
"Sekarang. Aku akan melakukan ritual untuk membuat kita sah menjadi suami istri," sambil mengelus pipi Panji yang lembut, Seroja berkata dengan penuh gairah. Panji yang sejak tadi terus mengikuti ucapan wanita itu berusaha memberontak . Ia berusaha menguasai tubuhnya sendiri. Ia tidak mau menikah kecuali dengan orang yang dicintainya.
"A.....a......aku..... ti..dak sudi menikah denganmu," setelah berusaha sangat keras memaksa mulutnya untuk berkata seperti itu akhirnya keluar juga.
"Aku tidak peduli. Lagipula seluruh tubuhmu ada dibawah kendali ku. Apapun yang kamu lakukan tidak akan mengubah apapun," jawab wanita itu.
"Kecuali kalau kamu ingin menderita seumur hidupmu," katanya lagi.
"Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak mau denganmu?"
"Soal itu, nanti juga kamu akan mengetahuinya."
__ADS_1
Setelah berhasil lepas dari kendali yang membuat tubuhnya tidak bisa sesuai dengan pikirannya, Panji mencoba untuk kabur dari sana. Walaupun agak susah, tapi ia bisa juga keluar dari sana. Saat keluar, suasana terlihat berbeda sekali dari sebelumnya. Ia sekarang berada di tengah hutan yang lumayan lebat.
Walaupun berhasil keluar, tapi ia tak bisa lari dari kejaran wanita itu. Dia benar-benar tak paham mengapa wanita itu sangat menginginkannya, padahal ia bahkan baru sekali bertemu dengannya.
"Kamu boleh tidak mau menikah denganku. Tapi kalau kamu mau kabur kamu harus ku buat menderita dulu," dia berkata dengan amarah kemudian mengikat Panji, setelahnya Panji tidak tahu apa yang terjadi kepada dirinya.
"Aku akan membiarkanmu sampai kamu sadarkan diri. Andai saja kamu tidak berontak, kamu pasti akan ku jadikan raja di dalam hidupku,"
Seroja kemudian pergi meninggalkan Panji untuk kemudian ke tempat dimana ia menyimpan banyak buku berisi mantra-mantra sihir. Dibukanya satu persatu buku itu. Ia ingin mencari tahu mantra yang cocok digunakan agar Pria itu menderita seumur hidupnya.
Setelah membaca beberapa buku, nampaknya ia tertarik dengan sebuah mantra yang bisa mengubah manusia menjadi makhluk hidup yang lain. Setelah berpikir beberapa kali ia akhirnya memutuskan untuk mengubah Panji menjadi manusia serigala.
__ADS_1
Dia pikir bentuk itu cukup mengerikan. Sebenarnya ia merasa sayang untuk mengubah wajahnya yang sangat tampan. Apalagi bentuk tubuhnya yang begitu sempurna. Sayangnya dia tidak mau berpaling kepadanya.
Sebenarnya semua yang dimiliki oleh Panji adalah sesuatu yang sangat ia dambakan sejak lama. Rasanya seperti menemukan sebuah jarum di antara tumpukan jerami.
Ia merasa beruntung sekali kemarin saat ditolong oleh pemuda sesempurna itu. Walaupun ia bukan bangsa manusia tapi Seroja tak bisa berpaling dari pria itu.
Kemarin itu, saat Panji berburu sebenarnya ia sudah melihatnya . Namun tak berani mendekat. Dengan sebuah mantra sihir ia kemudian menciptakan seekor harimau untuk menyerangnya. Tujuannya tentu saja ia ingin mendekati pria itu. Dan benar saja, ia akhirnya bisa mendapatkan perhatiannya walaupun hanya sebentar.
"Kamu pria yang baik. Karena itu kamu hanya cocok untukku. Tidak akan ku biarkan orang lain memilikimu lagi," setelah yakin dengan apa yang akan dilakukan olehnya dia kembali lagi ke hadapan Panji.
"Kalau ku ubah penampilanmu kamu tidak akan bisa di miliki orang lain. Kalau kamu kabur pun bakal kembali kepadaku," katanya lagi.
__ADS_1
"Aku akan mengubah mu saat kamu tersadar nanti," dengan tatapan yang begitu menyedihkan ia berkata sambil terus memandang wajah pria di hadapannya itu.