
Pendekar - pendekar yang baru sampai langsung berkumpul dengan kawan - kawan mereka yang berasal dari sekte yang sama. Kedatangan mereka juga membawa pil - pil yang berasal dari sumber daya berharga dan berguna untuk menyembuhkan luka.
Ken yang juga mendapatkan beberapa luka pada tubuhnya mendapatkan bantuan dari sekte Kuda terbang yang dipimpin oleh Bao Yu.. Ken memang terlihat akrab dengan anggota sekte Kuda Terbang karena sebelumnya mereka pernah bertemu di rumah Jendral Chou.
Meskipun semua orang dalam benteng sibuk memulihkan diri atau membantu rekan atau saudaranya yang terluka, tapi ratusan pemanah yang bersiaga diatas benteng tidak menurunkan kewaspadaannya.
Pemanah - pemanah itu melihat seseorang mengendarai kuda sambil membawa bendera putih..
"Jendraaaaal... ada seorang datang membawa bendera putih " teriak komandan dari pemanah yang berjaga diatas benteng.
Jendral Chou yang sedang bersama Wing Chun langsung naik ke atas benteng dan melihat apa yang baru saja dikatakan oleh salah seorang prajuritnya.
Dari kejauhan tampak seorang menunggangi kuda sambil membawa bendera putih.. orang tersebut mengenakan seragam pasukan kekaisaran Qing.. Pemanah - pemanah yang sedang berjaga diatas benteng menyiapkan anak panah pada busurnya.. mereka tinggal menunggu pasukan Qing itu masuk dalam jangakuan mereka lalau melepaskan anak panah itu, tapi Jendral Chou mengangkat tangannya yang bermaksud melarang para pemanah itu untuk melepaskan anak panah.
"Tahan anak panah kalian.. jangan ada yang menyerang sampai aku perintahkan " ujar Jendral Chou.
Perlahan - lahan pria prajurit Kekaisaran Qing itu semakin mendekat ke benteng.. setelah kurang lebih sepuluh meter dari pintu gerbang pria itu menghentikan kudanya.
"Aku membawa pesan dari Kaisar Yong Zheng " teriak pria itu sambil memperlihatkan gulungan kertas.
Jendral Chou memberi tanda pada salah seorang komandannya agar membuka pintu gerbang agar utusan Kaisar Yong itu masuk kedalam benteng.
"Pesan apa yang kamu bawa..? " ujar Jendral Chou dari atas benteng.
__ADS_1
Sang utusan memberikan gulungan kertas yang dibawanya pada salah seorang prajurit, lalu prajurit tersebut membawa gulungan itu pada Jendral Chou.
Jendral Chou yang menerima gulungan tersebut melihat pada Wing Chun.. dan setelah Wing Chun mengangguk barulah Jendral Chou membuka gulungan tersebut.
"Maha guru.. Kaisar Yong Zheng meminta gencatan senjata untuk mengambil mayat prajuritnya yang tewas " ujar Jendral Chou pada Wing Chun setelah membaca pesan dari Kaisar Yong Zheng.
Wing Chun memejamkan mata sejenak sambil mengelus janggut panjangnya yang putih.
"Tempatkan lebih banyak pemanah untuk berjaga di sini.. lalu biarkan mereka mengambil mayat rekan - rekan mereka yang sudah meninggal asalkan.. prajurit mereka yang datang tidak boleh lebih dari seribu orang dan tidak boleh ada yang membawa senjata atau tameng.. baju zirah yang mereka gunakan juga harus dilepas " ujar Wing Chun.
"Baik mahaguru...!!" ucap Jendral Chou
"Sampaikan pada Kaisarmu.. kalian boleh mengambil mayat prajurit Qing asalkan yang datang tidak boleh lebih dari seribu orang, semuanya tidak boleh membawa senjata jenis apapun, serta baju zirah mereka juga harus dilepaskan " ujar Jendral Chou dari atas benteng.
"Hmmm.. apa lagi yang sedang mereka rencanakan.? "gumam Jendral Chou dalam hati.
