apakah mereka dewa dari langit..? "
"Bagaimana bisa mereka terbang seperti itu..? "
Banyak pertanyaan dari pendekar - pendekar yang semula sudah terpojok melihat kehadiran Chen Khu dan Shiva yang tiba - tiba saja turun dihadapan mereka dan langsung menyerang siluman kera api.
"Kami adalah utusan maharaja Mathanadeva.. sebentar lagi rombongan beliau akan segera sampai ke sini.. " ucap Shiva pada pendekar - pendekar itu setelah nafsnya sudah kembali normal lalu Shiva kemudian menghunuskan pedangnya lalu ikut menyerang siluman - siluman yang terlihat mengepung Chen Khu.
Chen Khu yang selama ini menjadi pendekar pedang dan selalu menggunakan pedang untuk melawan musuh - musuhnya terlihat sedikit kerepotan memghadapi serangan kera api yang liar serta buas.. gigi serta kuku mereka yang tajam sedikit membuat Chen Khu kerepotan, bahkan diantara mereka ada yang mampu memuntahkan bola api untuk menyerangnya.
__ADS_1
Chen Khu masih belum menyerah dan terus mencoba untuk tidak menggunakan satu - satunya pedang yang dimilikinya saat ini yaitu pedang Naga Langit, dia masih terus berusaha bertarung menggunakan tangan kosongnya.
"CAKAR GARUDA MAUT.. "
Chen Khu mencoba salah satu jurus yang belum lama dilatihnya sendiri.. dia kemudian mengalirkan tenaga dalam pada kuku - kukunya dan energi yang dikeluarkannya itu membentuk cakar dengan panjang sekitar tiga puluh senti meter.
Semula Chen Khu yang terlihat terdesak perlahan mulai mendominasi pertarungan.. seiring meningkatnya kecepatan serangan yang dilakukannya.. Chen Khu meliuk - liuk diantara siluman - siluman yang menyerangnya dangan kecepatan yang hampit tidak terlihat oleh mata pendekar tingkat menengah.
Sementara itu, Shiva yang dibantu oleh pendekar dan prajurit kota Nalagarh juga terlihat berada diatas angin.. beberapa siluman yang berhadapan dengan mereka mulai terdesak dengan cukup banyak luka yang mereka dapatkan.. kehadiran Chen Khu bersama Shiva yang datang bagaikan dewa turun dari langit membuat moral dan mental pendekar - pendekar Nalagarh yang semula mulai runtuh akibat banyak rekan mereka yang sudah menemui ajal kembali meningkat.
Jurus Cakar Garuda Maut yang digunakan oleh Chen Khu membuat ujung - ujung jarinya mengeluarkan cahaya kebiru - biruan yang menyeruapi cakar burung elang, tapi memiliki ketajaman yang sangat luar biasa.. yang bahkan batang pohon yang terkena cakar Chen Khu terpotong hanya dengan sekali tebas.. sambil terus menyerang lawannya Chen Khu mulai merasakan dalam hati jika pedang terbaik sesungguhnya ada dalam diri pendekar itu sendiri jika dia mampu memaksimalkan kekuatan yang ada dalam dirinya sendiri, sedang pedang - pedang pusaka sifatnya hanya membantu melipat gandakan kekuatan yang akan dikeluarkan.
Satu persatu siluman kera api menemui ajalnya hingga tersisa belasan siluman yang masih mampu menahan serangan Chen Khu serta Shiva bersama pendekar kota Nalagarh.. belasan siluman kera yang tersisa itu kemudian saling mendekat satu sama lain dan membetuan sebuah formasi bertahan untuk meredam serangan Chen Khu yang bisa mendekati mereka satu persatu jika mereka saling terpisah satu sama lain...dan setelah formasi terbentuk, salah satu siluman kera api yang merupakan siluman ribuan tahun melompat kedepan dengan seluruh tubuh diselimuti api yang menyala - nyala, membuat Chen Khu dan rekan - rekannya harus melompat mundur menghindari panasnya api yang menyelimuti tubuh siluman tersebut.
"Shiva.. perintahkan mereka untuk mundur.. sepertinya ini akan semakin sulit.. !!" ucap Chen Khu pada Shiva dan langsung diteruskan pada pendekar yang ikut bertarung bersama mereka.
Bukan tanpa alasan Chen Khu meminta mereka untuk mundur.. sebab siluman kera yang seluruh tubuhnya diliputi oleh api yang sangat panas itu mempunyai kemampuan yang paling tinggi diantara kera - kera lainnya yang juga mampu menembakkan bola api dari mulut mereka, dan jika pendekar - pendekar tersebut kurang waspada, bukan tidak mungkin akan menambah jumlah korban di pihak mereka.
Chen Khu memasang kuda - kuda bersiap untuk menyerang, dan baru selangkah kakinya digerakkan belasan siluman yang membentuk sebuah formasi itu menembakkan bola api ke arahnya dan ketika Chen Khu mencoba untuk menghindarinya.. siluman kera yang menyala juga maju menyerangnya.. dan meskipun Chen Khu mampu menghindari serangan bola api akan tetapi dia sedikit terlambat menghindari serangan pimpinan siluman kera tersebut..
__ADS_1
Chen Khu memang masih sempat menangkis pukulan darinya akan tetapi tendangan dari siluman kera tersebut hampir saja mengenainya dengan telak.. dan hal itu membuatnya mundur beberapa langkah untuk menarik nafas.
Chen Khu mengibaskan pakaiannya yang terbakar pada bagian lengan saat menangkis pukulan siluman kera, serta bagian dada yang juga terkena tendanga.. Chen Khu berusaha mematikan api itu dengan cepat sebelum membakar seluruh pakaiannya.
"Siial..!! bagaimana aku mendekatinya..?!" gumam Chen Khu dalam hati, dan baru saja dia berusaha memutar otak, terdengar suara derap langkah kaki kuda yang datang dengan cepat menuju ke arah mereka.
"PEDANG PEMBELAH BADAI.. "
Serangan dari belakang yang datang secara tiba - tiba memecah konsentrasi siluman - siluman kera yang membuat formasi bertahan dari Chen Khu dan mereka tampak kebingungan sebab serangan yang baru saja mereka terima membunuh beberapa dari mereka.
Meskipun tenaga dalam yang dimiliki oleh Mathanadeva belum setinggi tingkat tenaga dalam Chen Khu, akan tetapi efek serangan yang ditimbulkannya dengan menggunakan pedang halilintar hampir tidak kalah dahsyatnya.
Siluman - siluman kera yang berada pada barisan paling belakang dalam formasi menemui ajal dengan tubuh terpotong menjadi dua bagian sedangkan sebagian lainnya masih sempat menghindar akan tetapi mereka juga menderita luka yang cukup serius..
Serangan jurus pedang pembelah badai kemudian diikuti oleh prajurit - prajurit Gurjara yang dengan cepat menyerbu ke arah siluman - siluman kera yang masih tampak kebingungan.
"Yang mulia.. perintahkan prajurit anda untuk sedikit menjauh darinya.. " teriak Chen Khu sambil menunjuk pada pimpinan siluman kera yang tubuhnya terus mengeluarkan api.
----------
__ADS_1
**Mohon maaf semalam tidak update..
Sebenarnya saya ingin sekali menulis, tapi sayangnya mata tidak bisa diajak bekerja sama.. dan akhirnya saya ketiduran.. mungikin efek kelelahan.. untuk itu.. mohon dimaklumi**.