Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#187. Pertarungan Di Bukit. III


__ADS_3

Malam semakin dingin.. namun hal itu tidak menyurutkan niat para pendekar untuk menghentikan pertarungan.


Pihak Chen Khu dan kawan - kawan yang sejak awal menghindari pemlnggunaan tenaga dalam secara berlebihan untuk menghindari adanya ledakan - ledakan besar yang bisa terlihat dari kejauhan dan pasti akan memancing lebih banyak pendekar untuk datang ke tempat itu perlahan tapi pasti mulai bisa menyeimbangkan keadaan.


Keberhasilan Lin Dan mengungguli lawannya dan terus - menerus memberikan luka membuat moral pendekar - pendekar lain yang ikut bersamanya menurun.. dan hal ini tidak disia - siakan oleh Kobayasi bersama anak buahnya.


Sebuah sabetan pedang hampir saja membelah Chen Khu menjadi dua bagian andai dia tidak menghindar tepat waktu saat Chen Khu sejenak melihat pada Lin Dan.


Chen Khu terpaksa menjatuhkan badannya kesamping untuk menghindari tebasan tersebut dan untung saja.. tebasan tersebut hanya mengenai lengan jubah yang dikenakannya.


"Berani mengalihkan pandanganmu saar menghadapi kami..? kamu benar - benar meremehkan tiga pendekar pulau tengkorak..? " ujar salah seorang pendekar yang menjadi lawan Chen Khu lantang.


"Pendekar pulau tengkorak..?? ooh.. jadi kalian berasal dari sekte itu ya..?? " balas Chen Khu yang sudah kembali bersiap.


"Hah.. kamu bahkan tidak mengenali kami..?! " umpat pendekar itu kesal.


Nama besar pendekar pulau tengkorak


"Baiklah.. kalian sendiri yang meminya aku untuk serius.. " Chen Khu kemudian mengalirkan Qi pada pedang yang digunakannya.. tapi besarnya qi yang dikeluarkannya membuat pedang tersebut mengalami retak pada ujungnya.


"pedang ini memang kurang cocok untukmu kolonel.." gumam Chen Khu sambil memperhatikan retakan yang ada ada ujung pedang tersebut.


Tanpa menghiraukan retakan pada pedangnya..dengan mengalirkan qi pada kedua kakinya dan menggunakan jurus langkah petir.. kecepatan Chen Khu hampir tidak dapat dilihat oleh ketiga lawannya.


Ketiga pendekar yang menjadi lawannya terpaksa harus saling memunggungi dan menjaga titik buta satu sama lain.. karena lawan yang mereka hadapi saat ini memiliki kemampuan jauh diatas mereka bertiga.


"Sial.. ternyata sejak tadi dia hanya mempermainkan kita.. " umpat salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Aku juga tidak percaya kalau ini kemampuan yang dimiliki oleh manusia.. mungkin saja dia itu siluman yang menyamar menjadi manusia.. " balas salah seorang lagi.


Ketiganya menjamkan mata sambil menunggu dari arah mana Chen Khu akan muncul secara tiba - tiba.


Dengan memutar tubuhnya menurun secara vertikal..Chen Khu tiba - tiba Chen Khu muncul dari atas dan mengarahkan pedangnya ke tengah diantara ketiga pendekar itu.. dan membuat ketiga terpaksa harus melompat saling menjauhi untuk menghindari sabetan pedang yang digunakan oleh Chen Khu.


Rencana Chen Khu untuk memisahkan ketiga pendekar itu berhasil.. dengan memanfaatkan kelenturan pedang yang digunakannya.. Chen Khu melemparkan tubuhnya pada pendekar yang berada di sebelah kirinya.


Pendekar yang masih terkejut mendapat serangan tiba - tiba itu masih bisa menangkis tebasan yang diberikan Chen Khu namun karena kuatnya tebasan yang didapatkannya membuat kuda - kudanya goyah dan belum sempat dia bereaksi.. sebuah tendangan dengan tumit yang menyasar ke ulu hati tepat menemui sasaran hingga membuat pendekar tersebut terlempar ke udara lalu terhempas ke tanah dengan keras sejauh beberapa meter..untung saja.. disaat terakhir pendekar tersebut masih bisa melindungi organ vitalnya dengan tenaga dalam hingga tendangan keras yang bersarang di ulu hatinya..tidak membuat kerusakan parah pada organ vitalnya tersebut.


Dua orang rekannya berusaha membantu.. namun sepertinya Chen Khu sudah memiliki rencana sebelum melancarkan serangan sebelumnnya.


