
Aji Dharma dan Laksminingrum langsung menunduk saat melihat beberapa anak panah menuju ke arah mereka. Sesaat setelah panah-panah itu tertancap di antara batang pepohonan, muncul beberapa gadis cantik dengan tatapan yang mengerikan. Mereka nampak bukan seperti manusia biasa.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, gadis-gadis misterius itu langsung menyerang dengan sangat brutal. Dengan menggunakan selendang, mereka berusaha mengikat Aji Dharma dan Laksminingrum. Walaupun bentuknya hanya selendang, namun ia terlihat memiliki kekuatan yang dahsyat juga.
Saat mereka berdua sibuk menghindar dari selendang maut itu, seorang nenek berwajah lumayan mengerikan ikut datang dan juga menyerang mereka juga. Rasanya seperti tidak ada celah untuk kabur .
"Akhirnya, aku berhasil mendapatkan tumbal . Aromanya sangat bagus sekali," setelah berhasil mengikat Aji Dharma dengan selendang, nenek tua itu berkata dengan diiringi suara tawa yang cukup mengerikan. Saat Laksminingrum hendak menolong Aji Dharma, Nenek tua beserta beberapa gadis dan juga Aji Dharma menghilang dari pandangannya.
Seketika ia menjadi bingung. Ia tak tahu mereka membawa Aji Dharma kemana. Laksminingrum benar-benar dibuat bingung .
__ADS_1
***
"Kalian siapa? Apa maksudmu dengan berkata kalau aku adalah tumbal?" Sambil berusaha melepaskan ikatan yang teramat kuat, Aji Dharma berkata dengan emosi yang meledak-ledak.
"Jangan marah anak muda. Setidaknya hidupmu bisa berguna jika menjadi tumbal ku. Bentuk tubuhmu begitu sempurna untuk ku persembahkan. Dengan kamu jadi tumbal maka kecantikan dan kekuatanku akan pulih kembali. Aku bahkan akan menjadi lebih cantik dari sebelumnya," lagi-lagi suara tawanya yang mengerikan terdengar saat wanita itu mengakhiri perkataannya.
"Nanti malam kamu akan ku jadikan tumbal. Sekarang nikmatilah hidupmu yang sebentar lagi akan berakhir. Sebenarnya akan sangat menyenangkan bila kau ku jadikan suamiku saja. Tapi tanpa kecantikan dan kekuatan aku tidak bisa apa-apa," katanya lagi . Setelah berkata demikian, ia langsung meninggalkan Aji Dharma sendirian.
Sambil menunggu hari menjadi malam, ia merenungkan banyak hal. Terutama hal-hal yang terjadi setelah ayahnya menjadi aneh. Sejak saat itu , babak baru dalam kehidupannya seperti baru dimulai. Ada banyak kesulitan yang harus ia hadapi sendiri. Sebelumnya, ia terlalu bergantung dengan kakaknya.
__ADS_1
Sebelumnya, ia juga tak pernah membayangkan akan menjalani kehidupan diluar istana yang ternyata sangat keras. Beberapa kali nyawanya hampir melayang setelah menjalani kehidupan diluar istana. Walaupun begitu, tetap saja ada senangnya juga. Terutama sekali karena ada banyak pengamalan yang baru ia dapatkan setelah keluar dari istana.
***
Laksminingrum berusaha mencari jejak orang-orang yang menyerangnya tadi namun sepertinya hasilnya nihil. Ia merasa percuma saja mencari Aji Dharma. Kalau dilihat-lihat, nampaknya ia telah dibawa lelembut yang berwujud Wanita tua tadi ke suatu tempat yang tak terjamah oleh manusia biasa sepertinya.
Karena hampir menyerah. Entah mengapa tiba-tiba saja Laksminingrum ingin menangis putus asa. Ia merasa percuma saja memanggil nama Aji Dharma dengan keras. Sekuat apapun suaranya, tidak ada seorangpun yang mendengarnya.
Saat benar-benar ingin menangis karena sudah benar-benar putus asa. Tiba-tiba saja muncul dua ekor buaya yang entah datang darimana. Mereka berdua kemudian berubah wujud menjadi gadis cantik yang terlihat perkasa.
__ADS_1
"Kalau kamu ingin mengetahui keberadaan temanmu, kami akan mengantarkannya. Pegang tangan kami dan tutuplah matamu. Jangan takut, kami adalah prajurit yang dipilih Kanjeng ratu untuk membantumu."
Laksminingrum sebenarnya tidak mengerti dengan maksud ucapan siluman buaya itu. Namun karena tidak cara lain ia mengikuti instruksi yang diberikan tanpa mengucapkan sepatah katapun. Setelah ia membuka matanya kembali, ia mendapati dirinya berada ditempat yang sangat asing baginya.