
Kilauan sinar matahari yang memantul pada sungai kecil membangun Chen Khu pagi itu.. Chen Khu yang baru tidur saat dinihari setelah memulihkan sebagian tenaganya terkejut karena matahari sudah mulai meninggi sehingga bisa masuk melewati celah dedaunan dan menyapanya.
"Aku harus bergegas..! " gumamnya dalam hati.. dan setelah membasuh mukanya pada aor sungai yang jernih dan dingin.. Chen Khu tidak menunggu lama walau untuk sarapan dan segera melanjutkan perjalanannya..
Setelah dua jam terbang.. Chen Khu menarik nafas lega karena samar - samar di kejauhan Chen Khu bisa melihat sebuah kota kecil..makan leza, arak, serta permandian air hangat mulai mengisi pikirannya..Chen Khu kembali meningkatkan kecepatannya untuk bisa sampai di kota kecil itu sesegera mungkin.
Chen Khu mencari tempat sepi untuk turun dan kemudian berjalan menuju gerbang kota, yang tampak dijaga oleh dua puluh orang prajurit berpakain seragam kekaisaran Ming.
"Kota Yuan.. apa aku sudah sampai di kekaisaran Ming..? " Chen Khu berbasa - basi pada prajurit yang sedang berjaga setelah membaca papan nama yang terpampang di pintu gerbang.
"Benar tuan.. seperti anda orang baru disini..! " jawab salah seorang prajurit dengan ramah.
"Dulunya ini adalah wilayah milik kekaisaran Qing.. tapi setelah kekaisaran Qing dikalahkan oleh kekaisaran Ming.. maka secara otomatis kota ini menjadi milik kekaisaran Ming.. " salah seorang prajurit lain menimpali.
"Oh..iya.. dimana aku bisa mendapatkan restoran di kota ini..? " tanya Chen Khu dengan senyum ramah yang terkesan dengan keramahan prajurit - prajurit kekakisaran Ming.
"Hanya ada tiga restoran di kota ini tuan.. karena ini hanya kota kecil dan tidak dilalui oleh jalur utama..hanya saja restoran - restoran itu menyediakan makanan yang rasanya tidak berbeda dengan restoran di kota - kota besar.
"Ooh.. begitu yah.. baiklah tuan - tuan saya mohon pamit.. " ujar Chen Khu berniat melangkahkan kakinya.
"Eeh.. mohon maaf tuan jika kami menggangu keyamanan anda.. tapi karena pernikahan kaisar, maka semua pintu masuk dijaga ketat...apalagi belakang ini.. aliran hitam banyak membuat kekacauan dimana - mana.."
"Jadi untuk itu.. kami harus memeriksa anda sebelum memasuki kota ini.. " ujar salah seorang prajurit yang terlihat seperti komandan prajurit - prajurit yang berjaga.
Meskipun tidak terlihat membawa pedang atau barang lainnya.. Chen Khu menuruti aturan seperti yang dikatakan oleh prajurit - prajurit penjaga itu.. dan tidak berapa lama komandan prajurit itu mempersilahkan Chen Khu untuk memasuki kota Yuan.
"Kaisar menikah..??! padahal usianya kan... ahh.. sudahlah.. " gumam Chen Khu dalam hati sambil berjalan memasuki kota kecil itu.. dan langsung mencari sebuah restoran untuk mengisi perutnya.
"Selamat datang tuan.. mau pesan apa..? " ujar pelayan sambil memperhatikan Chen Khu dari ujung kepala sampai ujung kaki.
__ADS_1
"Kenapa anda memperhatikanku seperti itu nyonya..?! apa ada yang salah dengan penampilanku..? " ucap Chen Khu.
"eeh.. maaf.. tidak tuan.. hanya saja sepertinya tuan baru saja melakukan perjalan jauh dari benua selatan.. " jawab pelayan tersebut.
"Oh.. ini.. oh.. iya... aku memang dari sana dan kebetulan melewati jalan ini.. dan mampir sejenak ke sini.. " balas Chen Khu salah tingkah melihat pakaian yang dikenakannya bukannlah pakaian yang biasa digunakan oleh orang - orang benua daratan tengah pada umumnya.. dan Chen Khu baru teringat jika pakaian miliknya tersimpan dalam kantong ajaib yang kini dibawa oleh Maruka..
"Hmm.. kakek itu.. rupanya pengaruhnya masih terasa sampai di sini.. " gumam Chen Khu dalam hati sambil menggaruk kepalanya.
"Maaf tuan.. apa tuan jadi untuk memesan makanan..?! " pertanyaan pelayan itu menyadarkan Chen Khu.
"Oh.. iya.. aku ingin makanan terbaik serta arak terbaik dari restoran ini.." ucap Chen Khu lalu berjalan menuju sebuah meja yang terletak agak ke pojok.