Jendral Chou kemudian memerintahkan lebih banyak pemanah untuk kembali ke posisi mereka semula.. lima ribu pemanah langsung kembali ke atas benteng setelah mendengar perintah tersebut.. dan prajurit serta pendekar yang lain diperintahkan untuk tetap bersiaga.
***
Kaisar Yong Zheng dan Jendral Lian Ti masih kebingungan memikirkan cara untuk kembali menyerang sedangkan moral pasukannya sedang merosot.. sedangkan tiga orang pendekar yang merupakan andalan Kaisar Yong Zheng juga masih dalam kondisi belum pulih seratus persen.
"Jendral.. apa sudah ada kabar tentang pendekar yang kita sewa dari Kekaisaran Han..? "
__ADS_1
"Dari informasi terakhir yang saya terima.. kemungkinan besok dia akan sampai ke sini yang mulia " jawab Jendral Tian Li.
"Hmm.. kita harus melumpuhkan pendekar yang mengalahkan ketiga pengawal pribadiku.. jika kita tidak membunuhnya terlebih dulu.. dia pasti akan menghabisi seluruh pasukan kita.." ujar Kaisar Yong Zheng..
"Kami sudah berupaya mengumpulkan informasi tentang pemuda itu yang mulia..tapi.. informasi yang kami dapatkan tidak seberapa.. informasi yang kita dapatkan hanya pemuda itu berasal dari sekte Kuda Terbang.. sedangakan informasi yang sebelumnya kami dapatkan tentang sekte Kuda Terbang sendiri.. bahwa sekte itu hanyalah sekte menengah.. dan ketua sekte mereka sendiri hanyalah pendekar berkemampuan setara pendekar level enam.. dan rasanya sangat mustahil jika mereka mempunyai seorang murid yang kemampuanya lebih tinggi dari ketuanya " ucap Jendral Tian Li sambil memandang ke atas.. pandangannya menerawang jauh seolah ingin mencari tau sendiri tentang pendekar yang hampir saja meluluh lantakkan seluruh pasukannya.
" Yang mulia.. bagaimana jika kita meminta gencatan senjata pada mereka..? " tanga Jendral Tian Li.
"Gencatan senjata..?? maksudmu apa Jendral..? " ujar Kaisar Yong Zheng dengan nada tinggi.
"Yang mulia.. kita harus menunggu pendekar yang kita sewa.. sedangkan mayat - mayat pasukan kita berhamburan di luar sana.. ada baiknya kita menguburkan mereka sambil menunggu pendekar itu " jawab Jendral Tian Li tetap terlihat tenang meskipun Kaisar Yong Zheng berkata dengan nada tinggi.
"Hmm.. benar juga Jendral.. disamping itu.. mayat - mayat itu bisa juga menghambat pergerakan pasukan kita.." ujar Kaisar Yong Zheng setelah sejenak memikirkan usulan Jendral Tian Li.
"Baiklah kalau begitu Jendral.. kirim utusan ke sana untuk membawa pesanku " lanjut Kaisar Yong Zheng.
***
Utusan yang kembali membawa jawaban dari Jendral Chou langsung bertemu Jendral Tian Li dan menyampaikan pesan dari Jendral Chou.
Jendral Tian Li kemudian memerintahkan seribu orang prajurit untuk melepaskan pakaian perangnya serta melepaskan seluruh senjata yang mereka bawa.
Seribu orang prajurit itu kemudian diperintahkan agar membuat tandu untuk mengangkat mayat - mayat pasukan Kekaisaran Qing yang sudah dua hari tergeletak. Sedangakan prajurit yang lain diperintahkan untuk menggali lubang untuk menguburkan mayat rekan - rekan mereka.
__ADS_1
Hari itu terlihat pasukan Kekaisaran Qing yang sibuk mengangkat mayat rekan - rekan mereka untuk dikuburkan.. sedangakan pendekar dari kedua Kekaisaran juga memulihkan diri masing - masing.. semuanya mempersiapkan diri untuk pertarungan selanjutnya selama gencatan senjata.