
Saat matahari mulai meninggi.. rombongan prajurit berkuda yang dipimpin oleh Lin Dan mulai memasuki ibukota dan langsung menuju istana kaisar Han.
Lin Dan yang baru turun dari kudanya sedikit terkejut saat salah seorang prajurit datang dan menghampirinya.
"Kolonel.. anda sudah ditunggu oleh yang mulia di ruang pertemuan.. !" ujar prajurit itu.
"Apakah perwira yang lain juga dipanggil..?! " tanya Lin Dan sedikit gugup.
"Mereka sudah berkumpul sejak tadi kolonel.. " jawab prajurit itu.
Dengan tergesa - gesa dan setengah berlari.. Lin Dan berusaha secepat mungkin sampai di ruang pertemuan seperti yang disebutkan oleh prajurit tadi, dan alangkah terkejutnya dia saat membuka pintu ruangan.
Sembilan orang kolonel serta puluhan kapten serta jendral Guan sendiri sudah berada dalam ruangan itu.
"Maafkan keterlambatan saya yang mulia..! " ucap Lin Dan dengan nafas yang masih terengah - engah.
Meskipun sudah mengetahui kondisi terkini kekaisaran Han dengan sekte pembunuh iblis yang baru saja mencoba menyusup kedalam istana namun.. mengumpulkan seluruh petinggi militer dalam satu ruangan seperti ini bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh kaisar Xiao Yan.
"Silahkan duduk kolonel Lin.. tinggal kamu saja yang ditunggu sebelum jendral Guan memaparkan tugas - tugas kalian.. karena sepertinya kita akan menghadapai sesuatu yang besar.." balas Xiao Yan tersenyum ramah.. sebuah hal yang tentu saja menjadi pertanyaan dalam benak Lin Dan dimana sang kaisar masih tetap tersenyum meskipun dirinya datang terlambat.
"Karena kalian semua sudah berkumpul.. maka aku akan memaparkan tugas - tugas yang harus kalian lakukan dalam misi kali ini.. " ujar Guan Yu sambil melihat ke arah kaisar Xiao Yan meminta persetujuan dan Xiao Yan mengangguk tanda menyetujui.
***
Jendral Guan Yu berjalan ke sebuah meja berbentuk lingkaran memanjang yang di tempati oleh sepuluh orang kolonel kekaisaran Han yang mana lima orang diantara adalah komandan pasukan elang biru..
__ADS_1
Pasukan elang biru adalah prajurit elit kekaisaran Han yang beranggotakan sepuluh ribu orang prajurit dengan kemampuan prajurit yang terendah setara dengan pendekar level tiga.. dan untuk satu orang komandan berpangkat kolonel memimpin dua ribu orang prajurit..dan Lin Dan adalah salah satu diantara kelima orang yang berpangkat kolonel dalam pasukan elang biru.
"Sekte pumbunuh iblis sudah berani mengancam kedaulatan kita dengan mencoba menyusup kedalam istana.. dan untuk itu.. hari ini.. kekaisaran Han mengumumkan perang terhadap kelompok itu..!!! "
"Siap Jendral..!! "
Ucapan pembuka dari jendral Guan Yu disambut lantang oleh seluruh komandan pasukan.
"Baik..!! untuk itu.. aku akan memberikan kalian tugas masing - masing dalam menjalankan misi ini.. " lanjut Guan Yu lalu membuka peta diatas meja.
Guan Yu mulai menjelaskan rencana dan strategi yang akan mereka gunakan pada setiap wilayah yang sudah dilingkari merah.
Daerah - daerah itu sengaja diberi tanda khusus karena berdasarkan laporan yang diberikan oleh mata - mata bahwa terjadi pergerakan pendekar - pendekar yang berasal dari sekte - sekte yang berdiam di dalam wilayah kekaisaran Han.
Meskipun telah mendapatkan laporan seperti itu, namun, jendral Guan dan bahkan kaisar Xiao Yan sendiri belum berani mengambil tindakan karena mereka belum menemukan alasan untuk menyerang perkemahan - perkemahan itu.. yang mana.. berdasarkan laporan dari mata - mata jika perkemahan yang dibangun dalam hutan itu mampu menampung sekitar dua ratus ribu orang prajurit.
Hanya saja.. para mata - mata yang bertugas mengawasi hal itu tidak berani mendekati perkemahan - perkemahan yang dibangun itu, sebab dari pemantauan mereka.. para pendekarlah yang berkumpul di perkemahan itu.. dan datang secara bertahap.
