Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#74. Sepasang Pendekar Muda


__ADS_3

Chen Khu dan Xie Annchi juga langsung melesat ke udara saat Kaisar Shun Zhi sudah memacu kudanya sedangkan Ken juga langsung mengambil kuda dan segera memacunya untuk kembali ke benteng yang ada diperbatasan untuk menyampaikan pesan dari Kaisar pada Jendral Chou.


Chen Khu dan Xie Annchi yang menggunakan jalur udara memang bisa bergerak lebih cepat dibandingkan dengan berkuda.. dan beberapa saat setelah meninggalkan wilayah Tainan.. tampak dari kejauhan asap hitam membumbung tinggi di udara dan sayup - sayup terdengar jeritan - jeritan panjang..


"Annchii.. lebih cepat lagi.. sepertinya mereka masih ada di sana.. "ujar Chen Khu lalu menambah kecepatannya dan meninggalkam Xie Annchi di belakangnya.


"Kakak.. tunggu akuuu... " teriak Xie Annchi sambil menambah kecepatannya, tapi Xie Annchi tidak bisa menyusul Chen Khu yang sudah menggunakan enam puluh persen kemampuannya untuk sampai pada daerah yang mengepulkan asap hitam.


Chen Khu sudah menghunuskan pedangnya sebelum menginjakkan kakinya di tanah dan langsung membunuh satu persatu orang - orang yang dilihatnya berusaha membunuh warga desa. Anggota kelompok itu hanya berjumlah tidak lebih dari seratus orang tapi karena yang dihadapi hanya penduduk desa yang tidak memiliki kemampuan beladiri dan hanya melawan dengan alat seadanya maka kelompok itu sudah membakar lebih dari separuh rumah yang ada di desa itu.


Dengan cepat Chen Khu memainkan pedangnya dan terus membunuh lawan - lawannya.. meskipun tenaga dalamnya terkuras sangat banyak karena digunakan untuk terbang dengan kecepatan sangat tinggi tapi lawan yang dihadapi Chen Khu hanya memiliki kemampuan yang paling tinggi setara pendekar level empat, dan Xie Annchi baru sampai saat Chen Khu sudah membunuh hampir tujuh puluh orang anggota sekte aliran hitam itu.


Xie Annchi yang tidak memiliki pedang..juga langsung mencari korbannya.. dengan kunai miliknya.. Xie Annchi juga mulai membunuh satu persatu lawannya dengan menggunakan jurus andalan milik sekte Kuda Terbang.. Belasan kunai milik Xie Annchi sudah memakan korban.. lalu Xie Annchi mengambil pedang salah seorang dari mereka dan mulai menggunakan teknik Tarian Dewa Pedang.. kecepatan membunuhnya kali ini lebih tinggi dibandingkan menggunakan kunai.. dan tidak sampai sepuluh menit.. Chen Khu dan Xie Annchi sudah membunuh semua orang - orang yang telah membuat kekacauan di desa itu.


Xie Annchi tampak terengah - engah karena kelelahan.. dia hampir menghabiskan seluruh tenaga dalam miliknya untuk mengejar Chen Khu dan bertarung menggunakan pedang yang kualitasnya sangat rendah.

__ADS_1


Chen Khu menghampiri Xie Annchi yang sedang kelelahan lalu memberikan apel emas untuk memulihkan kondisi adik seperguruannya itu dengan cepat sedangkan Chen Khu sendiri juga langsung duduk bersila setelah memakan apel emas lainnya.


Penduduk desa yang baru saja diselamatkan oleh Chen Khu dan Xie Annchi baru mengetahui kalau dewa penyelamat mereka adalah dua orang pendekar yang masih berusia muda.. meskipun pakaian kedua terlihat lusuh dan berlumuran darah tapi dari wajah keduanya tampak kalau mereka masih berusia belasan tahun.


Penduduk desa tidak berani mendekati keduanya yang masih duduk dalam posisi bersila..para penduduk itu kemudian membersihkan sisa - sisa reruntuhan akibat kebakaran, dan mengumpulkan mayat - mayat warga desa yang menjadi korban kekejaman orang - orang yang menyerang desa itu.


Setelah kurang lebih dua jam bermeditasi.. Chen Khu membuka matanya dan mendapati seorang pria sepuh seperti sedang menunggunya selesai bermeditasi.


"Pendekar.. terima kasih sudah menyelamatkan kami " ucap pria sepuh itu pada Chen Khu.. sedangkan Xie Annchi masih belum bergeming dari posisinya.


"Apakah tuan mengetahui siapa yang sudah berbuat seperti ini..? " tanya Chen Khu.


Chen Khu kemudian berdiri dan berjalan menuju mayat salah seorang dari kelompok yang menyerang desa itu.. Chen Khu mencoba mencari tau indentitas dari orang - orang yang kini sudah mayat..


"Hmmm... Gagak Hitam.. " gumam Chen Khu dalam hati setelah melihat lambang seekor gagak yang berwarna hitam tergambar di lengan baju yang dikenakan oleh orang - orang tersebut. Chen Khu kemudian memeriksa orang - orang itu lebih lanjut dan menemukan kesamaam pada lengan baju yang mereka kenakan.

__ADS_1


"Apakah mereka dari sekte Gagak Hitam..?" Chen Khu kembali bergumam dalam hati setelah menyimpulkan kalau kelompok yang menyerang desa itu berasal dari sekte yang sama.


Xie Annchi juga sudah selesai melakukan meditasinya.. nafasnya sudah teratur.. tidak terdengar lagi seperti orang yang kelelahan.. Xie Annchi mengelilingka pandangannya dan mendapati Chen Khu sedang memperhatikan beberapa mayat yang mereka bunuh dan Chen Khu juga ditemanni oleh seorang pria sepuh.


"Kakak.. apa yang kakak dapatkan..? " tanya Xie Annchi setelah berjalan mendekat pada Chen Khu.


"Informasi dari Pai benar.. mereka dari sekte gagak hitam.. kita harus bergerak cepat untuk menghentikan kekacauan yang lain " jawab Chen Khu.


"Maaf tuan.. kami tidak bisa lebih lama di sini..masih banyak urusan lain yang harus kami kerjakan.. " ujar Chen Khu pada pria sepuh yang menemaninya sejak tadi.


"Baiklah pendekar.. saya mewakili seluruh penduduk desa mengucapkan terima kasih atas bantuan yang pendekar berikan.. jika ada waktu dilain hari.. sempatkanlah untuk mampir ke sini " ujar pria sepuh itu lalu memberi hormat pada Chen Khu dan Xie Annchi.


Setelah membalas hormat pria sepuh itu.. Chen Khu langsung merangkul pinggang Xie Annchi dan segera mencari tempat lain yang diserang oleh sekte - sekte aliran hitam.


Chen Khu kali ini tidak membiarkan Xie Annchi menggunakan tenaga dalamnya untuk terbang.. karena adik seperguruannya itu lebih membutuhkannya untuk bertarung.

__ADS_1


Beberapa penduduk desa yang sempat melihat kemampuan yang diperlihatkan oleh Chen Khu dan Xie Annchi baik pada saat menghabisi lawan - lawannya maupun kemampuan Chen Khu terbang di udara, membuat mereka berdecak kagum akan kehebatan sepasang pendekar muda itu.


Meskipun tidak mengetahui nama keduanya.. tapi penduduk desa yang menceritakan kelihaian kedua pendekar remaja itu berdasarkan penglihatan mereka masing - masing akhirnya menyebut Chen Khu dan Xie Annchi dengan sebutan sepasang pendekar muda.


__ADS_2