
Hari mulai gelap saat Mathandeva dan Chen Khu bersama ratusan orang lainnya sampai di tengah hutan yang mana terdapat puluhan rumah - rumah kecil dan sebuah rumah yang terlihat berukuran lebih besar dari rumah lainnya dengan obor yang menyala tertancap di beberapa tempat.
Puluhan anak kecil berlari menyambut kedatangan mereka, lalu para wanita terlihat keluar dan menghampiri suami - suami mereka.
"Beri hormat pada raja Gurjara.. " perintah Desmar yang langsung dilaksanakan oleh seluruh orang - orang yang tinggal dalam hutan tersebut meskipun dalamm hati mereka menyimpan keterkejutan..tapi saat mendengar raja Gurjara..terbersit sebuah harapan dalam hati mereka sebab sudah bukan rahasia jika Yaseka adalah sahabat karib Mathanadeva.
"Sebenarnya apa yang terjadi Desmar..? " ucap Mathanadeva lalu pada sebatang pohon yang dibaringkan di depan perapian yang sudah dinyalakan saat hari mulai gelap.
Desmar menghela nafas panjang sebelum memulai ceritanya.
"Semua berawal sejak ditemukannya emas di wilayah kami.. " ucapnya mengawali cerita.. ucapan Desmar terhenti beberapa saat sebelum dia melanjutkan.. pandangannya kosong dan jauh kedepan seperti sedang membayangkan masa lalunya.
Desmar kemudian melanjutkan ceritanya..
" Saat kerajaan Nishada mulai berkembang sejak ditemukannya emas di beberapa tempat secara bersamaan,sehingga membuat roda perekonomian mereka mulai bergerak tumbuh dan perlahan - lahan.. kerajaan Nishada yang semula hanyalah sebuah kerajaan kecil dan miskin mulai merubah wajahnya.
Bangunan - bangun berdiri megah seiring bertambahnya pendapatan penduduk kerjaan Nishada. Peningkatan pendapatan juga menarik minat para saudagar untuk memasuki wilayah kerajaan tersebut untuk menjajakan dagangan mereka, kemudian kembali dengan membawa emas yang dihasilkan dari daerah - daerah yanv mereka datangi.
Pemerintaha kerajaan Nishada mulai menerapkan pajak untuk memacu pembangunan sehingga pasar - pasar yang megah banyak berdiri.. juga untuk memperkuat militer kerajaan tersebut.
Awalnya.. kerajaan Nishada, merekrut pendekar - pendekar bayaran untuk memperkuat wilayah perbatasan, lalu kemudian merekrut penduduk untuk menjadi prajurit.. dan disaat itulah..keserakahan yang dalam diri Narendra mulai meyeruak.
Narendra yang merupakan anak dari selir, ingin menggatikan Yeseka yang sedang bertahta, hanya saja.. penduduk Nishada sangat menyanjung Yaseka...karena saat Yeseka menduduki tahta menggantikan ayahnya Maruta yang mangkat, alam Nishada seolah sangat merestuinya.. hal itu terlihat dari perkembangan kemajuan kerajaan Nishada yang sangat cepat, disamping itu, Yeseka juga dikenal sebagai raja yang bijak dan sangat memperhatikan rakyatnya..
Hal itu membuat Narendra harus menggunakan cara licik untuk mengambil alih kekuasaan tanpa menentang keinginan Rakyat.
__ADS_1
Rencana Narendra dimulai dengan menawarkan diri sebagai orang yang akan merekrut pendekar dan prajurit, dengan dalih dia ingin membantu meringankan tugas Yaseka.
Yaseka yang tidak memiliki pemikiran buruk kepada saudara tirinya tersebut, menyetujui keinginan Narendra, dan rupanya.. pendekar - pendekar dan prajurit yang direkrut oleh Narendra ternyata dipersiapkan untuk melakukan kudeta secara diam - diam.
Narendra menjanjikan pada komandan - komandan prajurit serta pimpinan kelompok pendekar jabatan yang tinggi serta kekayaan yang besar jika berhasil membantunya merebut kekuasaan secara diam - diam tanpa sepengetahuan rakyat Nishada.
Yeseka akan tetap akan menjadi raja Nishada sebagai simbol agar tidak terjadi gejolak atau pemberontakan, akan tetapi segala keputusan semua ada di tangan Nerendra.
Semua pengawal serta prajurit yang setia pada Yaseka diganti dan dipindahkan bahkan beberapa diantara mereka ada yang ditangkap lalu dipenjara tanpa alasan yang jelas, semua dilakukan dengan dalih atas perintah raja.
Gelagat Narendra akhirnya tercium oleh Desmar, akan tetapi saat Desmar melaporkan hal itu pada Yeseka, semuanya sudah terlambat.
Yaseka dan Desmar terkepung diruang kerja Yaseka yang mana seluruh pengawal yang ditempatkan di istana raja adalah orang - orang Narendra.