Mendengar hasil laporan mata - mata tentang kapasitas perkemahan yang disiapkan di sekitar ibukota.. banyak komandan pasukan menelan ludah.. bahkan diantara mereka ada yang terlihat khawatir.. karena jika dibandingkan dengan jumlah keseluruh prajurit yang dimiliki oleh kekaisaran Han dan sudah termasuk pasukan elang biru hanya sekitar lima ratus ribu orang.. dan itu tidak sebanding jika perkemahan yang dimaksudkan oleh para mata - mata itu terisi penuh atau jika satu perkemahan terdiri dari dua ratus ribu orang maka dari enam perkemahan tersebut diperkirakan akan ada satu juta dua ratus orang yang bisa dipastikan kesemuanya adalah pendekar.
Suasana dalam ruang pertemuan tiba - tiba menjadi riuh.. banyak diantara pemimpin - pemimpin pasukan itu membicarakan jika benar akan ada perang.. maka menhadapi pasukan dalam jumlah besar seperti itu sama saja menghantarkan nyawa.. pembicaraan mereka bahkan terdengar seperti dengungan lebah di sarangnya.
"PLAAAK...!! "
"Aku memanggil kalian semua disini bukan untuk berbicara sendiri - sendiri..!! " teriak Jendral Guan Yu sambil membanting pedangnya diatas meja.
__ADS_1
Seisi ruangan langsung terdiam mendengar ucapan jendral Guan.
"Kita akan menghadapi lawan yang sangat kuat.. untuk itu kita harus memiliki rencana yang matang.. dan saya pastikan.. jika ada salah satu diantara kalian yang coba - coba untuk menggagalkan misi ini.. maka pedangku sendiri yang akan memenggal kepalanya.. !!" ujar Guan Yu masih dengan nada tinggi.
Seluruh hadirin menundukkan kepala kecualu Xiao Yan yang justru terkejut melihat reaksi dari Guan Yu.. namun Xiao Yan hanya tersenyum melihat reaksi jendralnya itu.
"maafkan aku.. dan.. Baik.. kita lanjut..!!
ujar Guan Yu kemudian setelah ruangan kembali tenang seperti semula.
" Saya sendiri tau seberapa besar kemampuan pasukan kita..untuk itu.. kami sudah meminta bantuan pada beberapa relasi kita termasuk sekte - sekte aliran putih yang selama ini berpihak pada kita.. "
"Dan.. satu hal lagi yang perlu kalian ketahui..!! " Guan Yu menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan.
"Kami juga sudah meminta bantuan dua kerajaan di benua selatan.. meskipun mungkin nanti mereka tidak sampai tepat waktu tapi setidaknya kita bisa mengulur waktu sambil menunggu mereka.. " suara dengungan lebah kembali terdengar di ruang pertemuan pertemuan setelah Guan Yu menyelesaikan ucapannya.
Dua kerajaan dari benua selatan menjadi pertanyaan besar bagi semua pemimpin pasukan yang hadir. mereka bahkan tidak yakin jika kedua kerajaan itu akan mengirimkan pasukan untuk membantu mereka sebab.. mereka semua tau jika selama ini kekaisaran Han belum pernah atau tidak pernah memiliki hubungan diplomasi dengan kerajaan - kerajaan dari benua selatan.
"Ya...!! Kerajaan Gurjara dan Kerajaan Andhara..!! kami sudah mengirimkan surat kepada mereka...! " ucap Xiao Yan sambil berdiri dari singgasananya membuat semua yang hadir terdiam.. meskipun sesekali mereka masih saling melirik.
Sebab.. bagi seorang pemimpin pasukan..bukanlah sebuah hal yang baru jika mendengar nama Andhara.. sebuah kerajaan di benua daratan selatan yang memiliki kekuatan militer yang superior..yang bahkan membuat kekaisaran - kekaisaran yang berada di benua daratan tengah berpikir berkali - kali jika ingin mencoba kekuatan militer kerajaan tersebut.
Sedangkan Gurjara.. meskipun kekuatan militernya tidak setenar kekuatan militer Andhara namun dari kabar - kabar yang dibawa oleh para pedangang.. mereka menyebutkan jika Gurjara memiliki seorang raja yang sangat kuat dan saat ini terus membangun kekuatan militernya.
"Kalian mungkin pernah mendengar nama kedua kerajaan itu.. dan pasti terdengar mustahil jika kedua kerajaan itu akan membantu kita.. tapi kita berharap keajaiban itu bisa muncul.. " ucap Xiao Yan lalu menoleh pada Chen Khu dan dibalas dengan anggukan oleh Chen Khu.
__ADS_1