Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#123. Pertempuran. I


__ADS_3

Pagi buta.. saat ayam jantan berkokok untuk pertama kalinya, perkemahan pasukan Gurjara mulai terlihat sibuk.. setiap prajurit yang sudah mempersiapkan diri sejak malam terlihat sudah berkumpul di lapangan dengan senjata dan perbekalan yang memang sudah disiapkan sebelumnya. Kokok ayam jantan bagai sirene yang membangunkan mereka meskipun sebagian dari mereka tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Tak lama kemudian Mathanadeva dan beberapa pengawalnya terlihat memasuki tempat berkumpulnya para prajurit Gurjara dan tampak disambut oleh komandan pasukan mereka.


Aahana dan Shiva yang juga ikut berkemah bersama para prajurit juga terlihat menyambut kedatangan Mathanadeva, hanya Chen Khu yang tidak terlihat karena dia berangkat lebih dulu untuk memastikan keadaan dan keamanan prajurit selama perjalanan.


Setelah memastikan kesiapan seluruh pasukannya.. Mathanadeva kemudian turun dari kudanya lalu berjalan lebih dulu sebagai penunjuk jalan.. sebuah hal aneh tapi sudah tidak mengejutkan bagi prajurit - prajurit elit Gurjara jika sang Raja selalu menjadi penunjuk jalan karena kebiasaan Mathanadeva untuk menyelediki sesuatu sendiri membuat hal seperti ini bukan hal yang baru bagi mereka.


Dua ribu orang prajurit terlatih dan memiliki kemampuan meringankan tubuh bergerak masuk kedalam hutan memgikuti Mathanadeva yang sudah lebih dulu. Pergerakan pagi - pagi buta dengan pasukan dalam jumlah besar mengagetkan penghuni hutan.


***


Hari masih sedikit gelap saat Chen Khu sampai di bukit tempat pengintaian mereka bersama Mathanadeva, dan masih belum terlihat adanya aktifitas di markas sekte Aghori.


"Sepertinya kematian rekan mereka belum ketahuan.. " gumam Chen Khu dalam hati lalu duduk pada sebuah batu besar menghadap ke arah perkampungan yang menjadi markas sekte Aghori.


Dengan duduk bersila dan mata terpejam, Chen Khu berusaha mendeteksi jangan - jangan ada kekuatan yang besar yang tersembunyi dalam markas tersebut, dan meskipun jaraknya cukup jauh, tapi Chen Khu merasa yakin jika kekuatan yang mereka bawa cukup untuk menghancurkan perkampungan tersebut meskipun sekilas dirinya merasakan sebuah aura yang aneh dan cukup besar berasal dari sebuah bangunan yang paling besar di perkampungan itu.

__ADS_1


Matahari perlahan mulai menampakkan diri dan suara burung - burung memecah kesunyian.. Chen Khu membuka matanya saat merasakan kedatangan Mathanadeva bersama pasukannya.. Chen Khu kemudian melomoat dari atas batu yang digunakannya untuk duduk.. lalu dengan cepat menuruni lereng bukit untuk menunggu kedatangan prajurit - prajurit Gurjara.


"Yang mulia..! " ujar Chen Khu memberi hormat setelah beberapa saat menunggu dan akhirnya Mathanadeva sampai lebih dulu disusul oleh seluruh pasukannya.


"Bagaimana..? " apa rencananya bisa kita jalankan sekarang..? " tanya Mathanadeva setelah semua prajuritnya berkumpul.


"Sepertinya semua terkendali yang mulia.. " jawab Chen Khu dan Mathanadeva kemudian memberi aba - aba pada prajuritnya untuk menuju tempat yang sudah di rancanakan.


Chen Khu melayang - layang di udara untuk memastikan jika tiap - tiap unit pasukan sudah sampai di tempat yang sudah direncanakan lalau setelah itu.. Chen Khu melayang menuju ke markas sekte Aghori untuk menjalankan rencananya.


***


Kepanikan terjadi seketika.. teriakan kebakaran membangunkan seluruh anggota sekte Aghori yang masih terlelap. Api dengan cepat menghanguskan bangunan tempat penyimpanan kendi - kendi untuk mengurung siluman..sebagian besar anggota sekte Aghori berlari ke arah bangunan itu berusaha untuk memadamkan api, akan tetapi saat mereka baru saja sampai..api sudah menyala pada bangunan lain di tempat yang berbeda.


