
Pagi - pagi buta.. saat masih banyak penduduk yang belum mulai beraktivitas.. Chen Khu dan Mathanadeva sudah meninggalkan penginapan Kechandeep untuk kembali melanjutkan perjalanan, Mathanadeva sengaja memilih melanjutkan perjalanan saat hari masih sedikit gelap agar tidak ada orang yang melihat mereka meninggalkan tempat itu.
Sisa - sia genangan darah akibat pertarungan semalam yang tidak habia disapu oleh air huja masih bisa terlihat..saat keduanya sudah cukup jauh meninggalkan desa itu.
Setelah pertarungan semalam.. ada beberapa hal yang menjadi beban pikiran Mathanadeva hingga membuatnya kesulitan untuk memejamkan mata..disamping Chen Khu yang masih haus darah.. adanya kelompok kriminal seperti teratai merah membuatnya merasa perlu untuk menemui Satavahana raja Andhara untuk membicarakan hal tersebut.
Dengan adanya kelompok - kelompok kriminal seperti teratai merah yang membuat petugas pemerintah kewalahan untuk menumpasnya.. tidak menutup kemungkinan ada kelompok - kelompok lain serupa yang bisa saja sewaktu - waktu akan melebarkan sayapnya dan memasuki wilayah kerajaan Gurjara mengingat Andhara dan Gurjara berbatasan langsung.
Jalur utama yang dilewati keduanya masih lengang dan sesekali hanya terlihat satu atau dua orang yang terlihat saat Chen Khu dan Mathanadeva melintasi desa - desa yang terletak di jalur utama itu.. sisa hujan semalam membuat udara pagi itu terasa lebih segar karena tidak ada debu yang beterbangan dan hanya meninggalkan jejak kaki kuda disetiap jalan yang mereka lewati.
***
Disaat yang bersamaan.. di sekte Kuil Gunung Hang Chu beberapa orang ketua sekte besar dari aliran putih terlihat memasuki pintu gerbang sekte Kuil Gunung Hang Chu, mereka adalah Wang Huo Ketua sekte Bambu Kuning,Hua Che Ming yang merupakan ketua sekte Rumah Pedang, Hai Yu dari sekte Serigala Merah, serta Bao Yu yang merupakan ketua sekte Kuda terbang, hanya Xing Yu yang merupakan ketua sekte Pengemis yang tidak tampak.
***
Sekte Kuda terbang yang semula merupakan sekte menengah telah berubah menjadi sekte besar setelah pertempuran melawan kekaisaran Qing. Nama sekte Kuda Terbang melambung tinggi berkat keberhasilan kekaisaran Ming mengalahkan kekaisaran Qing yang mana.. Chen Khu yang dikenal sebagai murid sekte Kuda Terbang menjadi aktor utama yang berhasil membalikkan keadaan saat pasukan kekaisaran Ming sudah dalam keadaan terdesak.
__ADS_1
Setelah peristiwa pertempuran yang dimenangkan oleh kekaisaran Ming tersebut.. tidak sedikit para orang tua yang mendaftarkan anak - anak mereka baik laki - laki maupun perempuan, bahkan para bangsawan pun tidak sedikit yang menginginkan anak mereka menjadi murid sekte Kuda Terbang.
Belum lagi.. dukungan sumber daya untuk pendekar seperti yang telah dijanjikan kaisar Shun Zhi saat pembentukan aliansi aliran putih juga terus mengalir, hingga dalam waktu kurang dari setahun.. sekte Kuda Terbang telah mampu melahirkan banyak pendekar berbakat dengan kemampuan ilmu meringankan tubuh serta ilmu pedang yang diajarkan oleh Xie Annchi saat usia mereka masih belasan tahun.
Perkembangan sekte Kuda Terbang yang sangat pesat dalam kurun waktu satu tahun terakhir memang tidak lepas dari nama besar Chen Khu, sehingga sekte Kuda Terbang merasa perlu untuk membuat sebuah patung setinggi lima meter. Patung tersebut dibuat sangat mirip dengan Chen Khu yang sedang memegang pedang yang terdapat beberapa ukiran berbentuk petir yang mana pedang tersebut adalah pedang halilintar yang selalu setia menemani Chen Khu dalam setiap pertarungannya.
