
Tanah lapang yang menjadi pelataran tempat berkumpulnya prajurit atau masyarakat kerajaan Nishafa tidak lagi rata seperti sebelumnya. efek pertarungan antara Chen Khu dan Batosai meninggalkan banyak lubang di tanah yanv diakibatkan oleh benturan tenaga dalam yang cukup besar.
"UHUK.. UHUK..!! "
Chen Khu terbatuk pelan setelah terkena pukulan telak dari Batosai, meskipun masih mampu berdiri tegak. Chen Khu mengelus dadanya yang masih terasa nyeri, dan dengan segera dia mangalirkan tenaga dalam untuk menghilangkan rasa sakit.
"Hahaha.. masih ingin bermain - main..?!"
Suara Hua Tuo kembali terdengar dalam pikiran Chen Khu sambil menertawakan Chen Khu yang baru saja terkena pukulan.
"Jangan mengejekku seperti itu senior.. " ujar Chen Khu kesal.
Chen Khu kembali memasang kuda - kuda saat Batosai sudah kembali maju menyerang.. kali ini Chen Khu lebih berhati - hati sebab setiap pergerakan Batosai boleh dibilang tidak meninggalkan celah sedikitpun.
"PEDANG NAGA LANGIT TINGKAT DUA.. LIDAH API.. "
"Hahaha.. kamu mulai serius rupanya.. " suara Hua Tuo kembali terdengar.
"Mohon bimbingannya senior.. " balas Chen Khu lalu mengayunkan pedangnya menahan serang yang datang.
Chen Khu bergerak sedikit kekiri lalu memutar tubuhnya, dalam hatinya Chen Khu merasa takjub melihat Batosai yang seperti tidak terpengaruh oleh panas dari jurus lidah api yang digunakannya, dan saat itulah Chen Khu mendapatkan sedikit celah.. dengan menggunakan gagang pedang, Chen Khu berhasil menghantam punggung Batosai.
Batosai tersungkur ke tanah tapi dengan cepat kembali memasang sikap siaga karena Chen Khu tidak memberinya waktu untuk berdiri..
Batosai memegang katana miliknya untuk menahan sabetan pedang Chen Khu.. sedangkan Chen Khu seolah tidak ingin membuang peluang dengan terus menekan pedang Batosai.
__ADS_1
Adu kekuatan tenaga dalam kedua pendekar kembali terjadi.. tanah yang menjadi tempat bertumpu Batosai perlahan mulai retak.. tekanan pedang Chen Khu yang terus dialiri tenaga dalam berjumlah besar juga membuat kobaran api pada pedang naga langit semakin membesar.
Batosai yang semula seperti tidak terpengaruh panas dari kobaran api karena berhasil melindungi dirinya menggunakan perisai tenaga dalam kini mulai merasakan panasnya kobaran api.. tenaga dalamnya memang sudah cukup banyak terkuras sebab pertarungan mereka sudah berlangsung lebih dari satu jam.
Perbedaan kekuatan fisik, perbedaan tingkat tenaga dalam tidak lagi tertutupi oleh pengalaman bertarung yang dimiliki oleh Batosai.
Batosai yang memang telah melewati ratusan pertarungan hingga berhasil menjadi tangan kanan Danzo..pengalaman bertarung Batosai sangat jauh diatas Chen Khu.. hanya saja.. perbedaan kekuatan yang semula mampu ditutupi oleh Batosai kini mulai nampak.
Tanah yang menjadi pijakan Batosai perlahan mulai turun akibat tekanan tenaga dalam besar dari Chen Khu.. tapi Batosai tidak berhenti sampai disitu..
Sambil berteriak keras.. Batosai mengerahkan seluruh tenaga dalamnya untuk mengatasi tekanan Chen Khu dan saat pedang Chen Khu mulai terangkat sedikit, Batosai segers berguling di tanah sambil mengayunkan pedangnya ke arah kaki Chen Khu.. lalu segera melompat sedikit menjauh untuk mengambil nafas.
Chen Khu masih bisa menghindari sabetan pedang Batosai meskipun ujung pedang Batosai berhasil mengoyak celananya.. Chen Khu hanya tersenyum melihat sobekan tersebut.
"Aku juga kagum padamu.. dengan usia semuda itu.. kamu memiliki kekuatan yang sangat besar.. dan aku akan mengakhiri pertarungan ini secepatnya.. " balas Batosai sambil mengatur nafasnya.
"Sayangnya.. aku juga berpikiran hal yang sama.. "
"PEDANG NAGA LANGIT TINGKAT TIGA...NAGA MENEMBUS LANGIT..!! "
Chen Khu langsung melesat kedepan.. gerakannya semakin cepat dan hampir tidak terlihat, dan tidak sampai satu tarikan nafas.. Chen Khu sudah berada di hadapan Batosai dan menyisakan jarak kurang dari dua meter.
"Sial... rupanya dia masih menyimpan kekuatannya... " umpat Batosai geram.
