
Maruka yang berdiri dihadapan ratusan ribu prajurit dan termasuk Mathanadeva di dalamx..tampak komat - kamit sebelum menggigit ibu jari tangan kanannta lalu terlihat seperti menggambar sesuatu pada telapak tangan kirinya dan sesaat kemudian.. dia meletakkan telapak tangannya di tanah.
Seketika itu juga.. sekilas terlihat seperti bayangan hitam yang membentuk simbol - simbol tertentu merayap di tanah. Prajurit, bahkan kuda - kuda mereka terlihat panik melihat melihat hal itu, tidak terkecuali Mathanadeva sendiri.
"Guru...!! apa ini..??! " teriaknya.
Belum sempat Maruka menjawab.. sebuah lubang hitam tiba - tiba terbentuk dan menarik mereka masuk kedalam.
"Aku menyebutnya lubang dimensi.. " ucap maruka pelan dengan nafas terengah - engah saat ratusan ribu prajurit gurjara menghilang dari halaman istana..
Khan.. panglima tertinggi kerajaaj Gurjara serta ratusan prajurit lain yang ikut menyaksikan kejadian tersebut bahkan sampai lupa menutup mulut yang menganga..menyaksikan keajaiban yang baru kali ini mereka lihat.
Halaman istana yang semual riuh oleh ratusan ribu prajurit, tiba - tiba saja hening.. dan tersisa ratusan orang prajurit penjaga yang juga belum bisa mengeluarkan sepatah katapun.
Bagaimana tidak.. Dua ratus ribu orang prajurit hilang dalam sekejap mata hanya dengan satu jurus dari orang aneh yang menjadi guru dari raja mereka.
***
Di sisi lain.. Chen Khu yang sedang bertarung hidup mati ditengah kepungan sekitar tiga ribu orang pendekar.. langsung melesat ke udara dan melompat mundur saat tiba - tiba saja terlihat bayangan hitam merayap di tanah sama persis dengan yang terjadi di halaman istana kerajaan Gurjara.
Pendekar - pendekar yang menjadi lawan Chen Khu tampak kebingungan saat melihat bayangan hitam tersebut.. namun belum sempat mereka beraksi.. sebuah lubang hitam juga ikut muncul.
Saat lubang hitam menghilang.. terlihat ratusan ribu prajurit yang sedang kebingungan dengan apa yang baru saja mereka alami.
"Yang muliaa..!! " teriak Chen Khu saat mengenali salah seorang dari mereka.
Pakain perang yang dikenakan oleh Mathanadeva memang sangat mencolok dibandingkan pakaian perang yang digunakan oleh prajurit - prajuritnya..selain itu.. Chen Khu juga sudah sangat akrab dengan pakaian tersebut... jadi tidak butuh waktu lama baginya untuk mengenali siapa atau lebih tepatnya ratusan ribu orang - orang misterius yang muncul dengan cara misterius pula.
__ADS_1
***
"Haaah.. aku selalu lupa untuk menyempurnakan jurus ini.. " gerutu Maruka seraya menarik pedang dari dalam Kuokaa.
Hal berbeda justru terlihat dari Khan dan ratusan orang prajuritnya..
Belum hilang keterkejutan mereka dengan menghilangnya rekan - rekan mereka..
kali ini..tiba - tiba saja ribuan orang berbera sudah berada dihalaman istana dengan wajah yang juga terlihat kebingungan.
Namun belum sempat mereka mendapat jawaban atas apa yang mereka alami.. Maruka.. dengan sisa - sisa tenaganya sudah melesat ke arah mereka.
Dengan kemampuan yang dimiliki oleh Maruka.. pendekar - pendekar pulau tengkorang tentu bukanlah lawan yang sepadan. hanya dalam sekejap.. Maruka sudah menghabisi hampir separuh dari mereka hanya dengan permainan pedangx.
Prajurit - prajurit kerajaan Gurjara yang sedang berjaga juga tidak tinggal diam..melihat Maruka menyerang...mereka bisa memastikan jika orang - orang yang tiba - tiba muncul itu adalah musuh mereka..
Tepat sesaat setelah prajurit - prajurit Gurjara menghabisi seluruh pendekar pulau tengkorak.. Maruka terduduk dengan bertumpu pada kedua lututnya.. matanya serasa gelap.. dan hampir saja Maruka kehilangan kesadaran.
