Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#152. Berlatih Kembali


__ADS_3

Cahaya matahari sudah bersinar terang, namun belum cukup untuk menembus dedaunan lebat yang menutupi lantai hutan Ankra.. pepohonan berdaun lebat dan lebar serta tumbuhan merambat seolah menjadi hambatan tersendiri bagi cahaya matahari untuk sampai ke lantai hutan.


"Berikan tanganmu anak muda..!! " ucap Maruka pada Chen Khu tapi tanpa menunggu persetujuan dari Chen Khu.. tangan Maruka sudah menarik tangan Chen Khu.


"hmm. tidak terlalu buruk.. setidaknya.. kamu masih lebih baik dibandingkan saat aku masih muda.. " gumam Maruka sambil memejamkan mata dan memeriksa tulang serta persendian Chen Khu sedangkan Chen Khu hanya menggaruk - garuk kepalanya melihat tingkah Maruka yang memeriksanya layaknya seoranh tabib.


"Tenaga dalam besar.. Chi besar


.hanya saja kamu belum memurnikan keduanya.. " gumam Maruka lalu melepaskan pegangannya dan melihat wajah Chen Khu.


"Maksud kakek..?


"Kamu tau kan dasar penggunaan taring dasar naga langit..? " tanya Maruka dan dijawab dengan anggukan oleh Chen Khu..


"Tapi kamu tau cara memaksimalkan kekuatan pedang itu..? " kali ini Chen Khu menggelengkan kepalanya, meskipun dalam hati dia tidak menyangka jika kemampuan pedang naga langit yang digunakannya saat ini ternyata belum maksimal.


"Qi... !! jika kamu mengalirkan Qi kedalam pedang ini, maka kamu akan merasakan perbedaannya.. " ujar Maruka melanjutkan.


"Qi..?? " Chen Khu bertanya sambil menggaruk kepalanya.


"Iya.. Qi..!! kamu tidak tau apa itu..?? ujar Maruka sambil memukul jidatnya.


"Bagaimana mungkin kamu mengemban tugas yang berat, sedangkan Qi saja kamu tidak tau..?! apa mungkin dewa telah salah memilih orang..?! " gumam Maruka tidak percaya sambil menggelengkan kepalanya, sedangkan Chen Khu hanya bisa tertunduk malu dengan senyum kecutnya.


"Ikut aku..!! " tiba - tiba Maruka menarik pergelangan tangan Chen Khu dan berdiri.

__ADS_1


"Tunggu kek.. kita mau kemana..? aku masih punya tujuan lain.. dan sangat mendesak..?! ujar Chen Khu berusaha menolak ajakan Maruka sambil berusaha melepaskan pergelangan tangannya, tapi pegangan tangan Maruka terlalu kuat dam Chen Khu dengan terpaksa mengikutinya sambil terus bertanya kemana Maruka akan membawanya.


"Kenapa kamu tiba - tiba menjadi cerewet seperti ini hah..?! sudah ikut saja.. dengan kemampuanmu sekarang masih banya orang yang bisa membunuhmu..!! " hardik Maruka lalu dengan sebuah hentakan kaki.. tubuhnya melesat ke udara dengan kecepatan tinggi bahkan Chen Khu yang sudah terbiasa terbang pun sampai sesak nafas dibuatnya, sebuah hal yang sering dilakukannya pada orang - orang yang dibawa terbang bersamanya.


"Mungkinkah ini karma...?? " ujar Chen Khu dalam hati sambil tersenyum.


Kemampuan Maruka memang sangat jauh diatas Chen Khu.. bahkan kecepatan Maruka masih diatas Chen Khu meskipun terbang sambil membawanya sebagai beban, dan dalam beberapa menit, sampilah mereka pada sebuah lembah subur dengan sungai - sungai kecil yang mengalir dan tampak dari kejauhan tampak sebuah pondok kecil yang.


Gubuk tua dan sudah terlihat reot itu berdiri di tengah sebuah ladang. Maruka yang hidup seorang diri di bekas perkampungan suku Sherpa, harus berladang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.. berbagai jenis umbi - umbian tumbuh subur di ladangnya.. Maruka juga menangkap ikan di sungai kecil penuh ikan yang lewat ditengah ladangnya sebagai lauk umbi - umbian untuk dimakan.. disekeliling ladang terlihat sisa - sisa bangunan yang sudah hampir tertutup seluruhnya oleh tumbuhan rambat..dari bekas - bekas bangunan tersebut bisa terlihat jika dulunya suku Sherpa merupakan sebuah suku besar dengan peradaban cukup maju.


