Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
40. Adipati Kencana Wulan


__ADS_3

"Maafkan kalau saya lancang. Saya rasa Adipati Kencana Wulan perlu di periksa. Aku mendengar desas-desus bahwa dia bekerja sama dengan seorang lintah darat. Aku bahkan melihat sendiri bagaimana lintah darat itu memperlakukan warga dengan sewenang-wenang," di depan raja negeri Majasari tempat dimana ia berada , Aji Dharma membuat laporan.


Aji Dharma masuk ke dalam istana dengan mudahnya dengan menggunakan statusnya yang masih terhitung pangeran negeri Prabakerta. Ia masuk bersama dengan Laksminingrum . Sebenarnya wanita yang diajak itu tidak ingin masuk kedalam istana, tapi setelah melalui perdebatan yang panjang ia akhirnya mau juga. Ia melapor bukan karena masalah Galuh semata. Ia sudah melihat dan mendengar sendiri keadaan para penduduk, tapi ia tidak punya kuasa untuk bertindak lebih jauh karena ini bukan wilayahnya.


"Lintah darat? Apakah yang kamu ucapkan bisa dibuktikan?" Sang raja mengernyitkan keningnya.


"Tidak mungkin aku sampai repot-repot kesini hanya untuk memberitahukan sesuatu yang tidak bisa dibuktikan. Ada baiknya mengirim mata-mata untuk mengetahui kebenarannya."


"Kalau begitu, besok aku akan mengirimkan seorang mata-mata yang bisa dipercaya. Tujuan pangeran jauh-jauh dari Prabakerta kesini hanya untuk itu saja?"


"Sepertinya iya. Saya masih harus berjalan lebih jauh demi sebuah misi. Sebenarnya saya tidak ingin melaporkannya, tapi saya merasa kasihan dengan para penduduk."

__ADS_1


"Karena sudah jauh-jauh datang kesini, bagaimana kalau pangeran beristirahat dulu?" Raja memberi penawaran .


***


Erlangga merasa senang sekali saat bangun tidur kakinya sudah tidak mati rasa lagi. Badannya juga terasa sangat enteng. Ingin rasa berteriak untuk mengungkapkan rasa senangnya itu. Akhirnya setelah sekian lama, ia merasa dirinya sekarang seperti terlahir kembali setelah sekian lama merasakan efek samping dari ajian berbahaya dari pendekar topeng perak yang sampai sekarang ia belum tahu siapa dia.


Lagipula penyerangan itu terjadi, Erlangga baru keluar dari padepokan tempatnya menimba ilmu sejak masih remaja. Cita-citanya adalah menjadi seorang ksatria pilih tanding, oleh sebab itu ia tidak pernah sekalipun berpikir untuk pergi dari sana. Hampir semua waktunya juga digunakan untuk melatih tubuhnya.


Pendekar topeng perak itu, ia merasa ilmunya masih sangat jauh darinya. Ia butuh sebuah ilmu yang bisa menandingi ajian serat lumpuh. Walaupun sekarang ia belum menemukannya, suatu saat nanti pasti akan ketemu juga ilmu yang membuat ajian serat lumpuh itu bertekuk lutut.


***

__ADS_1


Prabu Wanapati yang merupakan raja negeri Majasari setelah mempersilahkan Aji Dharma beristirahat langsung masuk ke dalam kamar. Ia tak percaya dengan kabar yang dibawa oleh Aji Dharma itu. Selama ini Adipati Kencana Wulan termasuk Adipati yang memiliki kinerja yang bagus, tapi kalau berita itu tidak benar tidak mungkin pangeran tadi memberitahukannya.


Dia duduk di pinggiran kasur sambil memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi jika laporan itu nyata adanya. Walaupun begitu, ia terus berharap berita itu tidak benar.


"Ada apa kanda?" Tanya istrinya saat ia masuk ke dalam kamar.


"Barusan ada pangeran dari Prabakerta yang melapor bahwa Adipati Kencana Wulan bekerja sama dengan lintah darat. Kamu tahu sendiri kan dia selama ini termasuk Adipati terbaik di kerajaan kita? Bagaimana jika hal itu benar? Apa yang harus ku perbuat?"


"Aku juga mengenalnya sebagai Adipati yang baik. Apapun yang terjadi kita harus mengirim Telik sandi terbaik . Dengan begitu kita akan tahu kebenarannya," Istrinya langsung paham saat sang raja menanyakan hal itu .


"Sekarang pangeran itu di mana?" Tanya istrinya.

__ADS_1


"Aku menempatkannya di kamar khusus tamu. "


__ADS_2