Suasana restoran yang sepi membuat Chen Khu bebas memilih meja manapun, dan Chen Khu sengaja memilih meja paling sudut agar nanti tidak memancing perhatian lagi jika ada pengunjung yang datang.
Setelah cukup lama menunggu.. pelayan tadi akhirnya membawakan makanan yang dipesan oleh Chen Khu dan ditemani oleh pelayan lain yang membawakan satu kendi arak.
"Silahkan dinikmati tuan.. " ucap pelayan tersebut dan berniat meninggalkan Chen Khu.
"Tuan harus ke arah utara jika ingin menemukan jalan utama dan akan memakan waktu sehari perjalanan dengan berkuda.. " jawab pelayan itu ramah.
"Terima kasih nyonya.. "
" Sama - sama tuan.. "
Kedua pelayan itu meninggalkan Chen Khu yang mulai menikmati makananya.. namun saat Chen Khu baru saja menghabiskan makanannya dan baru menuangkan arak kedalam cangkirnya.. terlihat lima orang berpakaian hitam dengan gambar kalajengking berwarna merah pada bagian dadanya.. memasuki ruangan restoran tersebut.
"Kakak.. apakah ketua tidak akan marah jika kita meninggalkan kelompok kita..?! " tanya salah seorang dari mereka pada salah seorang lainnya yang berbadan paling besar dan tegap.
"Kamu tenang saja.. rombongan kaisar Shun Zhi juga baru akan sampai saat hari akan gelap..lagi pula.. kita hanya datang untuk makan disini, makanan di hutan membuatku bosan.. " jawab pria yang dipanggil kakak itu...mendengar nama kaisar Shun Zhi disebut oleh pria itu, Chen Khu langsung menajamkan pendengarannya untuk mengetahui arah pembicaraan orang - orang yang baru sampai itu.
__ADS_1
"Pelayaan.." teriak pria itu lalu duduk sambil membanting pedangnya diatas meja.. pelayan wanita yang sedang duduk terkejut dan langsung berlari menghampir tamu yang baru saja masuk itu.
"Bawakan kami makanan terbaik dan juga arak terbaik di restoran ini.. " bentak pria itu.
"ii.. iya...baik tuan.. " jawab pelayan wanita berusia paruh baya itu gemetar.
"Kakak memesan arak..?? " tanya salah seorang rekan pria tadi.
"Kenapa..?? sudahlah.. sekendi arak tidak akan membuatmu mabuk.. lagi pula.. lawan kita juga kemampuannya jauh dibawah kita.. jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.. " ujar pria tegap itu sambil tertawa.
Keempat pria yang bersama pria tegap itu hanya terdiam mendengar jawaban tersebut, meskipun dalam hati mereka merasa takut jika sewaktu - waktu Zhao Li mengetahui jika mereka meninggalkan kelompok yang sudah diperintahkan untuk selalu bersiaga ditempat mereka masing - masing.
"Silahkan tuan..!! " pelayan yang membawakan makanan buru - buru pergi setelah menyajikan makanan diatas meja.. tapi saat kedua pelayan tersebut sedikit menjauh, Chen Khu memanggil salah seorang dari kedua pelayan tersebut.
"Siapa mereka..?! " bisik Chen Khu pada pelayan tersebut.
"Saya juga tidak tau tuan.. tapi mereka juga baru pertama kali kesini.. " balas pelayan tersebut.
"Baiklah.. terima kasih.. " ujar Chen Khu lalu mempersilahkan pelayan tersebut untuk pergi.
" Semua berapa..?! " tanya Chen Khu Setelah menghabiskan arak yang dipesannya.. dan berdiri lalu berjalan ke meja resepsionis untuk membayar.
"Satu keping perak tuan.. " jawab pelayan tersebut.
"Oh.. maksudku makanan mereka juga.. " ucap Chen Khu sambil menoleh ke arah meja kelima orang yang tampak sangat lahap menikmati makanam mereka tanpa menghiraukan Chen Khu yang melihat
"Semuanya empat keping perak tuan.. " jawab pelayan tersebut.
Chen Khu mengeluarkan sekeping koin emas dari gelangnya dan membuat pelayan wanita itu tersentak tapi Chen Khu memberinya tanda agar tidak berbicara.. Chen Khu kemudian mengambil sebuah kursi dan membawa kursi tersebut dan diletakkan di dekat meja kelima orang tersebut,membuat kelimanya tertegun dan kompak melihat pada Chen Khu yang terlihat sangat percaya diri dengan penampilannya.
__ADS_1
"Maaf tuan - tuan.. tadi aku mendengar kalian menyebut nama kaisar Shun Zhi.. memangnya ada apa..??!" Chen Khu bertanya dengan nada ramah dan menghadap pada pria berbadan tegap yang dipanggil kakak oleh rekannya yang lain.