Kepulan asap hitam membumbung tinggi di udara menjadi tanda bagi pasukan pembuka untuk menyerang pintu gerbang markas sekte Aghori yang hanya dijaga oleh beberapa orang saja sebab pengawal - pengawal lain berlarian ke arah bangunan yang dilalap api.


Pagi itu.. saat matahari baru manampakkan sinarnya.. tapi warga sekte Aghori sudah disibukkan dengan api yang membakar beberapa bangunan dengan lokasi agak berjauhan secara bersamaan..bahkan Tamil Nadu sebagai ketua tertinggipun harus keluar dari ruang pribadinya untuk melihat keributan yang terjadi di luar.. akan tetapi baru beberapa langkah dia meninggalkan bangunan itu.. api yang sangat besar ikut menyambar dan dengan cepat membesar membakar bangunan yang merupakan tempat pertemuan sekaligus tempat tinggal ketua tertinggi sekte Aghori.

__ADS_1


Tamil Nadu terkejut melihat api yang datang tiba - tiba dan memanggil anggotanya yang sedang berlarian mengambil air.. Tamil Nadu juga memerintahkan beberapa orang anggotanya untuk masuk kedalam bangunan yang sudah hampir seluruh bagiannya menyala untuk mengambil kitab yang masih dipelajarinya..


Anggota sekte Aghori tidak berani membantah perintah Tamil Nadu meskipun api yang sangat besar membahayakan nyawa mereka belum lagi seluruh bagian bangunan tersebut terbuat dari kayu yang mulai berjatuhan.


Akan tetapi.. saat anggota sekte Aghori yang diperintahkan untuk mengambil kitab di ruang pribadi Tamil Nadu baru mendekati pintu.. sebuah pedang yang terbungkus oleh api yang berkobar menyambar tubuh mereka dan langsung membuat tubuh mereka hangus seketika.


Tamil Nadu harus melompat mundur beberapa langkah untuk menghindari ayunan pedang yang juga mengincarnya dan hampir saja mengenainya jika terlambat sedikit saja.. pakaian yang dikenakannya hangus pada bagian dada membuat Tamil Nadu menelan ludah.


"Gerakannya cepat sekali.. " gumam Tamil Nadu dalam hati.


"Siapa kamu..??" apa sekte Aghori pernah punya masalah denganmu..? tanya Tamil Nadu pada pemuda dihadapannya yang memegang pedang dengan api yang terus berkobar.. tapi belum sempat Chen Khu menjawab terdengar teriakan serta suara pertarungan dari seluruh penjuru markas sekte Aghori.


"Aku .?? Aku tidak pernah mempunyai masalah secara langsung dengan kalian.. tapi mereka punya.. " jawab Chen Khu sambil melihat ke arah prajurit - prajurit elit Gurjara yang dengan mudah mulai mendesak lawan - lawannya yang memang dalam kondisi tidak siap.. bahkan banyak diantara mereka terpaksa menggunakan alat seadanya untuk menghadapi serangan pedang atau tombak dari prajurit Gurjara.


Chen Khu langsung melompat menyerang Tamil Nadu, sebab samar - samar Chen Khu bisa meraskaan jika pria yang ada dihadapannya merupakan orang yang memiliki kemampuan paling tinggi diantara yang lainnya dan saat jarak mereka tinggal beberapa langkah saja, Tamil Nadu mengeluarkan aura hitam pekat yang membuat orang disekitarnya bergidik tidak terkecuali Chen Khu yang langsung membatalkan serangannya dan melompat mundur untuk mengamati situasi.


Chen Khu juga memerintahkan beberapa orang prajurit Gurjara yang mencoba untuk mendekati Tamil Nadu yang terus mengeluarkan aura hitam dan terus membesar..

__ADS_1


"Mundur..!! kalian bukan lawannya..!! " teriak Chen Khu mengingatkan.. dan prajurit - prajurit itupun segera menjauh setelah melihat dan merasakan aura yang dikeluarkan oleh Tamil nadu.


__ADS_2