Meskipun terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.. tapi, pengalaman bertarung yang cukup panjang membuat Batosai masih bisa tetap bersikap tenang dan mampu menangkis serangan cepat dari Chen Khu.. tapi setelah bertukar beberapa serangan, Batosai mulai menyadari satu hal..
__ADS_1
Pedang yang digunakannya telah mengalami keretakan pada beberapa bagian.. dan rupanya.. saat terjadi adu tenaga dalam tadi.. Chen Khu bukan hanya membuat tanah tempatnya berpijak lebih dalam tapi juga mampu membuat keretakan pada pedangnya. Akibatnya.. keretakan lain mulai bermunculan saat pertukaran serangan terjadi.. dan pedang mereka kembali beradu.
Durasi pertarungan yang lama membuat nafas Batosai mulai tersengal.. sedangkan Chen Khu masih terlihat segar bugar.. akibat kelelahan, Batosai mulai meninggalkan beberapa celah pada pertahanannya.
Sabetan pedang Chen Khu berhasil meninggalkan sayatan pada kedua lengan dan paha kanan Batosai.. meskipun tergolong luka ringan, tapi kondisi Batosai yang sudah kelelahan seperti saat ini.. mengerahkan tenaga dalam untuk menghentikan pendarahan memerlukan pertimbangan lain, sebab serangan Chen Khu yang semakin ganas dan bertenaga, juga membuatuhkan banyak tenaga dalam untuk menangkis atau menghindar.
Batosai melompat mundur jauh kebelakang saat sebuah sabetan pedang hampir saja mengoyak perutnya.. Chen Khu yang mendapatkan celah setelah benturan keras kedua pedang mereka membuat tangan Batosai bergetar.. Chen Khu tidak menyia - nyiakan kesempatan saat Batosai kehilangan keseimbangan, sebuah sebetan ke arah perut hampir saja mengakhiri perlawanannya.. untung saja, Batosai masih bisa melihat datangnya serangan meskipun sedikit terlambat.
Nafas Batosai tersengal.. dia melihat pakaiannya yang sobek akibat sabetan pedang Chen Khu.. sebuah sobekan yang sangat panjang dengan setiap sisinya seperti hangus termakan api.
"Pemuda ini memiliki kekuatan yang tidak terhingga.. tenaga dalamnya seperti tidak memiliki batas, bahkan setelah bertarunh lebih dari satu jam, kobaran api pada pedangnya belum juga meredup.. " gumam Batosai dalam hati.
"Kenapa..?! aku ingin tau apakah kamu masih memiliki nyawa ketiga setelah aku mematahkan pedangmu itu.. " ujar Chen Khu yang sudah bersiap untuk kembali menyerang.
"Sial...!! pusaka apa yang digunakannya..?! " umpat Batosai dalam hati setelah melihat banyak keretakan pada pedang yang digunakannya.. lagipula.. mata pedangnya juga sudah banyak memiliki cacat..
"Aku ingatkan..!!jangan pernah melihat ketempat lain saat lawanmu sedang menyerang..!! "Chen Khu yang sudah berada di dekat Batosai kembali mengayunkan pedangnya, tapi Batosai masih bisa menangkis serangan cepat Chen Khu sambil tersenyum lalu melompat mundur kembali menjaga jarak untuk menormalkan kembali nafasnya yang memburu.. tapi Chen Khu selalu bisa mendekatinya yang bahkan seolah - olah tidak ingin memberi waktu pada Batosai untuk sekedar menarik nafas.
Dalam waktu singkat, Chen Khu berhasil mendesak Batosai dan memaksanya terus berada dalam posisi bertahan. Terus menerus bertahan dibawah serangan yang semakin gencar membuat pertahanan Batosai kembali meninggalkan celah.. dan saat Batosai berhasil menangkis sebuah sabetan pedang Chen Khu..sebuah tendangan dari kaki kanan Chen Khu dengan memutarkan sedikit tubuhnya dengan cepat menyasar dagu Batosai yang membuat pendekar tersebut terlempar ke belakang setelah terangkat beberapa meter ke udara.. tubuh Batosai terseret di tanah dan baru berhenti saat tubuhnya membentur dinding sebuah bangunan.
Batosai terbatuk sambil mengeluarkan banyak darah segar dari mulutnya.. kemampuannya kini seperti telah mencapai batasnya, tapi Batosai masih berusah bangkit dengan menggunakan pedangnya yang ditancapkan ke tanah untuk membantunya berdiri.
Saat semua orang yang menyaksikan pertarungan itu merasa jika pertarungan telah selesai, sesuatu yang mengejutkan kembali terjadi.
Batosai yang sudah kelihatan tidak berdaya.. merentangkan kedua tangannya.. saat itulah.. aura hitam besar terlihat meluap dari tubuhnya seolah menarik energi lain disekitarnya.. bebatuan kecil melayang di udara, debu - dubu juga beterbangan seolah ditarik oleh sebuah kekuatan besar.
__ADS_1