
Chao Sin tersedak ludahnya sendiri melihat aura yang dikeluarkan oleh pedang naga langit.. dia melompat mundur dan mengatur kembali nafasnya yang tersengal setelah memberikan serangan beruntun pada Chen Khu namun tidak mendapatkan hasil.
"Kolonel Kobayasi..cepat temukan para sendera.. bangunan ini sebentar lagi akan runtuh..! " pinta Chen Khu sebelum merengsak maju mengambil inisiatif menyerang lebih dulu.
Benturan dua logam yang mengandung energi besar menggetarkan seluruh bangunan itu.. Chen Khu sengaja menyerang lebih dulu dengan tujuan untuk mendesak Chao Sin dan menggiringnya untuk bertarung di luar gedung.
Kecepatan Chen Khu yang menggunakan jurus langkah petir membuat Chao Sin sedikit kewalahan dan terus memaksanya pada posisi bertahan.
Chao Sin yang terus - menerus didesak oleh Chen Khu mulai terpojok dan masih belum menemukan celah untuk menyerang balik..pergerakan Chen Khu yang cepat dan susah ditebak membuat Chao Sin sangat berhati - hati dan tidak ingin membuat celah pada pertahanannya.
Serangan Chen Khu yang awalnya mengincar leher Chao Sin tiba - tiba saja berubah di detik terakhir dan kembali mengincar kedua kaki Chao Sin.
Choa Sin yang terkejut berusaha menghindar dengan melompat ke udara.. namun Chen Khu kembali merubah arah serangannya dengan menekuk pergelangan tangannya dan menggunakan ujung pedang yang tertancap pada lantai bangunan untuk melemparkan tubuhnya ke atas lebih dulu dari Chao Sin.. dan Chen Khu berhasil menyarangkan sebuah tendangan setelah memutar tubuhnya.
Tubuh Chao Sin terlempar keluar menembus dinding bangunan yang terbuat dari kayu setelah tendangan Chen Khu berasang telak di dadanya.. tubuh Chao Sin baru berhenti terseret di tanah setelah terjungkal beberapa kali hingga membuat gadanya terlepas.
Chao Sin berusaha bangkit secepatnya karena Chen Khu langsung menyusulnya keluar.
Kobayasi melihat peluang.. dengan segera dia membagi anak buahnya menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama bertugas membuka jalan bagi kelompok kedua yang akan mencari para sandera.
Kelompok para ronin itu tidak lagi bertarung dalam bentuk formasi.. karena pendekar - pendekar yang menjadi lawan mereka saat ini hanya tinggal belasan orang.. tapi Kobayasi tidak ingin gegabah dan tetap membentuk dua kelompok untuk melindungi rekan mereka yang lain.
Magura yang memimpin kelompok pencarian berlari menyusuri setiap lorong dalam bangunan tersebut dan memeriksa setiap kamar yang mereka lalui sedangkan kelompok Kobayasi sendiri menghalau para pendekar yang terus mengikuti mereka.
Sebuah ruangan kecil yang terletak di ujung lorong bagian belakang.. terdapat sebuah ruangan dengan pintu berlapis jeruji besi.
Magura terdiam sejenak dihadapan ruangan tersebut, sebelum mundur satu langkah lalu mencabut pedangnya dan memotong gembok yang menjadi pengunci jeruji besi tersebut.
__ADS_1
Suara gaduh terdengar dari dalam saat pedang Magura berhasil memotong gembok.
"Manjauh dari pintu..!! teriak Magura.
Magura kembali mundur dua langkah untuk mengambil ancang - ancang.. lalu sebuah tendangan mendatar berhasil melepaskan pintu dari engsel dan gerandelnya.
Puluhan orang disekap diruangan sempit tersebut dengan kondisi yang sangat tidak layak.. bahkan bau kotoran serta bau pesing tercampur menjadi satu dalam ruangan tersebut.
Tangan dan kaki mereka diikat.. tidak perduli orang tua atau anak kecil.. mulut mereka juga disumpal dengan kain..kelompok Magura segara membebaskan para sandera dan membawa mereka keluar melalui pintu belakang.
Magura tidak tau akan membawa mereka ke mana.. yang ada dalam pikirannya hanya membawa mereka sejauh mungkin dari tempat itu.
