Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
49. Keputusan Galuh


__ADS_3

Dengan nafas terengah-engah, wanita itu akhirnya bisa juga berada jauh dari tempat wanita tua itu berada.


"Kamu tidak apa-apa kan?" Tanya wanita itu kepada Laksminingrum.


"Semua berkat kamu. Terlambat sedikit saja aku tidak tahu hal buruk apa yang akan terjadi kepadaku." Kata Laksminingrum.


"Syukurlah kamu tidak apa-apa. "


"Kira-kira Aji Dharma dibawa kemana ya?"


"Dimana pun itu, yang jelas dia akan membawanya ke tempat yang aman. Kita harus segera pergi dari sini, lihat rombongan kelelawar itu, mereka pasti jelmaan wanita tua tadi," saat mereka hendak berlari, rombongan Kelelawar itu kemudian berkumpul dan menjadi satu. Setelah menyatu sesosok wanita tua itu berdiri tepat di hadapan mereka dengan muka sangat marah.


"Kalian tidak akan bisa lolos dari sini," katanya kemudian kembali menyerang dengan brutal. Yang bisa dilakukan Laksminingrum hanya mengelak saja . Ia ingin cepat keluar dari sana.

__ADS_1


***


Galuh terus memikirkan mimpinya saat pingsan tadi. Ia merasa tertarik untuk mendapatkan kekuatan. Kalaupun orang yang memberinya kekuatan nanti minta bayaran, ia akan membayar dengan tubuhnya. Toh ia merasa dirinya juga tidak merasa kehormatannya perlu di jaga lagi. Dia merasa sudah kotor, jadi untuk apa merasa sok suci.


Tadi sore, ia masih ingat betapa malunya dirinya saat istri anak kepala desa datang sambil mengatakan banyak hal yang menyakitkan dirinya. Saat itu, ia merasa lebih rendah daripada hewan. Tetangga yang mendengar bahkan terlihat sinis. Ia mendengar perkataan mereka yang sambil berbisik-bisik sambil terus menunjuk ke arahnya.


Kalau dengan menjual dirinya ia bisa membalas perlakuan mereka, maka ia ingin menempuhnya. Apapun yang terjadi kedepannya ia tak peduli jika yang dihadapinya adalah hal yang buruk. Selama itu bisa membuat sakit hatinya terbalas ia akan dengan senang hati menerimanya.


***


Saat baru tiba, ia sudah melihat Laksminingrum berada di bibir gua itu. Ia segera menghampirinya dan langsung mengajak kabur dengan menggunakan ilmu yang memungkinkan ia untuk berpindah tempat dengan cepat. Mereka segera menuju ke tempat dimana Aji Dharma berada.


"Bagaimana keadaan wanita tua itu sekarang?" Tanyanya sembari menghancurkan perisai yang ia buat tadi.

__ADS_1


"Dia terluka cukup parah karena terkena ajian pamungkas pedang ini. Aku rasa dia belum mati, tapi entahlah, kami meninggalkannya setelah berhasil melukai dirinya. "


"Baguslah. Setidaknya ia akan mengalami kesulitan saat mengejar kita. Setelah ini , apa rencana mu?"


"Aku ingin melanjutkan perjalanan. Tapi mungkin aku harus menunggu dia siuman terlebih dahulu. Kalau kalian?"


"Kami akan kembali ke istana. Bagaimanapun juga dunia kita berbeda, hanya saja kami akan terus mengawasi mu. Setiap kali kamu mengalami kesulitan, kami akan datang tanpa perlu di panggil. "


"Sebenarnya, hubunganku dengan ratu kalian itu apa sampai kalian repot-repot begini?"


"Suatu saat nanti, kamu akan mengetahuinya. Apapun itu, yang jelas ratu tidak memiliki maksud yang jahat kepadamu," jawab wanita itu.


"Bagaimana kalau kamu memegang tangan kami? Kami akan memindahkan kalian ke tempat yang lebih aman ."

__ADS_1


Tanpa menjawab apapun, Laksminingrum segera memegang tangannya, sementara wanita yang satu lagi memegang tangan Aji Dharma. Setelah semua siap, dalam sekejap mereka terlah berpindah ke tempat yang lebih dekat dengan perumahan penduduk.


"Tugas kami sudah selesai. Kami akan datang lagi saat kamu membutuhkan kami," setelah berkata begitu, kedua wanita siluman buaya itu menghilang dari hadapan Laksminingrum.


__ADS_2