Maruka menukik tajam dengan kepala ke bawah menuju gubuknya saat jarak mereka dengan gubuk sudah dekat.. kecepetannya seolah akan membenturkan kepala mereka di tanah, tapi ketika jarak tinggal dua meter dari tanah, Maruka menghentikan lajunya dan mendarat mulus dengan kedua kakinya, membuat Chen Khu bernafas lega.


"kamu harus tinggal disini untuk sementara waktu.. sampai kamu bisa mengubah tenaga dan dan Chi dalam tubuhmu menjadi Qi.. " ucap Maruka lalu berjalan memasuki pondoknya tanpa menghiraukan Chen Khu yang terlihat kebingungan dengan sikapnya.


"Tapi kek.. ada hal penting yang harus aku lakukan saat ini.. dan aku harus tiba di kekaisaran Ming secepatnya.. " ujar Chen Khu memohon.


" Tapi kek....!! " ucapan Chen Khu terhenti karena tiba - tiba Maruka sudah berada dihadapannya.


"Aku akan mengijinkanmu, jika kamu mampu bertahan sampai hitungan ke sepuluh.. !!" Maruka mundur satu langkah dan langsung memasang kuda - kuda serta mengeluarkan energi dari tangannya dan membentuk sebuah pedang.


"Bagaimana..?!" ucap Maruka dan bersiap untuk menyerang.


"Satu..!! " tanpa menunggu persetujuan Chen Khu Maruka telah maju menyerang dan mulai menghitung.. Chen Khu yang terkejut dengan serangan yang datangnya tiba - tiba berusaha menghindar sambil menarik pedangnya..


"Dua.. !!" pergerakan Chen Khu yang terlambat membuat gagang pedang energi milik Maruka berhasil mengenai pergelangan tangannya akibatnya pedang naga langit terlempar ke tanah.

__ADS_1


"Tiga..!! " Chen Khu yang masih melihat ke arah pedangnya yang terlempar kembali harus merasakan sebuah tendangan yang mengenai dadanya dengan telak, Chen Khu yang selama ini merupakan pendekar pilih tanding benar - benar dibuat tidak berdaya oleh Maruka.


"Empat..!! " Chen Khu yang masih terlempar dalam posisi melayang akibat terkena tendangan kembali harus merasakan sebuah pukulan tangan kiri Maruka yang membuat tubuhnya terhempas ke tanah, dan disusul pedang energi milik Maruka telah menempel di lehernya..


Chen Khu batuk darah...akibat pukulan dan tendangan yang diberikan oleh Maruka.. pergelangan tangannya juga masih terasa nyeri akibat pukulan gagang pedang Maruka.


"Huh.. kamu bahkan tidak mampu bertahan sampai hitungan kelima..!! dengan kemampuan seperti ini.. kamu hanya akan membuat taring naga langit menjadi besi tua karatan yang tidak berguna..!! " bentak Maruka lalu menghilangkan pedang energinya.


Chen Khu mencoba bangkit sambil menyeka darah segar dari bibirnya yang sebagian telah membasahi pakaiannya.. sambil tertunduk lesu.. Chen Khu membenarkan ucapan Maruka, meskipun dalam hatinya masih bertanya - tanya, kenapa kakek tua aneh itu memaksa dirinya untuk dijadikan murid.


"Murid mohon petunjuk kek..!! " ujar Chen Khu mantap sambil berlutut.


"Bagus..!! karena aku juga tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja..!! jawab Maruka lalu menendang pedang naga langit dengan tumitnya ke arah Chen Khu.


Chen Khu yang masih tertunduk terkejut dengan pedang yang meluncur deras ke arahnya.. meskipun Maruka hanya menggunakan sedikit kekuatannya, tapi Chen Khu hanya bisa berguling kesamping untuk menghindari pedangnya sendiri yang akhirnya menancap pada tiang pondoknya.


Maruka menoleh ke belakang,sambil tertawa melihat reaksi Chen Khu, lalu dengan beberapa kali lompatan..Maruka menghilang dari pandangan Chen Khu.


Chen Khu berjalan gontai ke arah pedangnya, lalu setelah menyarungkan pedangnya.. Chen Khu naik ke atas pondok untuk merebahkan tubuhnya.


-----@@@-----


Mohon maaf jika updatenya terlambat..


Chapter ini sedikit menyulitkan saya, untuk menentukan alur cerita.. beberapa kali paragraf yang sudah saya tulis.. harus dihapus kembali karena alurnya tidak seperti yang saya inginkan.

__ADS_1


Mudah - mudahan, chapter ini bisa menarik untuk dibaca.


__ADS_2