Pertarungan tidak seimbang tidak dapat dihindari.. Yeseka yang mengetahui dirinya adalah terget sesungguhnya dari semua rencana Narendra terpaksa Yeseka mengorbankan dirinya untuk membuat celah agar Desmar bisa melarikan diri, agar terus bisa memberikan perlawanan serta memberitahu penduduk Nishada jika Narendra telah melakukan kudeta.
Propaganda lain terus dilakukan oleh Narendra untuk memuluskan rencananya.. kebijakan untuk menaikkan pajak diterapkannya dan menjadikan Yaseka sebagai topeng, lalu kemudian dia tampil dihadapan rakyat seolah - olah menentang kebijakan tersebut dan memilih menantang Raja demi membela rakyat kecil.. berbagai propaganda yang dilakukan Narendra perlahan - lahan mulai mendapatkan simpati dari rakyat Nishada..dan semakin banyak rakyat yang membenci Yaseka karena kebijakannya yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil serta kecintaan mereka terhadap Narendra terus tumbuh karena Narendra selalu tampil sebagai pembela mereka dengan menentang kebijakan tersebut.
Suara - suara dukungan agar Narendra yang lebih pantas menjadi raja Nishada semakin lantang diteriakkan oleh rakyat - rakyat Nishada yang termakan propaganda Narendra hingga puncaknya dalam tiga hari lagi.. Narendra akan naik tahta menggatikan Yaseka.."
Mathanadeva tertegun setelah mendengarkan semua apa yang diceritakan oleh Desmar.. bahkan Mathanadeva sampai lupa menggigit potongan ayam di tangannya.
" Kenapa informasi ini tidak pernah sampai padaku sebelumnya..?" tanya Mathanadeva kemudian yang memecah kesunyian malam.
"Aku dan Yang mulia Yaseka belum sempat mengirim surat ke beberapa kerajaan yang merupakan sahabat yang mulia saat orang - orang Narendra menangkap dan menahan yang mulia Yaseka.
__ADS_1
Kami juga sempat berfikiran untuk meminta bantuan pada kerajaan Andhara namun jika kami mengirim surat tanpa stempel resmi kerajaan kami tidak yakin.. kerajaan - kerajaan tetangga akan mempercayainya.. untuk itu kami bersembunyi di tempat ini dan terus melakukan perlawanan - perlawanan sambil menunggu datangnya keajaiban.. "
"Hmm... tiga hari lagi ya..?? bagaimana Chen Khu..? " ucap Mathanadeva sambil manggut - manggut lalu menolah pada Chen Khu yang sudah membaringkan tubuhnya diatas dedaunan kering.
"Maksud yang mulia..? " balas Chen Khu lalu merubah posisinya menjadi duduk bersila.
"Kita akan menunda perjalanan kita beberapa hari untuk membaru Yaseka terlebih dulu.. baru setelah itu kita lanjutkan kembali perjalanan kita.. bagaimana..? "
"Tapi yang mulia.. bagaimana kita bisa melakukan semua itu hanya dalam waktu tiga hari..? sedangkan prajurit serta pendekar yang dimiliki Narendra jumlahnya tidak sedikit..?ucap Chen Khu terlihat ragu.
"Aku sudah memikirkan rencananya.. dan kita akan melakukan secara diam - diam.. sisanya biar Yaseka sendiri yang mengurusnya.. " balas Mathanadeva sambl mengepalkan tangannya.
" Jendral Desmar..!! barapa jumlah seluruh pasukanmu..? ucap Mathanadeva sambil mengarahkan pandangannya pada Desmar yang tampak antusias mendengarkan diskusi antara Mathanadeva dan Chen Khu.
"Untuk saat ini.. kami hanya memiliki tiga ribu orang yang mulia..yang tersebar diberbagai tempat.. dan seribu lima ratus orang yang bersamaku saat ini.. " jawab Desmar singkat.
"Baiklah.. besok kita akan jalankan rencananya.. " ucap Mathanadeva mantap.
" Tapi yang mulia..??!" ujar Chen Khu terkejut.
"Aku akan melakukannya dengan atau tanpamu.. " jawab Mathanadeva lalu meminta Desmar mengumpulkan beberapa orang anak buahnya yang memiliki kemampuan paling tinggi diantara lainnya.
"Ini namanya pemaksaan..!!" gumam Chen Khu sambil menggaruk kepalanya lalu berjalan kesamping Mathanadeva.
Mathanadeva tertawa sambil merangkul pundak Chen Khu..
__ADS_1
"Aku yakin.. kamu tidak akan meninggalkan saudara berjuang sendiri bukan..? seperti halnya Yaseka.. kami sudah berteman lama bahkan hubungan kami sudah hampir seperti saudara.. " gumam Mathanadeva.
Chen Khu hanya mengangguk dan tetap terdiam, dan dalam hati dia membenarkan ucapan Mathanadeva tersebut.