Chen Khu memang sangat diidolakan oleh para anak muda bahkan para orang tua, bukan hanya sekedar aksi kepahlawanannya
***
"Ini hanya kebetulan atau kita memiliki kekhawatiran yang sama..? " ucap Wang Huo sambil tersenyum dan memberi hormat pada tiga ketua sekte besar yang mendapatkan undangan dari Wing Chun..ucapan Wang Huo disambut tawa ketiga rekannya mengingat hari masih sedikit gelap saat mereka berempat bertemu di depan pintu gerbang sekte Kuil Gunung Hang Chu.
***
"Ketua sekalian.. kita semua tentu sudah mendengar gejolak dunia persilatan saat ini.. " ucap Wing Chun pada ketua sekte yang menghadiri undangannya.
Dunia persilatan kekaisaran Ming memang mulai bergejolak.. tepatnya setahun yang lalu sebelum perang antara kekaisaran Qing dan kekaisaran Ming pecah..dunia persilatan digemparkan oleh kemunculan sebuah sekte misterius setelah terjadinya ledakan besar dan menyingkap kabut yang selama ini menutupi sebauh hutan yang dikenal dengan hutan kematian.
__ADS_1
Pertempuran antara kekaisaran Ming menghadapi kekaisaran Qing semula berhasil menunda niat para pendekar namun kejadian itu tidak menyurutkan niat mereka untuk menembus hutan kematian dan menemukan sebuah sekte misterius yang menurut sebuah kitab kuno yang ditemukan sebelum kemunculan hutan kematian bernama sekte Lembah Tengkorak.
Keangkeran serts banyaknya jumlah siluman yang menghuni hutan kematian, awalnya mampu meredam keinginan pendekar - pendekar itu untuk memasuki hutan kematian.. bahkan sebagian dari mereka hanya berani sampai di pinggir hutan tersebut kemudian kembali ke desa terdekat setelah merasakan aura yang cukup menakutkan yang berasal dari dalam hutan.
Tapi..seiring berjalannya waktu, kemampuan banyak pendekar meningkat sangat pesat berkat adanya sumber daya yang mulai dijual bebas, sehingga semakin banyak pendekar yang datang, dengan kemampuan bervariasi.. perlahan tapi pasti hutan kematian kehilangan keangkerannya akibat semakin banyaknya siluman yang terbunuh oleh pendekar - pendekar dari berbagai aliran yang saling berlomba untuk menemukan sekte Lembah Tengkorak dan merebut salah satu dari lima kitab kuno penguasa dunia, meskipun tidak sedikit juga dari pendekar - pendekar itu yang ikut menjadi korban, baik dimangsa oleh siluman maupun terbunuh akibat pertarungan dengan pendekar lain.
Hingga akhirnya.. sekte Kalajengking Merah yang mencoba mencari celah dengan memanfaatkan situasi yang ada mendapatkan keuntungan dari perlombaan yang tidak mengenal kawan maupun lawan tersebut.
Sekte Kalajengking Merah yang melihat peluang saat hampir seribu orang pendekar menyerang sekte Lembah tengkorang yang akhirnya benar - benar ditemukan oleh mereka.
Sekte Kalajengking Merah berhasil mencuri kitab IBLIS PENCABUT NYAWA saat murid - murid sekte lembah tengkorak sedang menghadapi ratusan orang pendekar yang menyerang sekte mereka.
Meskipun sekte Lembah Tengkorak akhirnya berhasil memukul mundur pendekar - pendekar itu dengan susah payah berkat kemampuan yang dimiliki oleh pendekar sekte tersebut yang memiliki kemampuan tinggi meskipun jumlah mereka yang tidak terlalu banyak.. namun mereka kehilangan kitab pusaka yang mereka miliki.
Sekte Lembah Tengkorak yang memang tidak ingin terlibat langsung dalam dunia persilatan akhirnya memilih untuk meninggalkan lebah yang sudah mereka tinggali selama beberapa ratus tahun itu..
Pada suatu malam.. seluruh anggota sekte Lembah Tengkorak dikabarkan menghilang pasca pertarungan melawan ratusan pendekar dan hingga saat ini, keberadaan mereka belum diketahui seolah kembali tertutup kabut yang menyembunyikan mereka selama beberapa ratus tahun.
__ADS_1
---****---
Maaf yaah.. malam ini hanya up satu chap.. soalnya capek banget hari ini.. dan mata sudah mulai sayup.. semoga saja tdk terlambat rilis spt sebelumnya...karena waktu rilis sudah disesuaikan.. 24/08/2020 pukul 20.00 WIB