Chen Khu menghentakkan telapak tangannya di tanah hingga membuat tubuhnya terlempar ke udara lalu dengan sebuab gerakan memutar tubuh.. Chen Khu sudah berada di belakang kedua pendekar yang tadi menuju ke arahnya.


Kedua pendekar itu terkejut.. karena mereka tidak mengetahui bagaimana Chen Khu tiba - tiba saja sudah berada di belakang mereka.. tapi semua terlambat.


Keduanya langsung mengalirkan tenaga dalam untuk menghentikan pendarahan..


Chen Khu yang tidak ingin mengulur waktu lagi..langsung memberikan serangan susulan.. dan dalam sekejap dia sudah menyusul kedua pendekar itu dan berada didekat mereka..


Ayunan pedang Chen Khu mengarah cepat ke arah leher kedua pendekar itu yang tidak bisa berbuat apa - apa untuk menghindar.. dan saat pedang Chen Khu hampir menyentuh sasaran..


TRAANG..!!


Jeritan panjang terdengar sesaat setelah terjadi benturan dua buah pedang.. bersamaan dengan terlepasnya salah satu lengan dari pendekar yang menjadi lawan Chen Khu..


Pendekar yang tadi terlempar akibat terkena tendangan berhasil menangkis datangnya serangan walau terpaksa harus mengorbankan lengan kirinya.

__ADS_1


Lengan kiri pendekar tersebut terisah dari tubuhnya.. karena ayunan pedang Chen Khu yang dialiri qi berhasil mematahkan pedangnya..dan pedang Chen Khu menganai lengan kirinya.


Benturan energi kedua pedang tersebut membuat retakan pada pedang Chen Khu menjadi semakin besar dan hampir membuat pedang itu patah menjadi dua bagian..


Pengorbanan salah seorang pendekar tadi.. memberi kesempatan pada kedua rekannya yang lain untuk memasang kuda - kuda dan bersiap menyambut serangan susulan Chen Khu yang tidak menghiraukan retakan pada pedangnya yang semakin membesar.


Chen Khu menghentakkan kakinya dengan keras ke tanah hingga menimbulkan retakan besar pada tanah yang dipijaknya dan sejurus kemudian.. Chen Khu menghilang dari pandangan ketiga pendekar itu.


"Sisik Naga..!! "


Chen Khu melepaskan ratusan pisau angin berbentuk sisik naga untuk memecah perhatian dari ketiga lawannya.


Ketiga pendekar yang masih kebingungan dengan arah sumber serangan terlihat kalang kabut.. lalu tanpa mengetahui apa yang terjadi, salah seorang pendekar tiba - tiba ambruk ke tanah dengan kepala sudah terpisah dari tubuhnya.


Dua rekannya terkejut bukan kepalang.. ketika mereka masih disibukkan untuk menghindari pisau - pisau angin yang mengarah pada mereka.. tanpa mereka sadari..pendekar yang menjadi lawan mereka tiba - tiba sudah berada di tengah - tengah mereka dan memenggal kepala rekan mereka tanpa bisa berbuat apa - apa.


"Jadi sekarang tinggal dua pendekar pulau tengkorang yah..? " ujar Chen Khi sambil tertawa dengan tubuh melayang di udara.


Kedua pendekar yang tersisa terperangah.. dan belum selesai..kembali mereka dibuat terkejut ketika tubuh Chen Khu mengeluarkan aura berwarna kekuning - kuningan.. lalu sesaat kemudian tubuh mereka terasa berat bagai tertimpa batu besar.. dan sebelum tubuh mereka bisa bergerak.. Chen Khu sudah melesat ke arah mereka dengan kobaran api pada pedangnya, lalu sebelum sempat berpikir.. tubuh kedua pendekar itu sudah hangus menjadi abu.


Aura langit yang dikeluarkan oleh Chen Khu juga mempengaruhi daerah sekitarnya.. hanya saja kali ini.. Chen Khu sudah bisa mengendalikan aura miliknya itu dan aura tersebut hanya menekan diarahkan untuk menekan pendekar - pendekar yang menjadi lawan mereka.


***


Melihat lawan yang mereka hadapi seperti kesulitan bergerak.. Kobayasi tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan tersebut.


Meskipun dalam kepalanya dijejali pertanyaan dengan apa yang membuat lawan - lawan yang mereka hadapi sampai seperti itu.. tapi Kobayasi tidak ingin membuang kesempatan untuk segera mengakhiri pertarungan malam itu dan secepatnya meninggalkan bukit tersebut.

__ADS_1


__ADS_2