Untung saja.. Khan yang melihat hal itu dengan sigap langsung menyambar tubuh Maruka sebelum tubuhnya terbaring di tanah..lalu membawanya kedalam istana.
"sepertinya aku sudah terlalu tua untuk hal - hal seperti ini.. " gumamnya saat tubuhnya masih dalam gendongan Khan.
Rambut Maruka perlahan mulai terlihat memutih..kulitnya yang semula juga terlihat kencang kini mulai keriput.
Qi yang membuatnya terlihat seperti baru berumur enam puluh sampai tujuh puluh tahun.. habis terkuras untuk membuka lubang dimensi..dan ini membuat penampilannya kembali seperti usianya yang sebenarnya.
Memasukkan dua ratus ribu orang kedalam lubang dimensi.. tentu saja harus menggunakan energi yang sangat besar.. dan bahkan Maruka yang mempunyai Qi puluhan kali atau mungkin ratusan kali lipat dari Chen Khu itu harus merasakan kehabisan energi untuk pertama kalinya.
__ADS_1
"Cukup sampai disini saja panglima " ucap Maruka terdengar lemah saat Khan sampai di depan kamarnya.
"Tidak tuan guru.. "balas Khan sambil terus menggendong Maruka..lalu membaringkannya di tempat tidur.
Terlihat raut kekhawatiran pada wajah Khan melihat kondisi lemah Maruka.. dan tentu saja.. Khan akan kesulitan untuk menjelaskan pada Mathanadeva nantinya jika terjadi hal - hal yang tidak diinginkan pada Maruka.
"Jangan melihatku seperi itu panglima.. aku baik - baik saja.. hanya butuh sedikit waktu untuk memulihkan diri.. "ucapnya seraya mencoba untuk duduk bersila.
Khan yang ada disebelahnya dengan sigap membantu Maruka untuk duduk.. lalu kembali berdiri disamping tempat tidur.
"Tolong tinggalkan aku sendiri " ucap Maruka kembali dengan mata tertutup dan sepertinya Maruka sudah akan memasuki mode meditasi.
"Baik tuan guru..!! jika ada apa - apa panggil aku saja.. aku akan berjaga di depan pintu..! " balas Khan menyanggupi.
Khan kemudian berjalan keluar..namun setelah dia menutup pintu.. Khan menjadi semakin gelisah.. dia terus saja mondar - mandir di depan pintu kamar Maruka.. khawatir terjadi apa - apa dengan guru rajanya itu.
Beberapa menit setelah bermeditasi.. Maruka mulai membuka matanya.. setelah menghembuskan nafas panjang dia mulai mencoba untuk berdiri.. meski tubuhnya masih sangat lemah.. tapi Maruka memaksakan diri untuk turun dari tempat tidur.
"Mari kita lihat.. apa yang sudah kamu kumpulkan selama ini murid bodoh..!! " gumam Maruka lalu mengeluarkan kuokaa.. dia berharap ada sesuatu yang bisa digunakan untuk mengembalikan energinya dengan cepat.
Maruka lalu menumpahkan isi kuokaa.. suara gemerincing koin - koin mulai dari perunggu sampai koin emas terdengar oleh Khan yang berada di depan pintu.. Khan mencoba untuk melihat tapi saat tangannya memegang gagang pintu.. dia membatalkan niatnya dan memutuskan untuk tetap menunggu sampai Maruka sendiri yang memanggilnya.
Maruka mulai memeriksa barang - barang yang sudah ditumpahkannya.. seluruh isi kuokaa dikeluarkannya dan hampir memenuhi seluruh ruang pribadinya yang memang cukup luas.
"Sepertinya ini yang aku butuhkan..!! " gumamnya saat melihat puluhan pil.. serta buah - buahan yang bahkan mungkin Chen Khu sendiri tidak mengetahuinya.. karena selama ini.. Chen Khu memang tidak pernah memeriksa isi kuokaa secara keseluruhan.
Maruka lalu mengambil beberapa pil yang disimpan dalam botol kaca kuno.. serta beberapa buah - buahan yang memang merupakan buah ajaib yang bisa membangkitkan energi dalam sekejap.
__ADS_1