Warga yang melihat pars sandera yang terdiri dari orang tua dan anak - anak dalam kondisi lemah akhirnya menawarkan bantuan untuk membantu.. salah seorang warga juga langsung memanggil kepala desa.
"Tuan kepala desa.., kami titipkan mereka pada anda.. kami harus kembali membantu rekan kami yang lain.. " ujar Magura saat kepala desa baru sampai.
"Baik tuan..!! "jawab kepala desa.. lalu mengarahkan warganya untuk membantu para sandera. Kepala desa mengarahkan sebagian warganya untuk menyediakan makanan hangat, dan sebagian yang lain diperintahkan untuk menyiapkan perlengkalan bagi para sandera untuk membersihkan diri.
Nama besar Lin Dan memang sudah tersebar dikalangan prajurit kekaisaran Han.. meskipun tidak semua prajurit pernah melihat atau bertemu dengannya.. tapi nama Lin Dan sebagai pemimpin termuda pasukan angin biru.. sangat dikenal dikalangan prajurit.
Magura mengajak Himura dan Nagato kembali setelah memastikan jika para sendera sudah dalam keadaan aman dan akan mendapatkan perawatan dari para warga desa.
***
Kobayasi bersama Yamato dan Hatori tinggal menyisakan beberapa pendekar yang juga sudah mengalami banyak luka saat Magura dan kedua rekannya sampai kembali, sedangkan Chen Khu yang masih bertarung satu lawan satu dengan Chao Sin juga sudah terlihat mengungguli lawannya.
Chen Khu yang sejak awal hanya menggunakan empat puluh persen kemampuannya perlahan sudah dapat mendesak Chao Sin dan memberikan luka gores pada beberapa bagian tubuhnya.
Chao Sin semakin kesulitan saat Chen Khu tiba - tiba kembali meningkatkan kecepatannya.. meskipun mampu menangkis serangan mematikan yang mengincar organ vitalnya.. tapi lagi - lagi.. serangan tapak kanan Chen Khu kembali bersarang di dadanya.
__ADS_1
Chao Sin kembali terlempar beberapa meter ke belakang dan memuntahkan darah segar.. tapi kekuatan fisik yang dimilikinya membuatnya masih bisa kembali berdiri.
"Sialan.. pendekar macam apa dia itu..? padahal dengan kekuatan sebesar itu seharusnya dia sudah tidak sadarkan diri.. " umpat Chen Khu dalam hati.
"Lagi..lagi.. dan lagi..!! sepertinya orang itu sedang mempermainkan aku..!! " ucap Chao Sin geram lalu kembali meraih gada miliknya dan kembali berdiri.
"Tuan Chen...!! semua sandera sudah diamankan.. "teriak Kobayasi yang sudah berada diatas atap bersama rekan - rekannya.
Chen Khu menoleh ke atas lalu menganggukkan kepalanya.
"Saatnya mengakhiri pertarungan ini.. "ucapnya dalam hati.
"NAFAS NAGA.. "
Chen Khu mengalirkan qi dalam jumlah besar ke pedangnya dan kobaran api kemudian menyelimuti pedang itu..
"Dia bukan manusia..!!" ujar Kobayasi saat menyaksikan api yang berkobar pada pedang Chen Khu namun Chen Khu sendiri seolah tidak merasakan panas sama sekali.
"Dia masih menyimpan kekuatan sebesar itu..?! siapa sebenarnya pemuda ini..?! " Chao Sin sampai tersedak ludahnya sendiri melihat kemampuan yang ditunjukkan oleh Chen Khu.
Chen Khu tiba - tiba bergerak cepat. dengan menghentakkan salah satu kakinya ke tanah.. Chen Khu melesat ke arah Chao Sin sambil mengayunkan pedangnya.
Chao Sin yang terkejut masih sempat mengalirkan tenaga dalam dengan jumlah besar ke gada yang digunakannya dan menangkis sabetan pedang Chen Khu.
Benturan dua energi besar itu mengakibatkan ledakan yang suaranya terdengar dari kejauhan dan meninggalkan lubang besar di tanah yang menjadi arena pertarungan.
***
"Tetuaaa...!! sepertinya disana ada pertarungan..!! " teriak salah seorang pendekar..
__ADS_1
"Aku juga tau itu..!! " jawab Wan Kao Lue sinis.
"Kita harus segera sampai di desa itu.. " ujarnya kemudian.. dan langsung bergerak secepat mungkin untuk bisa sampai di desa Wuling.